25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tanaman Obat Sekolah (TOS): Usaha Mendekatkan Usadha Kuno kepada Generasi Masa Kini

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
September 4, 2024
in Esai
Tanaman Obat Sekolah (TOS): Usaha Mendekatkan Usadha Kuno kepada Generasi Masa Kini
  • Artikel ini adalah hasil dari seminar “Khazanah Rempah dalam Lontar”, program khusus Singaraja Literary Festival 2024, yang didukung Direktorat PPK (Pengembangan & Pemanfaatan Kebudayaan), Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, 23-25 Agustus 2024.

INDONESIA adalah negara yang kaya budaya, adat, bahasa, dan hasil bumi yang melimpah. Mengutip pemaparan Putu Eka Guna Yasa, salah seorang narasumber dalam diskusi “Khazanah Rempah dalam Lontar” pada Singaraja Literary Festival 2024, “burung merak indah karena bulunya, dari bulunya ia disanjung seluruh dunia namun karena bulunya juga, burung merak diburu.

Macan disanjung dunia karena belangnya, namun macan juga banyak diburu dan mati karena belangnya. Begitu juga Indonesia yang kaya akan rempah, karena rempah kita disanjung, tapi karena rempah pula, kita dijajah dan dijarah. Penjajah datang karena ada yang mereka inginkan, terbukti banyak hasil bumi asli Nusantara mereka jarah habis-habisan, salah satunya adalah rempah.”

Dalam diskusi tersebut, dibahas tuntas tentang jalur penyebaran rempah dalam perdagangan dunia. Mulai dari rempah sebagai pewangi (ganda) tubuh, kamar, dan fungsinya dalam keharmonisan rumah tangga; rempah sebagai bumbu makanan (boga) yang telah dilakukan secara turun-temurun; sampai rempah sebagai obat/kesehatan (usadha) sebagaimana tertulis dalam naskah-naskah kuno (lontar).

Bicara tentang rempah memang sangat menarik. Rempah tertuang dalam berbagai lontar kuno, baik terkait dengan ganda (wewangian/parfum), boga (masakan), dan usadha (pengobatan). Tertulis lengkap, namun semakin jarang diterapkan karena berbagai faktor, perkembangan zaman salah satunya.

Generasi masa kini sudah mulai melupakan manfaat dari rempah, bahkan menyebutkan namanya pun mereka kesulitan, apalagi membudidayakannya. Generasi yang dimanjakan dengan berbagai kemudahan dan perkembangan teknologi ini semakin menjauh dan memutus akar dari sebuah ajaran yang adiluhung yang ditulis oleh pendahulu kita. Sehingga banyak terjadi pergeseran yang lama-kelamaan mulai menghilang.

Terkait budidaya rempah, tiap sekolah telah melakukannya, termasuk SMPN 3 Sukasada. TOS (Tanaman Obat Sekolah) adalah salah satu gerakan untuk tetap menjaga kekayaan rempah di Indonesia. Siswa diajarkan untuk menanam dan merawat tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk obat (usadha), seperti kunyit, jahe, temu, lengkuas, dan berbagai tanaman yang berguna sebagai obat, baik memanfaatkan umbi, bunga, daun, getah dan lainnya.

Siswa dikenalkan pada manfaat yang bisa diambil dari tanaman yang nantinya bisa membuat siswa memilki rasa untuk mencintai tanaman dan mampu merawat keberadaannya. Kalau di rumah tangga ada gerakan TOGA (Tanaman Obat Rumah Tangga) yang entah masih berjalan atau tidak, dilingkup sekolah ada TOS (Tanaman Obat Sekolah), sebagai gerakan menjaga kekayaan leluhur dalam memanfaatkan tanaman sebagai obat (Usada) yang tentunya mudah di dapat dan dibudidayakan.

Memanfaatkan lahan sempit dengan media pot dan polybag, tanaman obat dengan berbagai macam di tanam. Dibentuk sebuah organisasi bernama KKR (Kader Kesehatan Remaja), mereka yang memiliki rasa peduli terhadap kesehatan, bersama guru pembina, merawat dan memanfaatkan tanaman yang ditanam tersebut.

