23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengintegrasikan Pertanian dan Pariwisata, Kurikulum Agrowisata Berkelanjutan untuk Masa Depan

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
December 4, 2024
in Esai
Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

Siswa SMKN 1 Petang melakukan praktek pengolahan hasil-hasil pertanian | Foto: Dok. SMKN 1 Petang

PENDIDIKAN pertanian adalah pondasi yang tidak boleh dilupakan dalam perjalanan pembangunan Bali. Di tengah gemerlap sektor pariwisata, pendidikan pertanian yang relevan dan inovatif dapat menjadi solusi untuk menciptakan harmoni antara manusia, alam, dan budaya. Sinergi antara pendidikan pertanian dan pariwisata melalui kurikulum berbasis agrowisata adalah langkah maju yang harus segera diwujudkan.

Sebagai pulau yang kerap disebut sebagai surga dunia, Bali dikenal dengan keindahan alamnya yang menawan dan kekayaan budaya yang memikat. Untuk itu, ada dua sektor utama yang menopang kehidupan masyarakat Bali yakni pertanian dan pariwisata. Namun, di tengah gencarnya pembangunan sektor pariwisata, sektor pertanian justru semakin terpinggirkan. Banyak anak muda yang enggan melanjutkan tradisi bertani karena dianggap tidak menguntungkan. Pendidikan pertanian pun tidak lagi menjadi prioritas sejak beberapa dekade silam.

Pariwisata Bali, khususnya yang berbasis kuliner dan pengalaman lokal, sangat membutuhkan hasil pertanian yang berkualitas. Ironisnya, pemenuhan kebutuhan tersebut banyak didatangkan dari luar Bali. Sebenarnya, sinergi antara pertanian dan pariwisata sebenarnya merupakan peluang besar untuk memajukan kedua sektor ini secara bersamaan. Untuk itu, seyogianya semua pihak perlu mengeksplorasi pentingnya menghidupkan kembali pendidikan pertanian melalui kurikulum yang relevan dengan konsep agrowisata, organik, dan keberlanjutan lingkungan demi masa depan Bali yang lebih baik.

Pariwisata sebagai Katalis untuk Pertanian

Di sisi lain, sektor pariwisata di Bali terus berkembang pesat. Wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, kini lebih tertarik pada pengalaman unik yang menawarkan kedekatan dengan alam dan budaya lokal. Agrowisata menjadi salah satu tren baru yang sangat potensial, di mana wisatawan dapat merasakan langsung aktivitas pertanian seperti menanam padi, memetik buah, atau belajar membuat produk organik.

Siswa PKL di Apurva kempinsky Bali | Dok. SMKN 1 Petang

Selain itu, industri Horeka (hotel, restoran, kafe) di Bali sangat membutuhkan pasokan bahan pangan segar, berkualitas, dan organik. Banyak hotel berbintang dan restoran mewah kini mulai mengutamakan konsep farm-to-table, yang artinya bahan pangan yang mereka gunakan berasal langsung dari petani lokal. Hubungan antara pertanian lokal dan pariwisata tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga ekologis, karena keduanya dapat saling mendukung untuk keberlanjutan Bali di masa depan.

Kurikulum Agrowisata dan Pertanian Berkelanjutan

Salah satu langkah strategis untuk mengatasi tantangan di atas adalah melalui pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan konsep agrowisata, pertanian organik, dan keberlanjutan. Pertama, melalui program agrowisata, siswa diajarkan untuk mengelola kebun wisata, mulai dari desain hingga pengelolaan operasional. Mereka juga dilatih menjadi pemandu wisata, menjelaskan proses bertani kepada wisatawan, dan mempromosikan produk hasil kebun mereka. Kedua, pertanian organik, siswa diperkenalkan tentang teknik pertanian organik, seperti penggunaan pupuk alami, pengelolaan hama dengan pestisida nabati, dan rotasi tanaman untuk menjaga kesuburan tanah. Di sini ditekankan agar siswa semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan lingkungan. Ketiga, pertanian berkelanjutan, yang mengajarkan siswa untuk memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana, mengelola limbah hasil pertanian, dan memastikan bahwa praktik mereka mendukung keberlanjutan ekosistem.

Untuk memastikan implementasi kurikulum ini berjalan dengan baik, diperlukan kolaborasi antara sekolah, pelaku industri pariwisata, dan pemerintah. Praktik lapangan juga dapat dilakukan di kawasan agrowisata terdekat atau lahan sekolah yang dikelola secara profesional.

