22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menikmati Gegeni di Desa Ngadiwono di Lereng Bromo

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 13, 2022
in Tualang
Menikmati Gegeni di Desa Ngadiwono di Lereng Bromo

Gegeni di Desa Ngadiwono: ngobrol dengan kehangatan api dari kayu yang dibakar

KETIKA GUNUNG SEMERU masih menyemburkan asap pertanda situasinya masih siaga,Selasa, 6 Desember 2022,  saya berada di Kota Malang, Jawa Timur. Saya bermalam beberapa jam saja, sebelum berangkat menuju Desa Ngadiwono.

Sebenarnya ini bukan acara plesiran atau jalan-jalan. Meskipun pada setiap tempat saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan, mengetahui alam sekitar, bertemu dengan orang-orang yang baru dikenal.

Perjalanan saya ke Desa Ngadiwono adalah perjalanan kolaboratif  bersama anak-anak muda yang penuh indpirasi dan inisiatif. Kelompok anak muda itu membuat sebuah gerakan bernama Jaring Jiwa, sebuah gerakan yang baru lahir dengan misi dan visi mulia dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi sirkular atau kemasyarakatan.

Sejatinya merekalah yang mengajak saya. Dan saya menerima ajakan untuk kolaborasi sekaligus sharing seputar kegiatan pariwisata. Mereka tahu saya melakukan gerakan pariwisata di desa saya sendiri, di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Untuk itulah saya diajak. Selain membagi pengalaman, saya juga mendengar dan merasakan bagaimana potensi dan tantangan pengembangan wisata di Desa Ngadiwono.

Anak-anak muda Jaring Jiwa di Desa Nagdiwono, Pasuruan, Jawa Timur

Desa Ngadiwono adalah sebuah desa di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan , Jawa Timur. Dari Kota Malang, saya bersama seorang teman berkendara dengan sepeda motor ke desa itu. Desa itu adalah desa yang merupakan salah satu tempat bermukimnya Suku Tengger.

Dari Kota Malang, arah yang dilewati menuju Pasuruan via Nongkojajar, Desa Wonosari. Setelah 90 menit, kami sampai.

Suasana pegunungan sudah sangat terasa ketika di sekeliling jalan penuh dengan hutan pinus, perkebunan sayur mayur dan aktifitas para petani yang lalu lalang mencari rumput untuk ternak. Sesampai di Ngadiwono, saya dan tim Jaring Jiwa bertemu Catur Putra Pamungkas.

Laki-laki itu usainya 22 tahun.  Ia sangat bersemangat untuk menjadi guide wisata sekaligus penuh gairah untuk mengembangkan potensi desanya menjadi desa wisata.

“Saya masih mengikuti pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi tour guide,” tutur Catur.

Catur mengajak kami berkeliling desa. Memperlihatkan potensi pertanian hortikultura semisal kentang, kubis, kol hingga brokoli. Tidak hanya melihat, saya juga mendapat penjelasan bagaimana cara dan kebiasaan petani ketika berkebun.

Ia juga memperkenalkan tentang alat-alat apa saja peralatan yang digunakan para petani dalam berkebun. Peralatan itu disimpan di sebuah pondok di tengah kebun, seperti keranjang sebagai wadah kentang saat panen, keranjang tempat menaruh pakan ternak, sampai berbagai jenis dan ukuran cangkul untuk menanam dan fungsi-fungsinya.

Setelahnya saya diajak berkeliling desa, melihat bagaimana Desa Ngadiwono dari ketinggian.Dari ketinggian Desa Ngadiwono tampak indah, kebun berjajar dan rumah penduuduk yang masih tampak alami.

Berfoto bersama di sudut Desa Ngadiwono

Setelah beristrahat sejenak menjelang sore, kami melanjutkan perjalanan ke peternakan Cak Setiyoni.  Setiyoni dengan keramahan khas warga desa menjelaskan bagaimana kebiasaan masyarakat dalam beternak sapi. Jenis sapi yang dipelihara adalah sapi jawa yang secara perawakan sangat besar.

Uniknya kandang sapi di desa itu menyerupai sebuah pondok. Ketika berkunjung hujan pun turun dan Cak Setiyoni mengumpulkan beberapa potongan kayu untuk dibakar.

Nah, kegiatan membakar potongan kayu saat hujan atau pada hari-hari biasa ini dikenal dengan istilah Gegeni di Ngadiwono.  Diterpa hangat api, obrolan mengalir ditemani seketel kopi lokal yang disangrai sendiri.

Gegeni adalah sebuah kebiasaan yang dilakukan umumnya menjelang petang. Bertujuan untuk menghangatkan badan sambil bercerita. Dan cerita diskusi malam di Ngadiwono terakhir terjadi di Tana Layu.

Tana Layu adalah sebuah pondok wisata. Tana Layu sendiri adalah sebutan dari bunga edelweiss yang memang banyak tumbuh di daerah itu. Banyak orang menyebut bunga edelweiss juga dengan sebutan bunga keabadian.

Biar tidak ngelantur,  pada saat tutur asyik malam itu, menjelang hari berganti, Catur Putra Pamungkas dan kawan-kawan dari Jaring jiwa akhirnya sepakat untuk membuat sebuah peta jalan wisata Ngadiwono.

Obrolan ini lebih serius karena kedatangan kami memang untuk melakukan sharing tentang bagaiaman mengembangkan Desa Ngadiwono sebagai daerah wisata berkelanjutan.

Mencoba merasakan pakaian khas Ngadiwono

Peta wisata disusun sebagai petunjuk bagi orang-orang yang datang ke desa itu. Peta dimuai dengan memperkenalkan pelancong dengan para petani. Pelancong bisa melihat dan mendengar pengalaman bagaimana warga Tengger hidup dengan bertani, hidup dengan budaya sehari-hari. Misalnya, diperkenalkan tentang budaya berpakaian warga desa.

Yang juga akan menjadi menu wisata, sekaligus juga menjadi bonus sebanyak-banyaknya adalah udara segar jauh dari polusi dan cukup dengan 10 menit orang-orang bisa ke penanjakan Bromo, Gunung Semeru dan Penangugan pun tampak berdiri dengan gagah dan sesekali berasap.

Saya banyak belajar dari Ngadiwono. Jangan sampai semua petani berhenti, untuk bekerja di kebun, lalu bekerja di hotel, villa atau tanahnya dibangun villa atau hotel. Petani harus menjadi pelaku wisata yang sebenar-benarnya, jangan hanya di jadikan objek foto selfie. [T]

Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Bukan Sekadar Membaca, Tapi Juga Berwisata
Lulus Kuliah Tak Pulang, Putu Angga Mayobhayu Jual Sate Lilit di Kota Malang
Guntur Juniarta dan Mai Kubu, Branding Anak Muda dari Anyaman Bambu Tigawasa
Tags: Desa Ngadiwonodesa wisataGunung BromoJawa TimurKabupaten PasuruanPariwisata BerkelanjutanSuku Tengger
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Curik Bali, Maskot Pemilu 2024 Itu Dilepas 60 Ekor di Alam Liar Hutan Bali Barat

Next Post

Indonesia Dalam Lingkar Bencana | Renungan Dari Penyerahan Bantuan KMHDI ke Cianjur

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Indonesia Dalam Lingkar Bencana | Renungan Dari Penyerahan Bantuan KMHDI ke Cianjur

Indonesia Dalam Lingkar Bencana | Renungan Dari Penyerahan Bantuan KMHDI ke Cianjur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co