23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kenapa Harus Berbuat Baik?

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 12, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

TIDAK ADA satupun manusia yang lahir memiliki keinginan atau cita-cita menjadi orang tidak baik, tapi kadang tanpa kita sadari lingkunganlah yang membuat kita berubah. Kesibukan kita, misalnya, membuat kita menjadi orang yang kurang peka, karena terlalu sibuk dan banyak tugas yang menumpuk maka akan membuat kita jadi tidak sabaran, mudah marah dan emosian—karena ambisi kadang membuat kita menjadi individu yang egois, mau menang sendiri dan kurang bisa berempati.

Padahal, sebagai manusia, harusnya kita tidak boleh hanya mengisi ego kita dengan pencapaian dan kesuksesan, tapi harusnya juga mengisi hati kita dengan kebaikan. Dan untuk menjadi baik, tidak perlu sesuatu hal yang besar, tapi dari hal yang sederhana saja sudah bisa. Misalnya memberikan senyuman diwajah orang lain itu juga sudah baik.

Jadi orang baik dengan tidak nyinyir dan tidak menghujat. Jadi orang baik dengan lebih sabar, lebih peka dan lebih peduli. Jadi orang baik dengan bersikap ramah, memberikan perhatian, menjadi pendengar yang baik bagi sahabat yang sedang kesulitan. Mendahulukan seseorang yang sedang mengantre di belakangmu, memberi jalan pada kendaraan yang mungkin sedang terburu-buru, dan begitu banyak contoh sederhana lainnya.

Sangat banyak yang bisa kita rasakan ketika kita berbuat baik kepada siapa saja, seperti misalnya akan memperkuat hubungan sosial di antara manusia—bahkan dikatakan, dengan berbuat baik akan berpengaruh positif terhadap kesehatan diri kita. Ada keyakinan di mana kebaikan yang kita lakukan akan kembali ke kita, walaupun melalui cara dan bentuk yang beda.

Dalam ilmu pengetahuan, perbuatan baik tersebut dinamakan sebagai perilaku altruistik. Studi menunjukan, perilaku altruistik berkorelasi dengan risiko kematian dini yang lebih rendah (24%), lebih jarang mengalami gula darah tinggi, serta peradangan yang berkaitan dengan penyakit jantung yang lebih rendah, juga lebih jarang dirawat di rumah sakit.

Dari salah satu penelitian hasil laboratorium didapatkan, kadar kolesterolnya lebih rendah, penanda inflamasi seperti interleukin 6 yang lebih rendah—kadar penanda inflamasi menjadi prediktor kuat untuk kesehatan kardiovaskular, serta berperan penting pada infeksi virus.

Juga tampak gen leukosit yang lebih rendah, ini dikaitkan dengan peradangan kronis, yang berhubungan dengan kondisi seperti rheumatoid arthritis, kanker, penyakit jantung,dan diabetes.

Dan ketika dilakukan pemeriksaan otak dengan alat fungcional magnetic resonance imaging (f MRI), sambil meminta orang itu melakukan perbuatan altruistik, didapat perubahan dalam cara otak bereaksi terhadap rasa sakit.

***

Setiap hari adalah kesempatan kita menjadi berkat bagi orang lain. Coba diingat kembali, di dalam hidup kita pasti pernah mendapatkan kebaikan, baik itu dari orang yang dikenal maupun orang yang tidak dikenal. Baik itu bantuan yang diminta, maupun yang datang tidak terduga. Lalu apa yang sudah kita lakukan dengan kebaikan itu?

Kebaikan itu bukan untuk dibalas, tapi untuk diteruskan kepada orang berikutnya—diteruskan ke siapa saja. Memang semua itu bukan sesuatu yang harus kita lakukan, karena itu bukan kewajiban tapi itu adalah kesempatan untuk kita melakukan kebaikan.

Ada cerita dialog antara orang dengan Tuhannya (Brahman). Orang itu bertanya: “Ya Tuhan, apa yang membuat Tuhan senang dari apa yang saya lakukan? Tiap hari saya sudah berdoa, sembahyang, meditasi, berjapa, puasa… apakah itu sudah cukup membuat Tuhan senang?”

