6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

In Memoriam | IDK Raka Kusuma dan Umbu

I Made Sujaya by I Made Sujaya
August 6, 2023
in Esai
In Memoriam | IDK Raka Kusuma dan Umbu

Buku-buku karya IDK Raka Kusuma | Foto: Dok. I Made Sujaya

SUATU SORE sekitar pertengahan tahun 1998, seorang lelaki kurus mengenakan kemeja dan topi, dengan berjalan kaki dari arah pasar, menyambangi rumah seorang siswa kelas II SMA di Desa Kusamba, Klungkung. Dia mengenalkan dirinya dengan nama Idk Raka Kusuma.

Saat itu, remaja belasan tahun itu baru memulai belajar menulis di Bali Post Minggu yang diasuh Umbu Landu Paranggi. Dia tentu saja terkejut dengan kunjungan itu. Sebelumnya dia hanya tahu nama IDK Raka Kusuma dari puisi-puisinya di Bali Post Minggu dan cerita dari mentornya, I Wayan Suartha, penyair Klungkung yang juga kawan akrab IDK Raka Kusuma.

“Tiang diutus Kak Umbu untuk bertemu Dik Made. Kak Umbu meminta Dik Made ikut acara apresiasi sastra Sanggar Kata di Karangasem. Usahakan datang, Made. Kalau tidak, nanti Kak Umbu tak akan memuat puisi-puisi Made,” katanya.

Pengarang muda itu tak tahu apakah “ancaman” Umbu itu benar atau hanya taktik IDK Raka Kusuma agar dia datang ke Karangasem. Yang jelas, dia akhirnya datang dalam acara apresiasi sastra di Karangasem bersama dua orang teman sekolahnya. Kala itu pula, dia berkenalan dengan sejumlah teman sesama pengarang muda, antara lain Ni Wayan Adnyani, Ida Ayu Wayan Sugiantari, Ida Ayu Basmiari, I Wayan Sumadiyasa, dll.

Kunjungan sastrawan Gde Aryantha Soethama ke rumah IDK Raka Kusuma (kanan), Agustus 2020 / Foto: Dok. Made Sujaya

Akhir tahun 1998, IDK Raka Kusuma kembali menyambangi rumah anak pesisir itu bersama Komang Berata. Kali ini membawakannya piala sebagai salah satu pemenang Sayembara Mengarang Puisi Bahasa Bali se-Bali yang digelar Sanggar Saraswati Tabanan. Pengarang belia itu tak bisa hadir dalam penyerahan hadiah karena sakit.

“Terus nulis ya, De. Nanti Pak Dewa kirimi buku-buku puisi,” pesannya ketika hendak pamit.

Beberapa bulan kemudian, bersama teman-temam di sekolahnya di SMA 1 Dawan, Klungkung, anak muda itu tergerak mendirikan sebuah sanggar sastra. Namanya, Sanggar Tutur. Seolah merespons Sanggar Kata di Karangasem yang didirikan IDK Raka Kusuma bersama Nyoman Tusthi Eddy, I Wayan Arthawa dan Komang Berata.

***

Begitulah cara IDK Raka Kusuma memotivasi anak-anak muda agar tekun menulis. Mirip dengan gurunya, Umbu, dia menggunakan cara-cara gerilya dan pendekatan personal.

Melalui majalah Buratwangi yang diasuhnya, misal, sejak tahun 1999, IDK Raka Kusuma tak pernah lupa “mengontak” para pengarang muda agar terus menulis dalam bahasa Bali.

Jika hari ini sastra Bali modern bergeliat dengan pengarang-pengarang mudanya yang bergairah, tentu tak lepas dari peran seorang IDK Raka Kusuma. Karena itu, sangat wajar jika Yayasan Rancage menganugerahinya penghargaan sastra Rancage untuk kategori jasa pada tahun 2002 dan kategori karya pada tahun 2011 untuk buku kumpulan puisi “Sang Lelana”.

Edisi perdana Buratwangi yang didirikan dan diasuh secara konsisten oleh IDK Raka Kusuma / Foto: Dok. Made Sujaya

Kerap kali dia menghadiahi “anak-anak didiknya” buku sastra agar semangat menulis mereka tetap terjaga. Saking intensnya mengikuti perkembangan para pengarang muda itu, Raka Kusuma tahu keunggulan tiap-tiap pengarang pemula itu. Bahkan, dia sampai menyimpan kliping karya mereka dan menghadiahinya suatu ketika. Padahal, si pengarang muda itu justru tak menyimpannya lagi.

“Apa yang saya lakukan di sastra Bali modern memang diilhami cara-cara gerilya Kak Umbu,” tuturnya suatu ketika.

IDK Raka Kusuma memang dikenal dekat dengan Umbu. Dia tergolong “murid kesayangan” Umbu. Dia menyimpan sajak-sajak dan tulisan tentang Umbu. Akhir tahun 2019, saat sastrawan kelahiran Getakan, Klungkung, 21 November 1957 itu mulai jatuh sakit, Umbu secara khusus mengunjunginya di rumahnya di BTN Kecicang, Karangasem.

Tatkala Umbu wafat pada 6 April 2021, IDK Raka Kusuma merasa sangat kehilangan. Yang menarik, rasa kehilangan yang dalam itu mengilhaminya menulis sajak-sajak tentang Umbu. Tak hanya satu dua sajak, tapi 60 sajak yang kemudian diterbitkan menjadi buku dengan judul “Pukul Nol Tiga Lima-lima” pada tahun 2022 dalam rangka penerimaan penghargaan Bali Jani Nugraha untuknya pada tahun 2021.

Buku kumpulan puisi karya IDK Raka Kusuma untuk mengenang gurunya, Umbu Landu Paranggi / Foto: Dok. Made Sujaya

“Candi puisi” persembahan IDK Raka Kusuma itu terbilang unik dalam sejarah sastra Indonesia karena sangat jarang kepergian seorang sastrawan dikenang dengan satu buku kumpulan puisi tunggal karya seorang sastrawan.

Minggu, 6 Agustus 2023, Jatijagat Kehidupan Puisi (JKP) mulai menggelar Festival Umbu Landu Paranggi sebagai upaya mengenang jasa-jasa sang guru para penyair Indonesia. Pada pagi itu juga, kabar dan ungkapan duka cita atas kepergian IDK Raka Kusuma berseliweran di media sosial.

Ternyata, Raka Kusuma sudah berpulang Sabtu, 5 Agustus 2023 malam di RS Balimed Amlapura dalam usia 65 tahun. “Sang Lelana” telah menyusul gurunya “menuju sorga paling sorga”.

Selamat jalan, Pak Dewa Raka Kusuma. Terima kasih atas karya-karya dan pengabdianmu bagi dunia sastra di Bali.[T]

Selamat Jalan Sastrawan IDK Raka Kusuma
Semarapura Rumah Sejarah: Membaca Klungkung dalam Sajak
Kamerad Léningrad: Merajut Catatan Reformasi ke Dalam Puisi
Kekerasan dan Kepiluan dalam Realita Sosial – Ulasan Buku Kumpulan Cerpen “Begal”
Tags: in memoriamsastrawansastrawan baliUmbu Landu Paranggi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selamat Jalan Sastrawan IDK Raka Kusuma

Next Post

KPK Masuk Desa, Sebuah Keharusan!

I Made Sujaya

I Made Sujaya

Wartawan, sastrawan, dosen. Pengelola balisaja.com

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
KPK Masuk Desa, Sebuah Keharusan!

KPK Masuk Desa, Sebuah Keharusan!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co