24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengapa Mahasiswa HI Masa Kini ‘Blank’ Saat Menulis Skripsi?

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
December 3, 2024
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

BEYOND stereotype bahwa Jurusan Hubungan Internasional (HI) itu ‘Elit’ tapi prospek kerja ‘Syulit’, sebagaimana narasi viral di Tiktok, ada satu realitas menarik yang kiranya jarang terekspos: pergulatan mahasiswa Gen-Z dengan riset akademik mereka. Saya ceritakan disini pengalaman personal saya, dari sudut pandang saya, yang mungkin saja berbeda dengan dosen lainnya.

Ruang kerja saya di kampus, hampir setiap hari, menjadi saksi bisu dari berbagai cerita mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan skripsi. Sejak beberapa waktu belakangan ini, saya mencoba menerapkan sistem konsultasi terbuka – mahasiswa bisa datang kapan saja tanpa perlu membuat janji terlebih dahulu.

Harapannya, sistem ini bisa memudahkan mereka mendapat bimbingan ketika dibutuhkan. Masalahnya, setelah beberapa bulan berjalan, saya menemukan sebuah pola yang menggelisahkan: mayoritas mahasiswa datang dengan kebingungan yang sama, seolah mengalami mental block ketika harus menuangkan ide penelitian mereka.

Sebagai pengajar, saya sering menemui kenyataan bahwa mahasiswa yang telah menyelesaikan mata kuliah metodologi penelitian termasuk metode penelitian HI, teori-teori HI, dan berbagai mata kuliah substansial lainnya tetap mengalami kebuntuan saat mulai menulis skripsi.

Fenomena ini bukan hanya terjadi pada mahasiswa dengan kemampuan akademik rata-rata, tetapi juga pada mereka yang selama ini menunjukkan performa cemerlang di kelas. Ini menunjukkan adanya kesenjangan fundamental antara pemahaman teoretis dan kemampuan aplikatif dalam penelitian.

Yang menarik, saya sering menjumpai mahasiswa dengan ide-ide penelitian yang cukup brilian dan inovatif. Misalnya, beberapa mahasiswa bimbingan saya pernah mengajukan ide penelitian tentang Cartographic Propaganda China di Laut China Selatan, dampak krisis energi akibat konflik Rusia-Ukraina terhadap transisi energi hijau di Jerman, dan ada juga yang hendak membahas implementasi standar internasional keamanan laut (SOLAS) di sebuah Pelabuhan di Jawa Tengah.

Menurut saya, ide tersebut sangat menarik dan relevan, namun mereka kesulitan mengartikulasikan kerangka penelitiannya dengan jelas. Ketika ditanya lebih lanjut tentang metodologi dan pendekatan yang akan digunakan, mereka tampak kehilangan arah. Ini adalah contoh klasik betapa potensi ide yang bagus terhalang oleh keterbatasan dalam mengkomunikasikan dan mengorganisir pemikiran.

Tantangan penelitian HI dan minimnya pengalaman empirik

Kompleksitas ini semakin bertambah dengan karakteristik unik dari penelitian Hubungan Internasional kontemporer. Di era digital yang sangat dinamis ini, peristiwa-peristiwa internasional bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Sebuah krisis yang terjadi di satu belahan dunia dapat dengan cepat memberikan efek domino ke berbagai kawasan lain. Akibatnya, mahasiswa sering merasa kewalahan dalam membatasi cakupan penelitian mereka dan menentukan titik fokus yang tepat.

Tantangan lain yang tidak kalah pelik adalah kesulitan dalam mengakses dan memverifikasi data primer. Ambil contoh usulan penelitian mahasiswa di atas mengenai Propaganda Kartografi China di Laut China Selatan. Mahasiswa yang meneliti topik ini kemungkinan harus berhadapan dengan barrier bahasa, keterbatasan akses ke dokumen resmi, dan kompleksitas dalam memilah informasi yang valid di tengah minimnya liputan media mainstream. Situasi ini bisa saja membuat mereka frustrasi dan kehilangan arah dalam proses penelitian.

Karakteristik Gen-Z sebagai digital natives sebenarnya memiliki potensi besar dalam mendukung proses penelitian. Mereka terbiasa dengan multitasking dan memiliki kemampuan yang baik dalam mengakses informasi digital. Namun, paradoksnya, kemampuan ini tidak selalu berkorelasi positif dengan kemampuan analitis mereka. Seringkali, mereka tenggelam dalam lautan informasi tanpa mampu membangun argumentasi yang koheren dan sistematis.

