1 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Saat Daya Beli Melemah, Bisakah Keuangan Syariah Menjadi Penopang Ekonomi?

Muhammad Farras Hanif by Muhammad Farras Hanif
September 1, 2026
in Esai
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

Muhammad Farras Hanif

DAYA beli masyarakat menjadi salah satu cermin penting dalam melihat denyut perekonomian. Ketika masyarakat masih leluasa berbelanja, pelaku usaha memiliki pasar untuk menjual produknya, produksi terus berjalan, dan roda ekonomi bergerak. Sebaliknya, ketika masyarakat mulai menahan pengeluaran, dampaknya dapat merambat ke berbagai sektor. Penjualan menurun, pelaku usaha mengurangi produksi, hingga keputusan untuk melakukan ekspansi atau membuka lapangan kerja baru ikut tertunda.

 Karena itu, menjaga daya beli bukan hanya persoalan mendorong masyarakat untuk berbelanja, tetapi juga memastikan bahwa aktivitas ekonomi tetap memiliki ruang untuk tumbuh.

Dalam situasi seperti ini, sektor keuangan memiliki peran yang tidak kalah penting. Dana yang beredar di masyarakat perlu menemukan jalannya menuju kegiatan ekonomi yang produktif. Pembiayaan kepada pelaku usaha, investasi pada sektor riil, maupun dukungan terhadap usaha mikro dan kecil dapat menciptakan aktivitas ekonomi yang pada akhirnya menghasilkan pendapatan bagi masyarakat.

Artinya, ketika konsumsi masyarakat menghadapi tekanan, salah satu jawaban yang dapat dipikirkan adalah bagaimana dana yang tersedia dapat diarahkan untuk menciptakan kapasitas ekonomi baru, bukan sekadar menunggu konsumsi kembali meningkat.

Di sinilah keuangan syariah memiliki ruang untuk mengambil peran yang lebih besar. Keuangan syariah pada dasarnya berbicara tentang bagaimana transaksi dan segala aktivitas perekonomian dapat sesuai dengan prinsip syariah.

Lebih jauh, sistem ini memiliki semangat untuk menghubungkan aktivitas keuangan dengan kegiatan ekonomi yang nyata, mendorong keadilan dalam transaksi, serta menciptakan kemaslahatan. Karakter tersebut membuat keuangan syariah memiliki peluang untuk menjadi salah satu instrumen yang mendukung penguatan ekonomi masyarakat, terutama ketika perekonomian membutuhkan sumber pembiayaan yang dapat menjangkau sektor produktif.

Salah satu perannya adalah melalui pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Bagi banyak pelaku usaha, persoalan ekonomi bukan semata-mata tidak adanya permintaan, tetapi juga keterbatasan modal untuk mempertahankan atau mengembangkan usaha.

Ketika akses pembiayaan tersedia dengan skema yang sesuai kebutuhan, pelaku usaha dapat membeli bahan baku, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam konteks ini, pembiayaan syariah tidak berhenti pada hubungan antara lembaga keuangan dan nasabah, tetapi dapat menciptakan efek berantai bagi aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Namun, menjadikan keuangan syariah sebagai penopang ekonomi tentu tidak cukup hanya dengan memperbesar angka pembiayaan. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan bahwa pembiayaan tersebut benar-benar menjangkau sektor produktif dan kelompok masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Karena itu, pertanyaannya bukan lagi sekadar seberapa besar industri keuangan syariah dapat tumbuh, melainkan seberapa jauh pertumbuhan tersebut mampu membantu masyarakat bertahan, berkembang, dan menciptakan sumber pendapatan baru ketika daya beli sedang menghadapi tekanan.

Peran tersebut sebenarnya dapat diperluas melalui instrumen investasi syariah. Ketika masyarakat memiliki dana yang belum digunakan untuk kebutuhan konsumsi, dana tersebut dapat diarahkan ke berbagai instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.

Pasar modal syariah, misalnya, memberikan ruang bagi masyarakat untuk menempatkan dana sekaligus berpartisipasi dalam perkembangan dunia usaha. Dengan semakin banyaknya dana masyarakat yang masuk ke instrumen produktif, semakin besar pula peluang terciptanya sumber pembiayaan bagi perusahaan dan kegiatan ekonomi yang membutuhkan modal.

