23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Akankah Mereka Mengemis Selamanya di Tepi Jalan Itu?

Ananta Kurnia by Ananta Kurnia
April 4, 2024
in Khas
Akankah Mereka Mengemis Selamanya di Tepi Jalan Itu?

Monyet di tepi jalan Taman Nasional Bali Barat | Foto: Ananta Kurnia

PADA tulisan sebelumnya saya mengulas tentang Pahlawan Sepanjang Jalan di tautan link https://tatkala.co/2024/03/25/cerita-dari-jalan-raya-sisi-hutan-bali-barat-hiburan-monyet-dan-pahlawan-jalanan/.  Kurang lebih isinya terkait pemandangan dan suasana yang menakjubkan ditawarkan oleh Taman Nasional Bali Barat (TNBB) sepanjang jalan, namun banyak pengendara yang terlena untuk memberi pakan satwa liar sehingga mengakibatkan sampah kemasan berserakan sepanjang jalan yang menimbulkan keresahan..

Kali ini saya mengulas masalah selanjutnya yang ditimbulkan dari perbuatan tersebut. Sebagai hewan primata yang cerdas namun tidak brilian, mereka memanfaatkan sisi humanis manusia, secara tidak sadar manusia akan memberi pakan mereka apabila monyet-monyet tersebut berada di pinggir jalan menyapa (dibaca mengemis) dari para pengendara.

Hal ini dilakukan setiap hari, setiap bulan dan bahkan sepanjang tahun. Dengan berbekal kecerdasan yang dangkal, para monyet memanfaatkan momen tersebut untuk bermalas-malasan mencari pakan di habitat aslinya. Karena mereka semua sudah terlatih dan terbiasa menyapa (dibaca mengemis) untuk mengais rejeki pakan dari iba manusia.

Setiap hari sudah dapat dipastikan banyak pengendara yang akan memberi makan mereka dengan hanya modal berkumpul dan kongkow-kongkow di pinggir jalan.

Apalagi makanan yang mereka dapatkan sejatinya cukup fantastis harganya dan sangat beragam menunya. Mulai dari yang paling lumrah yaitu buah-buahan sampai makanan mewah bagi mereka seperti ciki-ciki dan roti yang diproduksi oleh perusahaan terkenal. Bahkan hewan di kebun binatang pun kalah bersaing untuk urusan makan mewah dengan monyet-monyet itu.

Akibatnya para monyet menjadi malas mencari makanan pada habibatnya karena sudah tersedia di jalanan yang mengakibatkan aktivitas keseharian mereka menjadi monoton. Hanya mengemis meminta makanan sepanjang hari. Belum lagi resiko yang ditanggung para monyet liar ini sangat tinggi, yakni ditabrak lari oleh para pengendara yang melintas, minimal yang dialami adalah cedera patah tulang dan seringkali meninggal secara tragis di tengah jalan.

Jika demikian, siapa yang akan bertanggung jawab? Apakah pengendara, atau petugas Taman Nasional Bali Barat atau Pimpinan Kelompok Monyet yang tak becus mengarahkan massa anggotanya?

Kenyataannya, tak satu pun dari mereka dapat disalahkan, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan kinerja petugas Taman Nasional Bali Barat dengan cara mengabaikan monyet liar di sisi jalan, apapun yang terjadi.

Jika mereka tak diberi makan, selain tidak akan ada sampah, para monyet pun sadar dengan sendirinya dan akan comeback mencari makan ke habitat aslinya di dalam kawasan Taman Nasional. Resiko tabrak lari pun dapat dihindarkan sehingga tidak membuang nyawa monyet liar di Taman Nasional Bali Barat secara sia-sia.

Sebagai gambaran, pernahkah para pembaca memikirkan apabila para monyet yang mengemis ini tidak mendapatkan makanan yang dapat mencukupi kebutuhan hariannya? Kemanakah dia akan mencari? Apakah akan kembali ke habitatnya? Rasanya hanya sedikit yang kembali karena butuh waktu dan effort yang tidak isntan untuk mencari makan di alam liar.

Monyet di tepi jalan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) | Foto: Ananta Kurnia

Solusi terbaik dan tercerdas yang monyet lakukan adalah menjajah rumah-rumah, ruko-ruko dan toko-toko para penduduk sekitar. Selain waktu untuk mendapatkan makanan dengan cukup singkat, mata mereka pun terbiasa dengan tampilan makanan kemasan yang menggoda lidah. Dengan cara sat set sat set seperti ninja, banyak jajan maupun makanan lainnya yang berhasil dicuri oleh monyet akibat lengahnya pengawasan pemilik atau penjaga toko.

Hal ini dapat dibuktikan secara survei versi saya pribadi bahwa semua toko/ruko yang menjajakan makanan ringan di pinggir jalan di Kelurahan Gilimanuk, 99% di toko/ruko tersebut terdapat sebuah senjata ampuh untuk mengusir monyet. Senjata pamungkas itu adalah ketapel, suara pentalan karet yang keras dengan bunyi  “tepot” akan mengagetkan monyet yang sedang menyamar sebagai maling. Jika monyet sering merasakan seperti ini maka akan muncul trauma mendalam yang akan menakutkan para monyet untuk kembali beraksi.

Primata tersebut cukup cerdas, maka dari itu, menanggulanginya juga dengan cara yang cerdas dan bijaksana. Jangan memberi mereka makan, apalagi yang mewah, untuk membuat mereka jadi malas dan manja. Karena, lama-lama mereka juga akan malas mencari makan sendiri di habitatnya, sehingga mereka mengemis terus di pinggir jalan, atau kalau tak ada yang memberi makan, mereka akan mencuri ke rumah-rumah dan warung.

Jika monyet itu kembali terbiasa mencari makan di habitatnya, maka ia tak perlu lagi untuk bergerombol-gerombol di tepi jalan. Atau kalau pun mereka nongkrong di tepi jalan, mereka tak akan mengemis lagi, atau meminta-minta lagi. Dengan demikian, para pengendara yang ingin beristirahat di bahu jalan taman nasional pun dapat beristirahat dengan tenang tanpa gangguan pencurian atau perebutan makanan dari kawanan monyet.

Perjalanan menjadi lancar dengan lantunan nyanyian dari Burung Jalak Bali yang menghiasi telinga kita. Mari jaga keindahan alam kita dengan cara yang alami dan bijaksana.

Salam konservasi. [T]

Cerita dari Jalan Raya Sisi Hutan Bali Barat: Hiburan Monyet dan Pahlawan Jalanan
Kisah Pilu Ibu Lutung di Hutan Gilimanuk: Anak Diculik, Luka Bahu Luka Hati dan Depresi
“Perselingkuhan” yang Indah dan Membanggakan di Pantai Karang Sewu Gilimanuk
Tags: faunaHutan Bali BaratkonservasiTaman Nasional Bali Barat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunikasi Struktural di Era Digital

Next Post

Ni Putu Anita Sofia Veronia, Menari Sejak Dalam Kandungan

Ananta Kurnia

Ananta Kurnia

Pengangguran. Lahir dan tinggal di Gilimanuk, Jembrana, Bali

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Ni Putu Anita Sofia Veronia, Menari Sejak Dalam Kandungan

Ni Putu Anita Sofia Veronia, Menari Sejak Dalam Kandungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co