3 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar Desa Wisata dari Bali

Chusmeru by Chusmeru
July 17, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

DESA wisata kini tidak dapat dipandang sebelah mata. Meski jumlah pengunjung tak sebanyak objek wisata yang telah mapan, namun desa wisata berperan penting sebagai penggerak perekonomian di desa.

Banyak contoh keberhasilan pengelolaan desa wisata di beberapa daerah, sehingga masuk dalam kategori desa wisata maju. Sebut saja desa wisata Wukirsari di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa wisata ini menjadi Desa Wisata Maju Terbaik pada tahun 2023. Sedangkan desa wisata Semen, di Kabupaten Blitar Jawa Timur mejadi yang terbaik di tahun 2022.

Ada pula desa wisata Sudaji di Kabupaten Buleleng, Bali yang meraih peringkat kedua sebagai Desa Wisata Maju pada tahun 2022. Desa wisata ini memiliki hutan buatan yang diberi nama Hutan Namaste, di mana terdapat pohon yang menyerupai gua serta tempat meditasi. Salah satu daya tarik kesenian di desa wisata ini adalah Festival Bukakak, simbolisasi atas tanah yang subur dan panen yang melimpah.

Bukan hanya di Jawa dan Bali, desa wisata yang telah maju juga terdapat di Papua Barat. Desa wisata Kampung Ugar, Kabupaten Fakfak, Papua Barat memenangi Juara Harapan Desa Wisata Maju tahun 2022. Desa wisata ini memiliki keunggulan wisata bahari serta lukisan prasejarah di dinding tebing karst atau tebing batuan kapur.

Namun begitu, tidak sedikit pula desa wisata yang kurang dapat berkembang dengan baik. Selain potensinya yang kurang menarik, juga pengembangannya yang kurang optimal. Desa wisata seperti ini biasanya yang masih masuk kategori rintisan.

Belajar dari Bali

Bali sering dijadikan model dalam pengembangan pariwisata di Tanah Air. Hampir setiap kabupaten di Bali memiliki desa wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Hal itu tentu saja karena nama besar Bali yang sudah tersohor ke seantero jagat. Namun bukan semata oleh sebab itu, desa wisata di Bali memang dikembangkan sesuai konsepnya, bukan dibuat karena euphoria desa wisata di Indonesia.

Salah satu desa wisata yang berhasil di Bali adalah Desa Pangsan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Desa wisata Pangsan dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Badung No. 47 pada bulan Oktober 2010. Desa Pangsan memiliki 1 buah penginapan, 2 buah restoran, 2 buah atraksi rafting, 1 jalur trekking, dan 1 jalur cycling ( Ni Gusti Ayu Susrami Dewi dan Luh Gede Leli Kusuma Dewi, 2016 ).

Salah satu sarana penunjang pariwisata Fantasi Ayu Rafting dimiliki oleh investor Korea Selatan yang menjalin kerjasama dengan Koperasi Unit Desa. Sedangkan wisata tracking dan cycling merupakan satu paket wisata yang ditawarkan oleh pihak agen perjalanan yang berada di Denpasar dan bekerja sama dengan Desa Wisata Pangsan melalui kelompok sadar wisatanya.

Potensi wisata yang dimiliki Desa Pangsan cukup banyak, baik wisata alam, budaya, maupun buatan manusia. Desa Pangsan memiliki pemandangan alam yang indah, bentangan areal persawahan, perkebunan, dan tegalan. Potensi budayanya juga menarik, yang terdiri dari tradisi masyarakat, rangkaian upacara Nyepi, dan keberadaan kelompok seni tradisional (sekeha) yang berjumlah 13 kelompok.

Sedangkan potensi buatan manusianya terdiri dari jalur arung jeram, bersepeda, dan jalur tracking. Desa Pangsan juga memiliki kegiatan Pangsan Village Culture Show, yang merupakan pagelaran seni budaya kelompok kesenian dan kelompok PKK. Pagelaran ini bisa disesuaikan waktunya sesuai dengan permintaan wisatawan.

Bali juga memiliki Desa Wisata Taro di Kabupaten Gianyar. Desa wisata Taro merupakan desa tertua di Bali. Budaya dan tradisi lokal masih dipertahankan hingga saat ini. Wisatawan ditawarkan untuk menjadi warga lokal atau warlok dengan menginap di homestay.

Wisatawan disuguhkan beragam destinasi dan aktivitas yang menarik. Salah satunya adalah menginap di homestay yang dekat dengan konservasi Lembu Putih. Hewan ini disakralkan oleh masyarakat setempat (travel.detik.com, 2 Juli 2024).

Wisatawan juga dimanjakan oleh penginapan yang dibangun dengan gaya arsitektur Bali. Nuansa autentik sangat terasa ketika berada di Desa Wisata Taro. Apalagi desa wisata ini juga memiliki sensasi pemandangan sawah yang tenang dan menakjubkan.

