3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengapa Mahasiswa HI Masa Kini ‘Blank’ Saat Menulis Skripsi?

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
December 3, 2024
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

BEYOND stereotype bahwa Jurusan Hubungan Internasional (HI) itu ‘Elit’ tapi prospek kerja ‘Syulit’, sebagaimana narasi viral di Tiktok, ada satu realitas menarik yang kiranya jarang terekspos: pergulatan mahasiswa Gen-Z dengan riset akademik mereka. Saya ceritakan disini pengalaman personal saya, dari sudut pandang saya, yang mungkin saja berbeda dengan dosen lainnya.

Ruang kerja saya di kampus, hampir setiap hari, menjadi saksi bisu dari berbagai cerita mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan skripsi. Sejak beberapa waktu belakangan ini, saya mencoba menerapkan sistem konsultasi terbuka – mahasiswa bisa datang kapan saja tanpa perlu membuat janji terlebih dahulu.

Harapannya, sistem ini bisa memudahkan mereka mendapat bimbingan ketika dibutuhkan. Masalahnya, setelah beberapa bulan berjalan, saya menemukan sebuah pola yang menggelisahkan: mayoritas mahasiswa datang dengan kebingungan yang sama, seolah mengalami mental block ketika harus menuangkan ide penelitian mereka.

Sebagai pengajar, saya sering menemui kenyataan bahwa mahasiswa yang telah menyelesaikan mata kuliah metodologi penelitian termasuk metode penelitian HI, teori-teori HI, dan berbagai mata kuliah substansial lainnya tetap mengalami kebuntuan saat mulai menulis skripsi.

Fenomena ini bukan hanya terjadi pada mahasiswa dengan kemampuan akademik rata-rata, tetapi juga pada mereka yang selama ini menunjukkan performa cemerlang di kelas. Ini menunjukkan adanya kesenjangan fundamental antara pemahaman teoretis dan kemampuan aplikatif dalam penelitian.

Yang menarik, saya sering menjumpai mahasiswa dengan ide-ide penelitian yang cukup brilian dan inovatif. Misalnya, beberapa mahasiswa bimbingan saya pernah mengajukan ide penelitian tentang Cartographic Propaganda China di Laut China Selatan, dampak krisis energi akibat konflik Rusia-Ukraina terhadap transisi energi hijau di Jerman, dan ada juga yang hendak membahas implementasi standar internasional keamanan laut (SOLAS) di sebuah Pelabuhan di Jawa Tengah.

Menurut saya, ide tersebut sangat menarik dan relevan, namun mereka kesulitan mengartikulasikan kerangka penelitiannya dengan jelas. Ketika ditanya lebih lanjut tentang metodologi dan pendekatan yang akan digunakan, mereka tampak kehilangan arah. Ini adalah contoh klasik betapa potensi ide yang bagus terhalang oleh keterbatasan dalam mengkomunikasikan dan mengorganisir pemikiran.

Tantangan penelitian HI dan minimnya pengalaman empirik

Kompleksitas ini semakin bertambah dengan karakteristik unik dari penelitian Hubungan Internasional kontemporer. Di era digital yang sangat dinamis ini, peristiwa-peristiwa internasional bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Sebuah krisis yang terjadi di satu belahan dunia dapat dengan cepat memberikan efek domino ke berbagai kawasan lain. Akibatnya, mahasiswa sering merasa kewalahan dalam membatasi cakupan penelitian mereka dan menentukan titik fokus yang tepat.

Tantangan lain yang tidak kalah pelik adalah kesulitan dalam mengakses dan memverifikasi data primer. Ambil contoh usulan penelitian mahasiswa di atas mengenai Propaganda Kartografi China di Laut China Selatan. Mahasiswa yang meneliti topik ini kemungkinan harus berhadapan dengan barrier bahasa, keterbatasan akses ke dokumen resmi, dan kompleksitas dalam memilah informasi yang valid di tengah minimnya liputan media mainstream. Situasi ini bisa saja membuat mereka frustrasi dan kehilangan arah dalam proses penelitian.

Karakteristik Gen-Z sebagai digital natives sebenarnya memiliki potensi besar dalam mendukung proses penelitian. Mereka terbiasa dengan multitasking dan memiliki kemampuan yang baik dalam mengakses informasi digital. Namun, paradoksnya, kemampuan ini tidak selalu berkorelasi positif dengan kemampuan analitis mereka. Seringkali, mereka tenggelam dalam lautan informasi tanpa mampu membangun argumentasi yang koheren dan sistematis.

