26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

In Memoriam Gede Tarmada : Tetaplah Rawat Dongeng Itu Dari Surga

tatkala by tatkala
December 3, 2024
in Khas
In Memoriam Gede Tarmada : Tetaplah Rawat Dongeng Itu Dari Surga

Gede Tarmada | Foto: Istimewa

KETIKA maestro pendongeng Bali, Made Taro, masuk pada usianya yang makin senja, banyak orang berharap muncul sosok baru—tentu saja, untuk membantu Made Taro dalam melestarikan dongeng dan cerita rakyat Bali. Dengan munculnya sosok baru sebagai penerus, maka semangat pelestraian dongeng di Bali tak akan pernah padam.

Syahdan, sejak beberapa tahun lalu, harapan orang-orang itu sepertinya dikabulkan. Muncul sosok baru yang diharapkan sebagai penerus dan penjaga dongeng Bali. Namanya, I Gede Tarmada.  

Sosok ini tak lain adalah putra dari Made Taro sendiri, yang belakangan selalu bersemangat menemani sang ayah dalam kegiatan-kegiatan mendongeng. Tarmada bahkan sudah diserahi tugas oleh sang ayah untuk mengelola sepenuhnya Sanggar Kukuruyuk, sebuah sanggar anak-anak yang didirikan Made Taro sejak puluhan tahun lalu.

Tapi, apa daya. Harapan orang-orang Bali pun pupus, setelah mereka mendengar Tarmada berpulang, meninggalkan istri dan anak-anaknya, juga meninggalkan sang ayah.

 “I Gede Tarmada telah berpulang,” kata Ni Luh Putu Dwipayanti, istri mendiang Tarmada.

Tarmada meninggal pada 27 November 2024 karena sakit. Upacara ngaben dan ngelanus dilaksanakan, Selasa, 3 Desember 2024 pukul 12.00 Wita, di Krematorium Santha Yana Cekomaria Denpasar.

Tarmada meninggalkan istri dan dua anak, Gede Tarmanda Aditya Pratama dan Made Tarayana Amada Putra.

Anak pertama Gede Tarmada Aditya Pratama tak kuasa menahan kesedihanya. ”Mohon doa agar bapak mendapat tempat yang baik, serta  dukungan semua pihak semoga apa yang ditinggalkan dapat saya lanjutkan, dan tidak lupa semua pihak memberikan suport kepada kami, terutama Kakek Taro dalam mengembangkan  permainan dan mendongeng tetap lestari,” harap cucu pertama dari Made Taro itu.

Orang-orang Bali pecinta dongeng, juga orang-orang Indonesia di luar Bali, menyampaikan duka yang mendalam lewat media sosial. Mereka merasa kehilangan sang penerus, yang diharapkan menjaga iklim mendongeng dan cerita rakyat sampai kapan pun.   

Budayawan Prof. I Wayan Dibia merasa sedih kehilangan seorang sosok yang gigih memperkenalkan budaya permainan tradisional.

“Sosok I Gede Tarmada adalah  penerus dari sang maestro Made Taro ini memang memiliki kegigihan dalam meneladani dan menyuarakan permainan tradisional melalui kegiatan- kegiatan seni, lomba bahkan aktif dalam berbagai diskusi,” ucap Prof. Dibia yang juga mantan Rektor ISI Denpasar itu.

Kadek Wahyudita selaku sahabat sekaligus Klian Penggak Men Mersi  mengungkapkan, I Gede Tarmada merupakan sosok tutor yang sangat baik dan tak pernah mengenal lelah.

Ketika masih muda, Tarmada sempat tak punya niat untuk melanjutkan profesi ayahnya sebagai pendongeng. Ia justru mencoba memperjuangkan hidup di bidang pariwisata, sebagai guide. Profesi itu pun tak lama, karena ia kemudian menjadi kontributor di media pariwisata Bali Travel News, kelompok Media Bali Post.

Namun, barangkali karena panggilan jiwanya tak bisa ditampik, Tarmada kemudian hadir perlahan membantu beberapa peran ayahnya saat pentas Sanggar Kukuruyuk atau saat mendongeng dalam sejumlah festival.

Memang baginya hal itu bukanlah hal yang mudah. “Namun, tekadnya begitu kuat. Ia tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelami dunia  permainan anak-anak dan mendongeng,” kata Wahyudita.

Wahyudita mengaku, ia mengenal  Tarmada sejak tahun 2014, saat Rare Bali Festival (RBF) yang pertama. Hubungan secara intens kembali terjalin satu tahun terakhir ini.

“Satu hal yang tidak pernah saya lupakan dari sosok Tarmada, adalah setiap apa yang dia lakukan tidak pernah memikirkan honor. Dia melakukan dengan tulus iklas,” kenangnya.

Sebut saja, ketika bersama-sama dalam mensukseskan RBF 2024. Wahyudita benar-benar merasakan kegigihan Tarmada bersama ayahnya memperjuangkan kehidupan dunia permainan anak. Pada saat RBF itu, Tarmada menjadi garda terdepan untuk menyukseskan kegiatan ini.

Termasuk pada saat shooting pembuatan video tutorial bermain permainan tradisional, menjadi juri, hingga mengurusi anak-anak sebagai peserta festival. Satu karya yang dia berhasil wujudkan atas dukungan ayahnya, yaitu karya ‘pompongan’ sebuah plalianan untuk anak-anak disabilitas.

“Saya cukup lega dengan hadirnya Tarmada sebagai pewaris yang mau melanjutkan Sanggar Kukuruyuk itu, namun kenyataan seperti ini,” katanya.

Tarmada dengan kreativitasnya, mampu bahkan berhasil menjaga dan mengembangkan Sanggar Kukuruyuk, termasuk permainan rakyat dan dongeng. Sanggar itu sebagai wadah dalam upaya melestarikan kebudayaan permainan rakyat Bali.

“Sayang, Tuhan berkehendak lain. Justru yang saya harapkan melanjutkan tongkat estafet I Made Taro berpulang mendahului ayahnya,” ujar Wahyudita bersedih.

Tarmada adalah seorang yang ramah, bersahabat yang bergerak sebagai mentor dan motivator yang tidak pernah lelah memberikan sumbangsih demi pelestarian plalianan atau permainan rakyat, salah satu budaya untuk mendidik karakter anak itu.

“Semoga anaknya Tarmada dan cucu Pekak Taro yang mau melanjutkan estafet ini,” harap pria yang kerap menjadi Tim Kreatif PKB ini.

Selamat jalan, pahlawan dongeng, tetapkan rawat dongeng itu dari surga. [T][Ado/*]

Pekak Taro Mengajar Orang Tua Mendongeng
Made Taro: Ini Zaman Kebangkitan Dongeng
Rare Bali Festival: Made Taro Bimbing Guru PAUD dan TK Workshop Permainan Tradisional
Tags: dongengin memoriamMade Taro
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengapa Mahasiswa HI Masa Kini ‘Blank’ Saat Menulis Skripsi?

Next Post

Teater Jungut Sari SMAN 1 Sukawati Juara 1 Festival Teater Berbahasa Bali: Hidup Teater Sekolah!

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
Teater Jungut Sari SMAN 1 Sukawati Juara 1 Festival Teater Berbahasa Bali: Hidup Teater Sekolah!

Teater Jungut Sari SMAN 1 Sukawati Juara 1 Festival Teater Berbahasa Bali: Hidup Teater Sekolah!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co