23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nyanyian Kehilangan dari Sonia | Ulasan Buku Puisi “Prihentemen”

Yohan Mataubana by Yohan Mataubana
December 7, 2024
in Ulas Buku
Nyanyian Kehilangan dari Sonia | Ulasan Buku Puisi “Prihentemen”

Buku puisi Prihentemen

Ada yang hilang dan takkan kembali
Namun waktu memaksamu trus jalani
Lewati kerasnya hari
Penuh kerikil duri

Saya menulis catatan ini, sambil mendengar lagu “Hilang” Karya Justin Adrin dkk. Lagu ini populer sejak tragedi meletusnya gunung Lewotobi Laki-Laki, Minggu, 03 November 2024.

Ada yang menarik tentang kenangan “Hilang,”Saya menemukan itu ketika bangunan seminari rusak, orang-orang menangis karena kehilangan rumah, kehilangan orang yang dicintai, dan banyak hal.

Dalam lagunya “hilang.” Saya merasakan sungguh admosfer ketakutan, kesedihan, dan kerinduan yang mendalam.

Sama halnya dalam puisi-puisi Prihentemen karya Kadek Sonia Piscayanti, dalam tulisannya. Saya-mungkin juga kamu, akan menemukan rasa kehilangan yang mendalam. Apalagi kehilangan yang dimaksud adalah kehilangan orang yang sangat kita cintai. Kehilangan memang rumit, tetapi yang lebih rumit adalah ketika sudah merasa kehilangan lalu penderitaan berlanjut.

Nyanyian Kehilangan

Puisi adalah nyanyian jiwa. Ketika menulis dan menghasilkan puisi, puisi dirasakan sebagai jiwa penulis. Saya menemukan itu dalam 19 puisi karya Sonia. Penulis menghadirkan jiwa kehilangan yang mendalam. Salah satu puisinya berbunyi demikian:

“Bapak selamat jalan”
Penghiburanmu satu-satunya adalah doa penghantar sunia
Dan semua karma yang kau tanam di sepanjang usia
Kini menjadi bekal perjalanan setia
Melepasmu dari lingkaran samsara
Menuju sunia.

(Puisi Prihentemen, hlm. 8).

Ucapan selamat jalan sering kali kita dengar untuk mereka yang bepergian. Pergi kemana saja. Dan  Sonia dalam puisinya mengambarkan nyanyian perpisahan. Perpisahan antara Sonia dan Bapak-orang yang dicintainya. Ketika bapaknya meninggal ia mengucapkan selamat jalan sebagai suatu doa perpisahan yang barangkali menjadi penghantar kedamaian untuk bapaknya menuju sunia.

Jika puisi ini adalah nyanyian, saya pastikan Sonia adalah penyanyi terbaik versi Bapaknya. Mengapa saya katakan “Penyanyi?” karena hampir semua puisinya, ia membahasakan keseharian bapaknya. Bukankah nyanyian yang diciptakan indah, lahir dari konteks historis pencipta? (Kalau ada yang lain maka bolehlah kalian lengkapi).

Contoh puisi Tan Artha, Sang Sajjana, Pesan Topi, Bersamamu Tiap Hari Minggu, Suatu Masa Kanak Yang Tiba, Kontrak, Box yang Menyilaukan, Catatan Angka-Angka dan  Setelah Kau Pergi Pada 4 Juli, Menurut saya puisi-puisi ini adalah nyanyian jiwa Sonia saat mengingat kembali kenangan bersama Bapaknya. Kalau kita membaca keseluruhan puisi-puisi tersebut, kita akan masuk pada kedekatan antara penulis dan Bapaknya.

Berlima kita berjalan
Menuju laut
Di utara , di utara tempat semesta berpulang

Kita melalui semua dengan cerita
Kau di depan bersama ibu
Adik, kakak juga adik berlari-lari di belakang

Yang nikmat adalah semua yang kita lalui
Pasar masa kecil yang ramai, pedagang kita hafal silsilahnya.

(Bersamamu Tiap Hari Minggu, hlm.17).

Sonia bernyanyi. Nyanyian kenangan yang didegungkan dalam puisi. Ia bernyanyi seakan mengajak Bapaknya- yang telah tiada dan juga pembaca untuk merasakan kembali kenangan-kenangan yang pernah ada.

Pernahkah Kamu Bernyanyi?

Suara saya jelek. Jika kalian meminta saya untuk bernyanyi, saya yakin kalian akan mengutuk saya masuk neraka karena itu saya selalu melarang diri untuk bernyanyi khusus untuk pembaca. Tetapi berbeda dengan Sonia,  Saya bertemu dengan Sonia untuk pertama kalinya di Flores Writers Festival 2024 yang digelar di Larantuka bulan oktober. Saya menyaksikan performans penulis ketika membaca puisi dan bernyanyi. Bagi saya Sonia adalah perempuan yang dengan semangat suka menghipnotis banyak orang. Jika kalian ingin Sonia bernyanyi, saya pastikan duduklah dengan tenang dan rasakan betapa surga itu betul-betul tercipta.

Kami berdua sempatkan waktu bercerita, ada satu hal yang saya tanyakan. Mbak Sonia, pengalaman apa yang paling berat dan menyakitkan dalam hidupmu? Beliau tersenyum, dan sekali lagi jawabanya menakutkan (ini menurut saya). Katanya: Kehilangan Bapak.

Bapak bagi Sonia adalah tokoh terbaik versi dirinya. Karena sejak kecil, Sonia selalu bersama Bapaknya. Jika dikaitkan dengan zaman sekarang, anak muda mungkin akan menjawab: pengalaman yang paling berat adalah ketika kita sudah saling mencintai dan keiklasan memaksa waktu untuk bisa saling melukai.

Sonia mungkin bernyanyi. Ia bernyanyi sungguh-sungguh karena hanya dengan bernyanyi dalam puisi, roh atau mungkin jiwa bapaknya lahir kembali. Lahir sebagai cinta. Lahir sebagai kenangan dan mungkin lahir atau ada-yang menunjukan kehadiran bapak dalam dirinya sendiri.

Aku percaya
kita akan bersua dengan cara rahasia
Dimana aku kelak akan menjadi anakmu kembali
Dan kita akan perbaiki segala yang tertunda
Atau belum terjadi.

(Awal. Hlm. 3)

Lewolaga, di tempat pengungsian, 2024

“Matinya Seorang Buruh Kecil”, Kumpulan Cerpen Anton Chekhov yang Membuat Saya Geleng-Geleng Kepala
Sensibilitas dan Inklusivitas Angga Wijaya – Pengantar Buku “Mahalini Tidak Sendiri”
Semangat yang Tak Luntur, Merawat Tutur Leluhur
Potret Ikonis Singaraja dalam Cerpen
Tags: buku kumpulan puisibuku puisiKadek Sonia Piscayantikumpulan puisiPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membumikan Ekosistem Ekonomi Kreatif Melalui Perda, Menjaga Pelaku Kreatif dengan Hukum

Next Post

Lukas dan Tuk Kecil yang Baik Hati | Dongeng dari Papua

Yohan Mataubana

Yohan Mataubana

Seorang perantau di Hokeng, yang kini sedang menjalani masa pengungsian akibat letusan gunung Lewotobi Laki-Laki.

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails
Next Post
Lukas dan Tuk Kecil yang Baik Hati | Dongeng dari Papua

Lukas dan Tuk Kecil yang Baik Hati | Dongeng dari Papua

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co