2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Gadis, Melankolia Pagi

Vito Prasetyo by Vito Prasetyo
September 29, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Gadis, Melankolia Pagi

Vito Prasetyo

Gadis (1)

malam kian letih
engkau gadisku, tertidur di pangkuan sajak
kau baringkan segenap penat

kilau rambutmu membias dihembus angin liar
mengalun bagai orkestra rindu
menari-nari dalam gesekan harpa
begitu lembut,
seakan lentik jemarimu menghitung garis-garis cahaya

engkau gadisku, hadirkan pesona rindu
menyusup di antara larik malam
kutuangkan desah napasmu dalam cawan mimpi
meski puisiku lebih hidup dalam nafasmu
entah di mana bedanya, rindu dan gelisah
sama-sama memancar makna di bening matamu
ingin kusatukan itu dalam rak ingatanku
mengudapnya, hingga sayap sajakku patah

engkau gadisku, tidurlah dalam buaian sajakku
mengarungi hari demi hari
biarkan matahari yang menghitungnya

Malang, 2024

Gadis (2)

melingkar malam
di sepi bangkumu
wajah rembulan menyapa tatapanmu
seakan membaca keresahanmu

engkau gadisku, menebar rindu
merebak di cahaya malam
sinar itu, menikam keindahan aromamu
hingga serangga malam terkesima
rentangkan jejaring angin, satukan cahaya

engkau gadisku, panorama malam
tak lekang didera angin
tak pupus dibasuh cemas
tak goyah diterpa prahara
sekujur tubuhmu, meluap kenangan
semerbak wangi, hilangkan keraguanku

engkau gadisku, di benang rindu
kusulam kegelisahanmu
menggelar bingkai, kupuisikan namamu
hingga bait-baitku jatuh terlelap
aku memeluk bayanganmu di tempayan mimpi

Malang, 2024

Gadis (3)

senja melangit, tatapanmu rapuh
aroma bulgari terhempas angin
jenjang lehermu membasah peluh

biru langit mulai beranjak
meninggalkan sebongkah gelisah
nyanyikan syair langit
yang belum sempat kutulis

engkau gadisku, lekuk tubuhmu serupa diksi
meramu mimpi menuju kesempurnaan
dan kueja sebatang mawar, tinggalkan tradisi
kusatukan cahaya di lentik matamu
hitam dan putih, menjadi bait rindu
di setiap kalimat yang menggigil kuyup
hingga kabut sutera malam
bagaikan selimut rindu
berlari pancarkan pesona rembulan
seperti rona wajahmu
bersembunyi di kolong-kolong mimpiku

Malang, 2024

Langit Merah Jakarta

senja rapuh, rebah di pangkuan cakrawala
lalu lalang manusia serupa gemintang tanpa cahaya
kata-kata pun beranjak merangkai diksi
memurkai lorong-lorong persembunyian
haruskah puisi berdiam diri
menatap kelap-kelip lampu
di setiap sudut kota
yang mungkin tak pernah tertidur
menyala membara di tungku perapian
bangkitkan gairah ingatan
seakan ingin membakar langit
dari bisingnya jelaga
waktu pun beringsut penat
tinggalkan pematang jalan
di simpang jalan, bangku-bangku mulai sepi
angin hening tertunduk malu
bertirakat dalam kata-kata
lalu mengeja, kota Jakarta
kelak langit merah memayunginya

Malang, 2024

Melankolia Pagi

terkadang ada pagi yang indah
ditinggalkan embun
menguap tanpa jejak
hanya tersisa aroma bunga
menusuk di lekuk tubuhmu
hingga tatapanku terkesima
sekuntum cahaya datang menyapa lembut
dan aku tahu, angin akan mencabiknya

Malang, 2024

Gadis Berpita Jingga

tatapanmu terkesima langit
seakan ingin menerobos putihnya sinar
pikiranmu berkelana menggapai angan
menelungkup di tepian telaga bertilam angin
perlahan beranjak, tinggalkan sutera selimut malam
setelah melumat semua keindahan mimpi

di tengah kerinduan itu, engkau gadis berpita jingga
matamu menghunjam batas pandang
berkelindan menembus pekatnya malam
hingga lentik alis matamu terkulai
‘kaubaringkan segenap penat
pada tempayan mimpi
setelah waktu tersungkur, ringkih
rebah di pangkuan senja

di tepian telaga, riak air mulai membisu
engkau gadis berpita jingga menerka arah angin
kemarau pergi, terlunta-lunta di atas bahu angin
genggaman aroma tubuhmu mulai rapuh
tertusuk rindu di antara garis-garis cahaya

kini, anganmu tertidur pulas
sebelum pesona malam hadir kembali
dan gesekan biola mengalun lembut mengiringinya
bagai embuskan buaian rindu di antara jemari ilalang
senandungkan asmaradana dalam dekapan kegelisahan hatimu
air telaga pun menyusup disela jenjang kakimu
menghentak lamunan kunang-kunang
seakan ingin menerka apa yang tersimpan dalam dadamu

malam terlalu letih untuk bersimpuh
seringkas mimpi, menjemput sinar pagi
cahaya melesat, hangatkan rerumputan

di kejauhan atap rumah, sepasang merpati bercengkerama
seperti membaca keresahan hatimu
lalu dituangkan ke dalam bejana waktu
hingga puisiku tersungkur, tak mampu lagi mengeja makna cinta

Malang, 2024

Sketsa Rindu

dekaplah keraguanku
mengudar dari sepasang ingatan retak
semusim aku telah linglung berjalan
menyusuri kota yang tertidur
mataku senantiasa terantuk, puing-puing distopia

hari-hari berlari
jadi pengembaraan panjang
aku menengadah, di atas sana
bangkai matahari menghunus tajam
sorotnya perih dan sesakkan dada
seakan menjelma mantra sihir
entah datang dari mana
kerikil pun mendera telapak kaki
bagai segumpal aksara luka

aku mulai kehilangan makna
wajahmu samar, seperti lukisan abstrak
semua rindu berganti rupa, sunyi
jari-jari tanganku serupa tarian delusi
apakah sajak telah menisbatkan kemurkaan

hari ini, sisa-sisa musim
menyampul waktu dari lorong kesunyian
asap-asapnya menggaris aksara
mengalir, lenyap di hujan legam
parasnya, tembok-tembok pengap
tidak ada lagi lisan mampu kuucapkan
nalar menjelma sketsa angan tak berwujud
kerinduan menggumpal, tersekat di pangkuan cemas
sajakku terkulai, berulang kali kubaca:

— engkau adalah akhir dari awal ceritaku, dan aku adalah penggalan duka, saat engkau menyudahi rindu —

Malang, 2024

  • BACA puisi-puisi lainnya
Puisi Raudal Tanjung Banua | Nyanyian Panjang Talang Sungai Parit

Puisi-puisi GM Sukawidana | Di Atas Meja Pelukis Made Budhiana
Puisi-puisi Fathurrozi Nuril Furqon | Kelahiran Joko Tole
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

PALESTIVAL 2024: Merayakan Budaya, Sebuah Bangsa, dan Tanahnya

Next Post

Di Hanoi, Vietnam, yang Tradisional yang Menjadi Andalan

Vito Prasetyo

Vito Prasetyo

Lahir di Makassar, Februari 1964. Kini tinggal di Kabupaten Malang. Pernah kuliah di IKIP Makassar.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Di Hanoi, Vietnam, yang Tradisional yang Menjadi Andalan

Di Hanoi, Vietnam, yang Tradisional yang Menjadi Andalan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co