26 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Marayana dan Wiana: Berpulangnya Tokoh Hindu dari Pesisi Utara dan Pesisi Selatan Bali

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 20, 2023
in Khas
Marayana dan Wiana: Berpulangnya Tokoh Hindu dari Pesisi Utara dan Pesisi Selatan Bali

Gede Marayana dan Ketut Wiana | Foto-foto: Ist

DALAM SEMINGGU INI, dua tokoh Hindu, masing-masing berasal dari pesisi Bali bagian utara dan pesisi Bali bagian selatan, berpulang, nyujur sunialoka. Mereka bukan hanya meninggalkan keluarga tercinta, melainkan juga meninggalkan umat Hindu, terutama di Bali, yang hingga kini masih sepertinya didera begitu banyak persoalan.

Tokoh Hindu dari utara itu adalah I Gede Marayana. Ia lahir di Banjar Dinas Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Ia tutup usia, Senin, 17 April 2023, pukul 16.49 Wita, dalam usia 75 tahun.

Tokoh Hindu dari selatan adalah Drs I Ketut Wiana M.Ag. Ia meninggal dunia dalam usia 82 tahun, Rabu 19 April 2023 pagi di kediamannya Jalan Kembang Matahari Nomor 17, Denpasar. Ketut Wiana berasal dari Desa Bualu, Kuta Selatan, Badung.

Umat Hindu tentu saja kehilangan besar. Dua tokoh ini, selama hidupnya sangat suka mengejar ilmu, sekaligus suka membagi ilmunya kepada siapa pun umat yang memerlukannya.  Seperti keseimbangan yang tiba-tiba hilang antara utara dan selatan Bali.

Bukti bahwa dua tokoh ini dicintai umat, banyak tulisan-tulisan ucapan duka cita yang tersebar di media sosial. Mereka menyampaikan duka cita dan rasa kehilangan yang mendalam sekaligus menulis doa-doa agar mereka bersatu dengan Hyang widhi.

Marayana, Pendidikan dan Wariga

Pada usia yang tak lagi tergolong muda, Marayana, sejak beberapa tahun lalu, menyisihkan waktunya untuk kuliah dan sukses meraih gelar S1. Pada Oktober tahun 2022, ia menuntaskan program S2 Pendidikan Agama Hindu di STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja.

“Di usia Beliau yang sudah senja, masih dengan penuh semangat untuk menempuh pendidikan. Bahkan Beliau telah merencanakan untuk melanjutkan studi S3.” Begitu tertulis di laman facebook STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

Dalam tulisan di facebook itu, STAHN Mpu Kuturan menyatakan sangat hormat pada Gede Marayana. “Selama proses perkuliahan, beliau adalah sosok mahasiswa yang aktif, dan selalu mengikuti arahan dari dosen. Bahkan setelah menyelesaikan studinya, masih sering datang ke kampus, hanya untuk bertegur sapa dengan senyumannya yang khas,” demikian debagaimana ditulis di laman STAHN Mpu Kuturan itu.

Sesungguhnya, Gede Marayana tak perlu kuliah lagi. Tanpa kuliah pun ia sudah dianggap Guru Besar oleh umat Hindu, terutama pada bidang wariga. Padewasan dan penyusunan kalender Bali. Ia termasuk ahli wariga dan penyusun kalender yang banyak dipercaya umat.

Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja Dr I Gede Suwindia, M.A. bahkan menganggap Marayana layak mengajar pada program S2 karena keahlian yang dimilikinya.

 “Kita harus belajar, kalau di tracer karya dan pemikiran almarhum, sangat jauh dari anak-anak muda berpendidikan dengan gelar tinggi, banyak karya dan warisan ide bisa kita ambil di dunia wariga. Beliau layak saya minta mengajar S2 karena keahliannya, kedalamannya tentang wariga. Beliau menyanggupi. Namun lebih dulu dipanggil Hyang Widhi,” kata Suwindia di laman facebook.

Sebagai ahli wariga, Gede Marayana adalah orang yang murah ilmu. Ia akan meladeni siapa pun yang mau bertanya tentang wariga. Banyak peneliti dan mahasiswa bertanya sekaligus belajar kepadanya tentang dewasa ayu dan hal-hal yang berkaitan dengan hari-hari baik untuk melakukan upacara agama dan kegiatan sekular di Bali.

Marayana sebelumnya tak memiliki latar belakang pendidikan agama, dan tidak juga memiliki latar pekerjaan formal di bidang adat maupun keagamaan. Setamat dari Sekolah Rakyat (SR) ia melanjutkan Sekolah Teknik (ST) setara SMP tahun 1965, Lalu ia masuk ke Sekolah Teknik Menengah (STM) dan lulus tahun 1974. Pekerjaan formalnya adalah pegawai di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Buleleng.

Ada sejumlah alasan kenapa ia menekuni kegiatan untuk menghitung dewasa ayu.  Tentu saja salah satunya untuk melestarikan perhitungan waktu ala Bali, karena perhitungan waktu untuk menentukan hari baik itu selalu menjadi patokan umat Hindu dalam melakukan kegiatan agama dan adat di Bali.  Sejak tahun 1975 ia menekuni wariga, kemudian tahun 1993 mulai menerbitkan kalender Bali yang disusunnya sendiri.

Atas keahlian dan dedikasinya itu, ia sempat meraih sejumlah perhargaan. Ilmu pengalantaka yang ditemukannya lewat penelitian  ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional pada tahun 2019.