Problem ini juga berkaitan erat dengan pola pembelajaran yang telah mereka lalui. Sistem pendidikan kita, meski telah mengadopsi berbagai metode pembelajaran modern, masih cenderung menekankan pada penguasaan teori dibanding praktik penelitian. Akibatnya, ketika mahasiswa dihadapkan pada tugas untuk merancang dan melaksanakan penelitian mandiri, mereka seperti menghadapi jurang yang terlalu lebar antara pengetahuan teoretis dan implementasi praktis.

Otokritik

Ini mungkin refleksi bagi diri sendiri. Pertama, menyikapi realitas ini, perlu kiranya ada pendekatan yang lebih integratif dalam pembelajaran. Mata kuliah metodologi penelitian, misalnya, seharusnya tidak hanya fokus pada aspek teoretis tetapi juga memberikan pengalaman yang cukup pada praktik penelitian nyata. Mahasiswa perlu dilatih sejak awal untuk mengidentifikasi masalah, membangun argumentasi, dan mengoperasionalisasikan teori dalam konteks yang konkret. Apakah kemudian mata kuliah ini perlu diajarkan sejak awal semester?

Kedua, ada urgensi untuk mengintegrasikan contoh-contoh penelitian dalam setiap mata kuliah. Sebagai contoh, ketika membahas isu krisis pengungsi di Eropa, dosen bisa mengajak mahasiswa menganalisis bagaimana berbagai pendekatan teoretis digunakan untuk memahami fenomena ini, mulai dari perspektif keamanan manusia hingga pendekatan ekonomi politik internasional.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori secara konseptual tetapi juga melihat bagaimana teori tersebut diaplikasikan dalam analisis kasus nyata. Jangan lupakan pula aspek pemanfaatan teknologi. Penggunaan software analisis data, platform kolaborasi online, dan database penelitian digital dapat membantu mahasiswa dalam proses penelitian mereka.

Ketiga, mengajarkan mahasiswa keterampilan presentasi yang efektif, termasuk kemampuan untuk mengartikulasikan ide penelitian secara terstruktur dan meyakinkan. Ini penting mengingat banyak ide brilian yang tidak bisa berkembang karena keterbatasan dalam mengkomunikasikannya.

Bagi mahasiswa sendiri, penting untuk membangun kerangka berpikir yang sistematis sejak awal perkuliahan. Ini bisa dimulai dengan hal-hal sederhana seperti membuat catatan kritis saat membaca artikel ilmiah, berlatih menulis literature review, atau terlibat dalam diskusi akademik yang konstruktif. Kebiasaan ini akan membantu Anda ketika harus menghadapi tugas penelitian yang lebih kompleks.

Selain itu, saya jadi sedikit bertanya, kira-kira apakah lembaga pendidikan tinggi kita perlu untuk mengevaluasi ulang kurikulumnya dengan memasukkan komponen riset yang berkesinambungan? Pendekatan ini mensyaratkan adanya mentoring intensif sejak mahasiswa mengawali perkuliahan, bukan hanya saat mereka mulai menulis skripsi.

Di tengah semua tantangan ini, yang tidak boleh dilupakan adalah aspek psikologis mahasiswa. Tekanan untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas seringkali membuat mereka stress dan kehilangan kepercayaan diri. Karenanya, sistem pembimbingan yang lebih humanis dan adaptif terhadap karakteristik individual mahasiswa menjadi sangat penting.

Melihat kompleksitas tantangan diatas, menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dalam penelitian HI jelas membutuhkan komitmen dari semua pihak. Dosen perlu terus mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif, institusi perlu menyediakan infrastruktur dan sistem pendukung yang memadai, dan mahasiswa sendiri perlu mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran mereka. Semoga dengan sinergi yang luar biasa diantara semua elemen ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas penelitian mahasiswa HI di masa depan. [T]

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Bersiaplah Menghadapi 5 Pergeseran Diplomasi Global di Era Trump 2.0
Dua Minggu Pasca IAF 2024: Menimbang Hasil, Tantangan, dan Prospek
Sisi Gelap Demokrasi: Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Percaya pada Demokrasi
Refleksi Kemerdekaan dan Warisan Diplomasi Indonesia untuk Dunia
Tags: hubungan internasionalkuliahmahasiswaSkripsi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menguatkan Sekaligus Meleburkan Identitas dalam Seni Pertunjukan Kontemporer – Dari Penutupan B-Part

Next Post

In Memoriam Gede Tarmada : Tetaplah Rawat Dongeng Itu Dari Surga

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
In Memoriam Gede Tarmada : Tetaplah Rawat Dongeng Itu Dari Surga

In Memoriam Gede Tarmada : Tetaplah Rawat Dongeng Itu Dari Surga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co