24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gong Kebyar Anak-anak Semara Winangun, Duta Badung di PKB 2024 – Mainkan Gumaliput dan Jaran Teji

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
July 1, 2024
in Khas
Gong Kebyar Anak-anak Semara Winangun, Duta Badung di PKB 2024 – Mainkan Gumaliput dan Jaran Teji

Gong Kebyar Anak-anak “Semara Winangun” , Duta Badung di PKB 2024

DESA Adat Kwanji adalah salah satu desa yang termasuk dalam sistem pemerintahan Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Desa Kwanji terdiri dari tiga banjar adat, yakni Banjar Kwanji Kaja, Banjar Kwanji Kelod, dan Banjar Umagunung. Desa Kwanji Sempidi mempunyai potensi seni yang patut dibanggakan. Selain dikenal dengan kesenian Gambangnya, potensi seni di Desa Kwanji juga dapat dilihat dari keberadaan gamelan Gong Kebyar kuno yang menjadi warisan masyarakatnya kini.

Di Desa Kwanji Sempidi, terdapat salah satu Gong Kebyar yang konon adalah Gong Kebyar pertama yang ada di Kelurahan Sempidi. Dari penuturan penglingsir-penglingsir (tetua) dan seniman tua yang terlibat dalam Gong Desa Kwanji (disebut dengan istilah “gong gede”: merujuk pada sejarah munculnya Gong Kebyar). Gamelan ini diperkirakan muncul tahun 1930-an. Dahulu, gamelan ini adalah milik sekaa manyi (kelompok pemanen padi). Gamelan Gong Kwanji merupakan hasil urunan atau “patungan dana” dari hasil panen padi.

Adanya gamelan Gong Kebyar Kwanji kala itu, membentuk sekaa gong yang anggotanya dari lingkup sekaa manyi yang ada di Desa Kwanji, yang berjumlah 30 orang, direkrut dari orang-orang yang berkompeten di bidang seni gamelan, dari tiga banjar adat yang ada di seputaran Desa Adat Kwanji. Dari 30 orang sekaa Gong Kebyar Desa Kwanji pertama, hanya beberapa orang yang masih diingat oleh penglingsir kini, diantaranya: Kak Mastra (alm.), Kak Gandra (alm.), Kak Patra (alm.), Kak Cetag (alm.), Nang Jedag (alm.), Kak Buta (alm.) juru kendang, Nang Jereg (alm.).

Selanjutnya, generasi kedua dari sekaa Gong Desa Kwanji, dari penuturan beliau berjumlah 51 orang. Gong Kwanji kaya akan gending Lelambatan Klasik yang masih terjaga hingga kini. Gending-gending/ tabuh-tabuh lelambatan klasik pagongan gaya Sekaa Gong Desa Kwanji, diantaranya : Gilak Embat, Tabuh Pisan Kwanji, Tabuh Telu (Tabuh Telu Dang, Tabuh Telu Dung, Bebonangan) Tabuh Pat (Gagak, Semarandana, Lodra, Subandar, Saga Manis), Tabuh Lima, Tabuh Nem (Galang Kangin, Tangis), Tabuh Kutus, (Lasem Kwanji, Pelayon).

Kehidupan kesenian khususnya gamelan di Desa Kwanji kian melaju. Gong Kebyar ini diayomi oleh Desa Adat Kwanji dan dibentuk menjadi bagian dari Desa Adat Kwanji menjadi Sekaa Gong Desa Adat Kwanji. Tahun 2008 kaderisasi pemain dilakukan dengan membentuk sekaa Gong Anak-anak yang diberinama Sekaa Gong Anak-anak Semara Winangun. Pemberian nama ini melalui parum prajuru desa (pemuka desa) yang dihadiri kala itu oleh Bendesa Adat Kwanji I Wayan Mendra, Kepala Lingkungan Kwanji I Made Wetri (alm), praktisi seni di Desa Kwanji I Nyoman Mariyana, dan sejumlah pemuka adat lainnya. Nama sekaa dicetuskan pertama kali oleh I Nyoman Mariyana, dan disetujui oleh semua peserta parum.

Semara Winangun, diambil dari kata Semara yang berarti keindahan dari cinta kasih, dan winangun diartikan tumbuh dari bentuk yang sudah ada sebelumnya. Jadi Semara Winangun diartikan sebagai “hidupnya seni di Desa Kwanji yang tumbuh dan bergeliat dari masa ke masa secara berkesinambungan dengan pengabdian dan cinta kasih membangun desa dari seni dan budaya.

