4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gandrung Pura Majapahit dari Pemecutan Kelod – Ada Pengibing Kerauhan

tatkala by tatkala
July 1, 2024
in Panggung
Gandrung Pura Majapahit dari Pemecutan Kelod – Ada Pengibing Kerauhan

Gandrung Pura Majapahit dari Pemecutan Kelod, Denpasar

SUASANA magis tak bisa dihindari ketika Sekaa Gandrung Pura Majapahit, Banjar Munang Maning dan Banjar Samping Buni, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Selatan, menampilkan tari-tari gandrung di panggung Ratnakanda, Taman Budaya Bali, serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB), Senin, 1 Juli 2024.

Di atas panggung, sekaa itu memainkan tujuh garapan tari dan tabuh yang disajikan oleh  seniman lintas generasi. Ada  penabuh anak-anak, dewasa hingga generasi tua.

Mereka memulai penampilan dengan tabuh gambang, sebuah garapan tabuh kuno, dengan komposisi gending yang berpedoman pada laras pelog. Kemudian dilanjutkan tabuh dan tari berjudul gegandrangan menyiratkan tarian pergaulan cinta kasih ditarikan oleh laki-laki. Riuh penonton pun tampak bersemangat memberikan dukungan meski hujan melanda siang itu.

Tarian ini dibawakan para penabuh lingsir atau tua dan para pengibing tampak silih berganti tampil ke panggung. Baik pengibing laki-laki maupun pengibing perempuan.

Lalu ada tari legong yang ditarikan tiga penari perempuan. Dan sebagai pengiringnya adalah tabuh gegandrangan dari kalangan dewasa. Kemudian tabuh dan tari gegandrangan  kembali dilanjutkan, bahkan tarian ini sepenuhnya dibawakan penari laki- laki.

Para penabuh Sekaa Gandrung Pura Majapahit, Banjar Munang Maning dan Banjar Samping Buni, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar

Suasana magis mulai dirasakan para penonton ketika para pengibing pria dan wanita alami ketidaksadaran alias kerauhan di atas panggung. Para pecalang pun dengan sigap mengamankan pengibing yang tidak sadarkan diri dan  harus  diperciki air suci oleh Jro Mangku.

Menariknya penari yang masih remaja itu dengan gemulai menari diiringi oleh para penabuh cekatan anak-anak yang  terampil meski kategori rumit dan sulit memainkan bilah-bilah gandrung itu.

Regenerasi Gandrung Pura Majapahit yang memiliki kekhasan dari tabuh yang disakralkan itu memang menunjukkan keberlanjutan kesenian sakral yang ada di Kota Denpasar.

Jro Mangku Md Yudana selaku Pengayah atau Mangku di Pura  Majapahit menuturkan,  Gandrung Pura Majapahit diamong dua Banjar yaitu  Br. Gandrg muning dan Br. Samping Buni. Gandrung ini sudah diwarisi sejak 1900, dan puncak kejayaan pada dekade 1940an. “  Penabuh yang cukup terkenal saat itu adalah ada maestro I Ketut Mandra, I Ketut  Godra dan penarinya I Ketut Manda, dalam kiprahnya kemudian kesenian gandrung ini luar biasa pentas di seluruh desa -desa yang ada,” ungkapnya.

Lanjut  Jro Yudana pada tahun 1980 pernah gamelan gandrungnya mengalami kerusakan, kemudian mendapat perhatian dari Disbud Kota Denpasat akhirnya  diperbaiki.

“Tahun 1980 kita angkat kembali,  saya sendiri penarinya, dilanjutkan pada tahun  1990 oleh adik saya  hingga generasi ke- 8, semuanya penari laki-laki. Saya bersyukur saya ngayah di Pura Majapahit, dimana pragina kami semuanya laki – laki  padahal sangat sulit mencari penari laki, namun  dengan kesadaran rasa cinta kasih mereka menyanggupi,” jelasnya.

Penampilan Sekaa Gandrung Pura Majapahit, Banjar Munang Maning dan Banjar Samping Buni, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar

Ada cerita magis di balik pemilihan penari laki-laki itu.  Jro Yudana menuturkan, awalnya mereka penari laki-laki ini menolak dipilih untuk ngayah menari, namun dibalik itu ada cerita unik.

“Ketika ditunjuk,  dia tidak mau dengan alasan nanti dibilang banci, lalu apa yang  terjadi contohnya ada penari Komang Enda, ketika ditunjuk mereka menolak, kemudian yang terjadi malamnya dicari sama seorang dedari dan akhirnya dia ngayah sanggup menari. Selanjutnya ada penari Rubi juga awalnya menolak dan dicari lagi oleh dedari akhirnya mau,” tandasnya.

Dalam konteks perkembangan 1990, Jro Yudana mengakui  sangat minim pembinaan, dulunya bersifat original, otodidak pembina kita.” Dulu kita hanya tampilkan saat pujawali di Pura Majapahit, 3 hari setelah odalan, tepatnya  Purnama ke enam bulan Desember baru mepajar di Majapahit itupun kalau ada kerauhan .

“Makanya konsep fungsi di Pura ini dari komunal menjadi sakral, termasuk tari bebalihan yang mengiringi upacara. Sekarang kita mencoba dari generasi muda melalui kampus, dari situlah kita lakukan penggenerasian. Dan kita sampaikan bahwa gamelan kita original itu langsung diwariskan maestro Ketut Godra, dengan semangat kita melatih meski gendingnya agak aneh, kita pelajari dengan disiplin  ada gending berjudul gegantrangan banci, cingkrem-cingkrem, melinasi dan sebagainya, akhirnya hingga kini kita masih eksis melestarikan warisan leluhur kami,” tegasnya. 

Jro Yudana merasa bersyukur gandrung Majapahit ini bisa tampil di ajang PKB ke -46 tahun ini. “ Astungkara di PKB ini kita tampil, kita  berproses menampilkan lintas  tiga generasi , tetap menyajikam original agar para generasi ini mulai sadar, inilah rumitnya membawakan gending-gending kuno,” pungkasnya.

Sedangkan untuk  gelungan maupun  gamelanya saat ini  di istanakan di Pura Majapahit dan apabila disolahkan konsepnya mapajar, mulai penarinya diupacarai,  upakaranya tetap dijalankan ketika ditampilkan tempatnya juga dibersihkan sehingga gandrung ini memang disakralkan. [T][Pan]

Editor: Adnyana Ole

Hal-hal yang Bisa Dilihat Jika Jalan-jalan di Desa Pacung-Tejakula: Cerorot, Gandrung, dan Lain-lain
Gandrung dari Suwung Batan Kendal, Dijaga, Terjaga
Memotret Gandrung, Mengabadikan Tari Sakral Penangkal “Grubug” di Desa Suter
Gandrung Petak, Gandrung Bang: Luka Dirayakan, Hidup Dimuliakan
Menonton Gandrung Sewu Banyuwangi, Mematangkan Hal-hal yang Sudah Kita Lakukan
Tags: Pesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2024Tari Gandrung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Janger Melampahan dari Sanggar Puri Saraswati, Singapadu – Seniman Anak-anak Ditonton Anak-anak

Next Post

Gong Kebyar Anak-anak Semara Winangun, Duta Badung di PKB 2024 – Mainkan Gumaliput dan Jaran Teji

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Gong Kebyar Anak-anak Semara Winangun, Duta Badung di PKB 2024 – Mainkan Gumaliput dan Jaran Teji

Gong Kebyar Anak-anak Semara Winangun, Duta Badung di PKB 2024 – Mainkan Gumaliput dan Jaran Teji

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co