2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengapa Mahasiswa HI Masa Kini ‘Blank’ Saat Menulis Skripsi?

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
December 3, 2024
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

BEYOND stereotype bahwa Jurusan Hubungan Internasional (HI) itu ‘Elit’ tapi prospek kerja ‘Syulit’, sebagaimana narasi viral di Tiktok, ada satu realitas menarik yang kiranya jarang terekspos: pergulatan mahasiswa Gen-Z dengan riset akademik mereka. Saya ceritakan disini pengalaman personal saya, dari sudut pandang saya, yang mungkin saja berbeda dengan dosen lainnya.

Ruang kerja saya di kampus, hampir setiap hari, menjadi saksi bisu dari berbagai cerita mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan skripsi. Sejak beberapa waktu belakangan ini, saya mencoba menerapkan sistem konsultasi terbuka – mahasiswa bisa datang kapan saja tanpa perlu membuat janji terlebih dahulu.

Harapannya, sistem ini bisa memudahkan mereka mendapat bimbingan ketika dibutuhkan. Masalahnya, setelah beberapa bulan berjalan, saya menemukan sebuah pola yang menggelisahkan: mayoritas mahasiswa datang dengan kebingungan yang sama, seolah mengalami mental block ketika harus menuangkan ide penelitian mereka.

Sebagai pengajar, saya sering menemui kenyataan bahwa mahasiswa yang telah menyelesaikan mata kuliah metodologi penelitian termasuk metode penelitian HI, teori-teori HI, dan berbagai mata kuliah substansial lainnya tetap mengalami kebuntuan saat mulai menulis skripsi.

Fenomena ini bukan hanya terjadi pada mahasiswa dengan kemampuan akademik rata-rata, tetapi juga pada mereka yang selama ini menunjukkan performa cemerlang di kelas. Ini menunjukkan adanya kesenjangan fundamental antara pemahaman teoretis dan kemampuan aplikatif dalam penelitian.

Yang menarik, saya sering menjumpai mahasiswa dengan ide-ide penelitian yang cukup brilian dan inovatif. Misalnya, beberapa mahasiswa bimbingan saya pernah mengajukan ide penelitian tentang Cartographic Propaganda China di Laut China Selatan, dampak krisis energi akibat konflik Rusia-Ukraina terhadap transisi energi hijau di Jerman, dan ada juga yang hendak membahas implementasi standar internasional keamanan laut (SOLAS) di sebuah Pelabuhan di Jawa Tengah.

Menurut saya, ide tersebut sangat menarik dan relevan, namun mereka kesulitan mengartikulasikan kerangka penelitiannya dengan jelas. Ketika ditanya lebih lanjut tentang metodologi dan pendekatan yang akan digunakan, mereka tampak kehilangan arah. Ini adalah contoh klasik betapa potensi ide yang bagus terhalang oleh keterbatasan dalam mengkomunikasikan dan mengorganisir pemikiran.

Tantangan penelitian HI dan minimnya pengalaman empirik

Kompleksitas ini semakin bertambah dengan karakteristik unik dari penelitian Hubungan Internasional kontemporer. Di era digital yang sangat dinamis ini, peristiwa-peristiwa internasional bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Sebuah krisis yang terjadi di satu belahan dunia dapat dengan cepat memberikan efek domino ke berbagai kawasan lain. Akibatnya, mahasiswa sering merasa kewalahan dalam membatasi cakupan penelitian mereka dan menentukan titik fokus yang tepat.

Tantangan lain yang tidak kalah pelik adalah kesulitan dalam mengakses dan memverifikasi data primer. Ambil contoh usulan penelitian mahasiswa di atas mengenai Propaganda Kartografi China di Laut China Selatan. Mahasiswa yang meneliti topik ini kemungkinan harus berhadapan dengan barrier bahasa, keterbatasan akses ke dokumen resmi, dan kompleksitas dalam memilah informasi yang valid di tengah minimnya liputan media mainstream. Situasi ini bisa saja membuat mereka frustrasi dan kehilangan arah dalam proses penelitian.

Karakteristik Gen-Z sebagai digital natives sebenarnya memiliki potensi besar dalam mendukung proses penelitian. Mereka terbiasa dengan multitasking dan memiliki kemampuan yang baik dalam mengakses informasi digital. Namun, paradoksnya, kemampuan ini tidak selalu berkorelasi positif dengan kemampuan analitis mereka. Seringkali, mereka tenggelam dalam lautan informasi tanpa mampu membangun argumentasi yang koheren dan sistematis.

