23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival Kebyar Kasih Pertiwi: Ajang Kolaborasi, Ekspresi, dan Apresiasi Kebudayaan

Jaswanto by Jaswanto
July 21, 2024
in Khas
Festival Kebyar Kasih Pertiwi: Ajang Kolaborasi, Ekspresi, dan Apresiasi Kebudayaan

Festival Kebyar Kasih Pertiwi di Taman Bung Karno, Sukasada, Buleleng, Bali | Foto: Sonhaji

SORE di kawasan Ruang Terbuka Hijau Taman Bung Karno, Singaraja, orang-orang mulai berdatangan. Beberapa bersama keluarga, pasangan, dan tak sedikit yang datang sendirian. Ini akhir pekan. Sudah saatnya berlibur sejenak, mengambil jeda, sebelum kembali kepada rutinitas sehari-hari.

Di sudut-sudut yang telah ditentukan, berdiri tenda-tenda yang menaungi barang-barang pameran. Ada gamelan berirama (GAMA) dalam bentuk digital, ragam tenun (RANUN), komik strip, dan UMKM binaan Disperindagkop Kabupaten Buleleng. Dan inilah Festival Kebyar Kasih Pertiwi yang diselenggarakan Balai Pelestarian Budaya (BPK) Wilayah XV Bali-NTB.

Festival yang memacak tema “Rajutan Harmoni Kebudayaan” itu dilaksanakan selama dua hari, dimulai dari Sabtu, 20 Juli—sekaligus seremoni pembukaan festival—sampai dengan Minggu, 21 Juli 2024. “Selama tiga bulan terakhir, tim panitia bekerja dengan penuh dedikasi dan semangat,” ujar I Gusti Agung Gede Artanegara, ketua panitia kegiatan tersebut, Sabtu (20/7/2024) malam.

Janger Kolok Santhi Desa Bengkala, Kubutambahan, Buleleng | Foto: Sonhaji

Pada hari pembukaan festival, sebelum dan sesudah acara serimonial, di bangku pentonton panggung utama Taman Bung Karno, seribuan pasang mata menyaksikan pertunjukan. Penampilan pertama datang dari Janger Kolok Santhi Desa Bengkala, Kubutambahan. Dilanjutkan dengan pertunjukan musik Ayu Laksmi yang memukau. Duo Perkusi yang enerjik. Dan ditutup dengan peragaan busana Fortuna Management.

“Kami menampilkan berbagai acara. Mulai dari pameran interaktif, gelar wicara, pertunjukan musik, pertunjukan seni rupa, gong kebyar mebarung, teater dan bondres,” terang lelaki yang akrab dipanggil Gung Arta itu.

Kebyar Kasih Pertiwi merupakan media atau ajang kolaborasi, ekspresi, dan apresiasi terhadap kebudayaan, khususnya yang ada di Kabupaten Buleleng. Pagelaran ini juga menjadi semacam jembatan komunikasi antara pemangku kebijakan, pelaku UMKM, seniman, dan penggiat budaya lainnya di Bali Utara. Sebab keterhubungan antarpihak ini sangat penting dalam ekosistem kesenian dan kebudayaan.

Pergelaran musik Ayu Laksmi | Foto: Sonhaji

“Kolaborasi dan keterlibatan dari berbagai pihak dalam pagelaran ini, menggambarkan bahwa upaya bersama untuk membangun sebuah ekosistem pemajuan kebudayaan telah terjalin dengan sangat baik. Sehingga memberikan harapan yang sangat positif terhadap warisan budaya yang ada di Kabupaten Buleleng terkait aspek pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatannya,” kata Abi Kusno, Kepala BPK Wilayah XV, dalam sambutannya pada malam pembukaan festival.

Adalah tugas kita semua, lanjutnya, untuk memastikan bahwa warisan budaya dan nilainya tetap hidup, berlanjut, dan relevan bagi generasi mendatang di tengah tantangan global yang terus berkembang. Cara membaca pikiran—atau dalam hal ini berfestival—dengan topangan kesadaran kolektif ini tentu saja mengandung heroisme tertentu.

“Apabila kita melihat Kabupaten Buleleng dengan Singaraja sebagai ibu kotanya, kita akan disajikan dengan sebuah wilayah dengan ekspresi budaya yang beragam,” ujarAbi Kusno.

