4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tanaman Obat Sekolah (TOS): Usaha Mendekatkan Usadha Kuno kepada Generasi Masa Kini

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
September 4, 2024
in Esai
Tanaman Obat Sekolah (TOS): Usaha Mendekatkan Usadha Kuno kepada Generasi Masa Kini
  • Artikel ini adalah hasil dari seminar “Khazanah Rempah dalam Lontar”, program khusus Singaraja Literary Festival 2024, yang didukung Direktorat PPK (Pengembangan & Pemanfaatan Kebudayaan), Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, 23-25 Agustus 2024.

INDONESIA adalah negara yang kaya budaya, adat, bahasa, dan hasil bumi yang melimpah. Mengutip pemaparan Putu Eka Guna Yasa, salah seorang narasumber dalam diskusi “Khazanah Rempah dalam Lontar” pada Singaraja Literary Festival 2024, “burung merak indah karena bulunya, dari bulunya ia disanjung seluruh dunia namun karena bulunya juga, burung merak diburu.

Macan disanjung dunia karena belangnya, namun macan juga banyak diburu dan mati karena belangnya. Begitu juga Indonesia yang kaya akan rempah, karena rempah kita disanjung, tapi karena rempah pula, kita dijajah dan dijarah. Penjajah datang karena ada yang mereka inginkan, terbukti banyak hasil bumi asli Nusantara mereka jarah habis-habisan, salah satunya adalah rempah.”

Dalam diskusi tersebut, dibahas tuntas tentang jalur penyebaran rempah dalam perdagangan dunia. Mulai dari rempah sebagai pewangi (ganda) tubuh, kamar, dan fungsinya dalam keharmonisan rumah tangga; rempah sebagai bumbu makanan (boga) yang telah dilakukan secara turun-temurun; sampai rempah sebagai obat/kesehatan (usadha) sebagaimana tertulis dalam naskah-naskah kuno (lontar).

Bicara tentang rempah memang sangat menarik. Rempah tertuang dalam berbagai lontar kuno, baik terkait dengan ganda (wewangian/parfum), boga (masakan), dan usadha (pengobatan). Tertulis lengkap, namun semakin jarang diterapkan karena berbagai faktor, perkembangan zaman salah satunya.

Generasi masa kini sudah mulai melupakan manfaat dari rempah, bahkan menyebutkan namanya pun mereka kesulitan, apalagi membudidayakannya. Generasi yang dimanjakan dengan berbagai kemudahan dan perkembangan teknologi ini semakin menjauh dan memutus akar dari sebuah ajaran yang adiluhung yang ditulis oleh pendahulu kita. Sehingga banyak terjadi pergeseran yang lama-kelamaan mulai menghilang.

Terkait budidaya rempah, tiap sekolah telah melakukannya, termasuk SMPN 3 Sukasada. TOS (Tanaman Obat Sekolah) adalah salah satu gerakan untuk tetap menjaga kekayaan rempah di Indonesia. Siswa diajarkan untuk menanam dan merawat tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk obat (usadha), seperti kunyit, jahe, temu, lengkuas, dan berbagai tanaman yang berguna sebagai obat, baik memanfaatkan umbi, bunga, daun, getah dan lainnya.

Siswa dikenalkan pada manfaat yang bisa diambil dari tanaman yang nantinya bisa membuat siswa memilki rasa untuk mencintai tanaman dan mampu merawat keberadaannya. Kalau di rumah tangga ada gerakan TOGA (Tanaman Obat Rumah Tangga) yang entah masih berjalan atau tidak, dilingkup sekolah ada TOS (Tanaman Obat Sekolah), sebagai gerakan menjaga kekayaan leluhur dalam memanfaatkan tanaman sebagai obat (Usada) yang tentunya mudah di dapat dan dibudidayakan.

Memanfaatkan lahan sempit dengan media pot dan polybag, tanaman obat dengan berbagai macam di tanam. Dibentuk sebuah organisasi bernama KKR (Kader Kesehatan Remaja), mereka yang memiliki rasa peduli terhadap kesehatan, bersama guru pembina, merawat dan memanfaatkan tanaman yang ditanam tersebut.

