3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mari Menua Dengan Bahagia

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 10, 2022
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Siapa pun yang mempertahankan kemampuan untuk melihat keindahan, tidak akan pernah menjadi tua.” – Franz Kafka.

Penulis berpengaruh berdarah Yahudi, kelahiran Praha, Ceko,  itu dengan terang merumuskan fenomena penuaan pada makna kualitasnya bukan pada usia biologisnya. Dan gagasan sang penulis memang telah dikonfirmasi oleh mimpi buruk pada umumnya orang yang merasa segera akan menjadi tua.

Bagi sebagian besar kita, usia tua adalah ibarat gulag bagi ketidakberdayaan, ketergantungan, kesuraman dan sumber beban untuk generasi selanjutnya. Asumsi ini bukanlah semata-mata didasari oleh stigma ataupun firasat buruk semata. Namun berbagai keadaan rentan memang menyeruak nyata baik dari dalam diri seorang lansia maupun yang mengepung dari sekitar.

Dari aspek fisik, tubuh lansia secara alami telah mengalami kemerosotan kualitas fungsionalnya yang ditandai dengan kelemahan umum, penurunan kelenturan dan kekuatan otot sendi, gangguan keseimbangan dan sebagainya. Pun pada sisi mental, lansia akan mengalami penurunan daya ingat, kemampuan analisis  atau kekacauan suasana hati.

Belum lagi secara relatif, lingkungan yang pelan-pelan menjadi tak bersahabat, anak tangga yang sulit ditaklukkan, perubahan cuaca yang mengagetkan atau perhatian keluarga yang tampak menjauh.

Nah, Kafka benar, lansia akan tiba pada satu kubangan di mana ia tak sanggup atau sempat lagi menyaksikan keindahan. Mengintip pun mungkin sudah tak punya peluang.

Dari situasi itulah kemudian, di antara kita lantas terjadi berbagai hal menarik, menyikapi persoalan fenomena lansia ini. Karena rasa takut akan terlantar di masa tua, maka kita harus menikah. Karena berdua kita dan pasangan pada akhirnya akan menjadi tua, maka tentu saja kita harus punya anak yang kita harapkan mau merawat kita saat lansia. Karena jika anak perempuan akan diperistri oleh pria yang merupakan jodohnya kelak dan akan menjadi keluarga orang lain, maka kita harus punya anak lelaki.

Maka saya pun punya kenalan yang sampai anaknya yang ke-4 atau ke-5 belum juga laki-laki. Nah situasi dapat menjadi makin ruwet saat strategi selanjutnya adalah perlu istri ke-2 untuk dapat kiranya memberikan anak lelaki mengingat istri pertama tak kunjung memberikannya.

Anak Kelima Gede Sura | Cerpen I Komang Mudita

Padahal kita ketahui bersama, apakah anak kita yang lahir kelak lelaki atau perempuan, sepenuhnya ditentukan oleh tipe kromosom dari sel sperma ayahnya. Tipe kromosom Y sel sperma seorang lelaki jika bertemu dengan sel telur istrinya akan melahirkan seorang anak lelaki. Jika tipe X-nya yang membuahi, maka akan menjadi bayi berjenis kelamin perempuan. Maka dalam hal manuver menambah istri lagi, masih baru sebatas harapan belaka, karena belum dapat memberi jaminan.

Hal menarik lain adalah, karena tak punya keturunan atau punya anak namun menyangsikan ketulusan mereka, maka merasa perlu menyiapkan tabungan hari tua yang sebanyak-banyaknya. Sebagai sebuah opsi lain untuk mengarungi hari tua yang penuh ketidakpastian. Uang memang berperan dalam banyak persoalan namun senantiasa dibayangi intip dan intrik.

Pengalaman itulah yang saya temukan saat aset yang sedemikian besar lalu menjadi medan konflik di kalangan kerabat sampingan lansia yang telah almarhum karena ketiadaan dokumen yang kuat dan legal terkait wasiat pembagian warisan mendiang yang tak punya anak.

Kisah ini telah memberi kesan kepada kita, betapa sulit dan tak bersahabatnya hidup ini. Semakin ingin kita kuasai dan taklukkan, hidup kian bergolak melawan. Bahkan seorang pangeran Sidharta Gautama pun memilih untuk mundur tak hendak terus menghadapai hidup yang keras ini. Memilih menjadi seorang pertapa, sebelum segala penderitaan yang niscaya menghadang saat berusia lanjut seperti penyakit, proses penuaan dan tentu saja kematian.

