12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
October 9, 2022
in Esai
Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

Fakultas kedokteran Undiksha telah menginjak usia yang ke-4 tahun. Dengan demikian, angkatan pertama fakultas ini sudah menjalani pendidikan profesi sebagai dokter muda atau populer disebut koas (co-ass/co-assistant). RSUD kabupaten Buleleng dan beberapa RS pemerintah di Bali saat ini menjadi wahana para koas untuk belajar keterampilan klinik sebagai syarat menjadi seorang dokter.

Untuk memenuhi target jumlah kasus yang mereka pelajari, bahkan beberapa RS swasta di kota Singaraja pun dijadikan tempat para dokter muda untuk belajar. Begitu nyata sudah, mereka yang sakitlah yang justru akan memenuhi syarat terpenting bagi koas untuk kelak menjadi seorang dokter.

Tak salah lagi, pasien-pasienlah guru para dokter muda itu. Tanpa pendidikan profesi ini seorang mahasiswa kedokteran hanya memiliki pengetahuan teori kedokteran belaka, sebagai seorang sarjana kedokteran (Sked). Mereka takkan pernah memiliki sertifikat untuk memberi terapi kepada pasien layaknya seorang dokter.

Topik khusus yang membahas betapa berharganya sumbangsih pasien-pasien ini bagi mahasiswa kedokteran dan bahkan juga bagi para dokter, sudah saya tulis beberapa tahun lalu dengan judul “Pasien, Guru Yang Sempurna.” 

Di FK Undiksha, saya diberikan tugas sebagai salah seorang pengajar, baik dosen pre klinik/teori, dari semester 1-7  maupun tahap profesi/praktik sebagai dokter pendidik klinis (doknis), dari semester 8 sampai selesai, biasanya selesai di semeseter 12.

Banyak hal lucu dan menarik yang saya catat sepanjang yang bisa saya ingat sebagai pengajar. Saya cenderung ingin berbagi hal-hal ringan dari sebuah isu maupun proses, agar dapat menghadirkan dimensi dan perspektif baru dari isu atau proses tersebut, apalagi yang dibahas merupakan hal-hal yang serius.

Sudah menjadi persepsi umum jika pendidikan kedokteran adalah dunia serius dan kaku. Sekolahnya lama dan mahasiswanya kurang gaul. Kesan kaku dan serius mungkin karena materi yang dibahas adalah segala penyakit dan sehari-hari berhadapan dengan penderitaan pasien-pasiennya atau mungkin dosen-dosennya yang killer. Kurang gaul bisa jadi karena tugas yang banyak dan menyangkut nyawa pasien membuat mereka kurang waktu buat merawat diri atau nongkrong bareng sahabat-sahabat.

Namun sekarang keadaan sudah jauh berubah. Tak kalah dengan mahasiswa lain, mahasiswa kedokteran saat ini tampil modis, wangi, komunikatif, kreatif dan kelulusannya pun diupayakan tepat waktu. Ini seiring dengan konsep pendidikan “Kampus Merdeka.”

Selama pandemi, tentu saja perkuliahan dilakukan dengan cara daring. Dari metode ini, tanpa disengaja dapat diketahui bagaimana keadaan rumah maupun lingkungan para mahasiswa. Ini

Biasanya saat mahasiswa unmute untuk bertanya atau berdiskusi. Saya sering kepo menanyakan hal-hal tersebut. Ada yang pada saat itu sedang memperbaiki dapurnya yang bocor atau ketahuan ayahnya gemar sabung ayam karena selama yang bersangkutan unmute, suara gaduh ayam jantan tak henti-henti berkokok.

Tentu saja kami semua menahan tawa, karena tak mungkin juga menyuruh ayam-ayam itu untuk diam. Dan tawa menjadi lepas saat saya menggoda si calon dokter untuk cari waktu masak bersama di rumahnya bikin kare ayam, ha ha ha!

Saya meyakini, pendidikan tidak cukup pada sisi kognitif saja. Itulah kemudian saya mengajak para mahasiswa FK Undiksha mengenal dan menikmati kebebasan yang ada saat ini. Dalam dunia sastra saya mengajak mereka untuk menjadi penikmat bahkan jika mau menjadi pelaku sastra.

Saya mengajak mereka berkenalan dengan rumah belajar Mahima, rumah di mana sastrawan dan penikmat sastra berkumpul dan berkarya.  Dunia kedokteran akan jauh menjadi lebih humanis saat “dianugerahi” sastra yang kaya filsafat.