Sebagai sumber informasi tanaman dan fungsinya dalam kesehatan tubuh, terpampang koleksi tanaman yang berisi manfaat yang bisa diambil dari masing-masing tanaman tersebut, sehingga siswa menjadi tahu dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, pemanfaatannya memang masih sangat rendah. Siswa yang mengalami luka, misalnya, cenderung enggan memanfaatkan kunyit sebagai antiseptik karena berbagai alasan dan memilih obat merah kemasan. Dan alasan mereka adalah kuno.

Ya, memang benar, kunyit telah tertuang dalam berbagai lontar kuno, berbagai naskah kuno sebagai antiseptik alami, dan penelitian membenarkan itu. Namun konteks kuno dari jawaban siswa bukan karena mereka tahu itu tertuang di naskah-naskah kuno, tapi lebih tepatnya mencemooh kita yang masih menyarankan pengobatan kuno di era yang modern ini. Mereka menolak memanfaatkan rempah dengan alasan zaman.

TOS bisa menjadi sarana mempertahankan keberadaan rempah dilingkup sekolah, merubah stigma siswa sebagai generasi yang serba modern saat ini, untuk mengenal dan tetap memanfaatkan rempah sebagai obat, wangi-wangian, dan bumbu dalam masakan.

Namun, TOS bukan hanya tentang rempah, pula ruang lingkupnya lebih luas, karena lebih mengedepankan pemanfaatan tanaman yang berguna sebagai obat. Seperti pemanfaatan tanaman lidah mertua sebagai tanaman pembersih udara di dalam kelas, ekstraksi bunga teleng sebagai penghilang stres, dan lain sebagainya yang tentunya bukan termasuk ke dalam bagian rempah yang kita kenal.

Dalam koleksi TOS juga banyak terdapat berbagai golongan rempah, yang tentunya sebagian besar dalam golongan umbi-umbian. Karena mempertimbangkan ukuran tanaman yang tidak terlalu besar, mudah perawatannya, dan berbagai pertimbangan lainnya, termasuk lahan sekolah yang dimanfaatkan.

Pengenalan rempah yang berkaitan dengan ganda, boga dan usadha dilingkup sekolah memang tidak terlalu signifikan. Saat ini di SMPN 3 Sukasada hanya bisa menyentuh usadha walau masih dalam skala kecil dan masih mengalami cukup banyak rintangan.

Rintangan tidak membuat pihak sekolah menyerah. Salah satu gerakan yang tetap dilakukan adalah siswa diajak untuk mengonsumsi tanaman-tanaman untuk kesehatan tubuh, seperti panen bunga teleng yang dibuat teh dan diminum bersama. Juga menempatkan tanaman lidah mertua di setiap kelas sebagai penyaring udara kotor dan gerakan-gerakan kecil lainnya.

Memang dampaknya pada tubuh tidak serta merta langsung dirasakan, namun gerakan seperti ini harus dilakukan terus menerus, agar terpatri dengan baik pada siswa, bahwa rempah dan tanaman obat lainnya memiliki manfaat yang luar biasa pada tubuh kita. Dan terus bersama membudidayakan keberadaan kekayaan rempah dan tanaman obat kita serta memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mengenal, mereka tahu cara memanfaatkannya, dengan memanfaatkan mereka peduli akan keberadaannya dan merasakan pengaruhnya pada tubuh. Dan harapannya, dari lingkungan sekolah bisa berdampak hingga ke lingkungan masyarakat dengan perantara siswa yang sadar akan manfaat rempah yang begitu kaya.

Dan ke depan, dengan bekal diskusi “Khazanah Rempah dalam Lontar” ini, bukan hanya pengetahuan tentang usadha saja yang dapat menyentuk siswa SMPN 3 Singaraja, namun juga ganda dan boga.[T]

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Rempah-Rempah dalam Perdagangan dan Kebudayaan Bali Utara
Tentang Petani Cengkeh, Berkah dan Masalah,  serta Surga dan Neraka
Sumbangsih Rempah-Rempah dalam Mengaya Metafora Bahasa Bali
Rempah Paling Cong!
Menebak Aroma Sihir Janda Jirah
Tags: jalur rempahrempahseri rempahSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ritus Tari Seblang Bakungan dan Imaji Kontemporer Masyarakat Pedesaan di Masa Lalu

Next Post

Digitalisasi Pariwisata: Tantangan dan Keniscayaan

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
0
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

Read moreDetails

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

by Angga Wijaya
June 4, 2026
0
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

Read moreDetails

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Digitalisasi Pariwisata: Tantangan dan Keniscayaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co