24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

IMBIPU, Ikatan Mahasiswa Bima dan Dompu di Singaraja: Menjaring Ilmu, Menjaring Ikan, Menjaring Relasi

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
October 25, 2023
in Liputan Khusus
IMBIPU, Ikatan Mahasiswa Bima dan Dompu di Singaraja: Menjaring Ilmu, Menjaring Ikan, Menjaring Relasi

IMBIPU, Ikatan Mahasiswa Bima dan Dompu di Singaraja:

Maja labo dahu

Nggahi rawi pahu

KALIMAT di atas merupakan falsafah hidup dalam tradisi masyarakat Duo Mbojo, sebagai cara pandang mereka dalam menjalani kehidupannya. Duo Mbojo merupakan sebutan untuk kelompok etnis yang mendiami Pulau Sumbawa bagian timur, di mana wilayah cakupannya, meliputi, Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.

Maja labo dahu bermakna malu untuk berbuat hal-hal yang di luar batas norma susila, dan takut untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama. Sedangkan, nggahi rawi pahu bermakna, apa saja yang telah diungkap dan diucapkan harus direalisasikan dalam bentuk perbuatan dan tindakan yang bermanfaat bagi orang lain.

Dengan demikian, falsafah tersebut semacam suatu dorongan yang sudah tertanam secara turun temurun di masyarakat Suku Bima, untuk senantiasa hidup sesuai dengan aturan/norma yang berlaku, dan berperilaku arif dalam mencapai kehidupan yang berbudi luhur.

Benar. Falsafah itu akan tetap diamini oleh penganutnya. Selama memiliki makna yang positif, selama itu pula ia akan tetap hidup di hati masyarakatnya. Seperti IMBIPU Singaraja, misalnya, meskipun jauh dari tanah kelahirannya, mereka tetap menjadikan maja labo dahu dan nggahi rawi panu sebagai landasan hidup mereka di tanah Rantau.

IMBIPU Singaraja merupakan akronim dari Ikatan Mahasiswa Bima dan Dompu yang berada di Singaraja. Sekadar tambahan, IMBIPU merupakan suatu organisasi eksternal kampus yang bersifat kedaerahan dengan mengusung nilai-nilai kekeluargaan sebagai landasan utamanya.

Seperti Muhammad Rangga Bima, misalnya. Pemuda kelahiran Desa Cenggu, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, itu, menganggap IMBIPU bukan hanya sebatas organisasi yang mewadahi mahasiswa Bima dan Dompu saja, melainkan sudah seperti sebuah rumah.

.

“Kami di IMBIPU itu ibarat seperti satu keluarga yang hidup dalam satu rumah. Di mana dirumah itu, kami banyak melakukan kegiatan bersama-sama,” ujarnya, kepada tatkala.co di sekretariat PMM AL-HIKMAH, Jln. Sudirman Gang Satu, Singaraja.

Bima—sebagaimana ia akrab dipanggil—menjelaskan, sebelum terbentuknya IMBIPU Singaraja, perkumpulan untuk Mahasiswa Bima dan Dompu yang ada di Bali itu hanya ada satu. “Dulu, perkumpulan mahasiswa dari Bima itu hanya satu, yakni PMBD—Perhimpunan  Mahasiswa Bima Dompu—yang berbasis di Bali Selatan,” terangnya.

Sesaat setelah memberi jeda, ia menambahkan, “Karena sekarang ada dua tempat bagi mahasiswa Bima dan Dompu bersekolah, di Bali Selatan dan Utara, jadinya kami memecah diri menjadi organisasi baru yang bernama IMBIPU Singaraja.”

Bima, mahasiswa semester tiga Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali, itu kini menjabat sebagai Ketua IMBIPU Singaraja masa bakti tahun 2023/2024. “Alhamdulillah, saya diberi amanah untuk menjadi Ketua IMBIPU Singaraja di tahun ini,” ujarnya, penuh syukur.

Namun, sebagai ketua, ia merasa memiliki tanggung jawab yang besar untuk keberlangsungan IMBIPU Singaraja ke depannya. Sebab, menurutnya, IMBIPU Singaraja harus memulai pembenahan dalam ranah administrasi maupun hal-hal lain yang menyangkut sebuah organisasi.

“Di masa kepengurusan kami sekarang, kami berusaha membuat suatu acuan untuk membenahi struktur organisasi yang memiliki dasar administratif yang sesuai, agar kita bisa melihat filosofi dan sejarah dari IMBIPU itu sendiri,” pungkasnya.

