22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ubud dan Ragam Ceritanya, Mulai dari Wariga Hingga Usadha, Juga Perjumpaan Manis Kita

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
July 13, 2023
in Khas
Ubud dan Ragam Ceritanya, Mulai dari Wariga Hingga Usadha, Juga Perjumpaan Manis Kita

Sesi dialog dalam Festival Sastra Saraswati Sewana | Foto: Dok/FB/Yayasan Puri Kauhan Ubud

AKHIR PEKAN menghampiri, dan saya bosan di rumah. Bosan memandangi langit yang pelan-pelan cerah setelah hujan berhenti turun di tengah musim kemarau.

Untung kemudian saya teringat akan sebuah rencana yang saya setujui beberapa hari lalu untuk menghadiri Festival Sastra Saraswati Sewana yang diselenggarakan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud di Ubud. Festival itu mengusung tema Wariga Usadha Siddhi.

Saya berjingkrak penuh gembira saat pertama kali diperdengarkan festival ini oleh seorang kawan saya yang kebetulan sedang bertugas di acara tersebut. Acara ini berlangsung mulai tanggal 6 Juli hingga 12 Juli 2023.

Dan saya pun sengaja menghabiskan waktu seharian ke Taman Baca Sanggingan Ubud, tempat festival itu, ditemani oleh seorang sahabat yang juga tak kalah bersemangat sembari menikmati liburan yang jarang-jarang terjadi di tengah kesibukan yang cukup padat.

Perlahan kami kembali menjajaki jalan yang baru, rasa keingintahuan kami kembali mencuat dan tumbuh juga mengakar di pikiran kami. Ketahuilah bahwa hidup bukanlah tentang berjalan dan merancang saja, tapi juga tentang duduk dan berbincang.

Memasuki hari keempat, 9 Juli 2023 adalah harinya wariga dan Usadha For Millenials. Bangku-bangku yang berjejer rapi dipadati oleh generasi millenials yang sangat antusias menyimak talkshow wariga yang dibawakan oleh Ida Bagus Budayoga seorang praktisi eariga juga penyusun kalender Bali.

Sebelumnya kedatangan kami,  para mahasiswa bahkan juga lintas usia disambut hangat oleh Bapak A.A.G.N Ari Dwipayana dalam sambutannya yang menyatakan bahwa ” Forum ini adalah forum yang bisa kita gunakan untuk meneruskan warisan leluhur supaya bisa lebih memahami wariga dan usadha.

Bapak Ari Dwipayana berpandangan bahwa wariga dan usadha itu bisa diteruskan kalau dia fungsional, dia berguna dan bermanfaat.

“Banyak ilmu yang usang karena tidak punya penerus dan manfaat. PR kita sekarang adalah bagaimana menjadi penerus yang baik dan memberikan sesuatu yang bermanfaat dari apa yang kita pelajari,” Bapak Ari Dwipayana,

Untuk itu penting sekali mempelajari ilmu wariga ini. Menurut Bapak Ida Bagus Budayoga, Ilmu wariga artinya warah ring raga (mengenal diri sendiri). Ilmu wariga ini dapat diterapkan untuk berbagai hal salah satunya memilih hari untuk memulai suatu kegiatan dengan cara menghitung waktu.

Kemeriahan Festival Sastra Saraswati Sewana di Taman Baca Sanggingan, Ubud | Foto: FB/Yayasan Puri Kauhan

Belajar wariga juga sama artinya dengan belajar memahami alam semesta serta belajar memahami diri kita yang merupakan bagian dari alam semesta dan terhubung dengan kesemestaan. Sama halnya dengan mempelajari matematika, ilmu wariga juga merupakan ilmu pasti yang dapat dijelaskan secara sains.

Wariga mengajarkan tentang tiga hal yakni ; energi, frekuensi dan vibrasi yang menarik muatan sejenis. Maksudnya adalah energi sejenis pasti akan menarik sesuatu yang memiliki energi yang sama.

Seperti energi yang kita lempar ke alam semesta, seperti itu pula energi yang kita serap; dirimulah yang menciptakan dirimu atau lebih kita kenal dengan istilah The Law of Atraction (Hukum tarik menarik).

Sebuah proses kelahiran dan terbangunnya sebuah nyawa, napas pertamanya menandakan hidup sudah dimulai. Setiap bayi yang terlahir mendapatkan pengaruh berbeda-beda dari planet yang orbit pada saat itu.

Planet yang disebutkan adalah planet Eka Wara, Dwi Wara hingga Dasa Wara yang saya kenal dengan istilah wewaran, saya sangat ingat pernah menghafal pelajaran ini ketika duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar. Jadi saya cukup memahami penjelasan tersebut.

Inilah yang dimaksud dengan ilmu sepanjang masa, membuka rahasia setiap individu yang terlahir kedunia. Misalnya saja seseorang yang terlahir pada Redite Umanis Warigadean memiliki sifat-sifat yang dipengaruhi oleh Panca Wara Umanis.

Orang yang terlahir dengan pengaruh Umanis biasanya cenderung perasa atau sensitif. Setiap orang terlahir dengan pengaruh Eka Wara terdiri dari Luwang yang artinya kosong, Dwi Wara terdiri dari Manga dan Pepet ; terbuka dan tertutup, Tri Wara ;Pasah, Beteng dan Kajeng.

Orang yang terlahir dengan pengaruh Pasah seringkali merasa tersisih oleh sebab itu dibutuhkan peran orang tua untuk memahami ini. Sedangkan beteng artinya dipenuhi kasih. Dan kajeng memiliki pikiran yang tajam hingga kerap kali pikirannya rumit. Begitu seterusnya hingga Dasa Wara.

