23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Budaya Perlakuan Plasenta, Kearifan Lokal Sarat Makna

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 23, 2022
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

Setelah tali pusat putus, maka plasenta atau ari-ari pada bayi yang baru lahir akan mendapatkan perlakuan yang tentunya sangat berbeda antara satu daerah dengan daerah lain.

Perlakuan plasenta sejatinya di daerah mana saja memiliki makna luhur, di mana hal itu sebuah proses penghargaan terhadap nilai dari plasenta, yang diyakini sebagai saudara kandung dari sang bayi. Plasenta memiliki fungsi sangat penting, mulai dari memberi nutrisi kepada bayi, menjaga bayi hingga mengantarkan bayi itu lahir ke dunia.

Saat sudah putus tali pusatnya baik karena dipotong atau karena putus secara alami (lotus birth), sebagai bentuk ungkapan terima kasih maka plasenta akan mendapatkan perlakuan yang istimewa sesuai dengan budaya dan keyakinan masyarakat setempat.

Masyarakat Indonesia memiliki budaya dan tradisi sendiri tentang proses perawatan plasenta. Perlakuan istimewa terhadap plasenta di berbagai daerah seperti di Bali, Jawa, dan NTT, menunjukkan bahwa adanya keinginan dari orang tua atau keluarga  agar bayi tumbuh dan berkembang secara baik. Sehat secara lahir (fisik) dan batin (psichis) dan bahkan memiliki dasar spiritualitas yang benar menurut keyakinan dan kepercayaan di daerah tempat sang bayi lahir.

Begitu pun pada budaya Hindu Bali.  Orang tua atau keluarga memperlakukan plasenta setelah putus merupakan hal penting, terutama secara sosiokultural. Masyarakat Hindu Bali pada umumnya akan melakukan prosedur ritual dalam memperlakukan plasenta yang sudah putus.

Dari awal saat plasenta sudah putus, maka sebaiknya yang membersihkan plasenta adalah ayah sang bayi. Saat membersikan atau mencuci plasenta, maka ayah sang bayi dilarang keras menoleh ke kiri ke kanan atau ke berbagai arah lain.

Ayah bayi itu harus fokus dengan mata berbinar penuh rasa haru dan rasa bangga, bahagia mencuci-menyucikan plasenta dari buah hatinya sambil mengucapkan doa “Om awiganm astu namo sidam, om idah ta kita kamu Sang Hyang Pangrakan jiwa, ngarasta ring buana kabeh, kita bayu, kita sabda, kita idep, wahana aku kasidianing Bhatara, anugrahang dirgayusan” (Rontal Kanda Empat Rare: paos 35.B).

Proses selanjutnya meletakkan plasenta dalam daksina (kelapa) yang dipotong proporsional antara bagian bawah dan atas. Proporsi seimbang dari potongan kelapa ini menyimbulkan sebuah harapan agar anak ini kelak bisa berprilaku adil, dan bisa menerima kehidupan dengan keseimbangan, sadar dan menyadari adanya hukum rwa bhineda dalam kehidupan.

Plasenta yang sudah ditaruh dalam kelapa, dilanjutkan dengan mendandani atau menghias daksina dengan kain putih kuning. Maknanya putih adalah kesucian dan warna kuning bermakna kemakmuran, dengan harapan agar bayi kelak selalu menjunjung tinggi kesucian dan memperoleh kemakmuran.

Plasenta di dalam daksina yang sudah dihias selanjutnya diletakkan dalam miniatur rumah yang terbuat dari daun rontal berwarna kuning, dan diselipkan kalimat suci sastra Bali berbahasa sansekerta yang bermakna puji-pujian dan doa memohon kedirgayusan sang bayi dalam kehidupannya. Di dalam miniatur “rumah emas” diisi duri, daging cerken, sedah selasih, pala cengkeh dan sebagainya sebagai usada agar bayi sehat walafiat.

Selanjutnya ditanam di halaman rumah depan pintu kamar, sebelah kanan untuk bayi laki-laki dan sebelah kiri untuk bayi perempuan. Dan gundukan itu ditaburi tujuh kembang warna-warni yang menebar keharuman dengan makna agar kehidupan bayi penuh warna dan mampu mengharumkan nama keluarga.

Di atas gundukan diletakkan batu sungai (batu bulitan) yang berwarna hitam yang memiliki makna agar bayi dalam hidupnya kelak memiliki prinsip seteguh dan sekuat batu, tidak mudah goyah oleh godaan dan cobaan dalam hidupnya.

