12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Keajaiban Itu Bernama Berbagi | Catatan Hari Jadi Ke-7 Yayasan Sesama

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
October 2, 2022
in Esai
Keajaiban Itu Bernama Berbagi | Catatan Hari Jadi Ke-7 Yayasan Sesama

Kita sering mengharapkan sebuah keajaiban, namun enggan untuk menciptakannya.

Bagaimana menciptakan sebuah keajaiban? Memang saat memikirkannya, banyak hal tiba-tiba menjadi sulit, bahkan seakan mustahil. Padahal, keajaiban dapat diciptakan dengan cara-cara yang teramat mudah dan sederhana.

Berbagi salah satunya.

Bagaimana ceritanya, berbagi kok merupakan sebuah keajaiban? Memang, kita sering mengabaikan hal-hal biasa dan sederhana. Padahal hal-hal biasa dan sederhana sering kali menyimpan kekuatan-kekuatan besar yang dapat mengguncang dunia.

Sang Budha membuka jalan megah spiritualisme hanya dengan kekuatan pemaafan bukan penaklukan.  Virus yang telah mengguncang dunia dan menebarkan rasa takut bagi segenap umat manusia hanyalah mahluk bersel satu, tanpa kendaraan lapis baja dan rudal berhulu ledak nuklir.

Kita sering terlena dengan hal-hal besar dan megah yang hadir cuma sebagai mimpi dan imaji. Mari kembali pada hal-hal kecil dan sederhana yang bisa dilakukan dan dapat saja itu adalah sebuah keajaiban.

Berbagi jelas merupakan sebuah keajaiban. Karena kita telah memberikan milik kita yang kita dapatkan dengan kerja keras lalu kita berikan kepada orang lain yang sangat membutuhkan.

Keajaiban pertama adalah, orang-orang papa yang sudah tak mampu lagi bekerja untuk mendapatkan nafkah, tiba-tiba, kini mendapatkan penyambung hidupnya.

Keajaiban kedua, nilai materi yang kita berikan kepada mereka yang kekurangan, nilainya niscaya akan menjadi berlipat-lipat. Ini mudah dipahami mengingat nilai relatif yang akan berubah sesuai dengan kondisi seseorang. Sekilo gram beras yang bagi kita tak seberapa, namun bagi mereka yang tak punya beras sama sekali nilainya akan menjadi sangat besar.

Keajaiban ketiga adalah, bukankah orang-orang miskin itu yang telah membuka ladang-ladang keajaiban bagi kita? Beruntunglah jika kemudian kita telah menemukannya. Mungkin sebelumnya kita tak pernah menyadari hal ini. Tak salah lagi, Tuhan telah bersemayam dalam tubuh-tubuh orang miskin dan menderita. Keajaiban yang keempat dan seterusnya? Kita cukup duduk manis dan santai, karena suatu saat ia akan hadir menemui kita. Itulah kenapa berbagai adalah sebuah pekerjaan cerdas.

Saya akan berbagi cerita tentang berbagi. Ingat, berbagi adalah sebuah keajaiban. Maka kita perlu berbagi apa saja termasuk sebuah cerita.

Saat menjadi seorang dokter umum, saya pernah bertugas selama lima tahun lamanya di daerah sangat terpencil di pelosok negeri. Sebagain besar kisahnya telah saya tulis dalam sebuah buku berjudul Merayakan Ingatan (Mahima, 2019).

Selain sangat terpencil dengan risiko besar terhadap keselamatan jiwa saya, ekonomi masyarakat di pedalaman itu pun sangat sulit. Maka menjadi dokter di sana adalah betul-betul sebuah pengabdian.

Anggapan bahwa dokter adalah profesi yang mendatangkan banyak uang, terbantahkan saat itu. Namun, saya berusaha tetap melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Pun pada periode yang sama saya mengabdi menjadi guru SMP di kecamatan tersebut dikarenakan jumlah tenaga guru yang sangat minim.

Rasanya saya telah menyadari rahasia tentang keajaiban berbagi pada saat itu. Pada masa-masa selanjutnya saya pun memetik buah-buah keajaiban tersebut. Saya dapat melanjutkan pendidikan dokter spesialis dengan beasiswa. Tentu saja dari pedalaman saya tidak membawa uang yang cukup untuk semua rencana, menikah, membangun rumah, melanjutkan pendidikan dan lain sebagainya.

Keajaiban lain pun saya alami saat diberikan kepercayaan menjadi direktur rumah sakit kabupaten. Sebuah amanah yang tak pernah saya bayangkan, seorang anak guru SD dan ibu yang sekolahnya tak sampai SMP. 

Maka saya pun tak mau melepaskan momen-momen keajaiban lainnya. Bersama beberapa orang kawan dan kemudian didukung oleh banyak pihak, saya mendirikan sebuah yayasan kemanusiaan. Kami beri nama Yayasan Sesama. Dengan spirit kearifan lokal Tat Twam Asi yang bermakna aku adalah kamu dan kamu adalah aku,

Yayasan Sesama membantu orang-orang yang kekurangan baik dalam hal ekonomi maupun dalam bidang medis.

Relawan yang berasal dari beraneka latar belakang profesi, melayani dengan semangat pluralisme, melayani untuk semua tanpa pertimbangan agama, suku, ras maupun gender. Banyak tokoh-tokoh besar yang telah memberi inspirasi kepada relawan dalam melayani sesama.

Dan ajaibnya, hampir semua adalah hal-hal kecil dan sederhana. Bunda Theresa mengatakan, tak semua dari kita dapat melakukan hal-hal besar, namun kita semua dapat melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar.

Sang Budha bersabda, ribuan lilin dapat dinyalakan dari satu lilin dan cahayanya tidak akan pernah berkurang.

Begitupun kebahagian, tidak akan pernah berkurang walai dibagi-bagi. Ia seperti air oase yang semakin jernih saat diambil untuk orang lain yang memerlukan, ia takkan pernah surut. Sesama itu saya, anda, dia, kami dan mereka. Sesama adalah kita.

Selamat hari jadi yang ke-7 Yayasan Sesama, mari ciptakan keajaiban setiap hari. [T]

BACA esai-esai lain dari Dokter Putu Arya Nugraha

Mari Menua Dengan Bahagia
Kenapa Harus Dokter Spesialis?
Berbagai Kekeliruan Tentang Vaksin
Tags: Dokter Arya Nugrahakemanusiaankesehatanrenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Alasan Mengapa Sampai Detik Ini Indonesia Masih Begini-Begini Saja

Next Post

Menziarahi Monumen Kata-kata Kota Singaraja

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Menziarahi Monumen Kata-kata Kota Singaraja

Menziarahi Monumen Kata-kata Kota Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co