Dalam dunia kemanusiaan saya mengajak mereka untuk langsung bersentuhan dengan mereka yang papa dan tak berdaya melalui kegiatan sosial bersama yayasan Sesama yang saya dirikan.

Sebagai seorang dokter, saya pun pernah menjalani pendidikan kedokteran dengan segala romantikanya. Saya bertugas sebagai koas di RSUP Prof Ngurah – FK Unud Denpasar sekitar tahun 1998-2000.

Saat itu, jika bertugas jaga malam, kesempatan untuk tidur sebentar saja, begitu sulit. Kami sesama dokter muda, harus rebutan tempat untuk berbaring. Jangan dibayangkan kasur yang kami perebutkan, melainkan meja, kursi panjang atau apapun yang bisa digunakan untuk sekadar merebahkan badan lalu memejamkan mata. Begitu beratnya proses pendidikan yang harus dijalani.

Karena saking lelahnya, saya pernah tertidur di atas bed untuk pemeriksaan ibu hamil. Saya berjanji untuk tidur sebentar saja. Demi mengatasi rasa lelah dan ngantuk yang teramat berat. Saat hendak bangun, saya kaget bukan main, karena tanpa saya ketahui, di samping saya ada koas cewek kakak tingkat yang juga berbaring kelelahan tak berdaya.

Kalau tidak salah ingat, senior itu adalah putri dari salah satu dosen anatomi kami yang tinggal di Kuta. Parasnya cantik dan kulitnya putih halus karena ia memang keturunan Tionghoa. Karena tak enak mengganggu tidurnya, saya pun melanjutkan tidur saya lagi, untuk sebentar saja, ha ha ha!  

Di lain waktu, saya mengalami kesialan. Karena rekan-rekan lain pada mengikuti program KKN, cuma sayalah yang bertugas di ruang bersalin. Terang saja, semua kasus persalinan di malam yang melelahkan itu saya tanggung sendiri. Tak kurang dari delapan kasus persalinan.

Sampai kapan pun saya akan mengingat pengalaman yang begitu mengesankan itu karena saya mengalami “banjir” air ketuban bahkan ada yang sampai masuk ke mulut saya.

Jika pada awalnya saya menganggapnya sebagai sebuah kesialan, belakangan baru saya yakini itu adalah sebuah berkah. Sebab dengan pengalaman keterampilan itu, saat bertugas di pedalaman sebagai dokter saya dapat mengerjakan dengan mudah dan percaya diri semua kasus-kasus kebidanan.

Brahm*  betul, katanya All is well. Sebetulnya masih banyak kisah-kisah unik dan lucu yang saya alami saat bertugas, namun cerita ini akan mengakhirnya. Saat itu kami bertugas di bagian mata dan mengikuti program operasi katarak masal.

Seperti biasa, sambil mengerjakan pembedahan, dosen selalu memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada kami yang mendampingi sebagai observer maupun asisten.

Beliau bertanya, “Saat melihat menggunakan lensa binokuler, berapa mata yang kita gunakan?”

Kami perlu waktu sesaat berpikir untuk memastikan jawaban, ketika tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara pasien yang matanya sedang kami operasi, “Dua.”

Lho, kok dia tahu dan benar? Tentu saja kami penasaran. Seusai operasi kataraknya, kami cari tahu hal ini. Rupanya ia seorang perawat senior yang bertugas pada poliklinik mata di sebuah puskesmas, ha ha ha! [T]

*Ajahn Brahmn, seorang fisikawan teori yang memilih jalan hidup sebagai biksu, berkebangsaan Inggris.

[][][]

BACA esai-esai lain dari Dokter Arya

Keajaiban Itu Bernama Berbagi | Catatan Hari Jadi Ke-7 Yayasan Sesama
Dokter Gila | Cerpen Putu Arya Nugraha
Pasien, Guru Yang Sempurna
Tags: Dokter Arya NugrahaFakultas KedokterankedokteranmahasiswaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Komensal” di Kulidan: Refleksi Kekaryaan Seni Rupa Unckle Joy dan Siji

Next Post

Pawai Maulid Nabi di Desa Pegayaman, Semarak di Tengah Hujan

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Pawai Maulid Nabi di Desa Pegayaman, Semarak di Tengah Hujan

Pawai Maulid Nabi di Desa Pegayaman, Semarak di Tengah Hujan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co