23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ikonografi Men Bajra yang Bertugas Mengundang Memedi

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
March 27, 2022
in Esai
Ikonografi Men Bajra yang Bertugas Mengundang Memedi

Pura Dalem Banjar - Arsip Nglesir Visual 2020

“Ye Memen Bajra… luas ke setra… kautus ngundang memedi, memedi pada kaundang, ane peceng perot undang, memedi gigine putih poleng, irik-irikin je kuda wake, wake enyak teken iya, iya enyak ngajak wake, cikapak aji dungkul mengebeng-ngebeng, luwas kija, ka undangan, menginutin rejang jawa, sada teka egah egoh mengabang dadongne kawan”

Lirik ini saya dapatkan pada tahun 2017, kisaran bulan Juni jika saya tilik kembali arsip rekaman suara dari Ida Bagus Putra Manik Aryana dari Griya Delod Pasar Intaran, Sanur yang juga seorang dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa Bali Undiksha, Singaraja.

Apa bila tidak salah, dalam ingatan saya mulai pada tahun 2010 di Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha tiap tahunnya pada Malam Gelar Seni (MGS) Jurusan Pendidikan Bahasa Bali membranding event kreatifnya dengan mempopulerkan tari Sang Hyang, ya salah satu dari deretan seni sakral yang dipentaskan melalui MGS tersebut tentu Sang Hyang Memedi. 

Lirik Sang Hyang Memedi tersebut saya tulis berdasarkan rekaman tembangnya, tembangnya juga sederhana, mudah diingat dan kerap kali pada awal-awalnya sering saya nyanyikan sambil berbisik ketika dalam perjalanan kemana-mana untuk membunuh rasa penat dalam perjalanan, istilah populernya “easy listning” lah tentu bagi orang Bali yang akrab dengan gending rare, sedikit tidaknya tembangnya serupa dengan genre nyanyian yang ditujukan untuk anak-anak di Bali.

Beberapa waktu setelahnya saya mulai bertanya sebab ada juga keinginan untuk menafsirkan liriknya, ya sebagaimana kita orang Bali belajar menafsirkan suatu gending akibat populernya wayang Chenk Blonk seperti “Bibi Anu lamun payu luas manjus,…”, pertanyaan pertama tentu saja mengenai Memen Bajra, siapakah dia?

Hinzler-1986-Catalogue of Balinese Manuscript Vol I

Banyak asumsi yang saya kumpulkan, mulai saya gutak-gatik-gatuk, bahwa Memen Bajra adalah ini, ia adalah sebuah representasi dari itu, ia punya kekuatan khusus begini dan begitu sebab sampai diberikan mandate untuk mengundang makhluk halus yang disebut Memedi,dll. Hal tersebut lumayan mengasyikan bagi saya meski tanpa kesimpulan jelas, dan sudah tentu juga beriringan dengan waktu hal itu berlalu.

Namun ingatan atas Memen Bajra kembali hadir ketika membaca buku Catalogue of Balinese Manuscript Vol I ditulis oleh Hinzler tahun 1986 terbitan Leiden, buku yang terbit dengan dua volume tersebut juga menjadi acuan saya dalam meneliti I Ketut Gede Singaraja. Ketika mencermati tiap gambar-gambar di dalamnya, mata saya tertuju pada satu figur dalam edisi gambar yang dikumpulkan oleh Van der Tuuk dari artists (istilah juru gambar pada buku tersebut) Banjar Beratan, Singaraja.

Jong Pari, Sebuah Kreativitas Mudra Suara

Satu diantara tiga figur tersebut menampilkan wujud perempuan dengan keterangan beraksara Bali “Karang Men Bajra” digambarkan dengan rambut panjang megambahan (terurai), berkalung selendang atau kain, mempergunakan kamen duur ntud (kain kamen pendek, di atas lutut) yang identik dengan cerita ilmu hitam orang-orang Bali, dan yang khas adalah dua buah dadanya sangat panjang, menjuntai ke bawah hingga hampir menyentuh lututnya dengan posisi berdiri, mungkin karena panjangnya buah dada tokoh ini maka tangannya digambarkan memegang pangkal buah dadanya, atau malah memainkannya? Bisa jadi.

