2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar dari Natalia, Perempuan yang Hobi Donor Darah

Pande Putu Jana Wijnyana by Pande Putu Jana Wijnyana
April 28, 2024
in Khas
Belajar dari Natalia, Perempuan yang Hobi Donor Darah

Ketut Devianti Natalia | Foto: Pande

SEBAGIAN orang menganggap donor darah menjadi suatu aktivitas yang menakutkan. Terlebih, jarum donor itu lumayan besar dari jarum pada umumnya. Tidak dapat dimungkiri, banyak orang yang ingin mencoba, tapi malah berbalik mengurungkan niatnya untuk melakukan donor.

Namun, hal tersebut tentu sangat berbeda jauh dengan Ketut Devianti Natalia. Salah satu pegawai di Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng (PDAM Buleleng) ini mengatakan bahwa ia sangat suka donor darah, bahkan ia sudah menganggapnya sebagai sebuah hobi.

Agak lain, memang, sata kita mendengar tentang hobi donor darah, tapi hal ini benar terjadi pada perempuan asal desa Munduk itu. Natalia sudah melakukan donor darah sejak menginjak ubin kelas 2 sekolah menengah pertama. Uniknya, aktivitas yang hari ini bisa dibilang hobinya itu, dimulai ketika ia merasa jengah dan terpaksa.

“Dulu sama sekali tidak ada yang mau ikut, karena kami [teman-teman sekelasnya waktu SMP] semuanya takut. Kebetulan saya jadi ketua kelas, mau tidak mau harus ikut, kalau tidak ikut ya malu sama yang lain,” ujarnya sembari tertawa.

Pemilik golongan darah B itu awalnya memang ada rasa ketakutan. Dua hari sebelum kegiatan, ketakutan berkemelut dalam benaknya. Namun, pikirannya sudah merajalela, mau diapakan saja saat donor darah, dengannya juga, jarum donor lebih besar dari jarum suntik imunisasi. Tapi pada akhirnya, keberanian dan tekad itulah yang menyadarkannya, meskipun gugup dan keringat dingin berkucur di tubuhnya.

Natalia sedang melakukan donor darah di Kantor | Foto: Humas PDAM Buleleng

“Jarum dulu masih sama seperti sekarang. Besarnya masih sama, tapi dulu jarumnya pakai jarum besi. Sekarang sudah agak elastis, kantongnya pun dulu masih kecil, mungkin setengahnya. Tapi sekarang sudah besar, rasanya ada sekitar 350cc darah yang bisa ditampung atau lebih,” ujar Lia.

Ketakutannya sirna ketika telah selesai melakukan donor darah. Ia mengatakan, awalnya memang terasa lemas, tapi beberapa jam setelahnya, kondisinya akan normal kembali seperti semula.

“Malahan badan jadinya lebih bugar, jadi lebih fresh, tubuh rasanya lebih ringan saat beraktivitas. zaman itu diberi reward seperti bubur kacang ijo dan susu senangnya sudah minta ampun,” katanya dengan nada penuh semangat.

Kini donor darah menjadi semacam rutinitas hidupnya. Setiap tahun, selalu ada notifikasi SMS ataupun Whatsapp dari Palang Merah Indonesia (PMI) Singaraja yang masuk ke ponselnya itu.

“Masalah donor tidak pernah absen sampai sekarang. Dulu informasi boleh donor kembali setahun sekali, tapi sekarang sudah berubah, informasi terakhir katanya 3 bulan setelahnya sudah bisa melakukan donor lagi,” ujar Lia.

Aktivitasnya itu pun menjadi pemantik, bukan lagi bagi dirinya sendiri, tapi juga untuk lingkungan sekitarnya. Lucunya, setelah ia melakukan donor untuk pertama kalinya, tahun berikutnya, teman-temannya yang lain malah ingin ikut mencobanya.

“Bukan karena kacang ijo atau susunya yang membuat mereka ikut, tapi teman-teman ternyata perlu diyakinkan dan dibuktikan. Alhasil, sampai sekarang, teman-teman malah ikut ketagihan,” ujarnya sembari tertawa.