Sejak terbentuknya sekaa gong anak-anak ini, tahun 2009 dipilih sebagai duta Kecamatan Mengwi dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak Se-Kabupaten Badung pada Festival Budaya Kabupaten Badung dan meraih juara ke-3. Generasinya kian tumbuh, bersama generasi ketiga, ditahun 2023 dipilih kembali sebagai duta Kecamatan Mengwi dalam Lomba Gong Kebyar Se-Kabupaten Badung pada Festival Budaya Kabupaten Badung, memperoleh harapan 1. Tahun 2024 ini, dipercaya sebagai duta Kabupaten Badung pada Parade Gong Kebyar Anak-Anak Pesta Kesenian Bali (PKB) PKB XLVI dengan menampilkan tiga materi: Tabuh Kreasi, Tari Jaran Teji, dan Dolanan.

Tabuh Kreasi “Gumaliput”

Sinopsis Karya:

Kelahiran adalah sebuah anugrah yang kita harus syukuri dan jalani. Kelahiran itu tidak semuanya sama. Bersyurlah mereka yang terlahir dengan fiisik sempurna karena diluar sana banyak saudara kita yang terlahir dengan keterbatasan fisik. Kekurangan fisik yang dimilikinya tak gentar “mengkecilkan” hati dan tekatnya untuk hidup. Keterbatasan bukan menjadi “batas” untuk berjuang hidup dan meraih mimpi. Keterbatasan adalah semangat untuk menjawab tentang pandangan buruk bagi mereka yang terlihat sempurna. Kadang kala ditengah fisik yang sempurna pun, masih banyak kemunafikan, kegoisan, kerakusan, dan sifat dengki yang dimilikinya. Justru, mereka yang memiliki keterbatasan fisik bahkan mampu menunjukan bahwa dirinya lebih sempurna dari mereka yang sempurna.

Seyogyanya, tidak ada manusia yang sempurna. Dalam keterbatasannya ada jiwa yang “sempurna” sebagai “penerang kegelapan”. Menjadi manusia sempurna tidaklah mudah. Maka, jadilah manusia yang berguna dan unggul atas dasar kejujuran. “Gumaliput” adalah sebuah karya musik yang menggambarkan cahaya tersembunyi di dalam keistimewaan individu disabilitas.

Gabungan kata ‘guma’ dari kata “gumana” (cahaya) dan ‘liput’ dari kata “kaliput” (tersembunyi), mencerminkan pengungkapan kesitimewaan, keindahan dan potensi yang tak terlihat secara langsung. Dalam karya ini, melodi-melodi terformulasi untuk menyampaikan pesan penuh inspirasi tentang keberanian dan ketulusan yang dimiliki oleh individu-individu dengan disabilitas. “gumaliput” mengajak pendengar untuk melihat, melampaui apa yang tampak di permukaan, mengakui dan menghargai kekuatan yang ada di dalam setiap jiwa. untuk merasakan kekuatan emosional dan spiritual yang tersirat dalam keberagaman manusia, serta untuk merayakan kemuliaan dari segala bentuk kehidupan.

Musik ini menjadi sebuah perayaan akan kekuatan yang tidak terlihat, namun mampu mengubah dunia dengan cahayanya yang tersendiri. Sebagai penata tabuh I Made Aristanaya, S.Sn dan Pande Yoga Pranata, S.Sn. Gamelan dan Kostum dari Sanggar Seni Kebo Iwa. Penggarap nampaknya masih menggunakan pola garap tradisi namun diinovasi dengan teknik dan permainan yang lebih kompleks mengacu pada perkembangan Karawitan Bali era kekinian. Musikalitas Tabuh Kreasi ini dibuat dengan transformasi gegedig dan motif gegenderan pada Gender Wayang.

Hal menarik dari musical ini yakni, menggunakan instrument Bende yang jarang kita jumpai pada penyajian Tabuh Kreasi dimainkan sebagai unsur ritmis yang tiba-tiba muncul diatas pola melodi yang dimainkan. Dalam penyajian karya ini tata cahaya dan gerak penabuh sebagai pengauat artistic dipertimbangkan oleh penata sehingga dapat meningkatkan estetika penyajiannya. Riak riuh sambutan penonton pun merespon karya ini dengan meriah.