Bratan Artist – Hinzler-1986-Catalogue of Balinese Manuscript Vol I

Di tempat saya di Desa Taman Pohmanis, Denpasar, terkenang dengan cerita orang-orang tua sewaktu saya masih masa anak-anak bahwa di wilayah belakang Pura Puseh dan Pura Desa yang dulunya masih lebih belukar daripada sekarang sering terlihat figur perempuan serupa dengan penggambaran Men Bajra, akan tetapi di sini disebut dengan “Emplek-emplek Mbe” yang suka menggoda anak kecil yang bermain di areal belakang pura pada Jejeg Ai (pukul 12 siang tepat) atau Sandikaon/Sandikala (waktu temaran senja menuju malam).

Cara menggodanya konon dengan memainkan buah dadanya yang panjang sehingga berbunyi “keteplak-keteplek” tentu cerita tersebut akan membuat saya dan teman-teman ketakutan pada waktu itu dan sebisa mungkin untuk tidak melanggar waktu bermain. Singkat kata, bisa jadi Men Bajra dengan Emplek-emplek Mbe” adalah satu tokoh dengan nama berbeda.

Seni Rupa Bali dan Persoalan Arsip

Kembali ke buku kumpulan ilustrasi manuskrip tersebut, saya menjumpai kembali satu foto Men Bajra yang terpahatkan pada satu bangunan palinggih, dalam keterangannya ditulis Pura Dalem Petandakan, Buleleng, akan tetapi saya merasa familiar dengan lokasi foto diambil, setelah mengecek arsip Nglesir Visual di daerah Buleleng, ternyata lokasi tepatnya adalah di Pura Dalem Banjar,  Buleleng, yang pernah saya foto bersama teman-teman pasca musibah kebakaran yang menghanguskan palinggih gedong pura.

Pura Dalem Banjar – Arsip Nglesir Visual 2020

Men Bajra yang sama telah direstorasi dan dipulas dengan warna terpahatkan pada tubuh palinggih pangapit lawing di depan kori pamedalan. Setelah melakukan perbandingan foto yang sekiranya diambil untuk buku tersebut kisaran tahun 1970-1980an dengan arsip foto Nglesir Visual saya pada 20 Januari 2020 ternyata ada sedikit perubahan.

Foto di buku menunjukan kerusakan pada bagian wajah, dan tubuh akibat material yang aus keropos, ikografi yang paling khas adalah buah dada bagian kanan patung masih utuh terpahatkan dengan ikonik panjang menyentuh lutut dalam posisi duduk, sedangkan buah dada bagian kiri juga terlihat aus dan keropos. Pada dokumentasi tahun 2020 wajah sudah diperbaiki namun buah dada yang menjadi ikonografi khas Men Bajra dibuat lebih pendek, kemungkinan terjadi kebingungan pada saat restorasinya, rambut masih tetap panjang terurai.

Pura Dalem Banjar – Arsip Nglesir Visual 2020

Perbedaan ikonografi Men Bajra antara yang digambarkan pada buku dengan pahatan secara signifikan dapat dilihat pada wajah, guratan seniman Banjar Bratan mengguratnya dengan wajah manusia akan tetapi yang terpahatkan di Pura Dalem Banjar berwajah lebih seram serupa raksasa. Hal ini lebih kepada representasi seniman yang sudah tentu mempunyai penafsiran tersendiri atas ketokohan Men Bajra yang digambarkan sebagai makhluk magis, Samar, dan sering kali dihubungkan dengan kaki tangan Dhurga. Lebih dari pada itu, yang masih menjadi pertanyaan saya adalah, mengapa Men Bajra diutus untuk mengundang Memedi? Jawaban pasti belum saya temukan. [T]

Pohmanis, 27 Maret 2022.

Lukisan Kacang Goreng || Mengenang Ida Bagus Tugur melalui I Gusti Made Deblog
Tags: Relief Baliseni pertunjukanSeni RupaTari Sanghyang Memedi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ibu, Canang dan Sekolah | Catatan Lomba Teater Rai Srimben di Singaraja

Next Post

Dinz Handmade dari Bali Utara | Mari Bergaya dengan Perca

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Dinz Handmade dari Bali Utara | Mari Bergaya dengan Perca

Dinz Handmade dari Bali Utara | Mari Bergaya dengan Perca

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co