23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warga dan TNI-Polri Gotong-Royong Membangun Jembatan untuk Arya dan Teman-temannya

Jaswanto by Jaswanto
September 28, 2024
in Khas
Warga dan TNI-Polri Gotong-Royong Membangun Jembatan untuk Arya dan Teman-temannya

Warga dan TN-Polri gotong-royong membangun jembatan | Foto: Dian

Di pinggir Sungai Saba, orang-orang sedang sibuk membangun jembatan. Tak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak. Tak hanya warga sipil, tapi juga TNI-Polri. Mereka semua bergotong-royong satu sama lain, tak terkecuali Komang Arya dan bapaknya. Melihat pemandangan tersebut, mengingatkan kita pada Ranta dan warga dalam novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan karya Pramoedya Ananta Toer.

Arya terlihat setia menemani ayahnya, Made Suardika. Ia merupakan siswa kelas V di SDN 5 Ringdikit, Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Buleleng. Sembari bermain dengan beberapa temannya, Arya sesekali melirik ayahnya. Ketika kedua mata mereka bertemu, keduanya saling melempar senyuman.

Sekadar informasi, jembatan yang dibangun di wilayah Sungai Saba itu sebagai alternatif jalan untuk menuju ke sekolah Arya dan teman-temannya. Ayahnya, Made Suardika, bekerja dengan penuh semangat. Ia tidak sendiri, sebagaimana telah disinggung di atas, ada beberapa orang tua lainnya serta anggota TNI-Polri yang turut bergotong royong, Jumat (27/9/2024) pagi itu.

Dalam hal ini, anggota TNI-Polri itu diterjunkan khusus oleh Kodim 1609/ Buleleng serta Polres Buleleng dalam rangka HUT TNI ke-79, memang. Seluruhnya bekerja bahu-membahu. Proses pembuatan jembatan ini merupakan upaya warga untuk memudahkan akses pendidikan bagi anak-anak di Desa Ularan, Desa Lokapaksa, dan Desa Ringdikit.

Sebelumnya, dengan swadaya dan inisiatif sendiri, beberapa bulan yang lalu warga dari tiga desa tersebut—yang anaknya sekolah di SDN 5 Ringdikit—sudah membangun jembatan ini dengan sumber daya seadanya. Mereka menggalang dana sana-sini, sampai menjual kupon manakan dan minuman. Semua itu hanya supaya anak-anak mereka berangkat sekolah dengan aman dan nyaman.

Ya, selama ini, Arya dan teman-temannya terpaksa menyeberang sungai setiap hari untuk menuju sekolah. Dengan sungai yang aliran airnya cukup deras dan jembatan gantung—yang dibangun pemerintah beberapa tahun silam—sudah rapuh, mereka harus rela melepas sepatu dan celana agar tidak basah saat menyeberang, apalagi saat musim hujan.

Biasanya, Arya dan teman-temannya pergi ke sekolah melalui jembatan gantung yang dibangun di bendungan Saba. Namun sejak lama, Arya sudah tidak lagi lewat di jembatan itu. Jembatan itu miring dan rapuh. Alas kayunya berlubang dan membahayakan. Meski masih bisa dilalui, tetapi Made Suardika khawatir jika anaknya mengalami sesuatu yang tidak diinginkan.

Komang Arya lantas memutuskan berangkat sekolah dengan menyeberangi sungai yang tepat berada di belakang rumahnya. Setiap berangkat sekolah, tak jarang Arya digendong Made Suardika menyeberangi sungai dengan lebar sekira 20-an meter itu. Sepatu dan celananya kadang dilepaskan dahulu saat menyeberang. Saat tiba di seberang barulah sepatu kembali digunakan.

“Dulu diantar sama bapak. Berangkat sekolah bersama teman-teman. Kalau sudah selesai menyeberang sungai, sepatunya dipakai di sekolah. Kadang digendong juga saat nyeberang sungai,” ungkap Arya sembari bermain bersama teman-temannya.

Made Suardika, ayah Arya, mengenang masa sulitnya saat sekolah di sekolah yang sama pada tahun 1984. Ia juga harus menyeberang sungai dan kadang bolos sekolah saat banjir. “Dulu kami sudah seperti ini. Kami ingin anak-anak kami tidak mengikuti jejak kami. Biar kami saja,” katanya.

Semangat warga untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak ini mendorong mereka berinisiatif membangun jembatan baru. Para orang tua pun sepakat untuk menggalang dana secara swadaya agar bisa membangun jembatan seadanya—seperti yang sudah disampaikan di atas.

