6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tanaman Obat Sekolah (TOS): Usaha Mendekatkan Usadha Kuno kepada Generasi Masa Kini

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
September 4, 2024
in Esai
Tanaman Obat Sekolah (TOS): Usaha Mendekatkan Usadha Kuno kepada Generasi Masa Kini
  • Artikel ini adalah hasil dari seminar “Khazanah Rempah dalam Lontar”, program khusus Singaraja Literary Festival 2024, yang didukung Direktorat PPK (Pengembangan & Pemanfaatan Kebudayaan), Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, 23-25 Agustus 2024.

INDONESIA adalah negara yang kaya budaya, adat, bahasa, dan hasil bumi yang melimpah. Mengutip pemaparan Putu Eka Guna Yasa, salah seorang narasumber dalam diskusi “Khazanah Rempah dalam Lontar” pada Singaraja Literary Festival 2024, “burung merak indah karena bulunya, dari bulunya ia disanjung seluruh dunia namun karena bulunya juga, burung merak diburu.

Macan disanjung dunia karena belangnya, namun macan juga banyak diburu dan mati karena belangnya. Begitu juga Indonesia yang kaya akan rempah, karena rempah kita disanjung, tapi karena rempah pula, kita dijajah dan dijarah. Penjajah datang karena ada yang mereka inginkan, terbukti banyak hasil bumi asli Nusantara mereka jarah habis-habisan, salah satunya adalah rempah.”

Dalam diskusi tersebut, dibahas tuntas tentang jalur penyebaran rempah dalam perdagangan dunia. Mulai dari rempah sebagai pewangi (ganda) tubuh, kamar, dan fungsinya dalam keharmonisan rumah tangga; rempah sebagai bumbu makanan (boga) yang telah dilakukan secara turun-temurun; sampai rempah sebagai obat/kesehatan (usadha) sebagaimana tertulis dalam naskah-naskah kuno (lontar).

Bicara tentang rempah memang sangat menarik. Rempah tertuang dalam berbagai lontar kuno, baik terkait dengan ganda (wewangian/parfum), boga (masakan), dan usadha (pengobatan). Tertulis lengkap, namun semakin jarang diterapkan karena berbagai faktor, perkembangan zaman salah satunya.

Generasi masa kini sudah mulai melupakan manfaat dari rempah, bahkan menyebutkan namanya pun mereka kesulitan, apalagi membudidayakannya. Generasi yang dimanjakan dengan berbagai kemudahan dan perkembangan teknologi ini semakin menjauh dan memutus akar dari sebuah ajaran yang adiluhung yang ditulis oleh pendahulu kita. Sehingga banyak terjadi pergeseran yang lama-kelamaan mulai menghilang.

Terkait budidaya rempah, tiap sekolah telah melakukannya, termasuk SMPN 3 Sukasada. TOS (Tanaman Obat Sekolah) adalah salah satu gerakan untuk tetap menjaga kekayaan rempah di Indonesia. Siswa diajarkan untuk menanam dan merawat tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk obat (usadha), seperti kunyit, jahe, temu, lengkuas, dan berbagai tanaman yang berguna sebagai obat, baik memanfaatkan umbi, bunga, daun, getah dan lainnya.

Siswa dikenalkan pada manfaat yang bisa diambil dari tanaman yang nantinya bisa membuat siswa memilki rasa untuk mencintai tanaman dan mampu merawat keberadaannya. Kalau di rumah tangga ada gerakan TOGA (Tanaman Obat Rumah Tangga) yang entah masih berjalan atau tidak, dilingkup sekolah ada TOS (Tanaman Obat Sekolah), sebagai gerakan menjaga kekayaan leluhur dalam memanfaatkan tanaman sebagai obat (Usada) yang tentunya mudah di dapat dan dibudidayakan.

Memanfaatkan lahan sempit dengan media pot dan polybag, tanaman obat dengan berbagai macam di tanam. Dibentuk sebuah organisasi bernama KKR (Kader Kesehatan Remaja), mereka yang memiliki rasa peduli terhadap kesehatan, bersama guru pembina, merawat dan memanfaatkan tanaman yang ditanam tersebut.

