2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Keajaiban Itu Bernama Berbagi | Catatan Hari Jadi Ke-7 Yayasan Sesama

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
October 2, 2022
in Esai
Keajaiban Itu Bernama Berbagi | Catatan Hari Jadi Ke-7 Yayasan Sesama

Kita sering mengharapkan sebuah keajaiban, namun enggan untuk menciptakannya.

Bagaimana menciptakan sebuah keajaiban? Memang saat memikirkannya, banyak hal tiba-tiba menjadi sulit, bahkan seakan mustahil. Padahal, keajaiban dapat diciptakan dengan cara-cara yang teramat mudah dan sederhana.

Berbagi salah satunya.

Bagaimana ceritanya, berbagi kok merupakan sebuah keajaiban? Memang, kita sering mengabaikan hal-hal biasa dan sederhana. Padahal hal-hal biasa dan sederhana sering kali menyimpan kekuatan-kekuatan besar yang dapat mengguncang dunia.

Sang Budha membuka jalan megah spiritualisme hanya dengan kekuatan pemaafan bukan penaklukan.  Virus yang telah mengguncang dunia dan menebarkan rasa takut bagi segenap umat manusia hanyalah mahluk bersel satu, tanpa kendaraan lapis baja dan rudal berhulu ledak nuklir.

Kita sering terlena dengan hal-hal besar dan megah yang hadir cuma sebagai mimpi dan imaji. Mari kembali pada hal-hal kecil dan sederhana yang bisa dilakukan dan dapat saja itu adalah sebuah keajaiban.

Berbagi jelas merupakan sebuah keajaiban. Karena kita telah memberikan milik kita yang kita dapatkan dengan kerja keras lalu kita berikan kepada orang lain yang sangat membutuhkan.

Keajaiban pertama adalah, orang-orang papa yang sudah tak mampu lagi bekerja untuk mendapatkan nafkah, tiba-tiba, kini mendapatkan penyambung hidupnya.

Keajaiban kedua, nilai materi yang kita berikan kepada mereka yang kekurangan, nilainya niscaya akan menjadi berlipat-lipat. Ini mudah dipahami mengingat nilai relatif yang akan berubah sesuai dengan kondisi seseorang. Sekilo gram beras yang bagi kita tak seberapa, namun bagi mereka yang tak punya beras sama sekali nilainya akan menjadi sangat besar.

Keajaiban ketiga adalah, bukankah orang-orang miskin itu yang telah membuka ladang-ladang keajaiban bagi kita? Beruntunglah jika kemudian kita telah menemukannya. Mungkin sebelumnya kita tak pernah menyadari hal ini. Tak salah lagi, Tuhan telah bersemayam dalam tubuh-tubuh orang miskin dan menderita. Keajaiban yang keempat dan seterusnya? Kita cukup duduk manis dan santai, karena suatu saat ia akan hadir menemui kita. Itulah kenapa berbagai adalah sebuah pekerjaan cerdas.

Saya akan berbagi cerita tentang berbagi. Ingat, berbagi adalah sebuah keajaiban. Maka kita perlu berbagi apa saja termasuk sebuah cerita.

Saat menjadi seorang dokter umum, saya pernah bertugas selama lima tahun lamanya di daerah sangat terpencil di pelosok negeri. Sebagain besar kisahnya telah saya tulis dalam sebuah buku berjudul Merayakan Ingatan (Mahima, 2019).

Selain sangat terpencil dengan risiko besar terhadap keselamatan jiwa saya, ekonomi masyarakat di pedalaman itu pun sangat sulit. Maka menjadi dokter di sana adalah betul-betul sebuah pengabdian.

Anggapan bahwa dokter adalah profesi yang mendatangkan banyak uang, terbantahkan saat itu. Namun, saya berusaha tetap melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Pun pada periode yang sama saya mengabdi menjadi guru SMP di kecamatan tersebut dikarenakan jumlah tenaga guru yang sangat minim.

Rasanya saya telah menyadari rahasia tentang keajaiban berbagi pada saat itu. Pada masa-masa selanjutnya saya pun memetik buah-buah keajaiban tersebut. Saya dapat melanjutkan pendidikan dokter spesialis dengan beasiswa. Tentu saja dari pedalaman saya tidak membawa uang yang cukup untuk semua rencana, menikah, membangun rumah, melanjutkan pendidikan dan lain sebagainya.

Keajaiban lain pun saya alami saat diberikan kepercayaan menjadi direktur rumah sakit kabupaten. Sebuah amanah yang tak pernah saya bayangkan, seorang anak guru SD dan ibu yang sekolahnya tak sampai SMP. 

Maka saya pun tak mau melepaskan momen-momen keajaiban lainnya. Bersama beberapa orang kawan dan kemudian didukung oleh banyak pihak, saya mendirikan sebuah yayasan kemanusiaan. Kami beri nama Yayasan Sesama. Dengan spirit kearifan lokal Tat Twam Asi yang bermakna aku adalah kamu dan kamu adalah aku,

Yayasan Sesama membantu orang-orang yang kekurangan baik dalam hal ekonomi maupun dalam bidang medis.

Relawan yang berasal dari beraneka latar belakang profesi, melayani dengan semangat pluralisme, melayani untuk semua tanpa pertimbangan agama, suku, ras maupun gender. Banyak tokoh-tokoh besar yang telah memberi inspirasi kepada relawan dalam melayani sesama.

Dan ajaibnya, hampir semua adalah hal-hal kecil dan sederhana. Bunda Theresa mengatakan, tak semua dari kita dapat melakukan hal-hal besar, namun kita semua dapat melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar.

Sang Budha bersabda, ribuan lilin dapat dinyalakan dari satu lilin dan cahayanya tidak akan pernah berkurang.

Begitupun kebahagian, tidak akan pernah berkurang walai dibagi-bagi. Ia seperti air oase yang semakin jernih saat diambil untuk orang lain yang memerlukan, ia takkan pernah surut. Sesama itu saya, anda, dia, kami dan mereka. Sesama adalah kita.

Selamat hari jadi yang ke-7 Yayasan Sesama, mari ciptakan keajaiban setiap hari. [T]

BACA esai-esai lain dari Dokter Putu Arya Nugraha

Mari Menua Dengan Bahagia
Kenapa Harus Dokter Spesialis?
Berbagai Kekeliruan Tentang Vaksin
Tags: Dokter Arya Nugrahakemanusiaankesehatanrenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Alasan Mengapa Sampai Detik Ini Indonesia Masih Begini-Begini Saja

Next Post

Menziarahi Monumen Kata-kata Kota Singaraja

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails
Next Post
Menziarahi Monumen Kata-kata Kota Singaraja

Menziarahi Monumen Kata-kata Kota Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co