10 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menonton Gandrung Sewu Banyuwangi, Mematangkan Hal-hal yang Sudah Kita Lakukan

Cok Adithya Wiraputra Yudha by Cok Adithya Wiraputra Yudha
February 2, 2018
in Feature

Foto-foto Cok Aditya

 

MENDENGAR Banyuwangi Festival, jangan malu mengakui, ingatan kita pastilah meluncur pada gemulainya sosok-sosok perempuan asli Banyuwangi. Mereka menari dengan iringan gamelan yang asli Banyuwangi, bukan Jawa, bukan pula Bali, tapi mirip Jawa, ya mirip juga dengan Bali. Itulah Gandrung Sewu. Seribu penari gandrung menari secara bersamaan di tepi pantai.

Saya juga. Begitu mendengar Banyuwangi Festival saya langsung ingat Gandrung Sewu dan langsung ingin menontonnya. Keinginan bersambut ketika Bupati Putu Agus Suradnyana menugaskan saya menghadiri acara itu. Sekalian studi banding. Karena Buleleng juga punya festival, punya hal-hal yang bisa dibandingkan.

Tanpa pikir panjang saya mengajak dua staf untuk berngkat ke Banyuwangi menggunakan roda empat. Itu bukan hari kerja alias libur akhir pekan, namun saya pergi dengan rasa senang berlibur sekaligus dengan semangat kerja yang tinggi. Tak bisa leha-leha seperti orang liburan, namun tak usah tegang juga seperti orang bekerja.

Begitu menyeberang di Selat Bali, kemeriahan Banyuwangi Festival sudah terlihat saat kami menginjakkam kaki di Pelabuhan Ketapang . Sepanjang jalan dipenuhi banner dan baliho Festival Banyuwangi. Kemeriahan itu seakan menyambut saya, dan itu membuat saya maskin semangat untuk terus meluncur ke arah titik kemeriahan itu.

Rupanya bukan hanya saya yang disambut di Banyuwangi. Banyak orang luar masuk daerah itu untuk tujuan yang sama. Buktinya tingkat hunian hotel sangat tinggi. Saya sampak kewalahan mencari penginapan meggunakan aplikasi travel di HP karena semua penginapan penuh. Untung masih ada sisa 1 kamar di sebuah hotel yang cukup bonafid.

Setelah ganti-ganti pakaian, saya langsung bersiap ke tujuan. Tujuan pertama adalah Ijen, lokasi digelarnya Banyuwangi Summer Jazz Festival, Sabtu 7 Oktober malam. Tapi cuaca tak mendukung. Hujan turun hingga malam dan saya kembali ke hotel.

Minggu 8 Oktober 2017 siang, pukul 11.00 wita saya bersama staf cek out untuk menuju Pantai Boom, lokasi digelarnya Gandrung Sewu. Sebelum ke lokaasi kami menyempatkan keliling kota dan mampir di desa wisata Oshing. Desa itu saya kenal karena Pemkab Banyuwangi termasuk mempromosikannya dengan cukup gencar.

Pukul 13.00 wita tiba saat menonton Gandrung Sewu di Pantai Boom. Tahun ini cukup heboh, sebanyak 1.200 penari ikut serta dalam Gandrung Sewu. Sungguh tontonan yang layak untuk dinikmati mata maupun batin. Bayangkan, dua kilometer dari lokasi, pemandangan kemeriahan sudah sangat tampak. Ya, jalanan macet, ribuan masyarakat tumpah ruah berdesak-desakan menuju Pantai Boom.

Saya mempercepat gerakan agar sempat melihat acara itu dibuka sekaligus mendengar pidato Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Maklum, sebagai staf di bagian humas, kebiasaan saya ya dengarkan pidato bupati, hehehehe.

Pidato Bupati Abdullah Azwar Anas memang menarik. Di hadapan ribuan masyarakatnya, Bupati yang juga kader PDIP itu mengatakan ragam festival yang diselenggarakan di Banyuwanhi sejak ia memimpin adalah suatu cara bagaimana mengkemas, memperkenalkan, melestarikan seni budaya sebagai daya tarik wisata.

