24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendalami Sang ‘Dharma’ di Hari Kemenangannya

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
February 28, 2024
in Esai
Mendalami Sang ‘Dharma’ di Hari Kemenangannya

Gambar Pewayangan Sang Dharmawangsa sebagai Simbol ‘Dharma’ | Foto: Penulis

“Hari ini adalah Hari Kemenangan Dharma melawan Adharma! Kalahnya Kebatilan oleh Kebaikan!”

SEPERTI itulah tagline yang akan selalu muncul menjelang hari Rabu (Buddha) Kliwon, Wuku Dungulan. Cermin dari datangnya salah satu hari suci besar umat Hindu yang dikenal dengan sebutan Hari Suci Galungan.

Berbicara mengenai eksistensi, Galungan merupakan salah satu hari suci besar dalam keyakinan umat Hindu. Hari suci yang jatuh setiap 210 hari sekali ini, selalu berusaha disambut dengan meriah dan penuh suka cita oleh umat Hindu khususnya di Nusantara.

Bagaimana tidak? dengan mengingat tagline agungnya yang mengagung-agungkan Dharma,hari suci Galungan diharapkan dapat membawa semangat dan harapan baru untuk seluruh umat manusia. Namun, apakah yakin sudah mengenal Sang ‘Dharma’ dengan sepenuhnya?

Menelaah dari kamus Sansekerta-Indonesia (Tim, 2001: 223), kata Dharma (m) sesungguhnya memiliki beberapa definisi. Dharma dapat berarti kebenaran, hukum, adat kebiasaan, aturan kewajiban, keadilan, dan juga moral yang baik.

Semua pengertian tersebut pada dasarnya hal-hal luhur sebagai alat dan pedoman untuk mengarahkan umat manusia agar senantiasa menjalani kehidupan yang lebih baik dan mulia, baik secara jasmani maupun rohani. Hal ini dipertegas dalam kitab Sarasamuscaya 14 yang berbunyi sebagai berikut:

Dharma ewa plawo nanyah swargam samabhiwanchatam

Sa ca naurpwanijastatam jala dhen paramicchatah

Terjemahan:

“Dharma adalah jalan untuk mencapai alam kebahagiaan (Sorga), layaknya perahu laju yang merupakan alat bagi saudagar-saudagar untuk melintasi Samudra.” (Sudharta, 2019: 11)

Berdasarkan sloka Sarasamuscaya tersebut, dapat kita ketahui bersama keagungan Dharma sebagai suatu jalan atau cara yang dapat ditempuh oleh umat manusia dalam memperoleh kebahagiaan, layaknya sebuah perahu untuk melintasi samudra yang penuh penderitaan dan kesedihan.

Setelah mengetahui makna dan arti sesungguhnya kosakata Dharma, langkah selanjutnya adalah mengetahui asal dari Sang Dharma.Jika berdasar pada pustaka suci Weda sebagai sumber pengetahuan suci yang bersifat universal, sesungguhnya telah menjabarkan secara jelas apa dan dimana sesungguhnya kita dapat menemukan Dharma yang sesungguhnya. Hal ini tertuang di dalam kitab Manawa Dharmasastra II. 6 yang berbunyi sebagai berikut:

Idanim dharma pramananyaha

wedo’khilo dharmamulam

smrtiçile ca tadwidam acaraçcaiwa sadhunam

atmanastutirewa ca

Terjemahan:
“Seluruh pustaka suci Weda (Sruti dan Smrti) adalah sumber pertama daripada Dharma, kemudian Sila (tingkah laku yang terpuji), Acara (Adat Kebiasaan), dan Atmanastuti (tata cara perikehidupan orang-orang suci untuk mencapai kepuasan pribadi).” (Sudirga, dkk., 2007: 62 dalam Kemenuh, 2017: 41).

Berdasarkan kitab Manawa Dharmasastra tersebut, dapat diketahui bahwa secara umum, ada lima sumber Dharma valid yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan. Untuk lebih memahaminya, penjabarannya secara lebih lanjut yakni sebagai berikut:

Weda Sruti

Weda Sruti adalah bagian kodifikasi Weda yang berasal dari wahyu Tuhan secara langsung, yang didengarkan kemudian ditulis oleh para Maha Rsi sebagai pustaka suci. Secara umum, Weda Sruti sebagai Weda yang utama terbagi menjadi empat buah yang dikenal dengan Catur Weda Samhita.

Ia menjadi pengetahuan suci yang selalu didengar oleh guru-guru suci sebagai pedoman kerohanian. Keempat bagian Weda tersebut secara umum terdiri dari (Sandika, 2014: 192):

  1. Rg Veda; berisi ayat-ayat yang memuat kidung pujian,
  2. Sama Veda; berisi kumpulan mantram yang dilagukan untuk pemujaan,
  3. Yajur Veda; berisi kumpulan mantram tentang karma dan seluk beluk Yadnya.
  4. Atharva Veda; kumpulan mantram yang bersifat magis-religius.