Gambar 1. Penampilan Tabuh Kreasi | Dokumentasi. Sekaa Gong Anak-Anak Semara Winangun, Tahun 2024

Sebagai penampilan kedua Sekaa Gong Semara Wiangun menampilkna Tari Jaran Teji. Tari Jaran Teji adalah menggambarkan penyamaran Dewi Sekar Taji ketika mengembara mencari kekasihnya Raden Inu Kerta Pati yang menghilang dari Istananya. Dewi Sekar Taji bersama pendampingnya menyamar menjadi penunggang kuda yang gagah perkasa dan tak ada yang dapat mengenalinya dengan berpakaian laki-laki. Tari Jaran Teji bercirikan gerak yang menirukan binatang kuda, diciptakan oleh I Wayan Dibia tahun 1985.

Ia membuat tarian ini terinspirasi dari tari Sanghyang Jaran yang sakral. Gerak-gerak Sanghyang Jaran kemudian dipadukan dengan gerak tari laki dan perempuan dari tari klasik Bali dan Jawa. Sebagai pembina Tari Ni Nyoman Bhudawati, S.Sn, Luh Kade Indraswari S.Pd, Putu Alit Risma Dewi S.Pd sedangkan pembina tabuh I Made Suartika, S.SKar, dan I Nyoman Mariyana, S.Sn.,M.Sn.

Penampilan Tari Jaran Teji pada PKB tahun ini yang dibawakan oleh Sekaa Gong Anak-Anak Semara Winangun berjumlah 10 orang penari. Penampilannya pun sangat kompak dan diapresiasi baik oleh banyaknya penonton di Stage Arda Candra, Taman Budaya Art Centre, Denpasar.

Gambar 2.  Tari Jaran Teji Sekaa Gong Anak-Anak Semara Winangun | Dokumentasi. Sekaa Gong Anak-Anak Semara Winangun, Tahun 2024

Sebagai penampilan ketiga, Sekaa Gong Anak-anak ini menampilkan DOLANAN yang berjudul “ Matebag-Tebagan”. Dolanan ini memberikan kritik kepada kita tentang Kejujuran. Mendidik seorang anak berprilaku jujur dan suputra adalah hal yang sangat penting. Mengajarkan kejujuran pada anak sejak usia dini merupakan investasi dalam membentuk pribadi berkarakter mulia. Anak yang jujur akan menjadi manusia unggul dan berbudi pekerti luhur.  Dunia anak yang sangat mengesankan, penuh gelak canda tawa, diekspresikan dalam bentuk permainan yang menguji ketajam pikiran dan kejujuran pada anak.

Mapre-prean, adalah sebuah permainan tradisional yang pernah ada di Desa Adat Kwanji Sempidi Mengwi direkontruksi kembali dengan pola permainan yang memadukan gerak dan lagu, menyembunyikan sebuah benda, yang nantinya akan ditebak oleh anak yang bertugas mencarinya.

Inspirasi permainan tersebut dikemas dalam bentuk teatrikal pertunjukan dolanan yakni hilangnya ayam kesayangan I Sableng yang diambil oleh I Wayan Caruk. Konseptor : I Ketut Gede Rudita, S.Sn., M.Si, Dr. Gek Diah Desi Sentana, S.S., M.Hum., Dr.A.A. Gede Rahma Putra, S.Sn.,M.Sn, Penata Dialog: I Wayan Gria, S.Sn, Penata Iringan        : Komang Sumastra Jaya, S.Sn Penata Tari : I Made Yuandika Pramudya, I Putu Gede Pradipta Utama, Pendukung Garapan : Yowana Desa Adat Kwanji dan Anak-anak Sanggar Seni Kebo Iwa, Penanggung Jawab  : Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung dan Bendesa Adat Kwanji.

Gambar 3. Penampilan Dolanan Badung | Dokumentasi. Sekaa Gong Anak-Anak Semara Winangun, Tahun 2024

Gambar 4. Foto Bersama Sekaa Gong Anak-Anak Semara Winangun Desa Kwanji, Kelurahan Sempidi, Mengwi, Badung | Dokumentasi. Sekaa Gong Anak-Anak Semara Winangun, Tahun 2024

Lampiran Foto Kegiatan Sekaa Gong Anak-Anak “Semara Winangun”

Tags: Badunggong kebyarPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gandrung Pura Majapahit dari Pemecutan Kelod – Ada Pengibing Kerauhan

Next Post

Hijab vs Identitas Nasional: Pertaruhan Besar Tajikistan

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

Hijab vs Identitas Nasional: Pertaruhan Besar Tajikistan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co