24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengintegrasikan Pertanian dan Pariwisata, Kurikulum Agrowisata Berkelanjutan untuk Masa Depan

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
December 4, 2024
in Esai
Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

Siswa SMKN 1 Petang melakukan praktek pengolahan hasil-hasil pertanian | Foto: Dok. SMKN 1 Petang

PENDIDIKAN pertanian adalah pondasi yang tidak boleh dilupakan dalam perjalanan pembangunan Bali. Di tengah gemerlap sektor pariwisata, pendidikan pertanian yang relevan dan inovatif dapat menjadi solusi untuk menciptakan harmoni antara manusia, alam, dan budaya. Sinergi antara pendidikan pertanian dan pariwisata melalui kurikulum berbasis agrowisata adalah langkah maju yang harus segera diwujudkan.

Sebagai pulau yang kerap disebut sebagai surga dunia, Bali dikenal dengan keindahan alamnya yang menawan dan kekayaan budaya yang memikat. Untuk itu, ada dua sektor utama yang menopang kehidupan masyarakat Bali yakni pertanian dan pariwisata. Namun, di tengah gencarnya pembangunan sektor pariwisata, sektor pertanian justru semakin terpinggirkan. Banyak anak muda yang enggan melanjutkan tradisi bertani karena dianggap tidak menguntungkan. Pendidikan pertanian pun tidak lagi menjadi prioritas sejak beberapa dekade silam.

Pariwisata Bali, khususnya yang berbasis kuliner dan pengalaman lokal, sangat membutuhkan hasil pertanian yang berkualitas. Ironisnya, pemenuhan kebutuhan tersebut banyak didatangkan dari luar Bali. Sebenarnya, sinergi antara pertanian dan pariwisata sebenarnya merupakan peluang besar untuk memajukan kedua sektor ini secara bersamaan. Untuk itu, seyogianya semua pihak perlu mengeksplorasi pentingnya menghidupkan kembali pendidikan pertanian melalui kurikulum yang relevan dengan konsep agrowisata, organik, dan keberlanjutan lingkungan demi masa depan Bali yang lebih baik.

Pariwisata sebagai Katalis untuk Pertanian

Di sisi lain, sektor pariwisata di Bali terus berkembang pesat. Wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, kini lebih tertarik pada pengalaman unik yang menawarkan kedekatan dengan alam dan budaya lokal. Agrowisata menjadi salah satu tren baru yang sangat potensial, di mana wisatawan dapat merasakan langsung aktivitas pertanian seperti menanam padi, memetik buah, atau belajar membuat produk organik.

Siswa PKL di Apurva kempinsky Bali | Dok. SMKN 1 Petang

Selain itu, industri Horeka (hotel, restoran, kafe) di Bali sangat membutuhkan pasokan bahan pangan segar, berkualitas, dan organik. Banyak hotel berbintang dan restoran mewah kini mulai mengutamakan konsep farm-to-table, yang artinya bahan pangan yang mereka gunakan berasal langsung dari petani lokal. Hubungan antara pertanian lokal dan pariwisata tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga ekologis, karena keduanya dapat saling mendukung untuk keberlanjutan Bali di masa depan.

Kurikulum Agrowisata dan Pertanian Berkelanjutan

Salah satu langkah strategis untuk mengatasi tantangan di atas adalah melalui pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan konsep agrowisata, pertanian organik, dan keberlanjutan. Pertama, melalui program agrowisata, siswa diajarkan untuk mengelola kebun wisata, mulai dari desain hingga pengelolaan operasional. Mereka juga dilatih menjadi pemandu wisata, menjelaskan proses bertani kepada wisatawan, dan mempromosikan produk hasil kebun mereka. Kedua, pertanian organik, siswa diperkenalkan tentang teknik pertanian organik, seperti penggunaan pupuk alami, pengelolaan hama dengan pestisida nabati, dan rotasi tanaman untuk menjaga kesuburan tanah. Di sini ditekankan agar siswa semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan lingkungan. Ketiga, pertanian berkelanjutan, yang mengajarkan siswa untuk memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana, mengelola limbah hasil pertanian, dan memastikan bahwa praktik mereka mendukung keberlanjutan ekosistem.

Untuk memastikan implementasi kurikulum ini berjalan dengan baik, diperlukan kolaborasi antara sekolah, pelaku industri pariwisata, dan pemerintah. Praktik lapangan juga dapat dilakukan di kawasan agrowisata terdekat atau lahan sekolah yang dikelola secara profesional.

