23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Winda dari Blahkiuh, Usia 22 Tahun, Mantap Bertani, Susun Jadwal Kerja Bak Pegawai Kantor

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
April 11, 2023
in Persona
Winda dari Blahkiuh, Usia 22 Tahun, Mantap Bertani, Susun Jadwal Kerja Bak Pegawai Kantor

Ni Made Winda Sumantari

TAHUN 1970-AN KE BAWAH, cerita perempuan muda jadi petani adalah cerita biasa. Tidak ada nilai beritanya. Kini, pada zaman millennial, perempuan muda memantapkan diri jadi petani adalah berita luar biasa.

Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, ada seorang perempuan muda, usianya baru 22 tahun, dan memutuskan diri menjadi petani. Nama perempuan itu, Ni Made Winda Sumantari. Ia lahir 23 Juli 2000.

Winda bisa disebut sebagai perempuan luar biasa karena keputusannya yang tak biasa. Pada saat perempuan muda lainnya berlomba masuk kantor, ia justru menjadikan sawah sebagai kantor untuk mendapatkan penghasilan.

***

Saya bertemu Winda pada Senin, 11 April 2023. Saat itu saya mengikuti aktifitas program wisata berkelanjutan, Plesir ke Desa, bersama beberapa teman.

Tepat siang hari pukul 13.00 WITA saya bersama teman berangkat dari Desa Sading, Badung, menuju Desa Blahkiuh. Kami naik bemo.

Hanya membutuhkan waktu 30 menit kami sampai di Desa Blahkiuh. Kami yang melakukan “Perjalanan Wisata Desa” hendak bertemu dan mendengarkan cerita seorang remaja putri yang memantapkan diri jadi petani. Ya, itu,  Ni Made Winda Sumantari.

Winda, begitu perempuan manis ini dipanggil. Ia anak kedua dari pasangan I Made Jana (54 tahun) dan Ni Made Sutami (47 tahun)

Kami sampai pada sebuah jalan desa, dan Winda menyambut kami untuk diajak menuju rumahnya di Banjar Ulapan.

Dalam perjalanan menuju rumah Winda, saya masih bertanya-tanya dalam diri, apa yang akan saya temukan dalam perjalanan ke desa ini. Namun, tak ada yang tidak menarik hati jika sudah berada di sebuah desa. Dan, kemudian saya memang temukan banyak hal yang menarik perhatian, terutama hal-hal yang jarang ditemukan di desa lain.

Di rumah Winda kami disuguhi jamu kumis kucing. Itu jamu yang dibuat dari bahan utama tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Kebetulan banyak tanaman kumis kucing di sekitar rumah Winda.

Kumis kucing memang dipercaya sebagai tanaman obat. Tanaman ini berbatang basah yang tegak dengan bunga menyerupai kumis kucing. Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koceng (Madura). Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia, tentu saja sampai ke sekitar rumah Winda..

Setelah minum jamu kumis kucing, kami bersiap untuk berjalan-jalan keliling desa, perkebunan dan persawahan. Winda sendiri sebagai tour leader sekaligus narasumber.

Pemandangan sawah di kawasan subak Desa Blahkiuh punya ciri khas tersendiri. Wilayahnya cukup datar, dengan pemandangan gunung-gunung di sebelah utara. Pepohonan masih rindang.

Foto: Trekking di tepi parit menuju persawahan Desa Blahkiuh

Perjalanan dilakukan kurang lebih dua kilometer ini. Sepanjang perjalanan saya pelan-pelan mulai mengerti siapa sesungguh Winda, perempuan muda yang tak biasa  ini.

Setelah Winda menjelaskan sistem subak secara sederhana sambil berjalan-jalan, tibalah saya di sawah yang menjadi  tujuan utama. Kami ngobrol di tengah gubuk yang mungil.

Sebagai petani, Winda menjelaskan berbagai kegiatannya selama ia berada di sawah. Selain menanam padi, ia juga menanam sayur seperti kangkung, sayur hijau, dan kol.

Kami ikut melakukan praktek penanaman. Dan, Winda mengarahkan kami dengan sabar. Kami menyemai bibit kangkung di tray yang sudah disiapkan.

Foto: kami memetik kangkung

Setelah itu, kami diajak intuk menanam bibit kangkung dan menggemburkan tanah. Sebagian besar dari kami sangat  tertarik melakukan apa yang Winda suruh, seraya merasakan bagaimana menjadi petani. Saya sendiri menyadari kegiatan ini lebih dari sesuatu yang bisa dianggap menarik.

***

Ngomong-ngomong, bagaimana Winda bisa memutuskan untuk menjadi petani?

“Saya termotivasi dengan kehidupan orang tua dulu, walaupun menjadi petani tapi masih bisa menghidupi keluarga, menyekolahkan anaknya,” kata Winda.

Winda juga melihat dirinya sendiri yang bisa sekolah karena hasil pertanian di sawah. Karena menyadari dirinya bisa sekolah dari hasil pertanian, ia pun termotivasi menjadi petani dan mau mendalami pertanian.

“Saya meyakinkan diri bisa sukses di pertanian. Jangan takut kotor. Petani itu memang harus kotor,” kata Winda.

Keputusan untuk menjadi petani ternyata juga punya tantangan tersendiri.

“Awalnya tidak didukung orang tua setelah saya memutuskan menjadi petani,” kata Winda.

Orang tua, kata Winda, tak mau anaknya menjadi petani barangkali karena pemikiran orang luar yang menggangap menjadi petani itu adalah satu langkah mundur. Padahal kemajuan banyak orang yang dinikmati sekarang ini ada karena orang tua mereka menjadi petani.

Foto: Pemandangan persawahan Desa Blahkiuh

Tantangan paling berat, kata Winda, saat memeutuskan menjadi petani tepat dua tahun yang lalu ia hanya punya modal Rp 100.000 untuk membeli bibit sayur mayur. “Tapi dengan modal itu saya tetap memulai jalanmenjadi petani. Saya meyakinkan diri untuk tetap berjalan menjadi petani,” kata Winda.

Yang menarik, pola kerja Winda tentu tidak sama dengan pola kerja petani pada umumnya. Dalam bekerja, ia membuat jadwal kerja layaknya pegawai kantoran. Dia memberikan dirinya sendiri jadwal libur.

Soal kemungkinan gagal, Winda punya prinsip sendiri. Aktifitas ini paling tidak sudah memberi banyak sekali pengalaman bagi dirinya. “Karena memang ternyata selalu ada bibit-bibit baik, meski tidak banyak yang tumbuh. Setidaknya ada bibit dan ditanam, dan semua itu harus dirawat dan dikelola dengan baik,” kata Winda.

Semoa tumbuh subur dan berkah buat semua. Terima kasih, Winda. [T]

Pertanian, Pariwisata, Industri Kreatif, Integrasi yang tak Sampai #Kolom Made Metera
Padi, “Guremisasi Petani”, dan Mengembalikan Pertanian kepada Paradigma Budaya
Jika Sarjana Pertanian jadi Pegawai Bank, Apakah Kampus Masih Penting?
Tags: PerempuanPerempuan Balipertanian
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puasa di Masa Kecil dan Kenakalan-kenakalan yang Mewarnainya

Next Post

Workshop Gerak Mulawali Institute: Mencari Pusat Diri Dalam Tubuh Setengah Jadi

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Workshop Gerak Mulawali Institute: Mencari Pusat Diri Dalam Tubuh Setengah Jadi

Workshop Gerak Mulawali Institute: Mencari Pusat Diri Dalam Tubuh Setengah Jadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co