23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
October 9, 2022
in Esai
Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

Fakultas kedokteran Undiksha telah menginjak usia yang ke-4 tahun. Dengan demikian, angkatan pertama fakultas ini sudah menjalani pendidikan profesi sebagai dokter muda atau populer disebut koas (co-ass/co-assistant). RSUD kabupaten Buleleng dan beberapa RS pemerintah di Bali saat ini menjadi wahana para koas untuk belajar keterampilan klinik sebagai syarat menjadi seorang dokter.

Untuk memenuhi target jumlah kasus yang mereka pelajari, bahkan beberapa RS swasta di kota Singaraja pun dijadikan tempat para dokter muda untuk belajar. Begitu nyata sudah, mereka yang sakitlah yang justru akan memenuhi syarat terpenting bagi koas untuk kelak menjadi seorang dokter.

Tak salah lagi, pasien-pasienlah guru para dokter muda itu. Tanpa pendidikan profesi ini seorang mahasiswa kedokteran hanya memiliki pengetahuan teori kedokteran belaka, sebagai seorang sarjana kedokteran (Sked). Mereka takkan pernah memiliki sertifikat untuk memberi terapi kepada pasien layaknya seorang dokter.

Topik khusus yang membahas betapa berharganya sumbangsih pasien-pasien ini bagi mahasiswa kedokteran dan bahkan juga bagi para dokter, sudah saya tulis beberapa tahun lalu dengan judul “Pasien, Guru Yang Sempurna.” 

Di FK Undiksha, saya diberikan tugas sebagai salah seorang pengajar, baik dosen pre klinik/teori, dari semester 1-7  maupun tahap profesi/praktik sebagai dokter pendidik klinis (doknis), dari semester 8 sampai selesai, biasanya selesai di semeseter 12.

Banyak hal lucu dan menarik yang saya catat sepanjang yang bisa saya ingat sebagai pengajar. Saya cenderung ingin berbagi hal-hal ringan dari sebuah isu maupun proses, agar dapat menghadirkan dimensi dan perspektif baru dari isu atau proses tersebut, apalagi yang dibahas merupakan hal-hal yang serius.

Sudah menjadi persepsi umum jika pendidikan kedokteran adalah dunia serius dan kaku. Sekolahnya lama dan mahasiswanya kurang gaul. Kesan kaku dan serius mungkin karena materi yang dibahas adalah segala penyakit dan sehari-hari berhadapan dengan penderitaan pasien-pasiennya atau mungkin dosen-dosennya yang killer. Kurang gaul bisa jadi karena tugas yang banyak dan menyangkut nyawa pasien membuat mereka kurang waktu buat merawat diri atau nongkrong bareng sahabat-sahabat.

Namun sekarang keadaan sudah jauh berubah. Tak kalah dengan mahasiswa lain, mahasiswa kedokteran saat ini tampil modis, wangi, komunikatif, kreatif dan kelulusannya pun diupayakan tepat waktu. Ini seiring dengan konsep pendidikan “Kampus Merdeka.”

Selama pandemi, tentu saja perkuliahan dilakukan dengan cara daring. Dari metode ini, tanpa disengaja dapat diketahui bagaimana keadaan rumah maupun lingkungan para mahasiswa. Ini

Biasanya saat mahasiswa unmute untuk bertanya atau berdiskusi. Saya sering kepo menanyakan hal-hal tersebut. Ada yang pada saat itu sedang memperbaiki dapurnya yang bocor atau ketahuan ayahnya gemar sabung ayam karena selama yang bersangkutan unmute, suara gaduh ayam jantan tak henti-henti berkokok.

Tentu saja kami semua menahan tawa, karena tak mungkin juga menyuruh ayam-ayam itu untuk diam. Dan tawa menjadi lepas saat saya menggoda si calon dokter untuk cari waktu masak bersama di rumahnya bikin kare ayam, ha ha ha!

Saya meyakini, pendidikan tidak cukup pada sisi kognitif saja. Itulah kemudian saya mengajak para mahasiswa FK Undiksha mengenal dan menikmati kebebasan yang ada saat ini. Dalam dunia sastra saya mengajak mereka untuk menjadi penikmat bahkan jika mau menjadi pelaku sastra.

Saya mengajak mereka berkenalan dengan rumah belajar Mahima, rumah di mana sastrawan dan penikmat sastra berkumpul dan berkarya.  Dunia kedokteran akan jauh menjadi lebih humanis saat “dianugerahi” sastra yang kaya filsafat.

