21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Saat Daya Beli Melemah, Bisakah Keuangan Syariah Menjadi Penopang Ekonomi?

Muhammad Farras Hanif by Muhammad Farras Hanif
September 1, 2026
in Esai
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

Muhammad Farras Hanif

DAYA beli masyarakat menjadi salah satu cermin penting dalam melihat denyut perekonomian. Ketika masyarakat masih leluasa berbelanja, pelaku usaha memiliki pasar untuk menjual produknya, produksi terus berjalan, dan roda ekonomi bergerak. Sebaliknya, ketika masyarakat mulai menahan pengeluaran, dampaknya dapat merambat ke berbagai sektor. Penjualan menurun, pelaku usaha mengurangi produksi, hingga keputusan untuk melakukan ekspansi atau membuka lapangan kerja baru ikut tertunda.

 Karena itu, menjaga daya beli bukan hanya persoalan mendorong masyarakat untuk berbelanja, tetapi juga memastikan bahwa aktivitas ekonomi tetap memiliki ruang untuk tumbuh.

Dalam situasi seperti ini, sektor keuangan memiliki peran yang tidak kalah penting. Dana yang beredar di masyarakat perlu menemukan jalannya menuju kegiatan ekonomi yang produktif. Pembiayaan kepada pelaku usaha, investasi pada sektor riil, maupun dukungan terhadap usaha mikro dan kecil dapat menciptakan aktivitas ekonomi yang pada akhirnya menghasilkan pendapatan bagi masyarakat.

Artinya, ketika konsumsi masyarakat menghadapi tekanan, salah satu jawaban yang dapat dipikirkan adalah bagaimana dana yang tersedia dapat diarahkan untuk menciptakan kapasitas ekonomi baru, bukan sekadar menunggu konsumsi kembali meningkat.

Di sinilah keuangan syariah memiliki ruang untuk mengambil peran yang lebih besar. Keuangan syariah pada dasarnya berbicara tentang bagaimana transaksi dan segala aktivitas perekonomian dapat sesuai dengan prinsip syariah.

Lebih jauh, sistem ini memiliki semangat untuk menghubungkan aktivitas keuangan dengan kegiatan ekonomi yang nyata, mendorong keadilan dalam transaksi, serta menciptakan kemaslahatan. Karakter tersebut membuat keuangan syariah memiliki peluang untuk menjadi salah satu instrumen yang mendukung penguatan ekonomi masyarakat, terutama ketika perekonomian membutuhkan sumber pembiayaan yang dapat menjangkau sektor produktif.

Salah satu perannya adalah melalui pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Bagi banyak pelaku usaha, persoalan ekonomi bukan semata-mata tidak adanya permintaan, tetapi juga keterbatasan modal untuk mempertahankan atau mengembangkan usaha.

Ketika akses pembiayaan tersedia dengan skema yang sesuai kebutuhan, pelaku usaha dapat membeli bahan baku, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam konteks ini, pembiayaan syariah tidak berhenti pada hubungan antara lembaga keuangan dan nasabah, tetapi dapat menciptakan efek berantai bagi aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Namun, menjadikan keuangan syariah sebagai penopang ekonomi tentu tidak cukup hanya dengan memperbesar angka pembiayaan. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan bahwa pembiayaan tersebut benar-benar menjangkau sektor produktif dan kelompok masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Karena itu, pertanyaannya bukan lagi sekadar seberapa besar industri keuangan syariah dapat tumbuh, melainkan seberapa jauh pertumbuhan tersebut mampu membantu masyarakat bertahan, berkembang, dan menciptakan sumber pendapatan baru ketika daya beli sedang menghadapi tekanan.

Peran tersebut sebenarnya dapat diperluas melalui instrumen investasi syariah. Ketika masyarakat memiliki dana yang belum digunakan untuk kebutuhan konsumsi, dana tersebut dapat diarahkan ke berbagai instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.

Pasar modal syariah, misalnya, memberikan ruang bagi masyarakat untuk menempatkan dana sekaligus berpartisipasi dalam perkembangan dunia usaha. Dengan semakin banyaknya dana masyarakat yang masuk ke instrumen produktif, semakin besar pula peluang terciptanya sumber pembiayaan bagi perusahaan dan kegiatan ekonomi yang membutuhkan modal.

Pertumbuhan dan Penguatan

Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan pertumbuhan keuangan syariah memiliki keterhubungan yang kuat dengan sektor riil. Ekonomi tidak akan tumbuh hanya karena aset keuangan bertambah besar.