Tuhan menjawab: “Apa yang kamu lakukan semua itu sudah baik, tapi baik hanya untuk diri kamu sendiri. Dan yang membuat Aku senang ketika kamu peduli, mau memberi, dan membantu sesamamu ketika sesamamu membutuhkan. Perbuatan itulah yang membuat Aku senang.”

Dalam cerita Mahabarata, dikisahkan saat Kresna melepaskan Cakra Sudarsana untuk menghentikan si Supala—karena sudah kelewatan menghina, membuli, memfitnah Kresna. Dan setelah melepaskan Cakra tersebut, terlihat telunjuk Kresna luka.

Saat itulah Drupadi langsung merobek selendangnya untuk menutupi luka telunjuk Kresna, dan Kresna berkata, “Wahai Drupadi, kamu sudah membantu saat Aku membutuhkannya, dan nanti sudah pasti saat engkau membutuhkan, disitulah Tuhan akan membantumu juga.”

Dan benar, saat Drupadi ingin dipermalukan atau ditelanjangi Kurawa dengan menarik pakaian sarinya—dan saat itu tidak ada satupun yang bisa membantu—bersamaan dengan itu Tuhan menunjukkan keajaibannya. Kain sari itu tidak habis-habis ketika ditarik, hingga Kurawa kelelahan dan Drupadi terselamatkan.

Tuhan memberikan kita hidup bukan karena kita membutuhkannya, tapi karena ada orang-orang lain yang membutuhkan kita. Satu hal sederhana yang kita lakukan, bisa berarti segalanya bagi dia yang membutuhkan.

Sebuah uluran tangan bisa menjadi penyambung kehidupan. Selain itu, kita juga tidak perlu bilang bahwa kita orang baik, karena dari sikapmu saja sudah menunjukkan siapa dirimu. Tindakan itu akan melebihi kata-kata.

Ada pepatah yang mengatakan: “Jika kamu ingin bahagia satu jam, maka tidurlah. Jika ingin bahagia sehari, maka pergilah memancing. Jika ingin bahagia sebulan, maka menikahlah. Jika ingin bahagia setahun, maka warisilah harta. Dan jika ingin bahagia seumur hidup, maka berbuat baiklah.”

Pepatah itu ada benarnya. Ketika kita berbuat baik ke orang lain, sebenarnya kebaikan itu pada akhirnya untuk kita juga. Dan saya sangat percaya, meskipun setiap kebaikan yang kita lakukan tidak mengharapkan balasan, tapi Tuhan akan membalasnya.

The more you bless others, the more god will bless you. Ketika kita berbuat baik kepada orang yang membutuhkan, maka Tuhan akan mengirim orang baik kepada kita ketika kita membutuhkan.

Jadi, harus selalu diingat, hari ini, tahun ini, selain menjadi orang hebat yang kita cita-citakan, jang lupa untuk tetap jadi orang baik dengan selalu berbuat baik—karena sejatinya kebaikan kita akan selalu kembali ke kita, itu masalah waktu.. maka tetaplah berbuat baik.

Tidaklah berlebihan kalau saya katakan bahwa berbuat baik itu adalah kebutuhan kita. Dan jadikanlah lingkungan kita, orang-orang yang ada di sekitar kita sebagai ladang untuk berbuat baik.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis DOKTER CAPUT atau DR. DR. KETUT PUTRA SEDANA, SP.OG
Mengelola Ketidaksempurnaan Menjadi Keindahan yang Bernilai
Dari Salam “MERDEKA”, Kita Memaknai Kemerdekaan
Hamil Sebelum Menikah
Sejarah yang Membuat Saya Bangga jadi Orang Buleleng
Tags: esaimotivasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dewa Nyoman Sumarsana: Sang Jawara Pencak Silat Bakti Negara

Next Post

Ida: Perempuan, Sajak dan Visi Literer Chairil Anwar

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Ida: Perempuan, Sajak dan Visi Literer Chairil Anwar

Ida: Perempuan, Sajak dan Visi Literer Chairil Anwar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co