Keunggulan Kurikulum Baru untuk Bali

Siswa PKL di PT Natural pangan Indonesia (Nature Cakes) | Dok. SMKN 1 Petang

Kurikulum berbasis agrowisata dan pertanian berkelanjutan memiliki banyak keunggulan. Pertama, kurikulum ini mampu menjawab kebutuhan pasar lokal dan internasional akan produk-produk organik dan layanan berbasis pengalaman. Kedua, lulusan SMK bidang agribisnis dapat lebih mudah mendapatkan pekerjaan, baik di sektor pariwisata maupun di sektor agribisnis modern. Ketiga, kurikulum ini berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan budaya Bali yang selama ini menjadi daya tarik utama pariwisata.

Contoh Implementasi di SMK

Sebagai salah satu contoh, SMKN 1 Petang, Badung, Bali telah mulai mengintegrasikan konsep agrowisata dalam kegiatan belajar mengajarnya. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam pengelolaan kebun wisata, penyajian makanan hasil pertanian di food court sekolah, serta menjadi pemandu untuk wisata edukasi.

Siswa Pemandu Wisata di PT. Bagus Agro Plaga | Dok.SMKN 1 Petang

Khusus untuk program pemandu wisata edukasi, SMKN 1 Petang telah bekerja sama dengan PT Bagus Agro Plaga, Pelaga Eco Park, De Sila’s, Bali Beans dan Strawberry Stop. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan siswa, tetapi juga mendatangkan manfaat lebih bagi sekolah dan masyarakat sekitar.

Memperkenalkan Pertanian di Semua Jenjang Pendidikan

Untuk mempercepat keberhasilan bidang pangan dan pertanian berkelanjutan, pendidikan pertanian tidak seharusnya terbatas pada SMK bidang agribisnis semata. Untuk membangun generasi yang peduli terhadap sektor pertanian, pengenalan dasar tentang pertanian idealnya dimulai sejak dini. Mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA dapat menyisipkan muatan pendidikan pertanian sebagai bagian dari pelajaran tematik atau kegiatan ekstrakurikuler.

Anak-anak dapat diperkenalkan pada berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman hias yang mendukung estetika lingkungan hingga tanaman produksi seperti sayuran dan buah-buahan. Mereka juga bisa diajak memahami teknologi pertanian semi modern yang ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik, metode hidroponik, dan sistem irigasi sederhana. Pengalaman praktis seperti menanam, merawat, dan memanen tanaman di lahan kecil sekolah dapat memberikan pemahaman langsung tentang pentingnya sektor ini dalam kehidupan sehari-hari.

Pengenalan ini tidak hanya menanamkan nilai kecintaan terhadap alam, tetapi juga membangun rasa hormat pada petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan bangsa. Dalam jangka panjang, pendekatan ini bisa menjadi strategi efektif untuk memupuk minat anak terhadap bidang agribisnis sehingga saat mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, sektor pertanian tidak lagi dianggap sebagai pilihan karir yang tidak menarik.

Selain itu, dengan memasukkan konsep pertanian sejak dini, generasi muda juga dapat lebih memahami hubungan antara pertanian dan kebutuhan global, termasuk pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan. Siswa yang memiliki dasar pendidikan pertanian akan lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi, seperti penerapan IoT (Internet of Things) dalam sistem pertanian cerdas, atau inovasi agribisnis berbasis digital.

Langkah integrasi pendidikan pertanian ini akan semakin kuat jika didukung oleh kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sekolah dapat menyusun program kegiatan, seperti hari menanam bersama di sekolah. Selanjutnya pemerintah daerah dapat menyediakan fasilitas kebun edukasi di setiap wilayah. Dengan begitu, kesadaran akan pentingnya pertanian dapat menjadi bagian dari budaya belajar yang berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan. [T]

Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang
Padupadan Pariwisata dan Pertanian di SMKN 1 Petang: Membangun Masa Depan Berkelanjutan
Desa Julah, Kain Tenun, dan Hal-hal Lain untuk Pengembangan Destinasi Wisata
Tags: Pariwisatapariwisata baliPariwisata BerkelanjutanPendidikanpertanianSMKN 1 Petang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tradisi “Mendak Hujan” di Gumi Delod Ceking     

Next Post

Mia Juni Antari, Gen Z dari Desa Les: Pemandu Wisata, Juga Tularkan Bahasa Inggris ke Teman Sebaya

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Mia Juni Antari, Gen Z dari Desa Les: Pemandu Wisata, Juga Tularkan Bahasa Inggris ke Teman Sebaya

Mia Juni Antari, Gen Z dari Desa Les: Pemandu Wisata, Juga Tularkan Bahasa Inggris ke Teman Sebaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co