Kemudian gundukan itu ditutup dengan keranjang yang diisi lampu sentir yang pada malam hari dinyalakan dengan sumbu direndam dalam minyak kelapa.

Simbolisasi keranjang adalah bermakna agar kebaikan datang dari segala penjuru, dan penerangan dengan lampu sentir bermakna agar bayi dalam kehidupannya diberikan sinar suci dalam melangkah, sehingga tidak salah jalan.

BACA JUGA:

  • Ternyata Stres Berguna Juga
  • Berpikir Positif, Awal dari Segala Hal Baik
  • Biarkan Bayi Memilih Hari Kelahirannya Sendiri

Dan terakhir di atas gundukan itu ditancapkan sanggah cukcuk untuk tempat melakukan sarana persembahan yadnya setiap hari selama 42 hari.

Tahapan tahapan perlakuan plasenta dari awal putus, adalah merupaka perlakuan istimewa yang diberikan terhadap plasenta yang merupakan saudara kandung bayi, yang memiliki jasa yang sangat besar terhadap kelangsungan hidup bayi selama dalam kandungan.

Dan diyakini pula dengan memberikan perlakuan yang baik sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan kita, maka bayi dalam kehidupannya ke depan akan baik.

Perlakuan terhadap plasenta ini merupakan salah satu kearifan lokal yang kita miliki yang sarat dengan pesan dan makna. [T]

  • BACA kolom-kolom lain dari Dokter Caput
  • “Lotus Birth”, Persalinan Alami yang Makin Diminati
    Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
    Tags: bayi dan anakDokter Caputplasenta
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Ragam Seni Sasak untuk Pagelaran Kolosal Pesona Mandalika | Dari FGD ISI Denpasar dan ITDC Mandalika

    Next Post

    In Memoriam AA Gde Raka Payadnya: Pendiri Drama Gong, Tokoh Puri yang Rendah Hati

    Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

    Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

    Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

    Related Posts

    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    by Wayan Gde Yudane
    October 23, 2026
    0
    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

    Read moreDetails

    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    by I Ketut Suar Adnyana
    October 22, 2026
    0
    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

    Read moreDetails

    Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

    by Tri Nugroho Adi
    October 22, 2026
    0
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

    Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

    Read moreDetails

    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

    by I Wayan Artika
    October 21, 2026
    0
    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

    ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

    Read moreDetails

    Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

    by Chusmeru
    October 21, 2026
    0
    Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

    DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

    Read moreDetails

    Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

    by Angga Wijaya
    October 20, 2026
    0
    Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

    SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

    Read moreDetails

    Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

    by Luh Putu Anggreny
    October 20, 2026
    0
    Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

    BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

    Read moreDetails

    Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

    by Wayan Gde Yudane
    October 19, 2026
    0
    Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

    Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

    Read moreDetails

    Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

    by AA Ayu Arun Suwi Arianty
    October 19, 2026
    0
    Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

    PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

    Read moreDetails

    Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

    by I Wayan Yudana
    October 19, 2026
    0
    Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

    ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

    Read moreDetails
    Next Post
    In Memoriam AA Gde Raka Payadnya: Pendiri Drama Gong, Tokoh Puri yang Rendah Hati

    In Memoriam AA Gde Raka Payadnya: Pendiri Drama Gong, Tokoh Puri yang Rendah Hati

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
    Panggung

    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

    KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

    by Nyoman Budarsana
    October 23, 2026
    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
    Esai

    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

    by Wayan Gde Yudane
    October 23, 2026
    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
    Khas

    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

    SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

    by Dede Putra Wiguna
    October 23, 2026
    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
    Panggung

    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

    GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

    by Dede Putra Wiguna
    October 22, 2026
    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
    Esai

    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

    by I Ketut Suar Adnyana
    October 22, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

    Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

    by Tri Nugroho Adi
    October 22, 2026
    Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
    Panggung

    Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

    DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

    by Nyoman Budarsana
    October 22, 2026
    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
    Esai

    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

    ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

    by I Wayan Artika
    October 21, 2026
    Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
    Opini

    Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

    SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

    by I Made Pria Dharsana
    October 21, 2026
    Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
    Pendidikan

    Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

    ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

    by Nyoman Budarsana
    October 21, 2026
    Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
    Pariwisata

    Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

    DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

    by Nyoman Budarsana
    October 21, 2026
    Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
    Ulas Buku

    Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

    SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

    by Hartanto
    October 21, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co