Keunggulan Kurikulum Baru untuk Bali

Siswa PKL di PT Natural pangan Indonesia (Nature Cakes) | Dok. SMKN 1 Petang

Kurikulum berbasis agrowisata dan pertanian berkelanjutan memiliki banyak keunggulan. Pertama, kurikulum ini mampu menjawab kebutuhan pasar lokal dan internasional akan produk-produk organik dan layanan berbasis pengalaman. Kedua, lulusan SMK bidang agribisnis dapat lebih mudah mendapatkan pekerjaan, baik di sektor pariwisata maupun di sektor agribisnis modern. Ketiga, kurikulum ini berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan budaya Bali yang selama ini menjadi daya tarik utama pariwisata.

Contoh Implementasi di SMK

Sebagai salah satu contoh, SMKN 1 Petang, Badung, Bali telah mulai mengintegrasikan konsep agrowisata dalam kegiatan belajar mengajarnya. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam pengelolaan kebun wisata, penyajian makanan hasil pertanian di food court sekolah, serta menjadi pemandu untuk wisata edukasi.

Siswa Pemandu Wisata di PT. Bagus Agro Plaga | Dok.SMKN 1 Petang

Khusus untuk program pemandu wisata edukasi, SMKN 1 Petang telah bekerja sama dengan PT Bagus Agro Plaga, Pelaga Eco Park, De Sila’s, Bali Beans dan Strawberry Stop. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan siswa, tetapi juga mendatangkan manfaat lebih bagi sekolah dan masyarakat sekitar.

Memperkenalkan Pertanian di Semua Jenjang Pendidikan

Untuk mempercepat keberhasilan bidang pangan dan pertanian berkelanjutan, pendidikan pertanian tidak seharusnya terbatas pada SMK bidang agribisnis semata. Untuk membangun generasi yang peduli terhadap sektor pertanian, pengenalan dasar tentang pertanian idealnya dimulai sejak dini. Mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA dapat menyisipkan muatan pendidikan pertanian sebagai bagian dari pelajaran tematik atau kegiatan ekstrakurikuler.

Anak-anak dapat diperkenalkan pada berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman hias yang mendukung estetika lingkungan hingga tanaman produksi seperti sayuran dan buah-buahan. Mereka juga bisa diajak memahami teknologi pertanian semi modern yang ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik, metode hidroponik, dan sistem irigasi sederhana. Pengalaman praktis seperti menanam, merawat, dan memanen tanaman di lahan kecil sekolah dapat memberikan pemahaman langsung tentang pentingnya sektor ini dalam kehidupan sehari-hari.

Pengenalan ini tidak hanya menanamkan nilai kecintaan terhadap alam, tetapi juga membangun rasa hormat pada petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan bangsa. Dalam jangka panjang, pendekatan ini bisa menjadi strategi efektif untuk memupuk minat anak terhadap bidang agribisnis sehingga saat mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, sektor pertanian tidak lagi dianggap sebagai pilihan karir yang tidak menarik.

Selain itu, dengan memasukkan konsep pertanian sejak dini, generasi muda juga dapat lebih memahami hubungan antara pertanian dan kebutuhan global, termasuk pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan. Siswa yang memiliki dasar pendidikan pertanian akan lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi, seperti penerapan IoT (Internet of Things) dalam sistem pertanian cerdas, atau inovasi agribisnis berbasis digital.

Langkah integrasi pendidikan pertanian ini akan semakin kuat jika didukung oleh kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sekolah dapat menyusun program kegiatan, seperti hari menanam bersama di sekolah. Selanjutnya pemerintah daerah dapat menyediakan fasilitas kebun edukasi di setiap wilayah. Dengan begitu, kesadaran akan pentingnya pertanian dapat menjadi bagian dari budaya belajar yang berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan. [T]

Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang
Padupadan Pariwisata dan Pertanian di SMKN 1 Petang: Membangun Masa Depan Berkelanjutan
Desa Julah, Kain Tenun, dan Hal-hal Lain untuk Pengembangan Destinasi Wisata
Tags: Pariwisatapariwisata baliPariwisata BerkelanjutanPendidikanpertanianSMKN 1 Petang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tradisi “Mendak Hujan” di Gumi Delod Ceking     

Next Post

Mia Juni Antari, Gen Z dari Desa Les: Pemandu Wisata, Juga Tularkan Bahasa Inggris ke Teman Sebaya

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Mia Juni Antari, Gen Z dari Desa Les: Pemandu Wisata, Juga Tularkan Bahasa Inggris ke Teman Sebaya

Mia Juni Antari, Gen Z dari Desa Les: Pemandu Wisata, Juga Tularkan Bahasa Inggris ke Teman Sebaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co