24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mari Menua Dengan Bahagia

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 10, 2022
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Siapa pun yang mempertahankan kemampuan untuk melihat keindahan, tidak akan pernah menjadi tua.” – Franz Kafka.

Penulis berpengaruh berdarah Yahudi, kelahiran Praha, Ceko,  itu dengan terang merumuskan fenomena penuaan pada makna kualitasnya bukan pada usia biologisnya. Dan gagasan sang penulis memang telah dikonfirmasi oleh mimpi buruk pada umumnya orang yang merasa segera akan menjadi tua.

Bagi sebagian besar kita, usia tua adalah ibarat gulag bagi ketidakberdayaan, ketergantungan, kesuraman dan sumber beban untuk generasi selanjutnya. Asumsi ini bukanlah semata-mata didasari oleh stigma ataupun firasat buruk semata. Namun berbagai keadaan rentan memang menyeruak nyata baik dari dalam diri seorang lansia maupun yang mengepung dari sekitar.

Dari aspek fisik, tubuh lansia secara alami telah mengalami kemerosotan kualitas fungsionalnya yang ditandai dengan kelemahan umum, penurunan kelenturan dan kekuatan otot sendi, gangguan keseimbangan dan sebagainya. Pun pada sisi mental, lansia akan mengalami penurunan daya ingat, kemampuan analisis  atau kekacauan suasana hati.

Belum lagi secara relatif, lingkungan yang pelan-pelan menjadi tak bersahabat, anak tangga yang sulit ditaklukkan, perubahan cuaca yang mengagetkan atau perhatian keluarga yang tampak menjauh.

Nah, Kafka benar, lansia akan tiba pada satu kubangan di mana ia tak sanggup atau sempat lagi menyaksikan keindahan. Mengintip pun mungkin sudah tak punya peluang.

Dari situasi itulah kemudian, di antara kita lantas terjadi berbagai hal menarik, menyikapi persoalan fenomena lansia ini. Karena rasa takut akan terlantar di masa tua, maka kita harus menikah. Karena berdua kita dan pasangan pada akhirnya akan menjadi tua, maka tentu saja kita harus punya anak yang kita harapkan mau merawat kita saat lansia. Karena jika anak perempuan akan diperistri oleh pria yang merupakan jodohnya kelak dan akan menjadi keluarga orang lain, maka kita harus punya anak lelaki.

Maka saya pun punya kenalan yang sampai anaknya yang ke-4 atau ke-5 belum juga laki-laki. Nah situasi dapat menjadi makin ruwet saat strategi selanjutnya adalah perlu istri ke-2 untuk dapat kiranya memberikan anak lelaki mengingat istri pertama tak kunjung memberikannya.

Anak Kelima Gede Sura | Cerpen I Komang Mudita

Padahal kita ketahui bersama, apakah anak kita yang lahir kelak lelaki atau perempuan, sepenuhnya ditentukan oleh tipe kromosom dari sel sperma ayahnya. Tipe kromosom Y sel sperma seorang lelaki jika bertemu dengan sel telur istrinya akan melahirkan seorang anak lelaki. Jika tipe X-nya yang membuahi, maka akan menjadi bayi berjenis kelamin perempuan. Maka dalam hal manuver menambah istri lagi, masih baru sebatas harapan belaka, karena belum dapat memberi jaminan.

Hal menarik lain adalah, karena tak punya keturunan atau punya anak namun menyangsikan ketulusan mereka, maka merasa perlu menyiapkan tabungan hari tua yang sebanyak-banyaknya. Sebagai sebuah opsi lain untuk mengarungi hari tua yang penuh ketidakpastian. Uang memang berperan dalam banyak persoalan namun senantiasa dibayangi intip dan intrik.

Pengalaman itulah yang saya temukan saat aset yang sedemikian besar lalu menjadi medan konflik di kalangan kerabat sampingan lansia yang telah almarhum karena ketiadaan dokumen yang kuat dan legal terkait wasiat pembagian warisan mendiang yang tak punya anak.

Kisah ini telah memberi kesan kepada kita, betapa sulit dan tak bersahabatnya hidup ini. Semakin ingin kita kuasai dan taklukkan, hidup kian bergolak melawan. Bahkan seorang pangeran Sidharta Gautama pun memilih untuk mundur tak hendak terus menghadapai hidup yang keras ini. Memilih menjadi seorang pertapa, sebelum segala penderitaan yang niscaya menghadang saat berusia lanjut seperti penyakit, proses penuaan dan tentu saja kematian.

