26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wisata Massal: Godaan Mengundang Kesal

Chusmeru by Chusmeru
October 10, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MENIKMATI objek dan daya tarik wisata dengan rasa tenang, nyaman, dan penuh keriangan adalah dambaan setiap wisatawan. Namun realitanya, tidak semua wisatawan dapat merasakan hal itu saat berkunjung ke destinasi wisata.

Wisatawan kadang dihadapkan pada kejengkelan. Ada saja situasi dan kondisi yang membuat wisatawan kesal di destinasi. Padatnya pengunjung, kemacetan lalu lintas, polusi, sampah, kebisingan, dan banyak lagi yang menyebabkan kesal.

Salah satu sumber rasa kesal wisatawan adalah wisata massal yang berkembang di destinasi itu. Wisata massal atau mass tourism adalah keadaan atau fenomena di mana satu destinasi dikunjungi oleh sejumlah besar orang dalam waktu yang bersamaan.

Beberapa negara pariwisatanya berkembang secara massal. Amerika Serikat telah lama mengembangkan wisata massal. Di Eropa ada Prancis, Spanyol, dan Italia. Negara di Asia yang wisatanya berkembang secara massal adalah China, Thailand, Singapura; termasuk Indonesia juga.

Destinasi wisata massal di beberapa negara memiliki ciri jumlah pengunjung yang besar, ribuan hingga jutaan wisatawan dalam waktu singkat. Apalagi saat musim libur atau pun long week end, destinasi itu akan dijejali wisatawan.

Wisata massal juga dapat ditengarai dari aksesibilitas dan akomodasinya. Meski memiliki aksesibilitas yang baik, destinasi wisata massal akan diwarnai dengan kemacetan lalu lintas. Tingkat hunian kamar juga tinggi, bahkan kadang terjadi perang tarif kamar hotel sebagai dampak membludaknya wisatawan.

Alasan

Banyak alasan mengapa orang mengunjungi destinasi wisata massal. Aksesibilitas dan fasilitas biasanya menjadi salah satu alasan. Destinasi wisata massal pada umumnya memiliki aksesibilitas yang mudah. Akomodasi dan sarana transportasi juga mudah didapatkan.

Atraksi wisata yang terdapat di destinasi menjadi alasan wisatawan untuk berkunjung. Destinasi wisata massal bukan hanya memiliki daya tarik objeknya, tetapi juga menyuguhkan atraksi berupa wahana permainan maupun pertunjukan seni.

Faktor lain yang menjadi alasan wisatawan mengunjungi destinasi massal adalah rasa aman dan nyaman saat berkunjung. Keamanan wisatawan atas dasar pertimbangan jumlah wisatawan yang banyak, sehingga tidak takut pada situasi yang sepi. Sedangkan kenyamanan didasarkan pada fasilitas umum yang biasanya tersedia dengan lengkap, seperti toilet maupun tempat ibadah.

Alasan yang paling kuat dari wisatawan untuk mengunjungi destinasi massal adalah pengaruh media sosial dan promosi pariwisata. Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) terhadap objek wisata yang sedang populer menjadi alasan. Apalagi muncul persepsi tentang destinasi yang wajib dikunjungi.

Dampak dan Kekesalan

Dampak paling serius dari wisata massal adalah kerusakan lingkungan. Selain polusi air dan udara, wisata massal juga berdampak pada degradasi habitat. Meski demikian, nilai ekonomis yang tinggi membuat banyak pihak masih tetap tergoda untuk membuat destinasi wisata massal.

Lonjakan jumlah wisatawan yang banyak akan berdampak terhadap kepadatan penduduk. Hal ini tentu saja akan membebani penyediaan infrastruktur pelayanan publik, seperti sanitasi, air bersih, maupun fasilitas kesehatan.

Dampak yang serius adalah ketimpangan dan ketergantungan ekonomi dari pengembangan wisata massal. Manfaat ekonomi memang dirasakan dari pengembangan wisata massal. Namun, ketimpangan pendapatan juga dapat terjadi antara penduduk lokal, pengusaha, maupun investor. Ketergantungan ekonomi pada wisata massal juga sangat rentan apabila terjadi bencana maupun krisis ekonomi.

Rasa kesal akan dirasakan wisatawan pada destinasi massal. Jumlah pengunjung yang banyak di satu objek wisata massal akan mengakibatkan kepadatan dan keramaian yang justru mengurangi kenyamanan. Antrean panjang akan terjadi pada objek wisata yang populer.

Bukan hanya wisatawan; penduduk setempat pun merasa kesal jika objek wisata dikembangkan secara massal. Lalu lintas yang macet dan kebisingan terjadi setiap hari. Kehadiran wisatawan dalam jumlah yang besar juga sangat menganggu privasi warga lokal.

Solusi Ekstrem

Mengatasi wisata massal diperlukan kebijakan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Solusi yang bersifat ekstrem diperlukan untuk mengantisipasi dampak buruk dari wisata massal. Tanpa solusi kebijakan yang ekstrem, wisata massal akan terus berlangsung dengan alasan manfaat ekonomisnya.

Kebijakan ekstrem yang dilakukan oleh beberapa negara yang memiliki destinasi wisata massal adalah dengan membatasi jumlah pengunjung. Sistem kuota diterapkan pada saat atau musim tertentu. Jika kuota maksimal sudah terpenuhi, maka wisatawan tidak diizinkan mengunjungi destinasi itu.

Sistem zonasi juga dapat diterapkan pada destinasi massal. Destinasi yang memiliki beberapa objek wisata populer diterapkan pembatasan akses pada zona tertentu. Tujuannya, untuk proses pemulihan lingkungan alamnya.

Solusi sistem zonasi ini bisa dibarengi dengan kebijakan yang lebih ekstrem berupa penutupan sementara objek wisata massal. Hal ini dilakukan oleh pemerintah Thailand dengan menutup destinasi populer Maya Bay selama dua bulan, mulai tanggal 1 Agustus hingga 30 September 2024. Penutupan itu bertujuan untuk memulihkan ekosistem darat dan laut.

Penerapan pajak wisata kadang dianggap sebagai solusi yang ekstrem. Harapannya, minat wisatawan mengunjungi destinasi massal tidak terlalu tinggi. Namun kebijakan ini terkadang tidak efektif, apabila destinasi itu memang sudah populer di mata wisatawan. Bali misalnya, meskipun wisatawan mancanegara dikenai pungutan 150 ribu, angka kunjungan wisatawan tetap saja tinggi.

Kebijakan yang paling ekstrem barangkali adalah menghentikan promosi pada destinasi wisata massal yang mulai menunjukkan gejala kekesalan pada warga lokal maupun wisatawan. Kebijakan ini bertuan agar wisata massal di suatu negara atau daerah tidak menggoda wisatawan untuk datang.

Destinasi wisata massal memang bagai pisau bermata dua. Manfaat ekonominya mengundang godaan. Dampak buruknya menimbulkan kesal. Solusinya ada pada seluruh pemangku kepentingan pariwisata.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Beach Club”: Wisata Elit bagi yang Berduit
Wisata Sejarah: Merekonstruksi Masa Lalu
Moratorium Hotel di Bali: Seberapa Penting?
Membedah Problematika Pariwisata Daerah
Tags: Pariwisatawisata massa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BUILD UP di ARTspace ARTOTEL Sanur: Empat Perupa dengan Beragam Gagasan

Next Post

Heha Sky View, Taman Langitnya Yogyakarta

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
Heha Sky View, Taman Langitnya Yogyakarta

Heha Sky View, Taman Langitnya Yogyakarta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co