Sebagai sumber informasi tanaman dan fungsinya dalam kesehatan tubuh, terpampang koleksi tanaman yang berisi manfaat yang bisa diambil dari masing-masing tanaman tersebut, sehingga siswa menjadi tahu dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, pemanfaatannya memang masih sangat rendah. Siswa yang mengalami luka, misalnya, cenderung enggan memanfaatkan kunyit sebagai antiseptik karena berbagai alasan dan memilih obat merah kemasan. Dan alasan mereka adalah kuno.

Ya, memang benar, kunyit telah tertuang dalam berbagai lontar kuno, berbagai naskah kuno sebagai antiseptik alami, dan penelitian membenarkan itu. Namun konteks kuno dari jawaban siswa bukan karena mereka tahu itu tertuang di naskah-naskah kuno, tapi lebih tepatnya mencemooh kita yang masih menyarankan pengobatan kuno di era yang modern ini. Mereka menolak memanfaatkan rempah dengan alasan zaman.

TOS bisa menjadi sarana mempertahankan keberadaan rempah dilingkup sekolah, merubah stigma siswa sebagai generasi yang serba modern saat ini, untuk mengenal dan tetap memanfaatkan rempah sebagai obat, wangi-wangian, dan bumbu dalam masakan.

Namun, TOS bukan hanya tentang rempah, pula ruang lingkupnya lebih luas, karena lebih mengedepankan pemanfaatan tanaman yang berguna sebagai obat. Seperti pemanfaatan tanaman lidah mertua sebagai tanaman pembersih udara di dalam kelas, ekstraksi bunga teleng sebagai penghilang stres, dan lain sebagainya yang tentunya bukan termasuk ke dalam bagian rempah yang kita kenal.

Dalam koleksi TOS juga banyak terdapat berbagai golongan rempah, yang tentunya sebagian besar dalam golongan umbi-umbian. Karena mempertimbangkan ukuran tanaman yang tidak terlalu besar, mudah perawatannya, dan berbagai pertimbangan lainnya, termasuk lahan sekolah yang dimanfaatkan.

Pengenalan rempah yang berkaitan dengan ganda, boga dan usadha dilingkup sekolah memang tidak terlalu signifikan. Saat ini di SMPN 3 Sukasada hanya bisa menyentuh usadha walau masih dalam skala kecil dan masih mengalami cukup banyak rintangan.

Rintangan tidak membuat pihak sekolah menyerah. Salah satu gerakan yang tetap dilakukan adalah siswa diajak untuk mengonsumsi tanaman-tanaman untuk kesehatan tubuh, seperti panen bunga teleng yang dibuat teh dan diminum bersama. Juga menempatkan tanaman lidah mertua di setiap kelas sebagai penyaring udara kotor dan gerakan-gerakan kecil lainnya.

Memang dampaknya pada tubuh tidak serta merta langsung dirasakan, namun gerakan seperti ini harus dilakukan terus menerus, agar terpatri dengan baik pada siswa, bahwa rempah dan tanaman obat lainnya memiliki manfaat yang luar biasa pada tubuh kita. Dan terus bersama membudidayakan keberadaan kekayaan rempah dan tanaman obat kita serta memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mengenal, mereka tahu cara memanfaatkannya, dengan memanfaatkan mereka peduli akan keberadaannya dan merasakan pengaruhnya pada tubuh. Dan harapannya, dari lingkungan sekolah bisa berdampak hingga ke lingkungan masyarakat dengan perantara siswa yang sadar akan manfaat rempah yang begitu kaya.

Dan ke depan, dengan bekal diskusi “Khazanah Rempah dalam Lontar” ini, bukan hanya pengetahuan tentang usadha saja yang dapat menyentuk siswa SMPN 3 Singaraja, namun juga ganda dan boga.[T]

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Rempah-Rempah dalam Perdagangan dan Kebudayaan Bali Utara
Tentang Petani Cengkeh, Berkah dan Masalah,  serta Surga dan Neraka
Sumbangsih Rempah-Rempah dalam Mengaya Metafora Bahasa Bali
Rempah Paling Cong!
Menebak Aroma Sihir Janda Jirah
Tags: jalur rempahrempahseri rempahSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ritus Tari Seblang Bakungan dan Imaji Kontemporer Masyarakat Pedesaan di Masa Lalu

Next Post

Digitalisasi Pariwisata: Tantangan dan Keniscayaan

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Digitalisasi Pariwisata: Tantangan dan Keniscayaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co