Sesungguhnya, ia telah memulai penderitaannya secara sadar sebelum penderitaan datang menghampirinya. Namun bedanya, kelebihannya, sang Budha menyusuri penderitaannya dengan cara yang sedemikian indah. Hingga abadi sampai kini.

Gagasan ini telah bertemu dengan pemikiran Kafka, segalanya akan berubah, penuaan, penderitaan dapat menjelma menjadi keindahan. Suatu keadaan yang berkontemplasi pada hakikat nilai waktu, bukan pada panjangnya waktu atau usia. Jika kita dilahirkan dalam keadaan yang sangat lemah, sendiri dan tak punya apa-apa, bagaimana mungkin saat menjelang akhir hayat, pada posisi kurva yang sama dengan kelahiran, kita berambisi menjadi kuat, banyak pengawal dan berlimpah harta atau kuasa?

Ini jelas tampak sebagai sebuah skenario cerita yang mengundang berbagai risiko dan bahaya. Bukankah seharusnya kita mulai belajar menyendiri lagi? Melonggarkan ikatan harta yang terlampau mengekang kemerdekaan tubuh dan pikiran kita. Lalu ikhlas menerima tubuh kita yang tak lagi perkasa dan otak kita yang tak lagi teliti.

Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis

Bagaimana jika kita mulai lagi menikmati betapa asiknya memasak atau mencuci pakaian sendiri. Membersihkan halaman dan merawat tanaman hias kesayangan dengan jejari tangan kita sendiri. Dedaunan kering yang berserakan dan pucuk-pucuk muda tanaman yang menjulur menggapai sinar surya adalah ranting-ranting kisah yang telah menjaga sebatang pohon selalu riang.

Tetap riang ketika menerima entah tetesan air hujan yang dingin atau hangatnya sinar mentari. Juga daun dan dahannya yang tak pernah enggan mengikuti kemanapun hembusan angin. Dari tetumbuhan, kita banyak belajar menjadi lansia yang berkualitas.

Hippokrates mengatakan, jalan kaki adalah obat paling mujarab. Maka lakukanlah itu sejak sekarang, bahkan sejak masih muda untuk menjaga kesehatan kita. Satu aspek yang sangat penting saat seseorang kelak menjadi lansia. Begitu juga membaca dan berdiskusi. Kebiasaan baik ini harus diteruskan untuk mempertahankan sel-sel otak tetap terjaga di kala senja kehidupan kita.

Semakin kaya referensi, akan dapat menuntun seseorang dapat melihat satu isu dari berbagai sudut pandang. Itu syarat penting untuk menjadi bijaksana. Dan seorang lansia memiliki kesempatan itu berkat waktu panjang yang telah dilaluinya melewati berbagai referensi zaman, pengalaman dan peristiwa. Jangan lupa satu keindahan yang lain, yaitu berbagi. 

Mengurangi ikatan harta dengan mudah dapat dilakukan dengan berbagi, membantu yang lain. Karena dunia kita saat ini bukanlah era kaum pertapa. Dengan kebaikan ini niscaya belenggu ikatan harta dapat dikurangi dan meringankan langkah-langkah kaki kita yang telah menurun kekuatan fungsionalnya. Mungkin konsep berpikir ini belum sepenuhnya kita pahami, namun kita selalu punya kesempatan menemukan rahasia-rahasia semesta yang masih terpendam.

Pada akhirnya kita akan sampai pada gagasan hebat seorang tokoh masyur Walt Disney, “Menjadi tua adalah wajib, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.” Mari siapkan perahu kebahagian mengarungi samudera hari tua kita.[T]

KLIK UNTUK BACA ESAI KESEHATAN LAIN DARI DOKTER ARYA

Tags: kesehatanmasa tua
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lukisan Senja | Cerpen Ni Wayan Sumiasih

Next Post

Mendagri Tito Karnavian (Bukan Presiden) Buka Pesta Kesenian Bali, Minggu 12 Mei

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Mendagri Tito Karnavian (Bukan Presiden) Buka Pesta Kesenian Bali,  Minggu 12 Mei

Mendagri Tito Karnavian (Bukan Presiden) Buka Pesta Kesenian Bali, Minggu 12 Mei

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co