Dalam dunia kemanusiaan saya mengajak mereka untuk langsung bersentuhan dengan mereka yang papa dan tak berdaya melalui kegiatan sosial bersama yayasan Sesama yang saya dirikan.

Sebagai seorang dokter, saya pun pernah menjalani pendidikan kedokteran dengan segala romantikanya. Saya bertugas sebagai koas di RSUP Prof Ngurah – FK Unud Denpasar sekitar tahun 1998-2000.

Saat itu, jika bertugas jaga malam, kesempatan untuk tidur sebentar saja, begitu sulit. Kami sesama dokter muda, harus rebutan tempat untuk berbaring. Jangan dibayangkan kasur yang kami perebutkan, melainkan meja, kursi panjang atau apapun yang bisa digunakan untuk sekadar merebahkan badan lalu memejamkan mata. Begitu beratnya proses pendidikan yang harus dijalani.

Karena saking lelahnya, saya pernah tertidur di atas bed untuk pemeriksaan ibu hamil. Saya berjanji untuk tidur sebentar saja. Demi mengatasi rasa lelah dan ngantuk yang teramat berat. Saat hendak bangun, saya kaget bukan main, karena tanpa saya ketahui, di samping saya ada koas cewek kakak tingkat yang juga berbaring kelelahan tak berdaya.

Kalau tidak salah ingat, senior itu adalah putri dari salah satu dosen anatomi kami yang tinggal di Kuta. Parasnya cantik dan kulitnya putih halus karena ia memang keturunan Tionghoa. Karena tak enak mengganggu tidurnya, saya pun melanjutkan tidur saya lagi, untuk sebentar saja, ha ha ha!  

Di lain waktu, saya mengalami kesialan. Karena rekan-rekan lain pada mengikuti program KKN, cuma sayalah yang bertugas di ruang bersalin. Terang saja, semua kasus persalinan di malam yang melelahkan itu saya tanggung sendiri. Tak kurang dari delapan kasus persalinan.

Sampai kapan pun saya akan mengingat pengalaman yang begitu mengesankan itu karena saya mengalami “banjir” air ketuban bahkan ada yang sampai masuk ke mulut saya.

Jika pada awalnya saya menganggapnya sebagai sebuah kesialan, belakangan baru saya yakini itu adalah sebuah berkah. Sebab dengan pengalaman keterampilan itu, saat bertugas di pedalaman sebagai dokter saya dapat mengerjakan dengan mudah dan percaya diri semua kasus-kasus kebidanan.

Brahm*  betul, katanya All is well. Sebetulnya masih banyak kisah-kisah unik dan lucu yang saya alami saat bertugas, namun cerita ini akan mengakhirnya. Saat itu kami bertugas di bagian mata dan mengikuti program operasi katarak masal.

Seperti biasa, sambil mengerjakan pembedahan, dosen selalu memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada kami yang mendampingi sebagai observer maupun asisten.

Beliau bertanya, “Saat melihat menggunakan lensa binokuler, berapa mata yang kita gunakan?”

Kami perlu waktu sesaat berpikir untuk memastikan jawaban, ketika tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara pasien yang matanya sedang kami operasi, “Dua.”

Lho, kok dia tahu dan benar? Tentu saja kami penasaran. Seusai operasi kataraknya, kami cari tahu hal ini. Rupanya ia seorang perawat senior yang bertugas pada poliklinik mata di sebuah puskesmas, ha ha ha! [T]

*Ajahn Brahmn, seorang fisikawan teori yang memilih jalan hidup sebagai biksu, berkebangsaan Inggris.

[][][]

BACA esai-esai lain dari Dokter Arya

Keajaiban Itu Bernama Berbagi | Catatan Hari Jadi Ke-7 Yayasan Sesama
Dokter Gila | Cerpen Putu Arya Nugraha
Pasien, Guru Yang Sempurna
Tags: Dokter Arya NugrahaFakultas KedokterankedokteranmahasiswaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Komensal” di Kulidan: Refleksi Kekaryaan Seni Rupa Unckle Joy dan Siji

Next Post

Pawai Maulid Nabi di Desa Pegayaman, Semarak di Tengah Hujan

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Pawai Maulid Nabi di Desa Pegayaman, Semarak di Tengah Hujan

Pawai Maulid Nabi di Desa Pegayaman, Semarak di Tengah Hujan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co