24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Performance Art Pengider Bhuana di Intur 2024: 4 Arah, 4 Karakter, 4 Energi Melahirkan Harmoni

Rusdy Ulu by Rusdy Ulu
August 12, 2024
in Khas
Performance Art Pengider Bhuana di Intur 2024: 4 Arah, 4 Karakter, 4 Energi Melahirkan Harmoni

Performance Art Pengider Bhuana di Intur 2024: 4 Arah, 4 Karakter, 4 Energi Melahirkan Harmoni

EMPAT seniman Indonesia; Arahmaiani, Made Sidia, I Gede Made Surya Darma, dan Jero Penyarikan Duuran Batur (I.K. Eriadi Ariana), melakukan kolaborasi dalam performance art di Panggung Terbuka Arma Museum-Ubud, Minggu, 11 Agustus 2024.

Empat seniman itu mempertunjukkan konsep artistik Pengider Bhuana dengan mempertemukan sekaligus memadupadankan empat karakter, untuk mencapai empat arah mata angin. Empat energi dari empat seniman itu berkutat, saling belit, sehingga melahirkan harmoni.  

Arahmaiani dikenal sebagai perupa, juga aktivis lingkungan, sementara Surya Darma adalah pelukis, Made Sidi dikenal sebagai dalang, dan Eriadi adalah sastrawan yang mengetahui dengan betul-betul ulang-alik antara sastra, lingkungan dan alam semesta.

“Pertunjukan yang kami tampilkan adalah tentang kontemplasi, bagaimana kita harus sadar tentang situasi nyata yang kita hadapi sekarang,” kata Arahmaiani tentang performance art itu.

Ada banyak masalah yang harus kita hadapi, kata Arahmaiani. Jika tidak direnungkan dan diambil tindakan-tindakan serius, kehidupan dan alam akan berada dalam kehancuran.

“Dengan ide ini, saya ingin mengekspresikannya melalui seni saya, untuk membuat orang sadar tentang masalah ini. Berbagi pengalaman dan rasa bagaimana membangun masa depan,” ujar Arahmaiani.

Performance Art Pengider Bhuana | Foto: Dok. Surya

Made Sidia menyebutkan bahwa empat penjuru mata angin ini juga berkaitan dengan Catur Sanak (Anggapati, Mrajapati Banaspati, Banaspati Raja) yang mewakili alam mikrokosmos.

Keseimbangan makrokosmos dan mikrokosmos ini memunculkan percikan berwarna warni, corak, karakter. Kita dapat menyaksikan semua ini dalam pertunjukan yang dipenuhi dengan teriakan, melantunkan tembang. Tembang dan teriakan ini menggambarkan bagaimana semesta menciptakan manusia lewat semesta dan lingkungan. 

Di pertunjukannya, Made Sidia menggunakan Kayonan (wayang), yang merupakan simbol bumi. Di tengah kayonan terdapat adalah Siwa. Siwa adalah Mahadewa dan Maha guru.

“Siwa adalah kekuatan yang maha dahsyat yang menyelamatkan dunia. Disebut Sang Hyang Nilakanta karena beliau meminum racun. Yang akhirnya melambangkan kondisi Rwa Binedha, hitam putih, positif negatif. Racun dan Berkah.

Beraneka ragam, bercampur menjadi satu persatuan. Dalam performance art itu, Sidia melantunkan tembang asal mula dunia tercipta. “Intinya tutur itu adalah keseimbangan,” katanya.

Jika Made Sidia menggunakan Kayonan, I Gede Made Surya Darma menggunakan sirih dan kapur, serta memercikkan air sebagai media pertunjukannya.

“Saya menggunakan benda-benda ini untuk merepresentasikan budaya nginang, yaitu mengunyah daun sirih, lengkap dengan pamor, gambir, dan daun tembakau,” kata Surya Darma.

