26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar Menulis, Belajar Menjadi Penyuluh Agama yang Baik

Son Lomri by Son Lomri
October 14, 2024
in Khas
Belajar Menulis, Belajar Menjadi Penyuluh Agama yang Baik

Suasana pelatihan “Penyuluh Sebagai Garda Terdepan dalam Pembinaan Umat Menjelang Pilkada Tahun 2024” | Foto: tatkala.co/Son

DI bawah pohon palem di sebuah taman kecil, diskusi manis tergelar begitu saja. Sebelum diskusi—literasi dan menulis itu—dilakukan, sebentar lagi, diskusi lain akan berlangsung di lantai II Gedung Pusat Layananan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT) Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng pada Sabtu, 12 Oktober 2024.

Sebagai pemateri, Made Adnyana Ole—penyair sekaligus wartawan senior itu—mengobrol tanpa sekat, jurang pengetahuan, dengan peserta yang berlatar penyuluh agama Hindu itu. Sambil merokok, dengan hangat mereka mengobrol di beranda gedung. Sangat santai.

Tidak lama setelah rokok menjadi abu, obrolan kemudian disudahi dan secara bersamaan mereka menuju lantai II dan di sana para peserta lain sudah menanti dengan apik dengan busana adat madya duduk di kursi masing-masing. Sekitar 45 peserta mengikuti pelatihan “Penyuluh Sebagai Garda Terdepan dalam Pembinaan Umat Menjelang Pilkada Tahun 2024”.

“Saya berharap, melalui kegiatan pembinaan ini dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi Penyuluh Agama Hindu dalam membina umat,” kata I Made Subawa saat sambutan sekaligus membuka acara.

Dalam acara pelatihan Kemenag itu, setidaknya ada beberapa hal yang disampaikan oleh Made Adnyana Ole kepada para penyuluh ketika memberikan materinya. Tentu selain tentang teknis dasar menulis jurnalistik, ia juga menjelaskan bagaimana melihat sebuah posisi itu penting ketika berselancar di media sosial. Terlebih tentang siapa yang berhak menulis suatu berita, yang dalam hal ini, berhak serius dan mendalam.

Suasana pelatihan “Penyuluh Sebagai Garda Terdepan dalam Pembinaan Umat Menjelang Pilkada Tahun 2024” | Foto: tatkala.co/Son

Antara pegiat media sosial yang menulis isu sosial di laman Fesbuknya dengan wartawan yang juga menulis isu sosial, katanya, di koran media online, itu memiliki perbedaan posisi dan tanggung jawabnya pada publik.

“Jika wartawan, selain didasari fakta, tetapi juga meliputi proses verifikasi data yang ketat. Sementara pada pegiat media sosial, itu biasanya tidak. Ia hanya sekadar menuliskan bagaimana yang muncul di masyarakat tanpa lebih dulu melewati verifikasi data yang serius…” kata Made Adnyana Ole saat memberikan materi Menulis Berita di Media Sosial.

Sampai di sini, ia melanjutkan penjelasannya, bahwa potensi terkena jerat UU ITE kepada pengguna media social—dalam hal ini Fesbuk, misalnya—itu sangat dekat. Karena pegiat media sosial biasanya sangat rentan terkena hoak atau ikut serta dalam memroduksi hoak.

Sebab itulah pegiat media sosial tidak bisa secara frontal dalam menuliskan sesuatu yang bersifat sensitif—yang berbau hukum, yang mana berpotensi mencemari nama baik seseorang.

“Ada proses konfirmasi. Misalnya, ada seseorang dituntut menggelapkan dana. Kan banyak orang yang kena kasus ITE itu hanya karena ikut-ikutan menyebarkan informasi itu [hanya karena katanya-katanya], tanpa kembali konfrmasi tentang kebenarannya,” ujar Pemred tatkala.co itu.

Proses konfirmasi itu biasanya, bisa melewati pertanyaan kebenarannya kepada narasumber utama. “Misalnya proses konfirmasinya, Pak, bapak dituduh seperti ini, bagaimana tanggapan bapak? Terus yang bersangkutan menjawab, Oh, tidak bener ini! Nah, kalau tidak bener, bagaimana kejadiannya. Nah, itu kita mesti kutip juga. Isunya kita tulis, bantahannya kita tulis. Itu baru bener,” ujar Ole memberi contoh.

Menurut Ole, itu yang sering tidak dilakukan sama pegiat media sosial, merasa sudah upload, merasa sudah menyebarkan informasi. Padahal itu salah. Nah, itu yang disebut proses jurnalistik, dan proses jurnalistik hanya dilakukan oleh seorang wartawan.

