24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rempah-Rempah dalam Perdagangan dan Kebudayaan Bali Utara

Dian Suryantini by Dian Suryantini
September 4, 2024
in Esai
Rempah-Rempah dalam Perdagangan dan Kebudayaan Bali Utara
  • Artikel ini adalah hasil dari seminar “Khazanah Rempah dalam Lontar”, program khusus Singaraja Literary Festival 2024, yang didukung Direktorat PPK (Pengembangan & Pemanfaatan Kebudayaan), Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, 23-25 Agustus 2024.

SEJAK zaman dahulu, perairan, khususnya pantai, telah menjadi jalur perdagangan penting yang menghubungkan berbagai wilayah, baik dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu komoditas utama yang diperdagangkan melalui jalur laut ini adalah rempah-rempah, yang menjadi daya tarik utama bagi pedagang dari berbagai belahan dunia. Di Bali Utara, khususnya di Kabupaten Buleleng, jalur perdagangan ini telah memainkan peran penting dalam sejarah kawasan tersebut.

Pantai Bali Utara, dengan pelabuhan-pelabuhannya yang strategis, menjadi saksi bisu aktivitas perdagangan yang berlangsung selama berabad-abad. Beberapa pelabuhan seperti Pelabuhan Julah, Pantai Sembiran, dan Pacung dikenal sebagai tempat penting dalam transaksi jual beli dan bongkar muat barang pada masa lalu. Banyak benda peninggalan sejarah yang ditemukan di dasar perairan ini, yang diduga berasal dari aktivitas perdagangan pada masa lampau. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa Bali Utara memiliki peran yang sangat strategis dalam jaringan perdagangan internasional, terutama dalam perdagangan rempah-rempah.

Dalam literatur kuno, seperti buku Suma Oriental yang ditulis oleh Tome Pires, Bali disebut sebagai salah satu pusat perdagangan yang penting dalam jaringan perdagangan Asia daratan dan India pada awal abad Masehi. Rempah-rempah seperti cengkih, kayu manis, dan kayu cendana dari Indonesia Timur telah dikenal dalam literatur India seperti Ramayana dan Jataka, serta oleh penulis Romawi dan Yunani. Perdagangan rempah-rempah ini tidak hanya berkontribusi pada perekonomian, tetapi juga pada perkembangan budaya dan peradaban di Bali dan Indonesia secara keseluruhan.

Banyak gerabah India dengan corak rolet ditemukan di situs-situs seperti Sembiran, Julah, dan Pacung. Selain itu, lempengan daun emas penutup mata juga ditemukan di situs Gilimanuk. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa Bali Utara memiliki hubungan perdagangan yang erat dengan India dan Cina, bahkan hingga daerah Mediterania dan Mesir.

Di situs Sembiran, misalnya, ditemukan gerabah dari Dinasti Han, sementara di situs Pangkungparuk ditemukan dua keping cermin perunggu. Ini menunjukkan bahwa Bali Utara tidak hanya menjadi jalur perdagangan, tetapi juga tempat pertukaran budaya dan teknologi.

Rempah-rempah memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam praktik budaya dan spiritual. Dalam naskah kuno seperti lontar Rukmini Tattwa serta Indrani Sastra.

Dalam Indrani Sastra, rempah-rempah disebutkan sebagai bahan utama dalam perawatan tubuh, terutama untuk perawatan rambut. Sementara dalam lontar Rukmini Tattwa rempah-rempah digunakan dalam perawatan di bidang seksualitas baik pria maupun wanita.

Saat ini salah satu jenis rempah yang masih digunakan sebagai perawatan rambut adalah kemiri. Dalam sejarah pertanian di Bali, Buleleng dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kemiri terbesar, bersama dengan Gianyar dan Karangasem.

Kemiri bukan hanya sekadar rempah yang menambah cita rasa masakan, tetapi juga memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Bali, baik dari segi kuliner, kesehatan, kecantikan, hingga spiritualitas.

Dengan tekstur berminyak dan rasa lembutnya, kemiri telah menjadi bagian tak terpisahkan dari masakan tradisional Bali, khususnya dalam Base Genep, campuran bumbu lengkap yang menjadi dasar dari hampir semua hidangan tradisional Bali.

Dalam dunia kesehatan dan kecantikan, minyak kemiri telah lama dikenal sebagai bahan alami yang kaya manfaat, terutama dalam perawatan rambut. Kandungan nutrisi yang tinggi dalam minyak kemiri membuatnya mampu menghitamkan dan menyuburkan rambut, sehingga rambut tampak lebih tebal dan berkilau.

Penggunaan minyak kemiri ini telah menjadi bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat Bali, baik oleh perempuan maupun laki-laki. Tradisi ini menunjukkan betapa pentingnya kemiri dalam menjaga penampilan dan kesehatan tubuh, sejalan dengan nilai-nilai budaya Bali yang menghargai keindahan alamiah.