Weda Smrti

Weda Smrti adalah kodifikasi Weda yang disusun kembali berdasarkan ingatan para Maharsi. Sehingga dalam hal ini, Smrti menjadi bagian integral dalam sumber Hukum Hindu yang memuat berbagai penjelasan ulang secara lebih sederhana dari kitab Sruti.

Untuk itulah, Smrti lebih bersifat praktis yang bagiannya terdiri atas Upaveda, kemudian dibagi lagi menjadi Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) dan Purana (gambaran historis masa lampau). Selain itu, bagian Smrti juga mencakup kitab kepemimpinan (Artha Sastra), kitab kesehatan (Ayur Weda), dan lain sebagainya (Sandika, 2014: 195-196).

Sila

Sila merupakan tingkah laku orang-orang suci yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sebagai manusia.

Acara

Acara adalah adat kebiasaan lokal sebagai wujud bakti kehadapan Tuhan Yang Maha Esa beserta manifestasi-Nya yang telah diturunkan dari turun-temurun.

Atmanastuti
Atmanastuti adalah kepuasan kebenaran yang berada dalam diri ketika telah berhasil mengetahui dan menjalankan hakikat Dharma. Hal inilah yang pada akhirnya mengembangkan Wiweka untuk mengenali hal yang baik dan juga hal yang buruk.

Dengan mengetahui sumber valid dari Dharma, tahap akhir untuk mengetahui keagungan Dharma adalah melalui mengilhami, merenungi, dan mengimplementasikan setiap hakikat Dharma di dalam kehidupan. Terlebih dengan datangnya kembali hari suci Galungan, sesungguhnya menjadi hari pengingat dan momentum yang tepat untuk menanami diri dengan segala hal yang kita sebut sebagai Dharma.

Baik dalam wujud mematuhi segala aturan, bersikap adil dengan sesama, menghormati segala kebenaran yang ada di dunia, menjadi masyarakat yang bermoral, dan melaksanakan segala kewajiban yang memang patut kita lakukan. Dengan cara tersebutlah, Dharma akan dapat tegak dan senantiasa menang dalam kehidupan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Dharma bukanlah kosakata yang semata-mata hanya memiliki pengertian kebaikan. Dharma memiliki beberapa arti luhur sebagai suatu hukum, aturan moral, kewajiban, dan pedoman dalam menjalani kehidupan.

Dari sisi sumber, Dharma yang valid dapat ditemukan dalam lima sumber utama, yaitu: Weda Sruti, Weda Smrti, Sila, Acara, dan Atmanastuti. Atas dasar tersebut, di momentum hari suci Galungan ini,sudah sepantasnya keagungan Dharma tersebut senantiasa kita resapi, renungi, dan implementasikan bersama dalam kehidupan. Hal ini penting, agar Dharma benar-benar bisa kita menangkan di hari peringatan kemenangannya.

DAFTAR PUSTAKA

  • Tim Penyusun. 2001. Kamus Sansekerta-Indonesia. Denpasar: Pemerintah Provinsi Bali.
  • Kemenuh, I. A. A. 2017. Sumber Hukum Hindu dalam Manawa Dharmasastra. Jurnal Agama dan Budaya 1(2),37-43.
  • Sandika, I Ketut. 2014. Membentuk Siswa Berkarakter Mulia melalui Pola Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, Telaah Kitab Chandogya Upanisad. Surabaya: Paramita.
  • Sudharta, Tjok Rai. 2019. Sarasamuccaya Sanskerta dan Bahasa Indonesia. Denpasar: ESBE.
Galungan dan Representasi Budaya Bali Dalam Kumpulan Puisi “Menanam Puisi di Emperan Matamu” Karya Wayan Esa Bhaskara
Setelah Sembahyang dan Renungan Tak Penting di Hari Raya Galungan
“Urutan Galungan” Juga Layak Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Seperti Babi Guling
Arak Bali Legal, Penjor Galungan pun Makin Megah, Kreatif dan Mandiri…
Tags: balihari raya galunganTradisi Galungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Minikino Merilis Laporan Publik Indonesia Raja 2023 dan Rencana Kerja 2024

Next Post

Tur Buku Puisi “Amerikano”, Memopulerkan Sastra ke 10 Titik Pulau Lombok

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Tur Buku Puisi “Amerikano”, Memopulerkan Sastra ke 10 Titik Pulau Lombok

Tur Buku Puisi “Amerikano”, Memopulerkan Sastra ke 10 Titik Pulau Lombok

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co