24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mari Menua Dengan Bahagia

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 10, 2022
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Siapa pun yang mempertahankan kemampuan untuk melihat keindahan, tidak akan pernah menjadi tua.” – Franz Kafka.

Penulis berpengaruh berdarah Yahudi, kelahiran Praha, Ceko,  itu dengan terang merumuskan fenomena penuaan pada makna kualitasnya bukan pada usia biologisnya. Dan gagasan sang penulis memang telah dikonfirmasi oleh mimpi buruk pada umumnya orang yang merasa segera akan menjadi tua.

Bagi sebagian besar kita, usia tua adalah ibarat gulag bagi ketidakberdayaan, ketergantungan, kesuraman dan sumber beban untuk generasi selanjutnya. Asumsi ini bukanlah semata-mata didasari oleh stigma ataupun firasat buruk semata. Namun berbagai keadaan rentan memang menyeruak nyata baik dari dalam diri seorang lansia maupun yang mengepung dari sekitar.

Dari aspek fisik, tubuh lansia secara alami telah mengalami kemerosotan kualitas fungsionalnya yang ditandai dengan kelemahan umum, penurunan kelenturan dan kekuatan otot sendi, gangguan keseimbangan dan sebagainya. Pun pada sisi mental, lansia akan mengalami penurunan daya ingat, kemampuan analisis  atau kekacauan suasana hati.

Belum lagi secara relatif, lingkungan yang pelan-pelan menjadi tak bersahabat, anak tangga yang sulit ditaklukkan, perubahan cuaca yang mengagetkan atau perhatian keluarga yang tampak menjauh.

Nah, Kafka benar, lansia akan tiba pada satu kubangan di mana ia tak sanggup atau sempat lagi menyaksikan keindahan. Mengintip pun mungkin sudah tak punya peluang.

Dari situasi itulah kemudian, di antara kita lantas terjadi berbagai hal menarik, menyikapi persoalan fenomena lansia ini. Karena rasa takut akan terlantar di masa tua, maka kita harus menikah. Karena berdua kita dan pasangan pada akhirnya akan menjadi tua, maka tentu saja kita harus punya anak yang kita harapkan mau merawat kita saat lansia. Karena jika anak perempuan akan diperistri oleh pria yang merupakan jodohnya kelak dan akan menjadi keluarga orang lain, maka kita harus punya anak lelaki.

Maka saya pun punya kenalan yang sampai anaknya yang ke-4 atau ke-5 belum juga laki-laki. Nah situasi dapat menjadi makin ruwet saat strategi selanjutnya adalah perlu istri ke-2 untuk dapat kiranya memberikan anak lelaki mengingat istri pertama tak kunjung memberikannya.

Anak Kelima Gede Sura | Cerpen I Komang Mudita

Padahal kita ketahui bersama, apakah anak kita yang lahir kelak lelaki atau perempuan, sepenuhnya ditentukan oleh tipe kromosom dari sel sperma ayahnya. Tipe kromosom Y sel sperma seorang lelaki jika bertemu dengan sel telur istrinya akan melahirkan seorang anak lelaki. Jika tipe X-nya yang membuahi, maka akan menjadi bayi berjenis kelamin perempuan. Maka dalam hal manuver menambah istri lagi, masih baru sebatas harapan belaka, karena belum dapat memberi jaminan.

Hal menarik lain adalah, karena tak punya keturunan atau punya anak namun menyangsikan ketulusan mereka, maka merasa perlu menyiapkan tabungan hari tua yang sebanyak-banyaknya. Sebagai sebuah opsi lain untuk mengarungi hari tua yang penuh ketidakpastian. Uang memang berperan dalam banyak persoalan namun senantiasa dibayangi intip dan intrik.

Pengalaman itulah yang saya temukan saat aset yang sedemikian besar lalu menjadi medan konflik di kalangan kerabat sampingan lansia yang telah almarhum karena ketiadaan dokumen yang kuat dan legal terkait wasiat pembagian warisan mendiang yang tak punya anak.

Kisah ini telah memberi kesan kepada kita, betapa sulit dan tak bersahabatnya hidup ini. Semakin ingin kita kuasai dan taklukkan, hidup kian bergolak melawan. Bahkan seorang pangeran Sidharta Gautama pun memilih untuk mundur tak hendak terus menghadapai hidup yang keras ini. Memilih menjadi seorang pertapa, sebelum segala penderitaan yang niscaya menghadang saat berusia lanjut seperti penyakit, proses penuaan dan tentu saja kematian.