Problem ini juga berkaitan erat dengan pola pembelajaran yang telah mereka lalui. Sistem pendidikan kita, meski telah mengadopsi berbagai metode pembelajaran modern, masih cenderung menekankan pada penguasaan teori dibanding praktik penelitian. Akibatnya, ketika mahasiswa dihadapkan pada tugas untuk merancang dan melaksanakan penelitian mandiri, mereka seperti menghadapi jurang yang terlalu lebar antara pengetahuan teoretis dan implementasi praktis.

Otokritik

Ini mungkin refleksi bagi diri sendiri. Pertama, menyikapi realitas ini, perlu kiranya ada pendekatan yang lebih integratif dalam pembelajaran. Mata kuliah metodologi penelitian, misalnya, seharusnya tidak hanya fokus pada aspek teoretis tetapi juga memberikan pengalaman yang cukup pada praktik penelitian nyata. Mahasiswa perlu dilatih sejak awal untuk mengidentifikasi masalah, membangun argumentasi, dan mengoperasionalisasikan teori dalam konteks yang konkret. Apakah kemudian mata kuliah ini perlu diajarkan sejak awal semester?

Kedua, ada urgensi untuk mengintegrasikan contoh-contoh penelitian dalam setiap mata kuliah. Sebagai contoh, ketika membahas isu krisis pengungsi di Eropa, dosen bisa mengajak mahasiswa menganalisis bagaimana berbagai pendekatan teoretis digunakan untuk memahami fenomena ini, mulai dari perspektif keamanan manusia hingga pendekatan ekonomi politik internasional.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori secara konseptual tetapi juga melihat bagaimana teori tersebut diaplikasikan dalam analisis kasus nyata. Jangan lupakan pula aspek pemanfaatan teknologi. Penggunaan software analisis data, platform kolaborasi online, dan database penelitian digital dapat membantu mahasiswa dalam proses penelitian mereka.

Ketiga, mengajarkan mahasiswa keterampilan presentasi yang efektif, termasuk kemampuan untuk mengartikulasikan ide penelitian secara terstruktur dan meyakinkan. Ini penting mengingat banyak ide brilian yang tidak bisa berkembang karena keterbatasan dalam mengkomunikasikannya.

Bagi mahasiswa sendiri, penting untuk membangun kerangka berpikir yang sistematis sejak awal perkuliahan. Ini bisa dimulai dengan hal-hal sederhana seperti membuat catatan kritis saat membaca artikel ilmiah, berlatih menulis literature review, atau terlibat dalam diskusi akademik yang konstruktif. Kebiasaan ini akan membantu Anda ketika harus menghadapi tugas penelitian yang lebih kompleks.

Selain itu, saya jadi sedikit bertanya, kira-kira apakah lembaga pendidikan tinggi kita perlu untuk mengevaluasi ulang kurikulumnya dengan memasukkan komponen riset yang berkesinambungan? Pendekatan ini mensyaratkan adanya mentoring intensif sejak mahasiswa mengawali perkuliahan, bukan hanya saat mereka mulai menulis skripsi.

Di tengah semua tantangan ini, yang tidak boleh dilupakan adalah aspek psikologis mahasiswa. Tekanan untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas seringkali membuat mereka stress dan kehilangan kepercayaan diri. Karenanya, sistem pembimbingan yang lebih humanis dan adaptif terhadap karakteristik individual mahasiswa menjadi sangat penting.

Melihat kompleksitas tantangan diatas, menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dalam penelitian HI jelas membutuhkan komitmen dari semua pihak. Dosen perlu terus mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif, institusi perlu menyediakan infrastruktur dan sistem pendukung yang memadai, dan mahasiswa sendiri perlu mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran mereka. Semoga dengan sinergi yang luar biasa diantara semua elemen ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas penelitian mahasiswa HI di masa depan. [T]

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Bersiaplah Menghadapi 5 Pergeseran Diplomasi Global di Era Trump 2.0
Dua Minggu Pasca IAF 2024: Menimbang Hasil, Tantangan, dan Prospek
Sisi Gelap Demokrasi: Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Percaya pada Demokrasi
Refleksi Kemerdekaan dan Warisan Diplomasi Indonesia untuk Dunia
Tags: hubungan internasionalkuliahmahasiswaSkripsi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menguatkan Sekaligus Meleburkan Identitas dalam Seni Pertunjukan Kontemporer – Dari Penutupan B-Part

Next Post

In Memoriam Gede Tarmada : Tetaplah Rawat Dongeng Itu Dari Surga

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
In Memoriam Gede Tarmada : Tetaplah Rawat Dongeng Itu Dari Surga

In Memoriam Gede Tarmada : Tetaplah Rawat Dongeng Itu Dari Surga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co