24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar dari Kekecewaan — Kisah Atlet Muaythai Buleleng di Porprov Bali 2022

Komang Karuni by Komang Karuni
January 2, 2023
in Khas
Belajar dari Kekecewaan — Kisah Atlet Muaythai Buleleng di Porprov Bali 2022

Saya (Komang Karuni) harus puas berada di tempat kedua cabor muaythai Porprov Bali 2022

AKU ATLET MUAYTHAI dari Buleleng. Pada pergelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV tahun 2022 aku turut bertanding memperkuat kontingen Buleleng. Dan, saya mendapatkan medali, tapi saya merasa kecewa dan sedih.  

Aku tidak bisa menyumbangkan medali emas di Porprov itu. Tidak terasa air mata membasahi pipiku. Hatiku bagaikan dicambuk-cambuk, akibat dari rasa kecewa yang mendalam.

Rasanya lebih baik pukulan tangan lawan mendarat di wajahku daripada menerima rasa sakit ini. Aku harus berada di podium  kedua, tidak di podium satu. Suatu kehormatan bagi diriku jika bisa berada di podium satu dan bisa mempersembahkan emas untuk kabupaten tercintaku, Kabupaten Buleleng.

Aku Komang Karuni, seorang atlet Muaythai—olah raga bela diri dari Thailand yang sudah resmi dipertandingkan di Porprov tahun 2022.

Pada Porprov kali ini aku berlaga di nomor kelas under 57 kg dan harus menghadapi lawan-lawan dari kabupaten lain. Porprov Bali diikuti 9 kabupaten/kota yang ada di Bali dan Porprov, aku rasa, memang sebagai ajang pertaruhan nama kabupaten.

Aku bertekad menyumbangkan emas untuk kabupaten Buleleng pada Porprov itu dan berada di podium satu.  Dan aku berjuang jauh-jauh hari sebelum Porprov dimulai.

Kalau di ingat-ingat lagi, perjuangan untuk menjadi tim Porprov tidaklah mudah. Banyak proses yang harus aku lalui sebagai atlet yang bisa membawa harum nama Kabupaten Buleleng.

Saat bertanding di Porprov Bali tahun 2022

Aku masuk menjadi tim Porprov sangatlah tidak mudah, mulai dari latihan, dan proses yang dilalui tidaklah singkat. Semua proses membutuhkan fisik dan mental yang kuat dan tahan banting.

Selama mengikuti latihan aku benar benar memiliki beban yang sangat berat dan tertekan. Sebagai atlet, aku harus menjalani latihan yang begitu keras dan melelahkan, Selain itu, aku harus menghadapi didikan pelatih yang sangat keras, mulai dari cara pelatih melatih fisik dan mentalku.

Kadang aku ingin berhenti, tapi aku teringat dengan misi awalku sebelum memutuskan masuk di tim Porprov, yaitu bisa membawa harum nama kabupaten, keluargku dan tim muaythai-ku.

Muaythai sudah menjadi tempat ternyaman untukku, apalagi aku merasakan mendapatkan keluarga baru di muaythai ini. Aku merasa, aku dirangkul dan dituntun untuk menjadi orang yang berguna bagi diriku sendiri, keluarga dan semua orang .

Di cabang olahraga muaythai aku bisa mendapatkan apa itu arti kehidupan yang bisa bermanfaat. Karena muaythai aku bisa mengekspresikan diriku, dan muaythai adalah  sebagai salah satu tempat  untuk diriku menjadi seseorang yang bisa berguna bagi semua orang khususnya untuk diriku sendiri dan keluargaku.

Meski hanya mendapatkan medali perak, aku menyadari, segala hal sudah aku temukan selama menjadi seorang atlet. Apalagi di Porprov tahun 2022 ini ada banyak cerita yang membuat aku menangis, tertawa, kecewa hingga menyayat hatiku.

Hasil yang aku raih di Porprov membuat aku perpikir bahwa segala perjuanganku telah sia-sia karena aku tidak bisa memberikan emas untuk Kabupaten Buleleng.

Di medan laga ini aku sudah sangat berjuang mulai dari menghadapi lawan dari Denpasar yang cukup tangguh bagiku. Meski menghadapi lawan-lawan yang tangguh, aku tidak berhenti berjuang demi mendapatkan medali emas.

Namun perjuanganku terputus di babak final, di mana aku harus menghadapi tuan rumah yaitu Gianyar.

Air mata kekecewaanku tidak bisa kubatasi karena bukan aku saja yang kecewa, melainkan juga kontingen muaythai Buleleng, karena harus bisa menerima berada di posisi juara umum ketiga.. Pencapaian ini jauh dari prekdisi pelatihku.

Gede Sudarma, yang sering dipanggil Buda merupakan pelatih andalanku menargetkan Kontingen Buleleng sebagai juara umum 1. Namun kontingen Buleleng hanya bisa meraih juara umum 3. Semua itu karena masing masing kabupaten di Bali sudah cukup kuat untuk bersaing di cabor muaythai ini.

Kontingen Buleleng menyiapkan 17 atlet untuk berlaga di Porprov tahun 2022  yakni 15 atlet  bermain di nomor  laga dan 2 atlet bermain di nomor seni, yaitu waikru.

Pencapaian atlet-atlet secara umum cukup memuaskan karena. Dari 17 atlet, sebanyak 16 atlet sudah meraih medali, yakni 3 medali emas, 10 perak dan 3 medali perunggu.

Bersama atlet-atlet muaythai Buleleng

Wayan Tarik sebagai manager di cabor muaythai mengatakan kontingen Buleleng harus lebih bekerja keras lagi untuk Porprov yang akan datang, karena 9 kabupaten/kota yang ikut serta dalam porprov sudah mulai bersaing dan tangguh-tangguh.

“Jjika kita tidak berkerja keras lagi, maka kontingen Buleleng tidak bisa lagi merebut juara umum 1 di Bali,” katanya.

Kontingen Buleleng harus cukup berbangga karena tidak pulang dengan tangan kosong di ajang bergensi, Porprov tahun 2022. Semua pencapaian yang sudah diterima perlu ditingkatkan lagi agar kontingen Buleleng bisa berjaya lagi di medan laga khususnya di cabor muaythai. Karena di ajang Porprov adalah ajang petaruhan nama kabupaten.

Belajar dari kekeceawaanku, memang banyak hal yang perlu aku dan tim kontingen Buleleng  harus tingkatkan jika ingin merebut juara umum 1 di Porprov yang akan datang. Karena berjuang saja tidak cukup, melainkan juga berlatih, berdoa, dan fokus dengan apa yang sudah direncanakan.

Sebagai atlet, lelah boleh, tapi jangan menyerah sampai titik perjuangan yang penghabisan. [T]

Sabet Dua Emas, Xiangqi Buleleng Juara Umum II di Porprov Bali 2022
Porprov dan Singa Ambara Raja Cup: Sebuah Usul untuk PBVSI Buleleng
Dulu 55 Emas, Kini Target 60 Dapatnya 75 Emas, Begitulah Buleleng di Porprov 2022
Tags: olahragaolahraga muaythaiPorprov Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Antara Cemas dan Sukacita Tak Dapat Dipilih | Catatan Puisi “Desember” Karya Tan Lioe Ie

Next Post

Savana Nusu, Tempat Healing Instagramable Kekinian di Kubu, Karangasem

Komang Karuni

Komang Karuni

Atlet muaythai Buleleng. Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Savana Nusu, Tempat Healing Instagramable Kekinian di Kubu, Karangasem

Savana Nusu, Tempat Healing Instagramable Kekinian di Kubu, Karangasem

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co