Sebagai sumber informasi tanaman dan fungsinya dalam kesehatan tubuh, terpampang koleksi tanaman yang berisi manfaat yang bisa diambil dari masing-masing tanaman tersebut, sehingga siswa menjadi tahu dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, pemanfaatannya memang masih sangat rendah. Siswa yang mengalami luka, misalnya, cenderung enggan memanfaatkan kunyit sebagai antiseptik karena berbagai alasan dan memilih obat merah kemasan. Dan alasan mereka adalah kuno.

Ya, memang benar, kunyit telah tertuang dalam berbagai lontar kuno, berbagai naskah kuno sebagai antiseptik alami, dan penelitian membenarkan itu. Namun konteks kuno dari jawaban siswa bukan karena mereka tahu itu tertuang di naskah-naskah kuno, tapi lebih tepatnya mencemooh kita yang masih menyarankan pengobatan kuno di era yang modern ini. Mereka menolak memanfaatkan rempah dengan alasan zaman.

TOS bisa menjadi sarana mempertahankan keberadaan rempah dilingkup sekolah, merubah stigma siswa sebagai generasi yang serba modern saat ini, untuk mengenal dan tetap memanfaatkan rempah sebagai obat, wangi-wangian, dan bumbu dalam masakan.

Namun, TOS bukan hanya tentang rempah, pula ruang lingkupnya lebih luas, karena lebih mengedepankan pemanfaatan tanaman yang berguna sebagai obat. Seperti pemanfaatan tanaman lidah mertua sebagai tanaman pembersih udara di dalam kelas, ekstraksi bunga teleng sebagai penghilang stres, dan lain sebagainya yang tentunya bukan termasuk ke dalam bagian rempah yang kita kenal.

Dalam koleksi TOS juga banyak terdapat berbagai golongan rempah, yang tentunya sebagian besar dalam golongan umbi-umbian. Karena mempertimbangkan ukuran tanaman yang tidak terlalu besar, mudah perawatannya, dan berbagai pertimbangan lainnya, termasuk lahan sekolah yang dimanfaatkan.

Pengenalan rempah yang berkaitan dengan ganda, boga dan usadha dilingkup sekolah memang tidak terlalu signifikan. Saat ini di SMPN 3 Sukasada hanya bisa menyentuh usadha walau masih dalam skala kecil dan masih mengalami cukup banyak rintangan.

Rintangan tidak membuat pihak sekolah menyerah. Salah satu gerakan yang tetap dilakukan adalah siswa diajak untuk mengonsumsi tanaman-tanaman untuk kesehatan tubuh, seperti panen bunga teleng yang dibuat teh dan diminum bersama. Juga menempatkan tanaman lidah mertua di setiap kelas sebagai penyaring udara kotor dan gerakan-gerakan kecil lainnya.

Memang dampaknya pada tubuh tidak serta merta langsung dirasakan, namun gerakan seperti ini harus dilakukan terus menerus, agar terpatri dengan baik pada siswa, bahwa rempah dan tanaman obat lainnya memiliki manfaat yang luar biasa pada tubuh kita. Dan terus bersama membudidayakan keberadaan kekayaan rempah dan tanaman obat kita serta memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mengenal, mereka tahu cara memanfaatkannya, dengan memanfaatkan mereka peduli akan keberadaannya dan merasakan pengaruhnya pada tubuh. Dan harapannya, dari lingkungan sekolah bisa berdampak hingga ke lingkungan masyarakat dengan perantara siswa yang sadar akan manfaat rempah yang begitu kaya.

Dan ke depan, dengan bekal diskusi “Khazanah Rempah dalam Lontar” ini, bukan hanya pengetahuan tentang usadha saja yang dapat menyentuk siswa SMPN 3 Singaraja, namun juga ganda dan boga.[T]

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Rempah-Rempah dalam Perdagangan dan Kebudayaan Bali Utara
Tentang Petani Cengkeh, Berkah dan Masalah,  serta Surga dan Neraka
Sumbangsih Rempah-Rempah dalam Mengaya Metafora Bahasa Bali
Rempah Paling Cong!
Menebak Aroma Sihir Janda Jirah
Tags: jalur rempahrempahseri rempahSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ritus Tari Seblang Bakungan dan Imaji Kontemporer Masyarakat Pedesaan di Masa Lalu

Next Post

Digitalisasi Pariwisata: Tantangan dan Keniscayaan

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Digitalisasi Pariwisata: Tantangan dan Keniscayaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co