24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Gadis, Melankolia Pagi

Vito Prasetyo by Vito Prasetyo
September 29, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Gadis, Melankolia Pagi

Vito Prasetyo

Gadis (1)

malam kian letih
engkau gadisku, tertidur di pangkuan sajak
kau baringkan segenap penat

kilau rambutmu membias dihembus angin liar
mengalun bagai orkestra rindu
menari-nari dalam gesekan harpa
begitu lembut,
seakan lentik jemarimu menghitung garis-garis cahaya

engkau gadisku, hadirkan pesona rindu
menyusup di antara larik malam
kutuangkan desah napasmu dalam cawan mimpi
meski puisiku lebih hidup dalam nafasmu
entah di mana bedanya, rindu dan gelisah
sama-sama memancar makna di bening matamu
ingin kusatukan itu dalam rak ingatanku
mengudapnya, hingga sayap sajakku patah

engkau gadisku, tidurlah dalam buaian sajakku
mengarungi hari demi hari
biarkan matahari yang menghitungnya

Malang, 2024

Gadis (2)

melingkar malam
di sepi bangkumu
wajah rembulan menyapa tatapanmu
seakan membaca keresahanmu

engkau gadisku, menebar rindu
merebak di cahaya malam
sinar itu, menikam keindahan aromamu
hingga serangga malam terkesima
rentangkan jejaring angin, satukan cahaya

engkau gadisku, panorama malam
tak lekang didera angin
tak pupus dibasuh cemas
tak goyah diterpa prahara
sekujur tubuhmu, meluap kenangan
semerbak wangi, hilangkan keraguanku

engkau gadisku, di benang rindu
kusulam kegelisahanmu
menggelar bingkai, kupuisikan namamu
hingga bait-baitku jatuh terlelap
aku memeluk bayanganmu di tempayan mimpi

Malang, 2024

Gadis (3)

senja melangit, tatapanmu rapuh
aroma bulgari terhempas angin
jenjang lehermu membasah peluh

biru langit mulai beranjak
meninggalkan sebongkah gelisah
nyanyikan syair langit
yang belum sempat kutulis

engkau gadisku, lekuk tubuhmu serupa diksi
meramu mimpi menuju kesempurnaan
dan kueja sebatang mawar, tinggalkan tradisi
kusatukan cahaya di lentik matamu
hitam dan putih, menjadi bait rindu
di setiap kalimat yang menggigil kuyup
hingga kabut sutera malam
bagaikan selimut rindu
berlari pancarkan pesona rembulan
seperti rona wajahmu
bersembunyi di kolong-kolong mimpiku

Malang, 2024

Langit Merah Jakarta

senja rapuh, rebah di pangkuan cakrawala
lalu lalang manusia serupa gemintang tanpa cahaya
kata-kata pun beranjak merangkai diksi
memurkai lorong-lorong persembunyian
haruskah puisi berdiam diri
menatap kelap-kelip lampu
di setiap sudut kota
yang mungkin tak pernah tertidur
menyala membara di tungku perapian
bangkitkan gairah ingatan
seakan ingin membakar langit
dari bisingnya jelaga
waktu pun beringsut penat
tinggalkan pematang jalan
di simpang jalan, bangku-bangku mulai sepi
angin hening tertunduk malu
bertirakat dalam kata-kata
lalu mengeja, kota Jakarta
kelak langit merah memayunginya

Malang, 2024

Melankolia Pagi

terkadang ada pagi yang indah
ditinggalkan embun
menguap tanpa jejak
hanya tersisa aroma bunga
menusuk di lekuk tubuhmu
hingga tatapanku terkesima
sekuntum cahaya datang menyapa lembut
dan aku tahu, angin akan mencabiknya