Ia meraih penghargaan Bali Kertha Nugraha Mahottama tahun 2021. Penghargaan lainnya adalah Wija Kusuma dari Pemkab Buleleng tahun 2005 dan Penghargaan Dharma Kusuma dari Pemprov Bali tahun 2008.

I Ketut Wiana dan Mimbar Agama Hindu

Meski secara formal, I Ketut Wiana adalah dosen atau pengajar di lembaga formal, namun banyak yang mengenal dia justru karena seringnya ia mengisi kolom Mimbar Agama Hindu di sejumlah media besar di Bali, seperti di Bali Post.

Dulu, ketika lembaga pendidikan agama Hindu belum semarak seperti sekarang ini, artikel-artikel karya Ketut Wiana dalam rubric Mimbar Agama Hindu seringkali menjadi acuan umat Hindu untuk memahani agama yang dipeluknya sejak lahir. Dan, tidak banyak tokoh Hindu yang mampu menulis artikel seproduktif Ketut Wiana saat itu. Selain di Bali Post, tulisan-tulisannya tersebar di sejumlah majalah Hindu dan sesekali muncul di media nasional.

Dr Ni Made Yuliani SSos MFilH, sebagaimana dikutip Nusa Bali, mengatakan kiprah ayahnya sebagai penekun sosiologi Hindu memang cukup panjang, tidak kurang dari 30 tahun. Ilmu yang ditekuninya itu mulai dari mengkaji perkembangan masyarakat berkaitan dengan agama dan memberi solusi dalam menjalankan ajaran agama.

Selain sebagai pengajar di kampus IHDN (sekarang UHN IGB Sugriwa), Ketut Wiana juga membangun sekolah di kampung halamannya di Desa Bualu.

Karena kahliannya di bidang agama, Ketut Wiana beberapa menjadi tim ahli gubernur di bidang agama Hindu, baik pada masa jabatan Gubernur Dewa Made Beratha, Made Mangku Pastika, maupun Wayan Koster.

“Bapak juga menjadi asesor Tri Hita Karana di bidang parahyangan dan aktif menjadi penulis, membuat artikel, jurnal-jurnal, aktif menulis buku. Bahkan dalam seminggu sangat kreatif, menulis banyak tulisan hingga akhirnya mendapat penghargaan dari IHDN,” kata Yuliani.

Jangan ditanya lagi, buku apa saja yang pernah ditulis Ketut Wiana.  Buku-buku karya Wiana yang meliputi aspek filsafat, etika dan ritual agama Hindu memiliki jangkauan pembaca yang luas. Tidak hanya menjadi kepentingan praktis umat, buku-buku karya Wiana juga memebrikan aspek pemahaman tattwa agama Hindu. Bahasanya sederhana, segar dan ringan sehingga mudah dipahami pembaca umat Hindu.

“Dosa orang yang berilmu kalau tidak mendermakan ilmunya itu kepada orang lain, betapa pun ilmu yang dimiliki hanya sedikit,” kata Wiana sebagaimana dikutip balisaja.com.

Bagi Wiana, menulis itu panggilan hati. Menulis pengetahuan agama yang dimiliki dianggap Wiana sebagai bentuk penghormatan kepada ilmu pengetahuan itu. Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan haruslah mendermakan ilmu pengetahuan agar tidak berdosa kepada ilmu pengetahuan itu sendiri.

Sebagaimana dikutip balisaja.com, Wiana menilai umat Hindu membutuhkan banyak buku-buku agama Hindu. Kehadiran buku-buku agama Hindu penting untuk meningkatkan kualitas sradha dan bhakti umat sehingga terjadi perubahan secara perlahan dalam perilaku beragama umat Hindu dari kuatnya aspek ritual ke arah kentalnya etika dan spiritual.

“Kalau kita sibuk dengan ritual, kita akan terjebak dalam kehidupan beragama di kulit luar saja. Kita harus mencapai tingkatan pemahaman dan pemaknaan atas ajaran agama kita sehingga agama benar-benar memberi jiwa dalam laku hidup sehari-hari,” kata Wiana.

Buku pertama yang ditulis Wiana berjudul “Tradisi Agama Hindu di Bali” yang terbit sekitar tahun 1987. Ia juga menulis buku “Perbedaan Pengertian Catur Warna, Wangsa dan Kasta”.

Buku tentang catur warna itu paling berkesan bagi Wiana. Karena masalah warna, wangsa dan kasta di Bali selalu menjadi masalah. Buku Wiana itu ikut berkontribusi memberikan sumbangan pemikiran untuk menyadarkan umat dan masyarakat Bali. [T]

In Memoriam Ni Wayan Murdi | Arja dan Pengabdian Tiada Henti
Ini Sumbangan Ketut Bimbo pada Bahasa Bali | Ada 19 Paribasa Bali dalam Album “Mebalih Wayang”
In Memoriam AA Gde Raka Payadnya: Pendiri Drama Gong, Tokoh Puri yang Rendah Hati
Tags: balihinduin memoriamtokoh Hindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nungkalik Festival “Penumbra’s Final Gloom” dari BEM ISI Denpasar di Pantai Segara Ayu Sanur

Next Post

(Rasanya) ke-Tuban-nan Saya Sudah Hilang

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
0
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

Read moreDetails

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
0
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

Read moreDetails

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails
Next Post
Libur Hari Jumat

(Rasanya) ke-Tuban-nan Saya Sudah Hilang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co