24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar

Ni Luh Ayoumee Andini by Ni Luh Ayoumee Andini
July 18, 2024
in Khas
Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar

rumah kuno di desa Batuan

SAAT Itu pagi cerah. Udara segar. Suasana begitu asri. Ini menjadi sebuah keberuntungan kami, mahasiswa pariwisata semester 2 yang saat itu berkunjung ke Rumah Tradisional Batuan, Gianyar.

Dari kampus kami, kampus Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, kami menggunakan bus pariwisata. Setelah menempuh 30 menit perjalanan, kami tiba di rumah tradisional Batuan.

Rumah tradisional itu berada di  Jalan Raya Negara No. 100, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Rumah tradisional Bali ini masih terjaga bentuknya. Tampak masih kuno namun  tetap dipertahankan sampai saat ini, sampai generasi ke-4 oleh keluarga Anak Agung Gede Bagus Raka atau biasa disebut oleh warganya dengan nama Gung Aji.

Anak Agung Gede Bagus Raka/ Gung Aji

Kami mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional sedang melaksanakan program field research, sebuah program yang dijalankan oleh mahasiswa S1. Kami memilih Rumah Batuan di Gianyar.

Rumah itu masih memiliki struktur rumah tradisional ini dengan tembok yang menggunakan tanah liat atau tanah popol. Atapnya terbuat dari alang-alang yang muda. Alang-alang itu dijemur sampai kering kemudian dianyam sedemikian mungkin untuk menjadi atap rumah. Tiang-tiang bangunan menggunakan bahan kayu.

Dapurnya yang kuno masih sangat terawat dengan baik. Tembok dapur itu terbuat dari tanah liat, ada ventilasi kecil sebagai lubang asap, untuk penambahan sirkulasi ..             Selain pintu masuk, ada juga beberapa tembok yang menggunakan anyaman bambu kering. Dari sela-sela anyaman itu angin bisa mengalir ke dalam ruangan sehingga membuat ruangan itu menjadi sejuk.

Untuk memasak, masih digunakan paon, tungku dengan bahan dasar tanah liat yang diberikan lubang sebagai tempat masuk kayu bakar.

Gambar Tungku untuk Memasak         

    

Gambar Penyimpanan kayu bakar       

      

Ventilasi dinding anyaman bambu

Bahan bakarnya tentu bukan menggunakan minyak atau gas, tetapi menggunakan kayu yang disebut saang atau bisa juga menggunakan sabut kelapa tua yang sebelumnya disimpan  di belakang dapur penyimpanan.

Untuk memasak nasi dengan dengan panci. Air minum disimpan bukan menggunakan galon tapi gentong air yang berisi centong sebagai alat mengambil air dalam gentong. Sebelum dikonsumsi air akan dimasak terlebih dahulu beberapa menit sebelum diminum untuk mendapatkan kualitas air terbaik.

Tempat rak piring terbuat dari kayu, serta tempat bumbu dapur di atas terlihat menggangtung.  Bumbu itu berada pada ngiu (anyaman bambu dibentuk bulat biasanya buat menapi beras). Ngiu itu digantung dengan tali. Ini benar-benar masih mencirikan sebagai dapur khas atau paon tradisional Bali.

Setiap pagi sehabis memasak nasi, patut untuk menghaturkan sesajen, atau  ngejot, berupa nasi putih dengan lauknya sebagai tanda bersyukur. Biasanya jika menghaturkan di tanah atau pertiwi akan dialasi batu kali sebagai tempat pemujaannya. Bangunan paon Bali itu pun dibangun mengikuti arah mata angin, yakni terletak di bagian selatan dari pekarangan.

Gambar batu kali tempat alas sesajen

Beranjak ke bagian bangunan sebagai tempat tidur atau kamar. Ada dua bangunan, yaitu Bale Daja dan Bale kangin (tempat rumah tinggal untuk tidur). Bale Daja dikhususkan untuk tempat tinggal orang yang tertua (paling tua) atau biasanya bangunan itu disebut Gedong Daja, sedangkan Bale Dauh atau Bale Loji diperuntukan sebagai tempat tidur anak maupun cucu.