Entah, seperti suatu keberuntungan. Kebetulan saja di tempat ia bekerja saat ini, setiap kegiatan ulang tahun kantor, selalu mengadakan kegiatan donor darah. Meskipun usianya sudah hampir menginjak setengah abad, tapi semangatnya menjalankan misi kemanusiaan tidak akan ada henti-hentinya. “Di kantor sudah langganan. Petugasnya pun (PMI) sudah sampai hafal, bahkan sudah diberitahu untuk mengambil kartu anggota donor darah,” tambahnya sembari tersenyum senang

Lia pun menceritakan bagaimana pengalaman berkesannya ketika ada seseorang yang membutuhkan donor dari darahnya sendiri. Ia mengatakan, meski lupa pada tahun berapa, ketika itu ada seorang anak kecil yang memerlukan darah, tanpa basa-basi ia segera menjadi pendonor. Kebetulan golongan darahnya cocok. Ia selalu berpikir bagaimana jika berada di posisi mereka?

“Rasanya benar-benar bahagia bercampur haru ketika sudah bisa membantu. Kadang inisiatif sendiri datang ke kantor PMI, biasanya PMI selalu membutuhkannya.” Saat mengatakan ini, Lia seperti menerawang jauh, mungkin mengingat pengalaman mulia itu.

Sejauh pengalamannya mengikuti donor darah, ternyata ada pengalaman buruk yang pernah ia alami. “Pernah sekali, ketika itu jarumnya bengkok, terus setelah dicabut malah patah. Itu karena petugas memasukkannya secara salah, terlalu miring rasanya. Tapi untungnya tidak apa-apa, penanganannya cepat, kalau diingat-ingat sedikit ngeri juga,” tutur Lia. Meskipun ada pengalaman buruk, ia tidak pernah terpikirkan untuk berhenti melakukan misi kemanusiaan itu.

Ia merasa misi ini belum lengkap bila tidak menyampaikan pentingnya kegiatan ini kepada kedua anaknya. Ia tentu ingin kegiatan mulia ini dapat dilanjutkan secara terus-menerus. Menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak-anaknya sejak dini sudah menjadi tugas utamanya.

“Kedua anak saya sudah mulai saya ajarkan. Anak pertama responnya lebih enggan, karena memang takut dengan jarum. Tapi anak kedua begitu bersemangat, pengalamannya juga tidak pernah takut, sudah dari kecil ketika imunisasi dulu tidak pernah menangis sama sekali,” ungkapnya penuh semangat.

Ia juga membeberkan tips ketika ingin menjadi pendonor darah pemula. Ia mengatakan kuncinya adalah dari dalam diri kita sendiri. “Kalau tidak yakin mustahil rasanya berhasil, apalagi punya niat yang setengah-setengah, darah bisa saja macet, tidak mau keluar karena saking gugupnya,” ujarnya.

Selain itu, menurut Lia, si pendonor juga perlu istirahat yang cukup sebelum melakukan kegiatan donor darah, yang pasti tidak boleh begadang. Sarapan pagi juga harus dilakukan sebelum darah disedot.

“Tidak perlu dipikirkan. Intinya, jika takut dengan jarumnya, tidak perlu dilihat. Rileks, pikirkan kita melakukan untuk dasar mulia, kemanusiaan, segala sesuatunya pasti dilancarkan,” ungkapnya dengan serius.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Reporter: Pande Putu Jana Wijnyana
Penulis: Pande Putu Jana Wijnyana
Editor: Jaswanto

Suka Duka Pembaca Water Meter PDAM: Diprotes Pelanggan, Digigit Anjing, sampai Bertemu Ular pun Sudah Biasa
Gede Artana, Sun Go Kong dari Desa Pedawa
Tags: donor darahPalang Merah IndonesiaPMI
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Darah Memerah di Catuspata | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Next Post

Membaca dan Kesadaran: Catatan Singkat Bincang-Bincang Bersama Duta Baca Indonesia

Pande Putu Jana Wijnyana

Pande Putu Jana Wijnyana

Mahasiswa STAH Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Membaca dan Kesadaran: Catatan Singkat Bincang-Bincang Bersama Duta Baca Indonesia

Membaca dan Kesadaran: Catatan Singkat Bincang-Bincang Bersama Duta Baca Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co