“Karena bapak ibu tidak ingin jadi wartawan, saya tahu. Sudah jadi penyuluh, cukuplah, ngapain jadi wartawan, ribet…hehe…” lanjut kolumnis Lolohin Malu itu sambil bercanda.

Melihat Peristiwa seperti Wartawan

Seperti tidak ingin membuat keruwetan berpikir tentang kesulitan para pesertanya, Made Adnyana Ole kemudian menurunkan pembahasannya dan langsung menarik diri kepada teknis. Siapa saja bisa membuat berita dengan rumus yang sama, katanya, yaitu 5 W + 1 H.

“Makanya, sekarang ngupload di media sosial, mengunggah sesuatu informasi, setidaknya kita melakukan proses yang lengkap [apa, siapa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana], gitu aja sebenarnya sudah cukup, dan hindari persoalan-persoalan yang sensitif.

“Misalnya, kemungkinan mencemarkan nama baik orang. Ada kemungkinan berkaitan dengan pornografi. Yang gitu-gitu tuh harus dihindari, diwaspadai,” kata Pak Ole, panggilan akrab dari Made Adnyana Ole ketika mulai membicarakan teknik.

Salah satu perserta bertanya saat sesi tanya jawab | Foto: tatkala.co/Son

Di dalam menulis berita, terdapat beberapa jenis fakta di masyarakat yang dapat dituliskan. Seperti seremonial, kejadian tak terduga, dan kejadian terjadwal.

Seremonial itu seperti upacara bendera, peringatan hari-hari besar nasional, misalnya. itu adalah fakta. Tapi tidak semua acara seremonial itu penting untuk diberitakan. Maksud kata penting di sini, tidak semuanya dibaca oleh semua orang atau dibutuhkan oleh semua orang.

“Makdudnya gini, semisal, di Kementrian Agama upacara hari Senin, setiap di hari itu upacara di depan. Nah, itu tidak penting bagi orang lain, gitu. Tapi sebagai informasi internal, itu gak papa,” terang Ole.

Sementara kejadian tak terduga misalnya kebakaran, kecelakaan, banjir, bencana. Atau kemalingan, atau yang lain, seperti, tiba-tiba dapat undian seratus juta gitu. “Nah itu nasib untung pun tak terduga gitu. Itu juga adalah fakta,” lanjutnya.

Begitupun dengan kejadian terjadwal. Misalnya, pertandingan sepak bola. Itu juga adalah fakta. “Bahkan sejak sebelum akan ada kejadiannya, kita sudah tahu,” kata Ole.

Sampai di sini, dalam membuka tulisan, lead menjadi penting untuk diperhatikan sebelum menulis. Dan lead, itu bagaimana cara kita dalam memandang sebuah fenomena sosial itu, dicarikan sisi yang menariknya.

“Lead yang menarik itu, adalah pertanyaan orang pertama kali. Misalnya gini, ada pertandingan sepak bola, terus kacau, wasit dipukuli.  Di sana, skor sudah tidak menarik lagi. Siapa yang menang sudah tidak menarik lagi. Yang kita ceritrakan adalah bagaimana kacaunya pertandingan itu, gitu.

“Jangan pas udah ada kekacauan, sudah ada wasit dipukuli, kita tiba-tiba menulis informasi. Baru terakhir sebutkan, oh iya, di pertandinga itu juga ada wasit dipukuli,” Ole menjelaskan.

Akhirnya, Ole kemudian menjelaskan bahwa bagi seorang penyuluh, sudah tidak lagi menarik jika mengkabarkan sesuatu langsung kepada inti, siraman rohani, misalnya. Tetapi bagaimana peristiwa itu mesti diceritakan agar menarik, dan masyarakat bisa membacanya tanpa tahu sedang disiram rohaninya.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Resep Manis Menulis Prosa ala Henry Manampiring dan Dee Lestari
Belajar Menulis Ulasan Politik di Tatkala May May May 2024
Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024
“Kiat Menulis dan Menerbitkan Buku” Bersama Gde Aryantha Soethama
Tiga Sastrawan Berbagi Proses Kreatif: Platform Menulis Makin Beragam, Tapi Tetap Kontrol Diri
Tags: jurnalistikmenulisPenyuluh Agama Hindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Betapa Gemas Menyaksikan Bocah Peragakan Busana Adat Bali

Next Post

30 Tahun Kemudian: Reuni Alumni SMAN 1 Singaraja Bali Angkatan 1994

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
30 Tahun Kemudian: Reuni Alumni SMAN 1 Singaraja Bali Angkatan 1994

30 Tahun Kemudian: Reuni Alumni SMAN 1 Singaraja Bali Angkatan 1994

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co