2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar dari Natalia, Perempuan yang Hobi Donor Darah

Pande Putu Jana Wijnyana by Pande Putu Jana Wijnyana
April 28, 2024
in Khas
Belajar dari Natalia, Perempuan yang Hobi Donor Darah

Ketut Devianti Natalia | Foto: Pande

SEBAGIAN orang menganggap donor darah menjadi suatu aktivitas yang menakutkan. Terlebih, jarum donor itu lumayan besar dari jarum pada umumnya. Tidak dapat dimungkiri, banyak orang yang ingin mencoba, tapi malah berbalik mengurungkan niatnya untuk melakukan donor.

Namun, hal tersebut tentu sangat berbeda jauh dengan Ketut Devianti Natalia. Salah satu pegawai di Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng (PDAM Buleleng) ini mengatakan bahwa ia sangat suka donor darah, bahkan ia sudah menganggapnya sebagai sebuah hobi.

Agak lain, memang, sata kita mendengar tentang hobi donor darah, tapi hal ini benar terjadi pada perempuan asal desa Munduk itu. Natalia sudah melakukan donor darah sejak menginjak ubin kelas 2 sekolah menengah pertama. Uniknya, aktivitas yang hari ini bisa dibilang hobinya itu, dimulai ketika ia merasa jengah dan terpaksa.

“Dulu sama sekali tidak ada yang mau ikut, karena kami [teman-teman sekelasnya waktu SMP] semuanya takut. Kebetulan saya jadi ketua kelas, mau tidak mau harus ikut, kalau tidak ikut ya malu sama yang lain,” ujarnya sembari tertawa.

Pemilik golongan darah B itu awalnya memang ada rasa ketakutan. Dua hari sebelum kegiatan, ketakutan berkemelut dalam benaknya. Namun, pikirannya sudah merajalela, mau diapakan saja saat donor darah, dengannya juga, jarum donor lebih besar dari jarum suntik imunisasi. Tapi pada akhirnya, keberanian dan tekad itulah yang menyadarkannya, meskipun gugup dan keringat dingin berkucur di tubuhnya.

Natalia sedang melakukan donor darah di Kantor | Foto: Humas PDAM Buleleng

“Jarum dulu masih sama seperti sekarang. Besarnya masih sama, tapi dulu jarumnya pakai jarum besi. Sekarang sudah agak elastis, kantongnya pun dulu masih kecil, mungkin setengahnya. Tapi sekarang sudah besar, rasanya ada sekitar 350cc darah yang bisa ditampung atau lebih,” ujar Lia.

Ketakutannya sirna ketika telah selesai melakukan donor darah. Ia mengatakan, awalnya memang terasa lemas, tapi beberapa jam setelahnya, kondisinya akan normal kembali seperti semula.

“Malahan badan jadinya lebih bugar, jadi lebih fresh, tubuh rasanya lebih ringan saat beraktivitas. zaman itu diberi reward seperti bubur kacang ijo dan susu senangnya sudah minta ampun,” katanya dengan nada penuh semangat.

Kini donor darah menjadi semacam rutinitas hidupnya. Setiap tahun, selalu ada notifikasi SMS ataupun Whatsapp dari Palang Merah Indonesia (PMI) Singaraja yang masuk ke ponselnya itu.

“Masalah donor tidak pernah absen sampai sekarang. Dulu informasi boleh donor kembali setahun sekali, tapi sekarang sudah berubah, informasi terakhir katanya 3 bulan setelahnya sudah bisa melakukan donor lagi,” ujar Lia.

Aktivitasnya itu pun menjadi pemantik, bukan lagi bagi dirinya sendiri, tapi juga untuk lingkungan sekitarnya. Lucunya, setelah ia melakukan donor untuk pertama kalinya, tahun berikutnya, teman-temannya yang lain malah ingin ikut mencobanya.

“Bukan karena kacang ijo atau susunya yang membuat mereka ikut, tapi teman-teman ternyata perlu diyakinkan dan dibuktikan. Alhasil, sampai sekarang, teman-teman malah ikut ketagihan,” ujarnya sembari tertawa.