Pertumbuhan dan Penguatan

Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan pertumbuhan keuangan syariah memiliki keterhubungan yang kuat dengan sektor riil. Ekonomi tidak akan tumbuh hanya karena aset keuangan bertambah besar.

Pertumbuhan perlu diterjemahkan menjadi peningkatan produksi, perdagangan, investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pendapatan masyarakat. Karena itu, keuangan syariah perlu terus didorong untuk hadir di sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pangan, pertanian, perdagangan, industri halal, hingga usaha berbasis ekonomi lokal.

Peluang tersebut menjadi semakin relevan ketika pembangunan ekonomi mulai diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat daerah dan desa. Berbagai program pemerintah yang mendorong penguatan ekonomi lokal, termasuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, membutuhkan dukungan pembiayaan yang tidak hanya besar, tetapi juga tepat sasaran. Di titik ini, lembaga keuangan syariah dapat mengambil bagian dengan menyediakan pembiayaan, pendampingan, maupun akses terhadap ekosistem keuangan yang memungkinkan koperasi dan pelaku usaha desa berkembang secara berkelanjutan.

Jika ekosistem tersebut dapat dibangun dengan baik, dampaknya tidak berhenti pada penerima pembiayaan. Satu usaha yang berkembang dapat meningkatkan permintaan bahan baku dari pemasok lokal, membuka kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitarnya.

Efek berantai semacam inilah yang dibutuhkan ketika daya beli masyarakat menghadapi tekanan. Alih-alih hanya mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi, kebijakan ekonomi juga perlu memperkuat kemampuan masyarakat untuk menghasilkan pendapatan.

Namun, di sinilah pekerjaan rumah keuangan syariah masih cukup besar. Akses terhadap layanan keuangan syariah belum selalu mudah bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebagian pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan informasi, persyaratan pembiayaan, maupun kapasitas dalam mengelola usaha.

Pada saat yang sama, sebagian masyarakat masih melihat keuangan syariah sebatas alternatif perbankan dengan label yang berbeda, bukan sebagai sebuah ekosistem yang dapat mendukung perjalanan ekonomi mereka dari memperoleh modal, mengembangkan usaha, hingga mengelola hasil usaha dan melakukan investasi.

Karena itu, penguatan keuangan syariah membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Industri tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan aset dan jumlah pengguna, tetapi juga perlu memperbesar dampak terhadap ekonomi masyarakat. Literasi keuangan syariah perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses pembiayaan dan investasi.

Produk yang ditawarkan juga harus semakin sederhana, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, keuangan syariah dapat hadir bukan hanya ketika masyarakat memiliki kelebihan dana, tetapi juga ketika mereka membutuhkan kesempatan untuk membangun sumber penghasilan.

Pada akhirnya, melemahnya daya beli bukan semata-mata persoalan konsumsi, melainkan juga persoalan bagaimana masyarakat memperoleh dan meningkatkan pendapatan. Di sinilah keuangan syariah memiliki peluang untuk memainkan peran yang lebih strategis. Dengan menghubungkan dana masyarakat kepada kegiatan ekonomi yang produktif, memperluas pembiayaan bagi pelaku usaha, serta mendukung pembangunan ekonomi hingga tingkat daerah dan desa, keuangan syariah dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Tantangannya kini adalah memastikan bahwa pertumbuhan industri tersebut benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat. Sebab, ukuran keberhasilan keuangan syariah pada akhirnya bukan hanya seberapa besar industrinya tumbuh, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan bagi perekonomian dan masyarakat. [T]

Penulis: Muhammad Farras Hanif
Editor: Adnyana Ole

Tags: ekonomiEkonomi dan Bisnissyariah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

Muhammad Farras Hanif

Muhammad Farras Hanif

Dosen Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ)

Related Posts

Ketika Api Menjadi Cermin

by Ahmad Sihabudin
September 1, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

ADA sesuatu yang terasa ganjil dari api. Ia kecil ketika kita menyalakan kompor. Ia jinak ketika berada di tungku. Ia...

Read moreDetails

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

by Made Chandra
August 31, 2026
0
Apakah Buku Fisik Masih Asik?

KITA mungkin mengingat bahwa pandemi membekaskan banyak hal dalam kehidupan hari ini. Saat-saat dimana secara fisik tubuh kita diharuskan terpisah...