Malang, 2024

Gadis Berpita Jingga

tatapanmu terkesima langit
seakan ingin menerobos putihnya sinar
pikiranmu berkelana menggapai angan
menelungkup di tepian telaga bertilam angin
perlahan beranjak, tinggalkan sutera selimut malam
setelah melumat semua keindahan mimpi

di tengah kerinduan itu, engkau gadis berpita jingga
matamu menghunjam batas pandang
berkelindan menembus pekatnya malam
hingga lentik alis matamu terkulai
‘kaubaringkan segenap penat
pada tempayan mimpi
setelah waktu tersungkur, ringkih
rebah di pangkuan senja

di tepian telaga, riak air mulai membisu
engkau gadis berpita jingga menerka arah angin
kemarau pergi, terlunta-lunta di atas bahu angin
genggaman aroma tubuhmu mulai rapuh
tertusuk rindu di antara garis-garis cahaya

kini, anganmu tertidur pulas
sebelum pesona malam hadir kembali
dan gesekan biola mengalun lembut mengiringinya
bagai embuskan buaian rindu di antara jemari ilalang
senandungkan asmaradana dalam dekapan kegelisahan hatimu
air telaga pun menyusup disela jenjang kakimu
menghentak lamunan kunang-kunang
seakan ingin menerka apa yang tersimpan dalam dadamu

malam terlalu letih untuk bersimpuh
seringkas mimpi, menjemput sinar pagi
cahaya melesat, hangatkan rerumputan

di kejauhan atap rumah, sepasang merpati bercengkerama
seperti membaca keresahan hatimu
lalu dituangkan ke dalam bejana waktu
hingga puisiku tersungkur, tak mampu lagi mengeja makna cinta

Malang, 2024

Sketsa Rindu

dekaplah keraguanku
mengudar dari sepasang ingatan retak
semusim aku telah linglung berjalan
menyusuri kota yang tertidur
mataku senantiasa terantuk, puing-puing distopia

hari-hari berlari
jadi pengembaraan panjang
aku menengadah, di atas sana
bangkai matahari menghunus tajam
sorotnya perih dan sesakkan dada
seakan menjelma mantra sihir
entah datang dari mana
kerikil pun mendera telapak kaki
bagai segumpal aksara luka

aku mulai kehilangan makna
wajahmu samar, seperti lukisan abstrak
semua rindu berganti rupa, sunyi
jari-jari tanganku serupa tarian delusi
apakah sajak telah menisbatkan kemurkaan

hari ini, sisa-sisa musim
menyampul waktu dari lorong kesunyian
asap-asapnya menggaris aksara
mengalir, lenyap di hujan legam
parasnya, tembok-tembok pengap
tidak ada lagi lisan mampu kuucapkan
nalar menjelma sketsa angan tak berwujud
kerinduan menggumpal, tersekat di pangkuan cemas
sajakku terkulai, berulang kali kubaca:

— engkau adalah akhir dari awal ceritaku, dan aku adalah penggalan duka, saat engkau menyudahi rindu —

Malang, 2024

  • BACA puisi-puisi lainnya
Puisi Raudal Tanjung Banua | Nyanyian Panjang Talang Sungai Parit

Puisi-puisi GM Sukawidana | Di Atas Meja Pelukis Made Budhiana
Puisi-puisi Fathurrozi Nuril Furqon | Kelahiran Joko Tole
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

PALESTIVAL 2024: Merayakan Budaya, Sebuah Bangsa, dan Tanahnya

Next Post

Di Hanoi, Vietnam, yang Tradisional yang Menjadi Andalan

Vito Prasetyo

Vito Prasetyo

Lahir di Makassar, Februari 1964. Kini tinggal di Kabupaten Malang. Pernah kuliah di IKIP Makassar.

Related Posts

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

by Alfiansyah Bayu Wardhana
March 27, 2026
0
Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

Taman yang Diam-diam Bersemi Maka pada suatu pagi yang heningkutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,sebagaimana benih yang lama tersembunyitiba-tiba mengenal...

Read moreDetails
Next Post
Di Hanoi, Vietnam, yang Tradisional yang Menjadi Andalan

Di Hanoi, Vietnam, yang Tradisional yang Menjadi Andalan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co