Sesungguhnya, ia telah memulai penderitaannya secara sadar sebelum penderitaan datang menghampirinya. Namun bedanya, kelebihannya, sang Budha menyusuri penderitaannya dengan cara yang sedemikian indah. Hingga abadi sampai kini.

Gagasan ini telah bertemu dengan pemikiran Kafka, segalanya akan berubah, penuaan, penderitaan dapat menjelma menjadi keindahan. Suatu keadaan yang berkontemplasi pada hakikat nilai waktu, bukan pada panjangnya waktu atau usia. Jika kita dilahirkan dalam keadaan yang sangat lemah, sendiri dan tak punya apa-apa, bagaimana mungkin saat menjelang akhir hayat, pada posisi kurva yang sama dengan kelahiran, kita berambisi menjadi kuat, banyak pengawal dan berlimpah harta atau kuasa?

Ini jelas tampak sebagai sebuah skenario cerita yang mengundang berbagai risiko dan bahaya. Bukankah seharusnya kita mulai belajar menyendiri lagi? Melonggarkan ikatan harta yang terlampau mengekang kemerdekaan tubuh dan pikiran kita. Lalu ikhlas menerima tubuh kita yang tak lagi perkasa dan otak kita yang tak lagi teliti.

Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis

Bagaimana jika kita mulai lagi menikmati betapa asiknya memasak atau mencuci pakaian sendiri. Membersihkan halaman dan merawat tanaman hias kesayangan dengan jejari tangan kita sendiri. Dedaunan kering yang berserakan dan pucuk-pucuk muda tanaman yang menjulur menggapai sinar surya adalah ranting-ranting kisah yang telah menjaga sebatang pohon selalu riang.

Tetap riang ketika menerima entah tetesan air hujan yang dingin atau hangatnya sinar mentari. Juga daun dan dahannya yang tak pernah enggan mengikuti kemanapun hembusan angin. Dari tetumbuhan, kita banyak belajar menjadi lansia yang berkualitas.

Hippokrates mengatakan, jalan kaki adalah obat paling mujarab. Maka lakukanlah itu sejak sekarang, bahkan sejak masih muda untuk menjaga kesehatan kita. Satu aspek yang sangat penting saat seseorang kelak menjadi lansia. Begitu juga membaca dan berdiskusi. Kebiasaan baik ini harus diteruskan untuk mempertahankan sel-sel otak tetap terjaga di kala senja kehidupan kita.

Semakin kaya referensi, akan dapat menuntun seseorang dapat melihat satu isu dari berbagai sudut pandang. Itu syarat penting untuk menjadi bijaksana. Dan seorang lansia memiliki kesempatan itu berkat waktu panjang yang telah dilaluinya melewati berbagai referensi zaman, pengalaman dan peristiwa. Jangan lupa satu keindahan yang lain, yaitu berbagi. 

Mengurangi ikatan harta dengan mudah dapat dilakukan dengan berbagi, membantu yang lain. Karena dunia kita saat ini bukanlah era kaum pertapa. Dengan kebaikan ini niscaya belenggu ikatan harta dapat dikurangi dan meringankan langkah-langkah kaki kita yang telah menurun kekuatan fungsionalnya. Mungkin konsep berpikir ini belum sepenuhnya kita pahami, namun kita selalu punya kesempatan menemukan rahasia-rahasia semesta yang masih terpendam.

Pada akhirnya kita akan sampai pada gagasan hebat seorang tokoh masyur Walt Disney, “Menjadi tua adalah wajib, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.” Mari siapkan perahu kebahagian mengarungi samudera hari tua kita.[T]

KLIK UNTUK BACA ESAI KESEHATAN LAIN DARI DOKTER ARYA

Tags: kesehatanmasa tua
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lukisan Senja | Cerpen Ni Wayan Sumiasih

Next Post

Mendagri Tito Karnavian (Bukan Presiden) Buka Pesta Kesenian Bali, Minggu 12 Mei

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Mendagri Tito Karnavian (Bukan Presiden) Buka Pesta Kesenian Bali,  Minggu 12 Mei

Mendagri Tito Karnavian (Bukan Presiden) Buka Pesta Kesenian Bali, Minggu 12 Mei

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co