12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Saat Daya Beli Melemah, Bisakah Keuangan Syariah Menjadi Penopang Ekonomi?

Muhammad Farras Hanif by Muhammad Farras Hanif
September 1, 2026
in Esai
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

Muhammad Farras Hanif

DAYA beli masyarakat menjadi salah satu cermin penting dalam melihat denyut perekonomian. Ketika masyarakat masih leluasa berbelanja, pelaku usaha memiliki pasar untuk menjual produknya, produksi terus berjalan, dan roda ekonomi bergerak. Sebaliknya, ketika masyarakat mulai menahan pengeluaran, dampaknya dapat merambat ke berbagai sektor. Penjualan menurun, pelaku usaha mengurangi produksi, hingga keputusan untuk melakukan ekspansi atau membuka lapangan kerja baru ikut tertunda.

 Karena itu, menjaga daya beli bukan hanya persoalan mendorong masyarakat untuk berbelanja, tetapi juga memastikan bahwa aktivitas ekonomi tetap memiliki ruang untuk tumbuh.

Dalam situasi seperti ini, sektor keuangan memiliki peran yang tidak kalah penting. Dana yang beredar di masyarakat perlu menemukan jalannya menuju kegiatan ekonomi yang produktif. Pembiayaan kepada pelaku usaha, investasi pada sektor riil, maupun dukungan terhadap usaha mikro dan kecil dapat menciptakan aktivitas ekonomi yang pada akhirnya menghasilkan pendapatan bagi masyarakat.

Artinya, ketika konsumsi masyarakat menghadapi tekanan, salah satu jawaban yang dapat dipikirkan adalah bagaimana dana yang tersedia dapat diarahkan untuk menciptakan kapasitas ekonomi baru, bukan sekadar menunggu konsumsi kembali meningkat.

Di sinilah keuangan syariah memiliki ruang untuk mengambil peran yang lebih besar. Keuangan syariah pada dasarnya berbicara tentang bagaimana transaksi dan segala aktivitas perekonomian dapat sesuai dengan prinsip syariah.

Lebih jauh, sistem ini memiliki semangat untuk menghubungkan aktivitas keuangan dengan kegiatan ekonomi yang nyata, mendorong keadilan dalam transaksi, serta menciptakan kemaslahatan. Karakter tersebut membuat keuangan syariah memiliki peluang untuk menjadi salah satu instrumen yang mendukung penguatan ekonomi masyarakat, terutama ketika perekonomian membutuhkan sumber pembiayaan yang dapat menjangkau sektor produktif.

Salah satu perannya adalah melalui pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Bagi banyak pelaku usaha, persoalan ekonomi bukan semata-mata tidak adanya permintaan, tetapi juga keterbatasan modal untuk mempertahankan atau mengembangkan usaha.

Ketika akses pembiayaan tersedia dengan skema yang sesuai kebutuhan, pelaku usaha dapat membeli bahan baku, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam konteks ini, pembiayaan syariah tidak berhenti pada hubungan antara lembaga keuangan dan nasabah, tetapi dapat menciptakan efek berantai bagi aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Namun, menjadikan keuangan syariah sebagai penopang ekonomi tentu tidak cukup hanya dengan memperbesar angka pembiayaan. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan bahwa pembiayaan tersebut benar-benar menjangkau sektor produktif dan kelompok masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Karena itu, pertanyaannya bukan lagi sekadar seberapa besar industri keuangan syariah dapat tumbuh, melainkan seberapa jauh pertumbuhan tersebut mampu membantu masyarakat bertahan, berkembang, dan menciptakan sumber pendapatan baru ketika daya beli sedang menghadapi tekanan.

Peran tersebut sebenarnya dapat diperluas melalui instrumen investasi syariah. Ketika masyarakat memiliki dana yang belum digunakan untuk kebutuhan konsumsi, dana tersebut dapat diarahkan ke berbagai instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.

Pasar modal syariah, misalnya, memberikan ruang bagi masyarakat untuk menempatkan dana sekaligus berpartisipasi dalam perkembangan dunia usaha. Dengan semakin banyaknya dana masyarakat yang masuk ke instrumen produktif, semakin besar pula peluang terciptanya sumber pembiayaan bagi perusahaan dan kegiatan ekonomi yang membutuhkan modal.