Sesungguhnya, ia telah memulai penderitaannya secara sadar sebelum penderitaan datang menghampirinya. Namun bedanya, kelebihannya, sang Budha menyusuri penderitaannya dengan cara yang sedemikian indah. Hingga abadi sampai kini.

Gagasan ini telah bertemu dengan pemikiran Kafka, segalanya akan berubah, penuaan, penderitaan dapat menjelma menjadi keindahan. Suatu keadaan yang berkontemplasi pada hakikat nilai waktu, bukan pada panjangnya waktu atau usia. Jika kita dilahirkan dalam keadaan yang sangat lemah, sendiri dan tak punya apa-apa, bagaimana mungkin saat menjelang akhir hayat, pada posisi kurva yang sama dengan kelahiran, kita berambisi menjadi kuat, banyak pengawal dan berlimpah harta atau kuasa?

Ini jelas tampak sebagai sebuah skenario cerita yang mengundang berbagai risiko dan bahaya. Bukankah seharusnya kita mulai belajar menyendiri lagi? Melonggarkan ikatan harta yang terlampau mengekang kemerdekaan tubuh dan pikiran kita. Lalu ikhlas menerima tubuh kita yang tak lagi perkasa dan otak kita yang tak lagi teliti.

Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis

Bagaimana jika kita mulai lagi menikmati betapa asiknya memasak atau mencuci pakaian sendiri. Membersihkan halaman dan merawat tanaman hias kesayangan dengan jejari tangan kita sendiri. Dedaunan kering yang berserakan dan pucuk-pucuk muda tanaman yang menjulur menggapai sinar surya adalah ranting-ranting kisah yang telah menjaga sebatang pohon selalu riang.

Tetap riang ketika menerima entah tetesan air hujan yang dingin atau hangatnya sinar mentari. Juga daun dan dahannya yang tak pernah enggan mengikuti kemanapun hembusan angin. Dari tetumbuhan, kita banyak belajar menjadi lansia yang berkualitas.

Hippokrates mengatakan, jalan kaki adalah obat paling mujarab. Maka lakukanlah itu sejak sekarang, bahkan sejak masih muda untuk menjaga kesehatan kita. Satu aspek yang sangat penting saat seseorang kelak menjadi lansia. Begitu juga membaca dan berdiskusi. Kebiasaan baik ini harus diteruskan untuk mempertahankan sel-sel otak tetap terjaga di kala senja kehidupan kita.

Semakin kaya referensi, akan dapat menuntun seseorang dapat melihat satu isu dari berbagai sudut pandang. Itu syarat penting untuk menjadi bijaksana. Dan seorang lansia memiliki kesempatan itu berkat waktu panjang yang telah dilaluinya melewati berbagai referensi zaman, pengalaman dan peristiwa. Jangan lupa satu keindahan yang lain, yaitu berbagi. 

Mengurangi ikatan harta dengan mudah dapat dilakukan dengan berbagi, membantu yang lain. Karena dunia kita saat ini bukanlah era kaum pertapa. Dengan kebaikan ini niscaya belenggu ikatan harta dapat dikurangi dan meringankan langkah-langkah kaki kita yang telah menurun kekuatan fungsionalnya. Mungkin konsep berpikir ini belum sepenuhnya kita pahami, namun kita selalu punya kesempatan menemukan rahasia-rahasia semesta yang masih terpendam.

Pada akhirnya kita akan sampai pada gagasan hebat seorang tokoh masyur Walt Disney, “Menjadi tua adalah wajib, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.” Mari siapkan perahu kebahagian mengarungi samudera hari tua kita.[T]

KLIK UNTUK BACA ESAI KESEHATAN LAIN DARI DOKTER ARYA

Tags: kesehatanmasa tua
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lukisan Senja | Cerpen Ni Wayan Sumiasih

Next Post

Mendagri Tito Karnavian (Bukan Presiden) Buka Pesta Kesenian Bali, Minggu 12 Mei

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Mendagri Tito Karnavian (Bukan Presiden) Buka Pesta Kesenian Bali,  Minggu 12 Mei

Mendagri Tito Karnavian (Bukan Presiden) Buka Pesta Kesenian Bali, Minggu 12 Mei

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co