Selain itu, Bali memiliki desa wisata yang berada di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Desa Kemenuh merupakan desa yang kaya budayanya. Hal itu tercermin dalam kehidupan berkesenian masyarakatnya serta kerajinan rumah tangga yang bernilai seni.

Sebagaimana diberitakan Bali Travel News, 21 Oktober 2016, Desa Kemenuh mulai banyak bermuculan pasar seni, gallery atau art shop. Kerajinan tangan yang berkembang telah dapat menampung tenaga kerja dan menghidupi perekonomian masyarakat Desa Kemenuh.

Desa Wisata Kemenuh mulai bangkit sejak digulirkannya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) ke desa. Kemenuh  menata kehidupan dan pembangunan fisik. Masyarakat menekuni kerajinan, bahkan membuka usaha kerajinan sendiri di rumah masing-masing. Beberapa program bantuan ekonomi dari pemerintah mulai mengalir.

Desa Kemenuh memiliki kawasan seluas 100 hektar yang dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata. Para tokoh masyarakat, kelian banjar adat, pemilik tanah, organisasi subak, dan aparat desa mencetuskan Kemenuh sebagai Desa Wisata Budaya.

Menurut Blog milik Desa Kemenuh, penetapan sebagai desa wisata budaya merupakan salah satu bentuk penerapan dari konsep desa wisata. Penekanannya adalah pada pengenalan seni budaya sesuai misi yang dibawa, yaitu konservasi, edukasi, dan eksistensi budaya Bali.

Partisipasi

Desa wisata perlu dikembangkan secara sistemik dengan memperhatikan objek dan daya tarik wisata lain yang sudah mapan. Satu desa tidak mungkin dijual ke pasar wisata sendirian lepas dari paket wisata desa dan kabupaten lain.

Partisipasi masyarakat desa dalam pengembangan pariwisata benar-benar diharapkan. Pengembangan desa wisata tidak boleh hanya datang dari sekelompok elit desa atau kelompok bisnis tertentu. Peran masyarakat desa sangat penting dalam proses perencanaan dan pengawasan desa wisata. Bila tidak, maka pengembangan desa wisata akan lepas kendali tanpa arah.  

Konsep desa wisata selayaknya memberi peluang dan peran sebesar-besarnya kepada masyarakat setempat untuk merumuskan konsep desa wisata yang sesuai dengan sistem sosial, budaya, tradisi, norma, dan kepercayaan masyarakat. Jangan sampai identitas sosial budaya tergusur oleh tuntutan wisatawan yang justru bertentangan dengan harapan masyarakat.

Contoh menarik pengembangan desa wisata yang melibatkan partisipasi masyarakat adalah Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. Pariwisata di Desa Penglipuran secara konsisten menerapkan konsep Community Based Tourism (CBT).

Konsep CBT ini memberi peluang kepada masyarakat lokal untuk terlibat dalam pengelolaan pariwisata. Investasi dan tenaga kerja di Desa Wisata Penglipuran seluruhnya berasal dari masyarakat lokal. Dengan demikian masyarakat dapat menjaga keutuhan nilai-nilai budaya setempat.

Masyarakat Desa Penglipuran juga memiliki aturan yang spesifik terkait kepemilikan lahan. Pengelola Desa Wisata Penglipuran Wayan Sumiarsa mengatakan; untuk menjaga keaslian Desa Penglipuran, masyarakat dilarang menjual tanahnya kepada pihak luar. Larangan ini hingga saat ini masih dipatuhi oleh masyarakat (travel.detik.com, 9 Juni 2024)

Prinsipnya, desa wisata adalah destinasi di desa yang dirancang oleh masyarakat desa, dikelola oleh masyarakat, serta keuntungan ekonomisnya dirasakan masyarakat. Perencanaan pengembangan desa wisata oleh masyarakat tentu saja harus melibatkan unsur pemerintah dan stakeholder pariwisata, seperti biro perjalanan, perhotelan, dan pemandu wisata.

Desa wisata diharapkan dapat mendukung penguatan organisasi sosial di desa serta melestarikan seni budaya lokal. Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata pada akhirnya harus secara signifikan meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat desa.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Wisata “Overland”Jelajah Negeri
Ruwetnya Birokrasi Perizinan Event Pariwisata
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pariwisata
Wisata Petualangan: Manfaat Ekonomi dan Konservasi
Tags: balidesa wisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pelatihan Internal Tim SDGs Center Unud: Upaya Mendorong Peran Akademisi Unud dalam Merealisasikan Target SDGs di Indonesia

Next Post

Kedai Bambu Eng, Tempat Makan dan Nongkrong Murah Meriah Sekitar Kampus Tengah Undiksha: Gorengan 500 Rupiah, Kopi 2.000 Rupiah

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

BALI DALAM “FENOMENA KUTUKAN ORANG BAIK”

by Sugi Lanus
September 2, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus “Hukuman bagi orang-orang baik yang menolak untuk terlibat dalam politik adalah mereka akan diperintah oleh orang-orang yang...