Sebagai sebuah organisasi perhimpunan mahasiswa daerah, IMBIPU bisa ditemui di Kedai Kopi Ikhlas di Jln. Patimura Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Pemilihan tempat itu sebagai basecamp IMBIPU Singaraja bukan karena agar kegiatan nongkrong mereka menjadi asik, namun, karena pemilik Kedai Kopi Ikhlas merupakan salah seorang senior dari IMBIPU itu sendiri.

“Sebenarnya kami belum memiliki sekretariat tetap, jadinya kami memilih Kedai Kopi Ikhlas sebagai tempat kami berkumpul—karena pemiliknya merupakan senior kami di IMBIPU,” ujar pemuda kelahiran tahun 2004 itu.

.

Sebagai ketua, tentu saja Bima memiliki tujuan untuk membawa IMBIPU menjadi lebih maju. “Dalam waktu dekat, IMBIPU Singaraja diusahakan memiliki sekretariat tetap, agar semua hal yang menyangkut IMBIPU Singaraja dapat terkoordinir dengan maksimal,” ujarnya.

Bebagi Kebahagiaan

Meskipun belum memiliki kesekretariatan tetap, anggota maupun pengurus IMBIPU Singaraja, hampir setiap hari memiliki rutinitas untuk berkumpul. Sebagaimana Bima menyampaikan, bahwasannya, mereka kerap berkumpul di salah satu kos dari anggota IMBIPU Singaraja.

“Kami biasanya kumpul di kos salah satu anggota kami, hampir setiap malam,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami kumpul bukan hanya sebatas nongkrong, atau bersenda gurau. Tapi kami biasanya akan menentukan target, pantai mana yang akan kami jaring ikannya malam itu,” ungkapnya sembari tertawa.

Ya, menjaring ikan. Kegiatan itu mereka lakukan bukan hanya sebatas untuk mengobati rasa kerinduan mereka terhadap kampung halamannya saja, melainkan, hanya dengan itu mereka bisa berkumpul sesama anggota hampir setiap malamnya.

“Dulu, sebelum kami memiliki jaring ikan, jangankan untuk membuat acara makan-makan bersama, untuk sekadar berkumpul aja susah sekali,” ujar Bima.

Namun, setelah mereka berinisiatif untuk membeli jaring ikan—dengan cara berpatungan sesama anggota tentu saja—hampir setiap malam IMBIPU Singaraja mengadakan pesta hasil tangkapan merka.

“Tinggal belikan ayam satu ekor—untuk tambahan. Ikan hasil tangkapan dan ayam bakar, sudah cukup membuat sesama anggota IMBIPU Singaraja semakin akrab,” katanya.

Selain menjaring ikan, kegiatan lain untuk mengakrabkan sesama anggota adalah dengan mengadakan berbagai kegiatan yang positif. Seperti misal, mengadakan malam keakraban IMBIPU, halal bihalal, pengajian bersama, dan IMBIPU goes to camping.

Kegiatan IMBIPU Singaraja tidak hanya sebatas antaranggota saja, melainkan mereka kerap terlibat dalam kegiatan sosial di Singaraja maupun di luar Singaraja. Hal tersebut dibenarkan oleh Bima selaku ketua IMBIPU Singaraja.

“Dulu, waktu ada bencana gempa Lombok, kami mengadakan penggalangan dana dengan cara turun ke jalan untuk menggalang donasi,” ujarnya.

Selain mengadakan penggalangan dana, IMBIPU Singaraja juga tergabung kedalam aliansi peduli Bima dan NTT, Singaraja, Bali. Di mana kegiatan sosial tersebut, mereka lakukan untuk membantu korban banjir bandang dan tanah longsor di Bima, NTB, dan NTT beberapa tahun yang lalu.

“Jadi, setelah penggalangan dana, kami mengirimkan bantuan berupa uang, makanan, dan baju yang masih layak untuk dipakai,” ungkapnya.

Dan, IMBIPU Singaraja juga pernah melakukan bakti sosial yang ditujukan untuk masyarakat di Singaraja beberapa waktu yang lalu. Namun, menurut Bima, kegiatan sosial tersebut sempat mengalami vakumbeberapa tahun belakangan, karena para anggota dari IMBIPU Singaraja masih mengalami kendala karena Covid-19.

Membangun Relasi

Dengan konstruksi masyarakatnya yang heterogen, menjadikan Singaraja memiliki banyak warna kehidupan dan bermacam-macam sudut pandang untuk dibicarakan. Berbagai pola kehidupan tumbuh subur di Singaraja. Dalam catatan sejarah, Singaraja juga pernah menjadi Ibu Kota dari Sunda Kecil yang meliputi Bali dan Nusa Tenggara.

