14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Keajaiban Itu Bernama Berbagi | Catatan Hari Jadi Ke-7 Yayasan Sesama

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
October 2, 2022
in Esai
Keajaiban Itu Bernama Berbagi | Catatan Hari Jadi Ke-7 Yayasan Sesama

Kita sering mengharapkan sebuah keajaiban, namun enggan untuk menciptakannya.

Bagaimana menciptakan sebuah keajaiban? Memang saat memikirkannya, banyak hal tiba-tiba menjadi sulit, bahkan seakan mustahil. Padahal, keajaiban dapat diciptakan dengan cara-cara yang teramat mudah dan sederhana.

Berbagi salah satunya.

Bagaimana ceritanya, berbagi kok merupakan sebuah keajaiban? Memang, kita sering mengabaikan hal-hal biasa dan sederhana. Padahal hal-hal biasa dan sederhana sering kali menyimpan kekuatan-kekuatan besar yang dapat mengguncang dunia.

Sang Budha membuka jalan megah spiritualisme hanya dengan kekuatan pemaafan bukan penaklukan.  Virus yang telah mengguncang dunia dan menebarkan rasa takut bagi segenap umat manusia hanyalah mahluk bersel satu, tanpa kendaraan lapis baja dan rudal berhulu ledak nuklir.

Kita sering terlena dengan hal-hal besar dan megah yang hadir cuma sebagai mimpi dan imaji. Mari kembali pada hal-hal kecil dan sederhana yang bisa dilakukan dan dapat saja itu adalah sebuah keajaiban.

Berbagi jelas merupakan sebuah keajaiban. Karena kita telah memberikan milik kita yang kita dapatkan dengan kerja keras lalu kita berikan kepada orang lain yang sangat membutuhkan.

Keajaiban pertama adalah, orang-orang papa yang sudah tak mampu lagi bekerja untuk mendapatkan nafkah, tiba-tiba, kini mendapatkan penyambung hidupnya.

Keajaiban kedua, nilai materi yang kita berikan kepada mereka yang kekurangan, nilainya niscaya akan menjadi berlipat-lipat. Ini mudah dipahami mengingat nilai relatif yang akan berubah sesuai dengan kondisi seseorang. Sekilo gram beras yang bagi kita tak seberapa, namun bagi mereka yang tak punya beras sama sekali nilainya akan menjadi sangat besar.

Keajaiban ketiga adalah, bukankah orang-orang miskin itu yang telah membuka ladang-ladang keajaiban bagi kita? Beruntunglah jika kemudian kita telah menemukannya. Mungkin sebelumnya kita tak pernah menyadari hal ini. Tak salah lagi, Tuhan telah bersemayam dalam tubuh-tubuh orang miskin dan menderita. Keajaiban yang keempat dan seterusnya? Kita cukup duduk manis dan santai, karena suatu saat ia akan hadir menemui kita. Itulah kenapa berbagai adalah sebuah pekerjaan cerdas.

Saya akan berbagi cerita tentang berbagi. Ingat, berbagi adalah sebuah keajaiban. Maka kita perlu berbagi apa saja termasuk sebuah cerita.

Saat menjadi seorang dokter umum, saya pernah bertugas selama lima tahun lamanya di daerah sangat terpencil di pelosok negeri. Sebagain besar kisahnya telah saya tulis dalam sebuah buku berjudul Merayakan Ingatan (Mahima, 2019).

Selain sangat terpencil dengan risiko besar terhadap keselamatan jiwa saya, ekonomi masyarakat di pedalaman itu pun sangat sulit. Maka menjadi dokter di sana adalah betul-betul sebuah pengabdian.

Anggapan bahwa dokter adalah profesi yang mendatangkan banyak uang, terbantahkan saat itu. Namun, saya berusaha tetap melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Pun pada periode yang sama saya mengabdi menjadi guru SMP di kecamatan tersebut dikarenakan jumlah tenaga guru yang sangat minim.

Rasanya saya telah menyadari rahasia tentang keajaiban berbagi pada saat itu. Pada masa-masa selanjutnya saya pun memetik buah-buah keajaiban tersebut. Saya dapat melanjutkan pendidikan dokter spesialis dengan beasiswa. Tentu saja dari pedalaman saya tidak membawa uang yang cukup untuk semua rencana, menikah, membangun rumah, melanjutkan pendidikan dan lain sebagainya.

Keajaiban lain pun saya alami saat diberikan kepercayaan menjadi direktur rumah sakit kabupaten. Sebuah amanah yang tak pernah saya bayangkan, seorang anak guru SD dan ibu yang sekolahnya tak sampai SMP. 

Maka saya pun tak mau melepaskan momen-momen keajaiban lainnya. Bersama beberapa orang kawan dan kemudian didukung oleh banyak pihak, saya mendirikan sebuah yayasan kemanusiaan. Kami beri nama Yayasan Sesama. Dengan spirit kearifan lokal Tat Twam Asi yang bermakna aku adalah kamu dan kamu adalah aku,

Yayasan Sesama membantu orang-orang yang kekurangan baik dalam hal ekonomi maupun dalam bidang medis.

Relawan yang berasal dari beraneka latar belakang profesi, melayani dengan semangat pluralisme, melayani untuk semua tanpa pertimbangan agama, suku, ras maupun gender. Banyak tokoh-tokoh besar yang telah memberi inspirasi kepada relawan dalam melayani sesama.

Dan ajaibnya, hampir semua adalah hal-hal kecil dan sederhana. Bunda Theresa mengatakan, tak semua dari kita dapat melakukan hal-hal besar, namun kita semua dapat melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar.

Sang Budha bersabda, ribuan lilin dapat dinyalakan dari satu lilin dan cahayanya tidak akan pernah berkurang.

Begitupun kebahagian, tidak akan pernah berkurang walai dibagi-bagi. Ia seperti air oase yang semakin jernih saat diambil untuk orang lain yang memerlukan, ia takkan pernah surut. Sesama itu saya, anda, dia, kami dan mereka. Sesama adalah kita.

Selamat hari jadi yang ke-7 Yayasan Sesama, mari ciptakan keajaiban setiap hari. [T]

BACA esai-esai lain dari Dokter Putu Arya Nugraha

Mari Menua Dengan Bahagia
Kenapa Harus Dokter Spesialis?
Berbagai Kekeliruan Tentang Vaksin
Tags: Dokter Arya Nugrahakemanusiaankesehatanrenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Alasan Mengapa Sampai Detik Ini Indonesia Masih Begini-Begini Saja

Next Post

Menziarahi Monumen Kata-kata Kota Singaraja

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Menziarahi Monumen Kata-kata Kota Singaraja

Menziarahi Monumen Kata-kata Kota Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co