Read moreDetails

Sepi Tak Berarti Tiada

by Angga Wijaya
September 2, 2026
0
Sepi Tak Berarti Tiada

DIBANDINGKAN poliklinik lain, Poliklinik Psikiatri memang lebih sepi pasien, apalagi di rumah sakit kecil. Namun, bagi saya, mereka yang memiliki...

Read moreDetails

Saat Daya Beli Melemah, Bisakah Keuangan Syariah Menjadi Penopang Ekonomi?

by Muhammad Farras Hanif
September 1, 2026
0
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

DAYA beli masyarakat menjadi salah satu cermin penting dalam melihat denyut perekonomian. Ketika masyarakat masih leluasa berbelanja, pelaku usaha memiliki...

Read moreDetails

Ketika Api Menjadi Cermin

by Ahmad Sihabudin
September 1, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

ADA sesuatu yang terasa ganjil dari api. Ia kecil ketika kita menyalakan kompor. Ia jinak ketika berada di tungku. Ia...

Read moreDetails

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

by Made Chandra
August 31, 2026
0
Apakah Buku Fisik Masih Asik?

KITA mungkin mengingat bahwa pandemi membekaskan banyak hal dalam kehidupan hari ini. Saat-saat dimana secara fisik tubuh kita diharuskan terpisah...

Read moreDetails

Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota

by Wayan Gde Yudane
August 31, 2026
0
Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota

KOTA ini tidak pernah benar-benar tidur; ia hanya ditenangkan oleh dongeng-dongeng yang ditulis oleh jemari tak berwajah. Di atas aspalnya...

Read moreDetails

Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu

by T.H. Hari Sucahyo
August 31, 2026
0
Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu

SEMAKIN kita menginginkan sesuatu, semakin jelas pula rasanya bahwa kita tidak memilikinya. Ada ironi yang cukup melelahkan dalam cara kerja...

Read moreDetails

Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

by Teguh Wahyu Pranata,
August 30, 2026
0
Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

SAYA memiliki seorang keponakan perempuan, ia kini memasuki umur 5 tahun. Beberapa bulan terakhir keponakan saya mulai belajar membaca, menggabungkan...

Read moreDetails

Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 30, 2026
0
Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?

KAMI duduk di ruangan auditorium. Di atas panggung, seorang moderator memandu diskusi dengan empat orang narasumber yang secara bergantian memaparkan...

Read moreDetails

Demo Kok Cepat Pulang? Jangan-Jangan Kita Gagal Paham Soal Demonstrasi

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Ada yang kecewa setelah massa aksi AMPB dari Pati bubar. “Baru juga datang, kok sudah pulang?”  Komentar semacam itu berseliweran...

Read moreDetails
Next Post
Kedai Bambu Eng, Tempat Makan dan Nongkrong Murah Meriah Sekitar Kampus Tengah Undiksha: Gorengan 500 Rupiah, Kopi 2.000 Rupiah

Kedai Bambu Eng, Tempat Makan dan Nongkrong Murah Meriah Sekitar Kampus Tengah Undiksha: Gorengan 500 Rupiah, Kopi 2.000 Rupiah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif
Ulas Rupa

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

by Hartanto
September 3, 2026
Gol versus Gul
Bahasa

Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

by I Made Sudiana
September 3, 2026
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana
Ulas Rupa

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

by I Wayan Westa
September 3, 2026
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin
Ulas Buku

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

by Chusmeru
September 3, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [8]: Ketika AI Ikut Menulis: Kata-kata Tanpa Manusia

SETIAP era memiliki ancamannya masing-masing terhadap proses berpikir yang dalam. Pada masa otoritarianisme, ancamannya adalah sensor. Negara menentukan apa yang...

by Andre Syahreza
September 2, 2026
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang
Persona

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda
Panggung

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI DALAM “FENOMENA KUTUKAN ORANG BAIK”

— Sugi Lanus “Hukuman bagi orang-orang baik yang menolak untuk terlibat dalam politik adalah mereka akan diperintah oleh orang-orang yang...

by Sugi Lanus
September 2, 2026
Sepi Tak Berarti Tiada
Esai

Sepi Tak Berarti Tiada

DIBANDINGKAN poliklinik lain, Poliklinik Psikiatri memang lebih sepi pasien, apalagi di rumah sakit kecil. Namun, bagi saya, mereka yang memiliki...

by Angga Wijaya
September 2, 2026
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan
Esai

Saat Daya Beli Melemah, Bisakah Keuangan Syariah Menjadi Penopang Ekonomi?

DAYA beli masyarakat menjadi salah satu cermin penting dalam melihat denyut perekonomian. Ketika masyarakat masih leluasa berbelanja, pelaku usaha memiliki...

by Muhammad Farras Hanif
September 1, 2026
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding
Khas

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

by Dian Suryantini
September 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co