Pertumbuhan dan Penguatan

Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan pertumbuhan keuangan syariah memiliki keterhubungan yang kuat dengan sektor riil. Ekonomi tidak akan tumbuh hanya karena aset keuangan bertambah besar.

Pertumbuhan perlu diterjemahkan menjadi peningkatan produksi, perdagangan, investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pendapatan masyarakat. Karena itu, keuangan syariah perlu terus didorong untuk hadir di sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pangan, pertanian, perdagangan, industri halal, hingga usaha berbasis ekonomi lokal.

Peluang tersebut menjadi semakin relevan ketika pembangunan ekonomi mulai diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat daerah dan desa. Berbagai program pemerintah yang mendorong penguatan ekonomi lokal, termasuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, membutuhkan dukungan pembiayaan yang tidak hanya besar, tetapi juga tepat sasaran. Di titik ini, lembaga keuangan syariah dapat mengambil bagian dengan menyediakan pembiayaan, pendampingan, maupun akses terhadap ekosistem keuangan yang memungkinkan koperasi dan pelaku usaha desa berkembang secara berkelanjutan.

Jika ekosistem tersebut dapat dibangun dengan baik, dampaknya tidak berhenti pada penerima pembiayaan. Satu usaha yang berkembang dapat meningkatkan permintaan bahan baku dari pemasok lokal, membuka kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitarnya.

Efek berantai semacam inilah yang dibutuhkan ketika daya beli masyarakat menghadapi tekanan. Alih-alih hanya mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi, kebijakan ekonomi juga perlu memperkuat kemampuan masyarakat untuk menghasilkan pendapatan.

Namun, di sinilah pekerjaan rumah keuangan syariah masih cukup besar. Akses terhadap layanan keuangan syariah belum selalu mudah bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebagian pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan informasi, persyaratan pembiayaan, maupun kapasitas dalam mengelola usaha.

Pada saat yang sama, sebagian masyarakat masih melihat keuangan syariah sebatas alternatif perbankan dengan label yang berbeda, bukan sebagai sebuah ekosistem yang dapat mendukung perjalanan ekonomi mereka dari memperoleh modal, mengembangkan usaha, hingga mengelola hasil usaha dan melakukan investasi.

Karena itu, penguatan keuangan syariah membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Industri tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan aset dan jumlah pengguna, tetapi juga perlu memperbesar dampak terhadap ekonomi masyarakat. Literasi keuangan syariah perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses pembiayaan dan investasi.

Produk yang ditawarkan juga harus semakin sederhana, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, keuangan syariah dapat hadir bukan hanya ketika masyarakat memiliki kelebihan dana, tetapi juga ketika mereka membutuhkan kesempatan untuk membangun sumber penghasilan.

Pada akhirnya, melemahnya daya beli bukan semata-mata persoalan konsumsi, melainkan juga persoalan bagaimana masyarakat memperoleh dan meningkatkan pendapatan. Di sinilah keuangan syariah memiliki peluang untuk memainkan peran yang lebih strategis. Dengan menghubungkan dana masyarakat kepada kegiatan ekonomi yang produktif, memperluas pembiayaan bagi pelaku usaha, serta mendukung pembangunan ekonomi hingga tingkat daerah dan desa, keuangan syariah dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Tantangannya kini adalah memastikan bahwa pertumbuhan industri tersebut benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat. Sebab, ukuran keberhasilan keuangan syariah pada akhirnya bukan hanya seberapa besar industrinya tumbuh, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan bagi perekonomian dan masyarakat. [T]

Penulis: Muhammad Farras Hanif
Editor: Adnyana Ole

Tags: ekonomiEkonomi dan Bisnissyariah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

Next Post

Sepi Tak Berarti Tiada

Muhammad Farras Hanif

Muhammad Farras Hanif

Dosen Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ)

Related Posts

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

Read moreDetails

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
0
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

Read moreDetails

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
0
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

Read moreDetails

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails
Next Post
Sepi Tak Berarti Tiada

Sepi Tak Berarti Tiada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co