Mendengar itu saya ingat pidato bupati saya, Putu Agus Suradnyana. Hal yang sama selalu disampaikan Bupati Suradnyana di setiap kesempatan membuka festival, yakni tourism is different. Seperti juga yang dilakukan Banyuwangi, Buleleng juga harus punya daya tarik agar wisatawan mau datang ke daerah itu.

Seperti kata Bupati Azwar Anas, Gandrung Sewu menjadi instrumen memperkenalkan seni-budaya daerah ke publik, sekaligus ini menjadi bagian dari regenerasi pelaku seni. “Kami bangga, makin mudah mencari anak Banyuwangi yang memiliki bakat menari,” kata Anas Anas.

Jika dikaitkan dengan Buleleng Festival, pernyataan Bupati Azwar Anas ini juga terjadi di Buleleng. Sejak ada Buleleng Festival, kegairahan berkesenian juga terjadi di Bali Utara. Bukan semata pertunjukan dan atraksi wisata saja, namun menjadi ajang konsolidasi budaya.

Gandrung Sewu juga mengingatkan digelarnya Buleleng Festival untuk pertama kali tahun 2013. Tari Trunajaya massal saat itu digelar dengan melibatkan 500 penari. Awalnya susah mencari penari sebanyak itu, namun belakangan penari bisa ditemukan dengan mudah.

Gandrung Sewu mengalami hal yang sama. Dulu di tahun pertama, untuk mencari pelaku seninya atau penarinya, pemerintah kebingungan. Tapi sekarang minat anak-anak muda membeludak. Ini menunjukkan betapa bangganya rakyat terhadap seni-budayanya.

Gandrung Sewu tidak hanya sekadar menari sebagaimana tari gandrung yang dikenal sebelumnya, tapi terdapat koreografi yang memiliki tema berbeda tiap tahunnya. Kini di 2017 Gandrung Sewu mengangkat tema Kembang Pepe, yang menceritakan perjuangan pasukan Blambangan melawan penjajah Belanda.

Setelah cukup puas menonton Gandrung Sewu, kami bersiap pulang. Dalam perjalanan pulang, termasuk di kapal pada saat penyeberangan di Selat Bali, saya merenungkan banyak hal, termasuk bagaimana mengadopsi hal-hal menarik dalam Banyuwangi Festival itu untuk diterapkan di Buleleng. Kita di Buleleng sudah melakukan banyak hal, seperti yang dilakukan di Banyuwangi. Tinggal kita matangkan saja, sembari terus berproses, terus belajar dari sukses daerah lain. (T)

Tags: banyuwangibulelengfestivalPariwisataSeniTradisi
Share46TweetSendShareSend
Previous Post

Westernisasi itu di Otak, Bukan pada Kelakuan

Next Post

Pameran Tujuh Perupa Muda “ABSTRACT IS” di Bentara Budaya Bali

Cok Adithya Wiraputra Yudha

Cok Adithya Wiraputra Yudha

Lahir di Singaraja 7 Juli 1983. Kini bekerja sebagai Kasubag Pemberitaan, bagian Humas dan Protokol PemkabBuleleng.

Related Posts

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

Read moreDetails

Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

Jauh sebelum para undangan itu hadir, karya seni rupa berbagai ukuran sudah terpasang rapi pada dinding tembok putih. Lampu sorot...

Read moreDetails

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
0
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

Read moreDetails

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

by tatkala
May 4, 2026
0
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

by tatkala
May 1, 2026
0
HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

PASAR ponsel pintar di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran perangkat yang mendobrak batas kewajaran spesifikasi di kelasnya. Infinix Note 60...

Read moreDetails
Next Post

Pameran Tujuh Perupa Muda “ABSTRACT IS” di Bentara Budaya Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026
Panggung

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca
Esai

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

by Angga Wijaya
May 10, 2026
Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi
Pameran

Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

Jauh sebelum para undangan itu hadir, karya seni rupa berbagai ukuran sudah terpasang rapi pada dinding tembok putih. Lampu sorot...

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna
Esai

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
Puting Beliung | Cerpen Supartika
Cerpen

Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

by I Putu Supartika
May 9, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

by Sugi Lanus
May 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co