Read moreDetails

Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota

by Wayan Gde Yudane
August 31, 2026
0
Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota

KOTA ini tidak pernah benar-benar tidur; ia hanya ditenangkan oleh dongeng-dongeng yang ditulis oleh jemari tak berwajah. Di atas aspalnya...

Read moreDetails

Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu

by T.H. Hari Sucahyo
August 31, 2026
0
Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu

SEMAKIN kita menginginkan sesuatu, semakin jelas pula rasanya bahwa kita tidak memilikinya. Ada ironi yang cukup melelahkan dalam cara kerja...

Read moreDetails

Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

by Teguh Wahyu Pranata,
August 30, 2026
0
Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

SAYA memiliki seorang keponakan perempuan, ia kini memasuki umur 5 tahun. Beberapa bulan terakhir keponakan saya mulai belajar membaca, menggabungkan...

Read moreDetails

Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 30, 2026
0
Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?

KAMI duduk di ruangan auditorium. Di atas panggung, seorang moderator memandu diskusi dengan empat orang narasumber yang secara bergantian memaparkan...

Read moreDetails

Demo Kok Cepat Pulang? Jangan-Jangan Kita Gagal Paham Soal Demonstrasi

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Ada yang kecewa setelah massa aksi AMPB dari Pati bubar. “Baru juga datang, kok sudah pulang?”  Komentar semacam itu berseliweran...

Read moreDetails

Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

by Muhammad Farras Hanif
August 29, 2026
0
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

MAKANAN sehari-hari yang kita konsumsi tentu tidak hadir begitu saja di atas meja makan kita. Sepiring nasi tidak lahir begitu...

Read moreDetails

Sebelum Bali Dituduh Rasis, Ada Seorang Ibu yang Sedang Makan

by Angga Wijaya
August 29, 2026
0
Telenovela

SEBELUM Bali dituduh rasis, ada seorang ibu yang sedang makan. Kalimat itu mungkin terdengar terlalu sederhana untuk sebuah perkara yang...

Read moreDetails

LEVEL PERDEBATAN DALAM HINDU

by Sugi Lanus
August 29, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 29 Agustus 2026 Hindu mengenal struktur epistemologi yang berjenjang. Artinya apa? Hindu tidak memaksakan satu...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan
Esai

Saat Daya Beli Melemah, Bisakah Keuangan Syariah Menjadi Penopang Ekonomi?

DAYA beli masyarakat menjadi salah satu cermin penting dalam melihat denyut perekonomian. Ketika masyarakat masih leluasa berbelanja, pelaku usaha memiliki...

by Muhammad Farras Hanif
September 1, 2026
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding
Khas

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

by Dian Suryantini
September 1, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Ketika Api Menjadi Cermin

ADA sesuatu yang terasa ganjil dari api. Ia kecil ketika kita menyalakan kompor. Ia jinak ketika berada di tungku. Ia...

by Ahmad Sihabudin
September 1, 2026
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026
Kuliner

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
Apakah Buku Fisik Masih Asik?
Esai

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

KITA mungkin mengingat bahwa pandemi membekaskan banyak hal dalam kehidupan hari ini. Saat-saat dimana secara fisik tubuh kita diharuskan terpisah...

by Made Chandra
August 31, 2026
Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota
Esai

Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota

KOTA ini tidak pernah benar-benar tidur; ia hanya ditenangkan oleh dongeng-dongeng yang ditulis oleh jemari tak berwajah. Di atas aspalnya...

by Wayan Gde Yudane
August 31, 2026
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan
Tualang

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu
Esai

Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu

SEMAKIN kita menginginkan sesuatu, semakin jelas pula rasanya bahwa kita tidak memilikinya. Ada ironi yang cukup melelahkan dalam cara kerja...

by T.H. Hari Sucahyo
August 31, 2026
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana
Khas

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan
Khas

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
Perkara Anarkis dan Anarkistis
Bahasa

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

by I Made Sudiana
August 30, 2026
Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?
Esai

Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

SAYA memiliki seorang keponakan perempuan, ia kini memasuki umur 5 tahun. Beberapa bulan terakhir keponakan saya mulai belajar membaca, menggabungkan...

by Teguh Wahyu Pranata,
August 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co