2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ikonografi Men Bajra yang Bertugas Mengundang Memedi

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
March 27, 2022
in Esai
Ikonografi Men Bajra yang Bertugas Mengundang Memedi

Pura Dalem Banjar - Arsip Nglesir Visual 2020

“Ye Memen Bajra… luas ke setra… kautus ngundang memedi, memedi pada kaundang, ane peceng perot undang, memedi gigine putih poleng, irik-irikin je kuda wake, wake enyak teken iya, iya enyak ngajak wake, cikapak aji dungkul mengebeng-ngebeng, luwas kija, ka undangan, menginutin rejang jawa, sada teka egah egoh mengabang dadongne kawan”

Lirik ini saya dapatkan pada tahun 2017, kisaran bulan Juni jika saya tilik kembali arsip rekaman suara dari Ida Bagus Putra Manik Aryana dari Griya Delod Pasar Intaran, Sanur yang juga seorang dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa Bali Undiksha, Singaraja.

Apa bila tidak salah, dalam ingatan saya mulai pada tahun 2010 di Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha tiap tahunnya pada Malam Gelar Seni (MGS) Jurusan Pendidikan Bahasa Bali membranding event kreatifnya dengan mempopulerkan tari Sang Hyang, ya salah satu dari deretan seni sakral yang dipentaskan melalui MGS tersebut tentu Sang Hyang Memedi. 

Lirik Sang Hyang Memedi tersebut saya tulis berdasarkan rekaman tembangnya, tembangnya juga sederhana, mudah diingat dan kerap kali pada awal-awalnya sering saya nyanyikan sambil berbisik ketika dalam perjalanan kemana-mana untuk membunuh rasa penat dalam perjalanan, istilah populernya “easy listning” lah tentu bagi orang Bali yang akrab dengan gending rare, sedikit tidaknya tembangnya serupa dengan genre nyanyian yang ditujukan untuk anak-anak di Bali.

Beberapa waktu setelahnya saya mulai bertanya sebab ada juga keinginan untuk menafsirkan liriknya, ya sebagaimana kita orang Bali belajar menafsirkan suatu gending akibat populernya wayang Chenk Blonk seperti “Bibi Anu lamun payu luas manjus,…”, pertanyaan pertama tentu saja mengenai Memen Bajra, siapakah dia?

Hinzler-1986-Catalogue of Balinese Manuscript Vol I

Banyak asumsi yang saya kumpulkan, mulai saya gutak-gatik-gatuk, bahwa Memen Bajra adalah ini, ia adalah sebuah representasi dari itu, ia punya kekuatan khusus begini dan begitu sebab sampai diberikan mandate untuk mengundang makhluk halus yang disebut Memedi,dll. Hal tersebut lumayan mengasyikan bagi saya meski tanpa kesimpulan jelas, dan sudah tentu juga beriringan dengan waktu hal itu berlalu.

Namun ingatan atas Memen Bajra kembali hadir ketika membaca buku Catalogue of Balinese Manuscript Vol I ditulis oleh Hinzler tahun 1986 terbitan Leiden, buku yang terbit dengan dua volume tersebut juga menjadi acuan saya dalam meneliti I Ketut Gede Singaraja. Ketika mencermati tiap gambar-gambar di dalamnya, mata saya tertuju pada satu figur dalam edisi gambar yang dikumpulkan oleh Van der Tuuk dari artists (istilah juru gambar pada buku tersebut) Banjar Beratan, Singaraja.

Jong Pari, Sebuah Kreativitas Mudra Suara

Satu diantara tiga figur tersebut menampilkan wujud perempuan dengan keterangan beraksara Bali “Karang Men Bajra” digambarkan dengan rambut panjang megambahan (terurai), berkalung selendang atau kain, mempergunakan kamen duur ntud (kain kamen pendek, di atas lutut) yang identik dengan cerita ilmu hitam orang-orang Bali, dan yang khas adalah dua buah dadanya sangat panjang, menjuntai ke bawah hingga hampir menyentuh lututnya dengan posisi berdiri, mungkin karena panjangnya buah dada tokoh ini maka tangannya digambarkan memegang pangkal buah dadanya, atau malah memainkannya? Bisa jadi.