Problem ini juga berkaitan erat dengan pola pembelajaran yang telah mereka lalui. Sistem pendidikan kita, meski telah mengadopsi berbagai metode pembelajaran modern, masih cenderung menekankan pada penguasaan teori dibanding praktik penelitian. Akibatnya, ketika mahasiswa dihadapkan pada tugas untuk merancang dan melaksanakan penelitian mandiri, mereka seperti menghadapi jurang yang terlalu lebar antara pengetahuan teoretis dan implementasi praktis.

Otokritik

Ini mungkin refleksi bagi diri sendiri. Pertama, menyikapi realitas ini, perlu kiranya ada pendekatan yang lebih integratif dalam pembelajaran. Mata kuliah metodologi penelitian, misalnya, seharusnya tidak hanya fokus pada aspek teoretis tetapi juga memberikan pengalaman yang cukup pada praktik penelitian nyata. Mahasiswa perlu dilatih sejak awal untuk mengidentifikasi masalah, membangun argumentasi, dan mengoperasionalisasikan teori dalam konteks yang konkret. Apakah kemudian mata kuliah ini perlu diajarkan sejak awal semester?

Kedua, ada urgensi untuk mengintegrasikan contoh-contoh penelitian dalam setiap mata kuliah. Sebagai contoh, ketika membahas isu krisis pengungsi di Eropa, dosen bisa mengajak mahasiswa menganalisis bagaimana berbagai pendekatan teoretis digunakan untuk memahami fenomena ini, mulai dari perspektif keamanan manusia hingga pendekatan ekonomi politik internasional.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori secara konseptual tetapi juga melihat bagaimana teori tersebut diaplikasikan dalam analisis kasus nyata. Jangan lupakan pula aspek pemanfaatan teknologi. Penggunaan software analisis data, platform kolaborasi online, dan database penelitian digital dapat membantu mahasiswa dalam proses penelitian mereka.

Ketiga, mengajarkan mahasiswa keterampilan presentasi yang efektif, termasuk kemampuan untuk mengartikulasikan ide penelitian secara terstruktur dan meyakinkan. Ini penting mengingat banyak ide brilian yang tidak bisa berkembang karena keterbatasan dalam mengkomunikasikannya.

Bagi mahasiswa sendiri, penting untuk membangun kerangka berpikir yang sistematis sejak awal perkuliahan. Ini bisa dimulai dengan hal-hal sederhana seperti membuat catatan kritis saat membaca artikel ilmiah, berlatih menulis literature review, atau terlibat dalam diskusi akademik yang konstruktif. Kebiasaan ini akan membantu Anda ketika harus menghadapi tugas penelitian yang lebih kompleks.

Selain itu, saya jadi sedikit bertanya, kira-kira apakah lembaga pendidikan tinggi kita perlu untuk mengevaluasi ulang kurikulumnya dengan memasukkan komponen riset yang berkesinambungan? Pendekatan ini mensyaratkan adanya mentoring intensif sejak mahasiswa mengawali perkuliahan, bukan hanya saat mereka mulai menulis skripsi.

Di tengah semua tantangan ini, yang tidak boleh dilupakan adalah aspek psikologis mahasiswa. Tekanan untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas seringkali membuat mereka stress dan kehilangan kepercayaan diri. Karenanya, sistem pembimbingan yang lebih humanis dan adaptif terhadap karakteristik individual mahasiswa menjadi sangat penting.

Melihat kompleksitas tantangan diatas, menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dalam penelitian HI jelas membutuhkan komitmen dari semua pihak. Dosen perlu terus mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif, institusi perlu menyediakan infrastruktur dan sistem pendukung yang memadai, dan mahasiswa sendiri perlu mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran mereka. Semoga dengan sinergi yang luar biasa diantara semua elemen ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas penelitian mahasiswa HI di masa depan. [T]

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Bersiaplah Menghadapi 5 Pergeseran Diplomasi Global di Era Trump 2.0
Dua Minggu Pasca IAF 2024: Menimbang Hasil, Tantangan, dan Prospek
Sisi Gelap Demokrasi: Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Percaya pada Demokrasi
Refleksi Kemerdekaan dan Warisan Diplomasi Indonesia untuk Dunia
Tags: hubungan internasionalkuliahmahasiswaSkripsi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menguatkan Sekaligus Meleburkan Identitas dalam Seni Pertunjukan Kontemporer – Dari Penutupan B-Part

Next Post

In Memoriam Gede Tarmada : Tetaplah Rawat Dongeng Itu Dari Surga

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
In Memoriam Gede Tarmada : Tetaplah Rawat Dongeng Itu Dari Surga

In Memoriam Gede Tarmada : Tetaplah Rawat Dongeng Itu Dari Surga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co