Dari perjalanan sejarah itulah, menjadikan Singaraja—bagi mereka yang datang ke Singaraja—bukan hanya sebagai suatu tempat untuk mencari ilmu dan mengumpulkan pundi-pundi rupiah, melainkan juga untuk menemukan makna dari persaudaraan itu sendiri.

Maka benar, jika IMBIPU Singaraja merupakan sebuah rumah bagi mahasiswa Bima dan Dompu untuk menemukan saudaranya di tanah rantau. Selain membangun hubungan persaudaraan dengan sesama anggota, mereka juga menjalin hubungan baik dengan orang-orang dari Bima dan Dompu yang lain.

“Selain membangun hubungan dengan mahasiswa IMBIPU, kami juga membangun relasi dengan tentara dari Bima dan Dompu yang bertugas di Yonif Raider 900,” jelas Bima.

.

Hubungan Simbiosis mutualisme itu, menurut Bima, sudah terjalin cukup lama dan harmonis. “Kami mengenal mereka (tentara) karena sama-sama berasal dari satu daerah, karena kami memiliki ikatan darah yang sama, jadinya kami sering terlibat kegiatan bersama, seperti bakti sosial, buka bersama, dan kadang kami juga diperbolehkan meminjam alat-alat yang kami perlukan dari merka,” jelasnya.

Selain memiliki hubungan dengan tentara, IMBIPU Singaraja juga menjalin hubungan dengan para pekerja dari Bima dan Dompu yang merantau ke Singaraja. “Memiliki hubungan yang baik dengan mereka sangat menguntungkan bagi kami, karena jika kami memiliki suatu kegiatan, maka kami tak susah-susah untuk mencari peserta, tinggal minta bantuan ke mereka saja,” pungkasnya.

Menurut pengakuan Bima, IMBIPU Singaraja juga kerap mendapat bantuan dari hasil hubungan baik itu. Bantuan tersebut berupa materi maupun fasilitas yang diperlukan IMBIPU Singaraja, guna kelancaran setiap kegiatan yang diselenggarakan.[T]

Baca juga artikel terkait LIPUTAN KHUSUS atau tulisan menarik lainnya YUDI SETIAWAN

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Jaswanto

IKAMALA Singaraja Adalah Kampung Halaman bagi Mahasiswa dari Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro
Jalan Terjal Menuju Gelar Sarjana dan Aturan Baru Syarat Kelulusan Mahasiswa Akhir di Perguruan Tinggi
Ragam Cara Mahasiswa Undiksha Menutup Biaya Hidup: Jadi Tukang Las, Ojol, Hingga Petugas Survei
Tags: BimaDompuUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Calon Lawan”: Sebuah Alegori Perebutan Kekuasaan Hari Ini

Next Post

 “Low Tide”, Keindahan Pasang-Surut Laut dalam Fotografi

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

by Jaswanto
June 29, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...

Read moreDetails

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

by Jaswanto
June 28, 2026
0
Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....

Read moreDetails

Hikayat Tuak

by Jaswanto
May 30, 2026
0
Hikayat Tuak

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...

Read moreDetails

Ritual Menanam Beras Merah

by Jaswanto
May 28, 2026
0
Ritual Menanam Beras Merah

“RASANYA legit, gurih, dan lebih bertekstur,” ujar I Wayan Agus Saputra di suatu siang yang mendung di Kantor Desa Jatiluwih,...

Read moreDetails

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

by Jaswanto
May 15, 2026
0
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

Read moreDetails

Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

by Jaswanto
April 14, 2026
0
Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

PERAYAAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja tahun 2026 berlangsung sepanjang Maret dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas....

Read moreDetails

Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

by Jaswanto
March 20, 2026
0
Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

“SAYA belum pernah merasakan Nyepi di Bali; tapi sering diberitahu orang-orang kalau Nyepi di Bali itu kebanyakan tidak diisi dengan...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

HINGGA saat ini, di daerah Tejakula, sebut saja seperti Sembiran, Pacung, Julah, dan Bondalem, masih banyak perajin tenun. Tentu saja...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

PADA tulisan sebelumnya, saya telah uraikan bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Bali Utara—khususnya wilayah Tejakula dan sekitarnya—merupakan jalur dagang pada...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

DALAM sejarah, Singaraja (Buleleng) di Bali Utara tercatat sebagai jalur perdagangan yang semarak dan hidup. Apalagi saat wilayah yang didirikan...

Read moreDetails
Next Post
 “Low Tide”, Keindahan Pasang-Surut Laut dalam Fotografi

 “Low Tide”, Keindahan Pasang-Surut Laut dalam Fotografi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co