23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
October 9, 2022
in Esai
Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

Fakultas kedokteran Undiksha telah menginjak usia yang ke-4 tahun. Dengan demikian, angkatan pertama fakultas ini sudah menjalani pendidikan profesi sebagai dokter muda atau populer disebut koas (co-ass/co-assistant). RSUD kabupaten Buleleng dan beberapa RS pemerintah di Bali saat ini menjadi wahana para koas untuk belajar keterampilan klinik sebagai syarat menjadi seorang dokter.

Untuk memenuhi target jumlah kasus yang mereka pelajari, bahkan beberapa RS swasta di kota Singaraja pun dijadikan tempat para dokter muda untuk belajar. Begitu nyata sudah, mereka yang sakitlah yang justru akan memenuhi syarat terpenting bagi koas untuk kelak menjadi seorang dokter.

Tak salah lagi, pasien-pasienlah guru para dokter muda itu. Tanpa pendidikan profesi ini seorang mahasiswa kedokteran hanya memiliki pengetahuan teori kedokteran belaka, sebagai seorang sarjana kedokteran (Sked). Mereka takkan pernah memiliki sertifikat untuk memberi terapi kepada pasien layaknya seorang dokter.

Topik khusus yang membahas betapa berharganya sumbangsih pasien-pasien ini bagi mahasiswa kedokteran dan bahkan juga bagi para dokter, sudah saya tulis beberapa tahun lalu dengan judul “Pasien, Guru Yang Sempurna.” 

Di FK Undiksha, saya diberikan tugas sebagai salah seorang pengajar, baik dosen pre klinik/teori, dari semester 1-7  maupun tahap profesi/praktik sebagai dokter pendidik klinis (doknis), dari semester 8 sampai selesai, biasanya selesai di semeseter 12.

Banyak hal lucu dan menarik yang saya catat sepanjang yang bisa saya ingat sebagai pengajar. Saya cenderung ingin berbagi hal-hal ringan dari sebuah isu maupun proses, agar dapat menghadirkan dimensi dan perspektif baru dari isu atau proses tersebut, apalagi yang dibahas merupakan hal-hal yang serius.

Sudah menjadi persepsi umum jika pendidikan kedokteran adalah dunia serius dan kaku. Sekolahnya lama dan mahasiswanya kurang gaul. Kesan kaku dan serius mungkin karena materi yang dibahas adalah segala penyakit dan sehari-hari berhadapan dengan penderitaan pasien-pasiennya atau mungkin dosen-dosennya yang killer. Kurang gaul bisa jadi karena tugas yang banyak dan menyangkut nyawa pasien membuat mereka kurang waktu buat merawat diri atau nongkrong bareng sahabat-sahabat.

Namun sekarang keadaan sudah jauh berubah. Tak kalah dengan mahasiswa lain, mahasiswa kedokteran saat ini tampil modis, wangi, komunikatif, kreatif dan kelulusannya pun diupayakan tepat waktu. Ini seiring dengan konsep pendidikan “Kampus Merdeka.”

Selama pandemi, tentu saja perkuliahan dilakukan dengan cara daring. Dari metode ini, tanpa disengaja dapat diketahui bagaimana keadaan rumah maupun lingkungan para mahasiswa. Ini

Biasanya saat mahasiswa unmute untuk bertanya atau berdiskusi. Saya sering kepo menanyakan hal-hal tersebut. Ada yang pada saat itu sedang memperbaiki dapurnya yang bocor atau ketahuan ayahnya gemar sabung ayam karena selama yang bersangkutan unmute, suara gaduh ayam jantan tak henti-henti berkokok.

Tentu saja kami semua menahan tawa, karena tak mungkin juga menyuruh ayam-ayam itu untuk diam. Dan tawa menjadi lepas saat saya menggoda si calon dokter untuk cari waktu masak bersama di rumahnya bikin kare ayam, ha ha ha!

Saya meyakini, pendidikan tidak cukup pada sisi kognitif saja. Itulah kemudian saya mengajak para mahasiswa FK Undiksha mengenal dan menikmati kebebasan yang ada saat ini. Dalam dunia sastra saya mengajak mereka untuk menjadi penikmat bahkan jika mau menjadi pelaku sastra.

Saya mengajak mereka berkenalan dengan rumah belajar Mahima, rumah di mana sastrawan dan penikmat sastra berkumpul dan berkarya.  Dunia kedokteran akan jauh menjadi lebih humanis saat “dianugerahi” sastra yang kaya filsafat.