Perbincangan hangat yang mendorong kami untuk bersuara dan saling mengenal hingga mencari solusi bersama-sama. Satu persatu para millenials bertanya menyoal hari lahir mereka tanpa malu-malu, ada pula generasi millenials dengan pertanyaan kritis yang saya kira semua orang membutuhkan jawabannya untuk menghilangkan dahaga tentang mebayuh oton.

Betapa pentingnya bayuh oton dilakukan berdasar pada neptu atau urip. 

Ada tiga poin penting  yang menjadi catatan keberhasilan pebayuhan yakni ; Restu Tuhan, Karma dan orang yang memuput pebayuhan. Proses inilah yang harus dirasakan perubahannya, jika tidak ada perubahan artinya ada sesuatu yang salah.

Saking serunya tak terasa waktu diskusi telah selesai. Kesempatan sekecil apapun untuk belajar harus diambil. Belajar bisa darimana saja dan bersemangat untuk petualangan yang lebih banyak.

Perjumpaan kala itu dengan energi yang sangat besar, bukan cuma soal energi tapi juga sinergi. Pembicara kedua sangat saya tunggu-tunggu karena berkaitan dengan Usadha atau ilmu pengobatan yang dibawakan oleh dr. Ida Bagus Kesnawa, MM., seorang ahli kinesiologi.

Foto: Dokumentasi/FB/Yayasan Puri Kauhan Ubud

Kinesiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang gerakan tubuh manusia. Dimana Fungsi tubuh manusia dapat digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan fungsi organ atau sistem organ di dalam tubuh. Juga digunakan dalam pemeriksaan kesehatan fisik, emosional, mental dan spiritual. Disiplin ilmu kinesiologi sebagai suatu cara mendiagnosa pasien dengan uji tekan otot dan pemanfaatan getaran energi gelombang elektromagnetik dalam tubuh.

Menurut Ida Bagus Kesnawa, kinesiologi dalam pengobatan medis melalui cara kerja sederhana mampu menunjang pemeriksaan modern saat ini melalui titik-titik saraf dari organ, sirkulasi juga sistem organ.

Ada sekitar 108 titik saraf yang dapat diperiksa melalui sentuhan organ yang dianggap mengalami penurunan energi dengan penekanan ringan sampai berat pada lengan bawah pasien dengan beban yang konstan atau sama.

Penekanan tersebut diharapkan agar dapat dirasakan untuk membedakan antara gangguan atau kelelahan otot. Biasanya otot akan merespon stimulus fisik maupun mental, memiliki mekanisme pertahanan yang sangat berdaya, karena berhubungan dengan bagian tubuh lain seperti pencernaan, peredaran darah, dan organ-organ khusus.

Jika salah satu bagian otot mengalami gangguan fungsi, bagian lain yang terkait dengan otot tersebut pun akan terganggu. Oleh sebab itu, seluruh data yang didapat, dipadukan dengan gejala klinis yang dialami sehingga memberikan analisa yang cepat, tepat dan akurat tentang kondisi kesehatan pasien.

Saya diselimuti rasa syukur dan bahagia berkesempatan menjadi pasien dari Dokter Kesnawa. Bagaimana tidak, Dokter Kesnawa sangat terampil dalam memahami kondisi pasien, bahkan tanpa melakukan anamnesa terlebih dahulu ia sudah bisa mendekteksi dini suatu gangguan di dalam tubuh. Sekiranya hal inilah yang  dimaksud Dokter Kesnawa sebagai pemeriksaan penunjang sebelum mendiagnosis suatu penyakit, menurutnya karena sang meraga angga yang berbicara atau tubuh kita yang berbicara jadi sudah sepatutnya kita mendengarkan tubuh dengan baik.

Dokter Kesnawa juga memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan mencocokan makanan atau obat apa yang sekiranya diperlukan oleh tubuh, untuk menyeimbangkan kembali fungsi tubuh kita. Jagalah kesehatan dengan baik karena membangun kembali dan memulihkan tubuh butuh waktu yang tidak sebentar.

Setiap pribadi memiliki caranya masing-masing dalam menunaikan sebuah perjalanan. Edisi kali ini memberikan tawaran melintasi ulang apa-apa yang barangkali luput dari pandangan. Tidak berhenti disini histeria Wariga Usadha for Millenials saya tutup dengan mengunjungi beberapa stand pameran baik itu buku-buku, tarrot bahkan wacakan wariga, hingga petang ditutup oleh penampilan band Dialog Dini Hari dengan musik indie folknya.

Begitulah Ubud selalu menawarkan banyak cerita merebah rindu yang berkepanjangan, tidak ada sesuatu yang kebetulan dan datang ke acara ini pun seperti takdir mempertemukan dengan orang sefrekuensi. Pertemuan itu tidak terduga,  siapa yang mengira.

Menarik ya cara dunia mempertemukan manusia. Kita belajar banyak menyoal masa lalu dan masa depan, seru, unik dan misteri. Hal-hal baik diserap dan rasa lelah yang terlupakan, semoga kelak buahnya bisa menghidupi kami dan disekitar kami. Salam hangat dan terimakasih. [T]

  • BACA artikel olain dari penulis MEISA WULANDARI
Drama Gong Sancaya Era Baru, Mewangi Kini dan Nanti
Pekik Semangat Krtaning Panarajon dari Perbukitan Cintamani Mmal
Suatu Senja di Pantai Amed
Tags: baliFestival Sastra Saraswati SewanaPuri Kauhan UbudUbudusadhawariga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Barisan Keikhlasan Pembawa Rindu

Next Post

Drama Tari Calonarang dari Generasi Keempat Sanggar Kumara Mas Singapadu

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Drama Tari Calonarang dari Generasi Keempat Sanggar Kumara Mas Singapadu

Drama Tari Calonarang dari Generasi Keempat Sanggar Kumara Mas Singapadu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co