Gambar Bale Dauh     

                       

Gambar Bale Daja

                                 

Gambar Bale Dangin

Dari segi struktur bangunannya masih sama menggunakan bahan dasar kayu dan tanah liat yangdiyakini masyarakat terdahulu untuk mendapatkan sensasi tidur yang adem atau tiis. Atap menggunakan daun  alang- alang dan penopang kayu serta bambu di setiap pintu masuk akan diberikan kain sastra putih yang berisikan tulisan aksara bali diapit oleh pis bolong (uang logam berlubang) sebagai penangkal hal buruk tidak dapat masuk.

Terdapat juga Bale Dangin, lokasi di timur laut digunakan sebagai tempat acara sakral seperti upacara ngaben, potong gigi (mesangih), upacara enam bulanan dan seterusnya.

Gambar Pelinggih Merajan Gede

          

Gambar Bale sidang harum meracik Tirta 

  

Pintu Masuk Merajan dengan Dua Patung

Terdapat pula bangunaan merajan yang lengkap tanpa embel- embel seperti merajan jaman sekarang.

Merajan atau sanggah ini hanya terbentuk oleh semen tanpa corak cat warna yang mencolok. Ini percis seperti bangunan zaman dulu. Sanggah itu terdiri dari Degul, Pelinggih Taksu yang biasanya untuk memohon taksu seni, Pariyangan, Persimpangan, Padmasana Surya didampingi patung Sanghyang Acintya (tidak terpikirkan), Rong Telu (pelinggih dengan tiga pintu). Ada juga Bhagawan Penyarikan sebagai dewa penulis karma, Rong Kalih (pelinggih dengan dua pintu) untuk leluhur di atas bapak dan ibu, bisa juga nenek dan kakek.

Ada juga Lebuh/tanah pertiwi pemujaan ibu pertiwi. Semua letak pelinggih tersebut disesuaikan dengan letak arah mata angin penjaga penjuru angin yang berstana di balik urutan bangunan pelinggih yang dibangun tersebut. Di sebelah bangunan tersebut dekat dengan jalan tempat masuk terdapat bale yang disebut dengan Bale Sidang harum (untuk para pendeta atau orang suci memimpin persembahyangan dan juga meracik air suci). Bangunan Bali kuno dengan kelengkapan berbeda setiap pelinggih memiliki arti yang berbeda juga.

Di depan pintu masuk merajan terdapat dua patung penjaga yang akan menyambut di sebelah kiri patung paruh wardah penasihat (orang tua) dan Tualen yaitu anak dari Paruh Werdah. Halaman rumah semua ukiran dan pelinggih memiliki arti dan simbolis yang berbeda sesuai dengan tataan lokasi rumah tradisional bali secara struktural.

Di dekat Bale Daja terdapat Tunggun Karang sebagai simbol penjaga lingkungan halaman rumah penangkal dari pengaruh hal negatif.

Gambar Tunggun Karang Rumah Tradisional Batuan

Ada pula gudang penyimpanan banten atau disebutkan kamar suci sebagai gudang upakara banten ( perlengkapan semnhyang) di sebelah dekat dapur. Dan mereka menggunakan kamar mandi yang sudah semi modern tetapi masih bisa disebut tradisional. Penggunaan air sumur yang masih menggunakan timba/ember dengan rol tali.

Ada juga terdapat Bale Bengong atau Jineng sebagai tempat bersantai sekedar makan, bernyanyi, bergurau, dan bersantai (tempat nongkrong).

Gambar Bale bengong/jineng  

                

Gambar Sumur dengan Roll Tali 

           

Gambar Batu Kali ditata halaman Rumah

Halaman rumah yang dihiasi tanaman hijau dan bebatuan yang bersumber dari kali yang ditata sebagai hiasan halaman rumah agar tidak becek saat hujan. Ini disusun rapi dan bermanfaat sebagai pengobatan alami dari penyakit rematik, tepat seperti masyarakat zaman terdahulu sebagai media pengobatan agar tidak mudah sakit   di bagian kaki.

Desa Batuan bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi sebuah perjalanan ke dalam hati dan jiwa budaya Bali. Setiap kunjungan ke sini adalah kesempatan untuk terhubung dengan warisan yang kaya dan hidup. Turut bangga serta salut akan tradisi yang diwariskan turun temurun tetap dipertahankan di era yang modern ini. [T]

Tags: arsitekturarsitektur balibalirumah adat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pesan Kemanusiaan dalam Cerita Pendek “Dongeng Sebelum Tidur” Karya Seno Gumira Ajidarma

Next Post

Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Ni Luh Ayoumee Andini

Ni Luh Ayoumee Andini

Mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Program Studi S1 Pariwisata

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co