2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengapa Mahasiswa HI Masa Kini ‘Blank’ Saat Menulis Skripsi?

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
December 3, 2024
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

BEYOND stereotype bahwa Jurusan Hubungan Internasional (HI) itu ‘Elit’ tapi prospek kerja ‘Syulit’, sebagaimana narasi viral di Tiktok, ada satu realitas menarik yang kiranya jarang terekspos: pergulatan mahasiswa Gen-Z dengan riset akademik mereka. Saya ceritakan disini pengalaman personal saya, dari sudut pandang saya, yang mungkin saja berbeda dengan dosen lainnya.

Ruang kerja saya di kampus, hampir setiap hari, menjadi saksi bisu dari berbagai cerita mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan skripsi. Sejak beberapa waktu belakangan ini, saya mencoba menerapkan sistem konsultasi terbuka – mahasiswa bisa datang kapan saja tanpa perlu membuat janji terlebih dahulu.

Harapannya, sistem ini bisa memudahkan mereka mendapat bimbingan ketika dibutuhkan. Masalahnya, setelah beberapa bulan berjalan, saya menemukan sebuah pola yang menggelisahkan: mayoritas mahasiswa datang dengan kebingungan yang sama, seolah mengalami mental block ketika harus menuangkan ide penelitian mereka.

Sebagai pengajar, saya sering menemui kenyataan bahwa mahasiswa yang telah menyelesaikan mata kuliah metodologi penelitian termasuk metode penelitian HI, teori-teori HI, dan berbagai mata kuliah substansial lainnya tetap mengalami kebuntuan saat mulai menulis skripsi.

Fenomena ini bukan hanya terjadi pada mahasiswa dengan kemampuan akademik rata-rata, tetapi juga pada mereka yang selama ini menunjukkan performa cemerlang di kelas. Ini menunjukkan adanya kesenjangan fundamental antara pemahaman teoretis dan kemampuan aplikatif dalam penelitian.

Yang menarik, saya sering menjumpai mahasiswa dengan ide-ide penelitian yang cukup brilian dan inovatif. Misalnya, beberapa mahasiswa bimbingan saya pernah mengajukan ide penelitian tentang Cartographic Propaganda China di Laut China Selatan, dampak krisis energi akibat konflik Rusia-Ukraina terhadap transisi energi hijau di Jerman, dan ada juga yang hendak membahas implementasi standar internasional keamanan laut (SOLAS) di sebuah Pelabuhan di Jawa Tengah.

Menurut saya, ide tersebut sangat menarik dan relevan, namun mereka kesulitan mengartikulasikan kerangka penelitiannya dengan jelas. Ketika ditanya lebih lanjut tentang metodologi dan pendekatan yang akan digunakan, mereka tampak kehilangan arah. Ini adalah contoh klasik betapa potensi ide yang bagus terhalang oleh keterbatasan dalam mengkomunikasikan dan mengorganisir pemikiran.

Tantangan penelitian HI dan minimnya pengalaman empirik

Kompleksitas ini semakin bertambah dengan karakteristik unik dari penelitian Hubungan Internasional kontemporer. Di era digital yang sangat dinamis ini, peristiwa-peristiwa internasional bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Sebuah krisis yang terjadi di satu belahan dunia dapat dengan cepat memberikan efek domino ke berbagai kawasan lain. Akibatnya, mahasiswa sering merasa kewalahan dalam membatasi cakupan penelitian mereka dan menentukan titik fokus yang tepat.

Tantangan lain yang tidak kalah pelik adalah kesulitan dalam mengakses dan memverifikasi data primer. Ambil contoh usulan penelitian mahasiswa di atas mengenai Propaganda Kartografi China di Laut China Selatan. Mahasiswa yang meneliti topik ini kemungkinan harus berhadapan dengan barrier bahasa, keterbatasan akses ke dokumen resmi, dan kompleksitas dalam memilah informasi yang valid di tengah minimnya liputan media mainstream. Situasi ini bisa saja membuat mereka frustrasi dan kehilangan arah dalam proses penelitian.

Karakteristik Gen-Z sebagai digital natives sebenarnya memiliki potensi besar dalam mendukung proses penelitian. Mereka terbiasa dengan multitasking dan memiliki kemampuan yang baik dalam mengakses informasi digital. Namun, paradoksnya, kemampuan ini tidak selalu berkorelasi positif dengan kemampuan analitis mereka. Seringkali, mereka tenggelam dalam lautan informasi tanpa mampu membangun argumentasi yang koheren dan sistematis.