Selain itu, kemiri juga memiliki peran penting dalam dunia literasi tradisional Bali. Dalam proses penulisan di atas daun lontar, kemiri digunakan sebagai penghitam tulisan. Kemiri yang dibakar mampu menghasilkan warna yang pekat, sehingga tulisan di atas lontar menjadi lebih jelas dan tahan lama.

Tulisan lontar yang diolesi kemiri bakar ini bisa bertahan hingga ratusan tahun, menjadi saksi bisu dari perjalanan sejarah dan kebudayaan Bali. Penggunaan kemiri dalam literasi tradisional ini memperkuat posisinya sebagai simbol keberlanjutan tradisi dan warisan budaya.

Kemiri juga memiliki nilai sakral dalam kebudayaan Bali, terbukti dari berbagai prasasti kuno yang menyebutkan kemiri sebagai salah satu pohon keramat. Salah satu prasasti yang mengungkapkan hal ini adalah Prasasti Baturan, yang berangka tahun 941 Saka.

Pohon kemiri dianggap sebagai pohon yang memiliki roh pelindung yang harus dihormati. Penebangan pohon ini tanpa izin dianggap sebagai pelanggaran besar yang bisa berakibat pada hukuman berat. Larangan ini bukan hanya soal menjaga kelestarian alam, tetapi juga mencerminkan keyakinan spiritual masyarakat Bali pada masa itu. Kemiri dianggap memiliki kekuatan mistis yang dapat melindungi desa dan penduduknya dari bencana.

Selain dalam konteks spiritual, kemiri juga memiliki peran penting dalam dunia perdagangan rempah-rempah di masa lampau. Jalur perdagangan rempah di pantai utara Bali menjadi jalur yang sering dilewati para pedagang dari berbagai wilayah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa pelabuhan di pantai utara Bali, seperti pelabuhan Julah, menjadi saksi aktivitas jual-beli dan bongkar muat barang pada masa lampau. Temuan gerabah dari India dan Cina di situs Sembiran, Julah, dan Pacung menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara Bali dengan India dan Cina melalui jalur perdagangan rempah-rempah.

Rempah-rempah, termasuk kemiri, tidak hanya memiliki nilai ekonomis, tetapi juga simbolik. Dalam catatan-catatan kuno di Jazirah Arab, Romawi, Yunani, India, Mesopotamia, Tiongkok hingga Mesir, rempah-rempah diyakini sebagai obat penyembuh dan digunakan dalam praktek seksualitas serta memiliki sisi mistik. Rempah-rempah dianggap sebagai buah dari surga yang memiliki keajaiban dan energi yang tidak terbayangkan.

Dalam buku “Sejarah Rempah: Dari Erotisme Sampai Imperialisme” karya Jack Turner, rempah-rempah disebutkan sebagai bahan alami yang digunakan untuk meningkatkan gairah, vitalitas, dan menarik perhatian lawan jenis. Pada zaman dahulu, rempah-rempah bahkan setara dengan emas karena khasiatnya yang luar biasa.

Selain itu, rempah-rempah juga digunakan dalam praktik tradisional seperti ratus vagina, yang dilakukan untuk merawat area intim wanita. Ratus vagina adalah perawatan tradisional yang dilakukan dengan pengasapan organ intim menggunakan campuran rempah-rempah seperti kunyit, daun sirih, buah pinang, dan cendana. Perawatan ini dipercaya dapat membersihkan, mengharumkan, dan menjaga kesehatan area intim wanita, sekaligus meningkatkan kepuasan seksual bagi pasangan yang sudah menikah. Penggunaan rempah-rempah dalam praktik ini menunjukkan bahwa rempah-rempah tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi.

Jack Turner menyoroti bahwa rempah-rempah memiliki sisi lain selain sebagai obat penyembuh. Rempah-rempah juga digunakan sebagai bahan alami dalam praktik seksualitas dan dianggap memiliki sisi mistik yang kuat, sehingga dijuluki sebagai “buah dari surga.” Khasiat rempah-rempah dalam meningkatkan gairah, vitalitas, dan merawat area vital perempuan dan laki-laki membuatnya sangat dihargai dan setara dengan emas pada masa lalu.[T]

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Tentang Petani Cengkeh, Berkah dan Masalah,  serta Surga dan Neraka
Sumbangsih Rempah-Rempah dalam Mengaya Metafora Bahasa Bali
Rempah Paling Queer: Sebuah Pertanyaan yang Masih Menggantung
Menebak Aroma Sihir Janda Jirah
Tags: jalur rempahrempahseri rempahSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tentang Petani Cengkeh, Berkah dan Masalah,  serta Surga dan Neraka

Next Post

Ritus Tari Seblang Bakungan dan Imaji Kontemporer Masyarakat Pedesaan di Masa Lalu

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Ritus Tari Seblang Bakungan dan Imaji Kontemporer Masyarakat Pedesaan di Masa Lalu

Ritus Tari Seblang Bakungan dan Imaji Kontemporer Masyarakat Pedesaan di Masa Lalu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co