Dalam dunia kemanusiaan saya mengajak mereka untuk langsung bersentuhan dengan mereka yang papa dan tak berdaya melalui kegiatan sosial bersama yayasan Sesama yang saya dirikan.

Sebagai seorang dokter, saya pun pernah menjalani pendidikan kedokteran dengan segala romantikanya. Saya bertugas sebagai koas di RSUP Prof Ngurah – FK Unud Denpasar sekitar tahun 1998-2000.

Saat itu, jika bertugas jaga malam, kesempatan untuk tidur sebentar saja, begitu sulit. Kami sesama dokter muda, harus rebutan tempat untuk berbaring. Jangan dibayangkan kasur yang kami perebutkan, melainkan meja, kursi panjang atau apapun yang bisa digunakan untuk sekadar merebahkan badan lalu memejamkan mata. Begitu beratnya proses pendidikan yang harus dijalani.

Karena saking lelahnya, saya pernah tertidur di atas bed untuk pemeriksaan ibu hamil. Saya berjanji untuk tidur sebentar saja. Demi mengatasi rasa lelah dan ngantuk yang teramat berat. Saat hendak bangun, saya kaget bukan main, karena tanpa saya ketahui, di samping saya ada koas cewek kakak tingkat yang juga berbaring kelelahan tak berdaya.

Kalau tidak salah ingat, senior itu adalah putri dari salah satu dosen anatomi kami yang tinggal di Kuta. Parasnya cantik dan kulitnya putih halus karena ia memang keturunan Tionghoa. Karena tak enak mengganggu tidurnya, saya pun melanjutkan tidur saya lagi, untuk sebentar saja, ha ha ha!  

Di lain waktu, saya mengalami kesialan. Karena rekan-rekan lain pada mengikuti program KKN, cuma sayalah yang bertugas di ruang bersalin. Terang saja, semua kasus persalinan di malam yang melelahkan itu saya tanggung sendiri. Tak kurang dari delapan kasus persalinan.

Sampai kapan pun saya akan mengingat pengalaman yang begitu mengesankan itu karena saya mengalami “banjir” air ketuban bahkan ada yang sampai masuk ke mulut saya.

Jika pada awalnya saya menganggapnya sebagai sebuah kesialan, belakangan baru saya yakini itu adalah sebuah berkah. Sebab dengan pengalaman keterampilan itu, saat bertugas di pedalaman sebagai dokter saya dapat mengerjakan dengan mudah dan percaya diri semua kasus-kasus kebidanan.

Brahm*  betul, katanya All is well. Sebetulnya masih banyak kisah-kisah unik dan lucu yang saya alami saat bertugas, namun cerita ini akan mengakhirnya. Saat itu kami bertugas di bagian mata dan mengikuti program operasi katarak masal.

Seperti biasa, sambil mengerjakan pembedahan, dosen selalu memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada kami yang mendampingi sebagai observer maupun asisten.

Beliau bertanya, “Saat melihat menggunakan lensa binokuler, berapa mata yang kita gunakan?”

Kami perlu waktu sesaat berpikir untuk memastikan jawaban, ketika tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara pasien yang matanya sedang kami operasi, “Dua.”

Lho, kok dia tahu dan benar? Tentu saja kami penasaran. Seusai operasi kataraknya, kami cari tahu hal ini. Rupanya ia seorang perawat senior yang bertugas pada poliklinik mata di sebuah puskesmas, ha ha ha! [T]

*Ajahn Brahmn, seorang fisikawan teori yang memilih jalan hidup sebagai biksu, berkebangsaan Inggris.

[][][]

BACA esai-esai lain dari Dokter Arya

Keajaiban Itu Bernama Berbagi | Catatan Hari Jadi Ke-7 Yayasan Sesama
Dokter Gila | Cerpen Putu Arya Nugraha
Pasien, Guru Yang Sempurna
Tags: Dokter Arya NugrahaFakultas KedokterankedokteranmahasiswaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Komensal” di Kulidan: Refleksi Kekaryaan Seni Rupa Unckle Joy dan Siji

Next Post

Pawai Maulid Nabi di Desa Pegayaman, Semarak di Tengah Hujan

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Pawai Maulid Nabi di Desa Pegayaman, Semarak di Tengah Hujan

Pawai Maulid Nabi di Desa Pegayaman, Semarak di Tengah Hujan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co