Dengan dikoordinir Dewa Ketut Darmayasa, jembatan sederhana dari bambu akhirnya selesai. Namun hal itu masih jauh dari kata layak dan aman. Seiring waktu, jembatan itu juga mulai rapuh karena termakan air dan sinar matahari. Arya dan teman-temannya kembali melepas celana dan sepatu untuk menyeberangi sungai.

“Anak-anak kami hanya dapat menikmati fasilitas itu tidak lama, karena sudah rapuh lagi. Jadi kami terus meminta bantuan ke sana-ke mari agar bisa membuat jembatan lagi,” kata Ketut Darmayasa.

Upaya untuk meningkatkan akses pendidikan itu pun akhirnya menemui titik terang. Kini, Arya dan teman-temannya memiliki jembatan. Meski belum sepenuhnya usai, tapi jembatan itu sudah dapat dilintasi dengan nyaman dan, sekali lagi, aman. Arya tak lagi perlu menanggalkan celana dan sepatunya. Atau harus digendong menuju seberang sungai.

“Kalau sekarang kan belum kering. Mungkin dua hari lagi sudah bisa dilalui. Gak perlu lagi diantar bapak sambil lepas sepatu,” ujar Komang Arya kegirangan.

Tak dapat dimungkiri, pembangunan jembatan ini memang begitu heroik dan mengharukan. Bahkan Arya tidak dapat menyembunyikan raut kebahagiaannya. Ia dapat sekolah dengan nyaman dan beban ayahnya untuk membangun jembatan sedikit berkurang. Arya tak henti-henti bersorak. Sesekali ia melirik jembatan yang baru setengah jadi itu. “Sebentar lagi ini jadi,” bisiknya kepada diri sendiri.

Terlepas dari kegembiraan Arya, jembatan ini dibangun bukan hanya untuk siswa, tetapi juga akan memberikan manfaat bagi seluruh warga di tiga desa yang terhubung tersebut. Terutama aktivitas pertanian yang dilakukan di tiga desa itu.

“Kami merasa bersyukur atas bantuan ini. Tapi perjuangan kami belum selesai, kami masih butuh biaya tambahan pula untuk membuat jembatan ini. Karena ini masih belum ada pegangannya. Supaya anak-anak kami saat lewat lebih aman,” ungkap Dewa Ketut Darmayasa, salah satu orang tua siswa.

Dewa Darmayasa juga merasa sedikit lega. Meski belum rampung sepenuhnya, ia merasa jembatan yang kini dibangun cukup untuk memfasilitasi para siswa dan orang tua yang beraktivitas.

“Selama ini kami sama-sama menyeberang sungai. Tapi sekarang sudah bisa lewat. Kalau lewat jalan besar itu memakan waktu 1 jam dan jauh juga. Jadi ini adalah jalan alternatif dan cepat untuk menuju ke wilayah seberang,” ujarnya.

Jembatan yang dibangun TNI/POLRI bersama masyarakat menjadi harapan baru bagi warga di Dusun Rawa, Desa Ringdikit; Dusun Sari Mekar, Desa Lokapaksa; dan Dusun Kuwum, Desa Ularan. Tidak hanya jadi penunjang sarana pendidikan, tetapi juga penunjang aktivitas perekonomian masyarakat sekitar.

Rasa lega tidak saja ditunjukkan oleh para orang tua dan para siswa. Dandim 1609/Buleleng, Letkol Kav. Angga  Nurdyana juga merasakan hal serupa. Melihat wajah polos para siswa itu membuatnya tersentuh. Ia melihat pancaran mata yang begitu semangat untuk mengenyam pendidikan. Jembatan ini diharapkan menjadi jejak langkah keseharian mereka sepanjang menempuh pendidikan.

“Melihat wajah mereka saya terharu. Selama ini mereka terpaksa lewat sini karena jembatan gantung di bendungan itu sudah tidak layak. Jadi dengan jembatan ini mereka bisa menyeberang dengan aman tanpa harus basah-basahan lagi,” ujar Dandim Angga.[T]

Para Orang Tua Itu Membangun Jembatan Sendiri Supaya Anak-Anak Mereka Bisa ke Sekolah
Tags: Desa LokapaksaDesa RingdikitDesa UlaranKecamatan Sawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tertawa Bersama Phone Call Man Woman

Next Post

Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi

Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co