Biasanya para tetua jaman dulu melakukan kegiatan nginang sebagai pembuka rapat, tujuannya adalah untuk membersihkan mulut sehingga ucapan yang keluar adalah ucapan yang bersih dan baik. Dalam bahasa Bali, daun sirih disebut base, atau basuh yang artinya membersihkan.

“Memang daun sirih digunakan untuk membersihkan, tidak hanya membersihkan perkataan, tetapi juga membersihkan tubuh dari berbagai penyakit,” ujar Surya Darma.

Eriadi menggunakan lontar sebagai media pertunjukkan. Lontar adalah media sumber pengetahuan tertulis yang keberadaannya dapat mengantarkan pengetahuan dari jaman-ke jaman.

Empat seniman: Surya Darma, Eriadi, Sidia dan Arahmaiani | Foto: Dok. Surya

Arahmaiani dan Sidia

Sidia dan Surya Darma

Mega Festival Indonesia Bertutur 2024 diadakan pada 7-18 Agustus 2024 di Bali. Ini merupakan penyelenggaraan kedua, dimana pada tahun 2022 Indonesia Bertutur diadakan di Candi Borobudur.

Di Bali, Mega Festival Indonesia Bertutur dilaksanakan selama 12 hari di tiga lokasi, antara lain Batubulan, Ubud dan Nusa Dua. Tema yang diangkat adalah “Subak: Harmoni dengan Pencipta, Alam, dan Sesama.”

Melati Suryodarmo, Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2024 menyebutkan, “Kami mengadaptasi filosofi hidup orang bali, Tri Hita Karana.”

Menurut Melati, budaya bukan hanya sekedar seni, budaya adalah tentang daya hidup masyarakat, tentang kehidupan bersama, untuk mengembangkan masyarakat yang lebih baik. Budaya bertahan dari waktu ke waktu, dan perlu dipelihara dan lebih banyak perhatian.

Melati juga menerangkan bahwa salah satu tujuan penyelenggaraan Indonesia Bertutur adalah untuk membawa generasi muda lebih dekat dengan dengan sejarah, budaya, dan culture heritage menjadi kreasi baru.

Indonesia Bertutur 2024 menghadirkan sembilan program utama, dimana pada 7 Agustus 2024 diselenggarakan Maha Wasundari, Seremoni & Pertunjukan Pembukaan yang digelar di Lapangan Chandra Muka Batubulan, pada 8-18 Agustus diselenggarakan berbagai acara di 5 tempat di ubud (Neka Art Museum, Museum Puri Lukisan, ARMA Museum & Resort, Setia Darma House ofMask and Puppets, serta Tonyraka Art Loungge). Pada 14-18 Agustus 2024, Indonesia Bertutur diadakan di Pulau Peninsula, Nusa Dua.

“Di Ubud kami menampilkan seni dalam bentuk objek instalasi, performance art, experimental potography,” kata Melati. [T]

Reporter: Rusdy Ulu
Penulis: Rusdy Ulu
Editor: Adnyana Ole

Catatan Pentas “Maha Wasundari” Intur 2024: Perayaan dan Refleksi Keagungan Bumi
Di Balik Pura Samuan Tiga, Yang Tampak dan Tak Tampak | Dari Temu Seni Tari – Indonesia Bertutur
Malam Panjang Hidangan “Be Cundang” | Dari Temu Seni Tari – Indonesia Bertutur
Laboratorium Seni yang Organik dan Terbuka | Temu Seni Tari, Indonesia Bertutur – Bali
Tags: ArahmaianiIndonesia BertuturMade Sidiaseni pertunjukanUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gusti Ayu Ryana: Quarter Life Crisis Menjadi Penyakit Generasi Muda di Era Modern

Next Post

Pondok Baca Sebagai Pondok Sastra

Rusdy Ulu

Rusdy Ulu

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Pondok Baca Sebagai Pondok Sastra

Pondok Baca Sebagai Pondok Sastra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co