Talkshow tentang kain tenun | Foto: Sonhaji

Benar. Orang Singaraja lahir dari “panci pelebur” bernama Buleleng dan hidup di dalam “mangkuk salad” bernama Bali. Mereka lahir dari adukan bermacam ras dan suku bangsa yang mendiami Buleleng pada abad-abad silam. Karena itu, salah satu ciri terpenting orang Singaraja—yang selama ini barangkali sering diabaikan—adalah keterbukaan pola pikirnya.

Singaraja merupakan kota yang memiliki sejarah panjang di Bali. Kota ini sudah menjadi pusat perniagaan sejak lebih dari 300 tahun yang lalu. Pada 1920-an, dari sini pula revolusi kesenian Bali bermula—dengan kebyar sebagai ikonnya. Tak hanya kesenian, tapi juga pers modern, sastra, dan pandangan mengenai negara-bangsa.

Di masa kemerdekaan Republik Indonesia, Singaraja menjadi Ibu Kota Kepulauan Sunda Kecil yang mencakup Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Dan sampai dengan tahun 1958, kota kelahiran ibu kandung Soekarno ini juga pernah menjadi Ibu Kota Provinsi Bali sebelum dipindahkan ke Kota Denpasar.

Ayu Laksmi | Foto: Sonhaji

Pada masa sebelum Denpasar sebagai “pusat”—dan Bali keranjingan pariwisata, segala elemen yang menunjang peradaban ada, hadir, dan dibangun di Singaraja. Ekosistem intelektual mulai terbangun. Namun, sejak Denpasar memenangkan “pertarungan”, sejak saat itu pula Singaraja seperti kehilangan “ruang” pengembangan intelektualisme dan elemen-elemen pendukungnya.

Kota ini secara drastis berubah menjadi seperti kerupuk di warung mie ayam: ada—dan mungkin penting bagi beberapa kalangan—tapi tidak terlalu dihiraukan. Atau sekadar kota yang hanya bisa meromantisasi kejayaan masa lalu (post power syndrome). Celakanya, hal itu terjadi selama bertahun-tahun—bahkan sampai hari ini.

“Singaraja kami pilih sebagai tempat festival karena, selain tidak ingin di Denpasar dan sekitarnya, saya melihat ekosistem kesenian di sini sudah terbangun. Ini sedikit membantu kerja-kerja kami,” Abi menerangkan alasan memilih Singaraja sebagai tempat kegiatan.

Penari dalam pementasan Duo Perkusi | Foto: Sonhaji

Ini satu hal yang menggembirakan. Sebab, biasanya, acara-acara seperti ini selalu terpusat di Bali Selatan—atau dengan kata lain Bali Selatan sentris. Padahal, kesenian dan kebudayaan Bali tentu saja tidak hanya berada di bawah atap orang Denpasar dan sekitarnya. Tapi juga di Tabanan, Karangasem, Jembrana, Bangli, dan Buleleng, untuk menyebut beberapa contoh.

Sampai di sini, Gung Arta berharap, di masa mendatang, Festival Kebyar Kasih Pertiwi akan terus berkembang, menjadi lebih besar dan lebih meriah, dan tetap menjadi wadah inspirasi dan kebersamaan bagi banyak orang.

Penonton yang antusias menyaksikan Festival Kebyar Kasih Pertiwi di Taman Bung Karno, Sukasada, Buleleng | Foto: Sonhaji

“Semoga Festival Kebyar Kasih Pertiwi ini meninggalkan kesan mendalam dan menjadi sumber inspirasi bagi kita semua. Mari kita terus bersama-sama merajut ragam harmoni kebudayaan kita dengan penuh cinta dan kebanggaan,” ujarnya.[T]

Reporter: Jaswanto
Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Festival The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya—Usaha Merawat Ingatan tentang sang Maestro
Minikino Film Week 2023 dan Hidupnya Ruang Kolaboratif di Singaraja
Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram: Bentuk Dukungan dan Pengakuan untuk Komponis Perempuan
Menengok Sisi-sisi Lain Manusia dalam Festival Film Kemanusiaan
Tags: Balai Pelestarian KebudayaanBPK Wilayah XV Bali-NTBFestival Kebyar Kasih Pertiwi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Analisis Strukturalisme Dinamik dalam Novel “Sentana Cucu Marep” Karya I Made Sugianto

Next Post

The Strength of Women – Inspiring Encounters in Indonesia

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
The Strength of Women – Inspiring Encounters in Indonesia

The Strength of Women - Inspiring Encounters in Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co