22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Media Komunikasi dan Hedonisme

Chusmeru by Chusmeru
March 28, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

JAGAT hiburan Tanah Air diramaikan dengan tayangan permintaan istri seorang artis yang sedang hamil dan mengidam sesuatu. Permintaan itu bagi kebanyakan orang dianggap di luar nalar. Bukan permintaan aneh, tetapi mengidam untuk membeli sesuatu yang sangat mewah bagi orang biasa.

Bayangkan, istri artis yang juga selebritis itu mengidam untuk dibelikan villa seharga 20 miliar rupiah. Selain itu dia juga pernah mengidam dan minta dibelikan pesawat helikopter. Suaminya yang tajir melintir itu pun menyanggupi permintaan istri tercintanya.

Apakah suami itu memang hendak membuktikan kebenaran mitos mengidam? Mungkin saja tidak. Bisa jadi ia ngin menjadi bagian dari infotainmen yang menghibur pemirsanya. Atau boleh jadi ia hendak menyajikan hedonisme dalam tayangan media.

Media komunikasi memang punya peran besar dalam menyuburkan hedonisme. Lihat saja tayangan televisi. Kenikmatan, kemewahan, dan gaya hidup orang berpunya dipertontonkan setiap hari. Mulai dari makanan, pakaian, rumah, dan kendaraan.

Sebagian besar selebritis tahu betul, bahwa di era kekinian kehidupan pribadi tidak perlu disimpan rapat. Pamer harta dan kekayaan adalah tontonan yang disukai khalayak. Sekaligus promosi untuk tetap dikenal di panggung hiburan.

Hedonisme

Secara etimologis hedonisme berasal dari kata hedone, yang berarti kesenangan. Hedonisme merupakan pandangan atau gaya hidup yang berfokus pada kesenangan dan kepuasan tanpa batas. Orang yang memiliki gaya hidup semacam ini disebut sebagai hedonis.

Perilaku hedonis bukan baru muncul saat ini. Sejak masa filsuf Sokrates tahun 433 Sebelum Masehi, hedonisme sudah menjadi wacana. Adalah Aristippos yang menjawab pertanyaan Sokrates tentang tujuan akhir manusia. Dia mengatakan, hal terbaik bagi manusia adalah kesenangan; yang kemudian menjadi pandangan hidup hedonisme.

Hedonisme dapat disebabkan oleh tiga hal, yaitu personal, keluarga, dan sosial. Faktor personal lebih banyak didorong oleh motif individu untuk mengejar kesenangan. Perilaku hedon dan hidup mewah semata untuk memenuhi keinginan, bukan karena kebutuhan.

Keluarga turut mendukung seseorang untuk berperilaku hedon. Proses sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai dari keluarga akan membentuk seseorang menjadi hedonis. Ketika seorang anak melihat orang tuanya hidup berfoya-foya di luar kebutuhan hidupnya, maka sang anak akan mengikuti jejak orang tuanya.

Lingkungan sosial juga berperan membuat orang menjadi hedonis. Persaingan kepemilikan di lingkungan tempat tinggal seseorang akan membuat orang saling berlomba agar dianggap setara. Apa yang dimiliki tetangga harus dimilikinya juga.

Hedonisme sesungguhnya bukan hanya didominasi kelompok ekonomi atas. Masyarakat kelas menengah dan bawah pun memiliki potensi hedonisme. Sepanjang orang membeli sesuatu yang bernilai mewah dan mahal hanya untuk keinginan semata, maka dia sudah masuk kategori hedonis.

Bagi masyarakat bawah, hedonisme merupakan lompatan dari motif fisiologis ke motif penghargaan diri. Orang akan bangga bila dihormati dan dihargai oleh tetangga, karena mampu membeli sesuatu yang mewah untuk ukuran mereka.

Tidak heran jika kelas menengah dan bawah juga ikut-ikutan belanja barang secara online, baik makanan maupun pakaian. Orang yang secara ekonomi lemah dan tinggal di pemukiman kumuh mengadakan resepsi bagi pernikahan anaknya. Dia pun menanggap musik organ tunggal sebagai hiburan. Meski untuk itu semua ia harus berhutang kepada orang lain atau rentenir.

Peran Media

Media adalah teman dekat sekaligus pendukung hedonisme. Dan hedonisme adalah sekutu akrab kapitalisme. Karenanya media, hodonisme, dan kapitalisme merupakan tiga serangkai yang berangkulan mesra.

Kata kunci media sebagai pendukung kapitalisme adalah “produksi”. Semua berita, film, sinetron, kuis, talk show, reality show, dan iklan harus berorientasi pada produksi. Sehingga ada produksi berita, ada pula produksi hiburan.

Hedonisme bisa masuk ke semua hasil produksi media. Berita televisi tentang liputan ke rumah pejabat negara yang bergelimang barang-barang mewah merupakan contoh hedonisme yang dikemas dalam produksi berita.

Acara televisi maupun konten media sosial tentang gaya hidup artis yang glamour justru menjadi produksi hiburan di media. Sepanjang mendatangkan iklan dan mendongkrak rating, maka hedonism di media ini akan tetap dipertahankan.

Tak luput, gaya hidup tokoh dan pemuka agama juga menjadi bagian dari produksi media. Betapa tidak; tokoh agama yang dalam program ceramahnya di televisi senantiasa menganjurkan kesahajaan, tampil di program lain dengan koleksi  rumah dan mobil mewahnya.

Bukan berarti media tidak peduli dengan kesederhanaan. Tetapi khalayak media jugalah yang dengan suka cita mengkonsumsi produk hedonisme itu. Kemewahan yang mestinya menjadi konsumsi personal, berpindah menjadi konsumsi pasar. Itulah persekongkolan hedonisme dan kapitalisme media.

Televisi dan media komunikasi lain memang punya andil besar bagi perilaku hedon. Setiap tingkah laku orang adalah duplikasi kesekian kali dari tayangan televisi setiap hari. Batas antara yang maya dan yang nyata menjadi kabur, karena media menjadi model simulasi perilaku (Hikmat Budiman, 1997)

Bahkan media komunikasi mampu memproduksi hyperrealitas. Yaitu leburnya batas antara yang nyata dan yang tidak. Masyarakat akan menganggap apa yang ditayangkan media lebih nyata dari yang benar-benar nyata. Peran dokter yang ganteng, pengusaha yang tajir, tokoh agama yang alim, maupun istri yang setia di sinetron televisi menjadi hiperrealitas; lebih nyata dari yang nyata.

Hidup di era kepungan media memang tragis. Batas antara kemewahan dan kemiskinan semakin tipis ketika menjadi produk media. Bahkan batas antara baik dan buruk pun semakin tak jelas, ketika doa dan ceramah agama menjadi produk kapitalisasi media.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Lebaran, Masyarakat Tradisional, dan Komunikasi
Berkomunikasi Lewat Busana
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Tags: Hedonismeilmu komunikasikomunikasimedia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Empat Detik Sebelum Tidur”, Band Kreatif Kebanggaan Buleleng yang Diabaikan | Catatan HUT Kota Singaraja

Next Post

Belajar dari Komeng

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

Belajar dari Komeng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co