Pertumbuhan perlu diterjemahkan menjadi peningkatan produksi, perdagangan, investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pendapatan masyarakat. Karena itu, keuangan syariah perlu terus didorong untuk hadir di sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pangan, pertanian, perdagangan, industri halal, hingga usaha berbasis ekonomi lokal.

Peluang tersebut menjadi semakin relevan ketika pembangunan ekonomi mulai diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat daerah dan desa. Berbagai program pemerintah yang mendorong penguatan ekonomi lokal, termasuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, membutuhkan dukungan pembiayaan yang tidak hanya besar, tetapi juga tepat sasaran. Di titik ini, lembaga keuangan syariah dapat mengambil bagian dengan menyediakan pembiayaan, pendampingan, maupun akses terhadap ekosistem keuangan yang memungkinkan koperasi dan pelaku usaha desa berkembang secara berkelanjutan.

Jika ekosistem tersebut dapat dibangun dengan baik, dampaknya tidak berhenti pada penerima pembiayaan. Satu usaha yang berkembang dapat meningkatkan permintaan bahan baku dari pemasok lokal, membuka kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitarnya.

Efek berantai semacam inilah yang dibutuhkan ketika daya beli masyarakat menghadapi tekanan. Alih-alih hanya mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi, kebijakan ekonomi juga perlu memperkuat kemampuan masyarakat untuk menghasilkan pendapatan.

Namun, di sinilah pekerjaan rumah keuangan syariah masih cukup besar. Akses terhadap layanan keuangan syariah belum selalu mudah bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebagian pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan informasi, persyaratan pembiayaan, maupun kapasitas dalam mengelola usaha.

Pada saat yang sama, sebagian masyarakat masih melihat keuangan syariah sebatas alternatif perbankan dengan label yang berbeda, bukan sebagai sebuah ekosistem yang dapat mendukung perjalanan ekonomi mereka dari memperoleh modal, mengembangkan usaha, hingga mengelola hasil usaha dan melakukan investasi.

Karena itu, penguatan keuangan syariah membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Industri tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan aset dan jumlah pengguna, tetapi juga perlu memperbesar dampak terhadap ekonomi masyarakat. Literasi keuangan syariah perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses pembiayaan dan investasi.

Produk yang ditawarkan juga harus semakin sederhana, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, keuangan syariah dapat hadir bukan hanya ketika masyarakat memiliki kelebihan dana, tetapi juga ketika mereka membutuhkan kesempatan untuk membangun sumber penghasilan.

Pada akhirnya, melemahnya daya beli bukan semata-mata persoalan konsumsi, melainkan juga persoalan bagaimana masyarakat memperoleh dan meningkatkan pendapatan. Di sinilah keuangan syariah memiliki peluang untuk memainkan peran yang lebih strategis. Dengan menghubungkan dana masyarakat kepada kegiatan ekonomi yang produktif, memperluas pembiayaan bagi pelaku usaha, serta mendukung pembangunan ekonomi hingga tingkat daerah dan desa, keuangan syariah dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Tantangannya kini adalah memastikan bahwa pertumbuhan industri tersebut benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat. Sebab, ukuran keberhasilan keuangan syariah pada akhirnya bukan hanya seberapa besar industrinya tumbuh, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan bagi perekonomian dan masyarakat. [T]

Penulis: Muhammad Farras Hanif
Editor: Adnyana Ole

Tags: ekonomiEkonomi dan Bisnissyariah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

Next Post

Sepi Tak Berarti Tiada

Muhammad Farras Hanif

Muhammad Farras Hanif

Dosen Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ)

Related Posts

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails

Tato: Menjadikan Tubuh Tempat Ingatan

by Tri Nugroho Adi
September 19, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Kita melihat tato seseorang, tetapi kita tidak pernah benar-benar melihat cerita yang membuatnya memilih tato itu. ADA sesuatu yang menarik...

Read moreDetails

“Mindfulness, Privilege”, dan LPDP: Ketika “Self-Care” Bertemu Realitas Sosial

by Isran Kamal
September 18, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Beberapa waktu terakhir, nama Maudy Ayunda kembali ramai diperbincangkan. Kali ini bukan karena film, musik, atau pendidikan di luar negeri,...

Read moreDetails

Menulis Kok Seperti Muntah?

by Angga Wijaya
September 18, 2026
0
Menulis Kok Seperti Muntah?

SEJAK kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masuk semakin jauh ke dalam kehidupan sehari-hari, semua orang tampaknya bisa menulis. Tidak...

Read moreDetails
Next Post
Sepi Tak Berarti Tiada

Sepi Tak Berarti Tiada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co