Entah, seperti suatu keberuntungan. Kebetulan saja di tempat ia bekerja saat ini, setiap kegiatan ulang tahun kantor, selalu mengadakan kegiatan donor darah. Meskipun usianya sudah hampir menginjak setengah abad, tapi semangatnya menjalankan misi kemanusiaan tidak akan ada henti-hentinya. “Di kantor sudah langganan. Petugasnya pun (PMI) sudah sampai hafal, bahkan sudah diberitahu untuk mengambil kartu anggota donor darah,” tambahnya sembari tersenyum senang

Lia pun menceritakan bagaimana pengalaman berkesannya ketika ada seseorang yang membutuhkan donor dari darahnya sendiri. Ia mengatakan, meski lupa pada tahun berapa, ketika itu ada seorang anak kecil yang memerlukan darah, tanpa basa-basi ia segera menjadi pendonor. Kebetulan golongan darahnya cocok. Ia selalu berpikir bagaimana jika berada di posisi mereka?

“Rasanya benar-benar bahagia bercampur haru ketika sudah bisa membantu. Kadang inisiatif sendiri datang ke kantor PMI, biasanya PMI selalu membutuhkannya.” Saat mengatakan ini, Lia seperti menerawang jauh, mungkin mengingat pengalaman mulia itu.

Sejauh pengalamannya mengikuti donor darah, ternyata ada pengalaman buruk yang pernah ia alami. “Pernah sekali, ketika itu jarumnya bengkok, terus setelah dicabut malah patah. Itu karena petugas memasukkannya secara salah, terlalu miring rasanya. Tapi untungnya tidak apa-apa, penanganannya cepat, kalau diingat-ingat sedikit ngeri juga,” tutur Lia. Meskipun ada pengalaman buruk, ia tidak pernah terpikirkan untuk berhenti melakukan misi kemanusiaan itu.

Ia merasa misi ini belum lengkap bila tidak menyampaikan pentingnya kegiatan ini kepada kedua anaknya. Ia tentu ingin kegiatan mulia ini dapat dilanjutkan secara terus-menerus. Menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak-anaknya sejak dini sudah menjadi tugas utamanya.

“Kedua anak saya sudah mulai saya ajarkan. Anak pertama responnya lebih enggan, karena memang takut dengan jarum. Tapi anak kedua begitu bersemangat, pengalamannya juga tidak pernah takut, sudah dari kecil ketika imunisasi dulu tidak pernah menangis sama sekali,” ungkapnya penuh semangat.

Ia juga membeberkan tips ketika ingin menjadi pendonor darah pemula. Ia mengatakan kuncinya adalah dari dalam diri kita sendiri. “Kalau tidak yakin mustahil rasanya berhasil, apalagi punya niat yang setengah-setengah, darah bisa saja macet, tidak mau keluar karena saking gugupnya,” ujarnya.

Selain itu, menurut Lia, si pendonor juga perlu istirahat yang cukup sebelum melakukan kegiatan donor darah, yang pasti tidak boleh begadang. Sarapan pagi juga harus dilakukan sebelum darah disedot.

“Tidak perlu dipikirkan. Intinya, jika takut dengan jarumnya, tidak perlu dilihat. Rileks, pikirkan kita melakukan untuk dasar mulia, kemanusiaan, segala sesuatunya pasti dilancarkan,” ungkapnya dengan serius.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Reporter: Pande Putu Jana Wijnyana
Penulis: Pande Putu Jana Wijnyana
Editor: Jaswanto

Suka Duka Pembaca Water Meter PDAM: Diprotes Pelanggan, Digigit Anjing, sampai Bertemu Ular pun Sudah Biasa
Gede Artana, Sun Go Kong dari Desa Pedawa
Tags: donor darahPalang Merah IndonesiaPMI
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Darah Memerah di Catuspata | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Next Post

Membaca dan Kesadaran: Catatan Singkat Bincang-Bincang Bersama Duta Baca Indonesia

Pande Putu Jana Wijnyana

Pande Putu Jana Wijnyana

Mahasiswa STAH Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Membaca dan Kesadaran: Catatan Singkat Bincang-Bincang Bersama Duta Baca Indonesia

Membaca dan Kesadaran: Catatan Singkat Bincang-Bincang Bersama Duta Baca Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co