Bratan Artist – Hinzler-1986-Catalogue of Balinese Manuscript Vol I

Di tempat saya di Desa Taman Pohmanis, Denpasar, terkenang dengan cerita orang-orang tua sewaktu saya masih masa anak-anak bahwa di wilayah belakang Pura Puseh dan Pura Desa yang dulunya masih lebih belukar daripada sekarang sering terlihat figur perempuan serupa dengan penggambaran Men Bajra, akan tetapi di sini disebut dengan “Emplek-emplek Mbe” yang suka menggoda anak kecil yang bermain di areal belakang pura pada Jejeg Ai (pukul 12 siang tepat) atau Sandikaon/Sandikala (waktu temaran senja menuju malam).

Cara menggodanya konon dengan memainkan buah dadanya yang panjang sehingga berbunyi “keteplak-keteplek” tentu cerita tersebut akan membuat saya dan teman-teman ketakutan pada waktu itu dan sebisa mungkin untuk tidak melanggar waktu bermain. Singkat kata, bisa jadi Men Bajra dengan Emplek-emplek Mbe” adalah satu tokoh dengan nama berbeda.

Seni Rupa Bali dan Persoalan Arsip

Kembali ke buku kumpulan ilustrasi manuskrip tersebut, saya menjumpai kembali satu foto Men Bajra yang terpahatkan pada satu bangunan palinggih, dalam keterangannya ditulis Pura Dalem Petandakan, Buleleng, akan tetapi saya merasa familiar dengan lokasi foto diambil, setelah mengecek arsip Nglesir Visual di daerah Buleleng, ternyata lokasi tepatnya adalah di Pura Dalem Banjar,  Buleleng, yang pernah saya foto bersama teman-teman pasca musibah kebakaran yang menghanguskan palinggih gedong pura.

Pura Dalem Banjar – Arsip Nglesir Visual 2020

Men Bajra yang sama telah direstorasi dan dipulas dengan warna terpahatkan pada tubuh palinggih pangapit lawing di depan kori pamedalan. Setelah melakukan perbandingan foto yang sekiranya diambil untuk buku tersebut kisaran tahun 1970-1980an dengan arsip foto Nglesir Visual saya pada 20 Januari 2020 ternyata ada sedikit perubahan.

Foto di buku menunjukan kerusakan pada bagian wajah, dan tubuh akibat material yang aus keropos, ikografi yang paling khas adalah buah dada bagian kanan patung masih utuh terpahatkan dengan ikonik panjang menyentuh lutut dalam posisi duduk, sedangkan buah dada bagian kiri juga terlihat aus dan keropos. Pada dokumentasi tahun 2020 wajah sudah diperbaiki namun buah dada yang menjadi ikonografi khas Men Bajra dibuat lebih pendek, kemungkinan terjadi kebingungan pada saat restorasinya, rambut masih tetap panjang terurai.

Pura Dalem Banjar – Arsip Nglesir Visual 2020

Perbedaan ikonografi Men Bajra antara yang digambarkan pada buku dengan pahatan secara signifikan dapat dilihat pada wajah, guratan seniman Banjar Bratan mengguratnya dengan wajah manusia akan tetapi yang terpahatkan di Pura Dalem Banjar berwajah lebih seram serupa raksasa. Hal ini lebih kepada representasi seniman yang sudah tentu mempunyai penafsiran tersendiri atas ketokohan Men Bajra yang digambarkan sebagai makhluk magis, Samar, dan sering kali dihubungkan dengan kaki tangan Dhurga. Lebih dari pada itu, yang masih menjadi pertanyaan saya adalah, mengapa Men Bajra diutus untuk mengundang Memedi? Jawaban pasti belum saya temukan. [T]

Pohmanis, 27 Maret 2022.

Lukisan Kacang Goreng || Mengenang Ida Bagus Tugur melalui I Gusti Made Deblog
Tags: Relief Baliseni pertunjukanSeni RupaTari Sanghyang Memedi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ibu, Canang dan Sekolah | Catatan Lomba Teater Rai Srimben di Singaraja

Next Post

Dinz Handmade dari Bali Utara | Mari Bergaya dengan Perca

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Dinz Handmade dari Bali Utara | Mari Bergaya dengan Perca

Dinz Handmade dari Bali Utara | Mari Bergaya dengan Perca

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co