Problem ini juga berkaitan erat dengan pola pembelajaran yang telah mereka lalui. Sistem pendidikan kita, meski telah mengadopsi berbagai metode pembelajaran modern, masih cenderung menekankan pada penguasaan teori dibanding praktik penelitian. Akibatnya, ketika mahasiswa dihadapkan pada tugas untuk merancang dan melaksanakan penelitian mandiri, mereka seperti menghadapi jurang yang terlalu lebar antara pengetahuan teoretis dan implementasi praktis.

Otokritik

Ini mungkin refleksi bagi diri sendiri. Pertama, menyikapi realitas ini, perlu kiranya ada pendekatan yang lebih integratif dalam pembelajaran. Mata kuliah metodologi penelitian, misalnya, seharusnya tidak hanya fokus pada aspek teoretis tetapi juga memberikan pengalaman yang cukup pada praktik penelitian nyata. Mahasiswa perlu dilatih sejak awal untuk mengidentifikasi masalah, membangun argumentasi, dan mengoperasionalisasikan teori dalam konteks yang konkret. Apakah kemudian mata kuliah ini perlu diajarkan sejak awal semester?

Kedua, ada urgensi untuk mengintegrasikan contoh-contoh penelitian dalam setiap mata kuliah. Sebagai contoh, ketika membahas isu krisis pengungsi di Eropa, dosen bisa mengajak mahasiswa menganalisis bagaimana berbagai pendekatan teoretis digunakan untuk memahami fenomena ini, mulai dari perspektif keamanan manusia hingga pendekatan ekonomi politik internasional.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori secara konseptual tetapi juga melihat bagaimana teori tersebut diaplikasikan dalam analisis kasus nyata. Jangan lupakan pula aspek pemanfaatan teknologi. Penggunaan software analisis data, platform kolaborasi online, dan database penelitian digital dapat membantu mahasiswa dalam proses penelitian mereka.

Ketiga, mengajarkan mahasiswa keterampilan presentasi yang efektif, termasuk kemampuan untuk mengartikulasikan ide penelitian secara terstruktur dan meyakinkan. Ini penting mengingat banyak ide brilian yang tidak bisa berkembang karena keterbatasan dalam mengkomunikasikannya.

Bagi mahasiswa sendiri, penting untuk membangun kerangka berpikir yang sistematis sejak awal perkuliahan. Ini bisa dimulai dengan hal-hal sederhana seperti membuat catatan kritis saat membaca artikel ilmiah, berlatih menulis literature review, atau terlibat dalam diskusi akademik yang konstruktif. Kebiasaan ini akan membantu Anda ketika harus menghadapi tugas penelitian yang lebih kompleks.

Selain itu, saya jadi sedikit bertanya, kira-kira apakah lembaga pendidikan tinggi kita perlu untuk mengevaluasi ulang kurikulumnya dengan memasukkan komponen riset yang berkesinambungan? Pendekatan ini mensyaratkan adanya mentoring intensif sejak mahasiswa mengawali perkuliahan, bukan hanya saat mereka mulai menulis skripsi.

Di tengah semua tantangan ini, yang tidak boleh dilupakan adalah aspek psikologis mahasiswa. Tekanan untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas seringkali membuat mereka stress dan kehilangan kepercayaan diri. Karenanya, sistem pembimbingan yang lebih humanis dan adaptif terhadap karakteristik individual mahasiswa menjadi sangat penting.

Melihat kompleksitas tantangan diatas, menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dalam penelitian HI jelas membutuhkan komitmen dari semua pihak. Dosen perlu terus mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif, institusi perlu menyediakan infrastruktur dan sistem pendukung yang memadai, dan mahasiswa sendiri perlu mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran mereka. Semoga dengan sinergi yang luar biasa diantara semua elemen ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas penelitian mahasiswa HI di masa depan. [T]

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Bersiaplah Menghadapi 5 Pergeseran Diplomasi Global di Era Trump 2.0
Dua Minggu Pasca IAF 2024: Menimbang Hasil, Tantangan, dan Prospek
Sisi Gelap Demokrasi: Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Percaya pada Demokrasi
Refleksi Kemerdekaan dan Warisan Diplomasi Indonesia untuk Dunia
Tags: hubungan internasionalkuliahmahasiswaSkripsi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menguatkan Sekaligus Meleburkan Identitas dalam Seni Pertunjukan Kontemporer – Dari Penutupan B-Part

Next Post

In Memoriam Gede Tarmada : Tetaplah Rawat Dongeng Itu Dari Surga

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
In Memoriam Gede Tarmada : Tetaplah Rawat Dongeng Itu Dari Surga

In Memoriam Gede Tarmada : Tetaplah Rawat Dongeng Itu Dari Surga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co