24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Percakapan Tengah Malam

Agus Wiratama by Agus Wiratama
March 19, 2022
in Esai
Percakapan Tengah Malam

Tak usah belajar lagi! Barangkali kau membayangkan begini: “Aku berkata bahwa aku ingin belajar karena menghendaki perkembangan dan orang yang berkata, “Belajar aja kerjamu,” dengan nada sinis, sebaiknya dijauhi.” Di Teater Kalangan, kau akan mendengar istilah ini berkali-kali, tentu sambil tertawa-tawa! Tertawa-tawa!

Kau mungkin akan sebal jika mendengarnya atau berharap orang itu segera kehilangan mulutnya atau diam-diam, setiap malam kau mengirim doa paling buruk untuknya. Mungkin juga, pelahan-lahan kau akan paham, tapi kau sering berkata padaku tentang orang yang berkata begini: “Aku kan masih belajar,” yang sedikit tidak, kau terjemahkan sebagai permakluman; orang itu ingin meringankan tanggung jawabnya sendiri. Lalu, kau bingung ketika mendengar kalimat bertentangan dengan jargon di awal itu: “Kau tak belajar-belajar!”

Nah… “Mana yang benar?” kau berbisik dalam hati.

Lama-kelamaan kau tahu maksud kata itu, semacam ajakan untuk memikul tanggung jawab kerjamu. Kau lalu ingat dengan kiasan klise, “Belajarlah seumur hidup” tanpa perlu lagi mengatakannya. Anggaplah kita paham.

Antena Keaktoran Dalam Membaca Biografi Diri Sendiri

Ruang-ruang kesenian, di satu sisi, begitu luang memberi ruang kemungkinan, tapi di sisi lain ia menjelma jebakan Betman yang membuatmu terombang-ambing karena saking luasnya dan kau akan ingat kata-katamu kala mencoba cicip-cicip kegiatan Kalangan: “tak ada seni yang buruk” dan kau tiba-tiba ingat, pernah memberi ceramah itu pada orang yang menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan nada yang paling sumbang. Sekarang, kau berkata: kita telah menjadi latah!

Untuk mengatakan bahwa kau telah latah pun rupanya perlu melewati beberapa obrolan. Meskipun, kau sudah tahu kata itu sejak lama.

Seperti yang kau katakan padaku, kesenian adalah ruang yang luang, tapi kau juga mengingatkanku pada satu hal yang lebih penting untuk kuingat. “Kita bukan setan!” katamu lantas. Ah, aku tak tahan mendengar umpatan itu. Tanganku ingin segera menampar mulutmu tapi kau telah menamparku duluan dengan kalimat lanjutan: “Kakimu tidak terbang, jikapun demikian, kau perlu menginjak tanah terlebih dahulu. Kau perlu pijakan, perlu pegangan, sebagaimana bayi yang meraba-raba lantai terlebih dahulu untuk kemudian perlahan belajar berdiri.”

“Bagaimana jika kita mengisahkan percakapan di jalan itu terlebih dahulu?” kataku.

Wajahmu tiba-tiba memerah seolah tak ingin mengingat hal itu lagi, tapi dengan berat dagumu mengangguk, dan sebaiknya kukisahkan saja di sini:

Ketika itu, kau melihat seorang wanita di pinggir jalan, di bawah lampu remang, dan mengandaikan hal itu ada di atas pentas. Kau ingin mengangkat adegan itu karena “bagus”, yang tak pernah kita tahu alasannya, kenapa adegan itu kau sebut bagus dan bukan jelek? Aku juga ingin mengingatkanmu tentang jalanan macet, kekerasan pada warga oleh aturan tertentu, dan sebagainya: untuk ditulis atau dipentaskan. Ah, kadang masa lalu memang memalukan, meskipun kini kita tak pernah benar-benar kenal diri untuk mengucap bahwa kita telah beranjak pada hal baru atau masih sama saja; hanya berjarak atau telah melangkah. Entahlah.

Membaca “Sembahyang Bhuvana” Karya Saras Dewi Dari Perspektif Wittgenstein

Tapi, kini kita telah diguncang bukan? Kau pasti mengingat itu, kita sering membicarakannya dalam percakapan yang membuat kita bimbang. Kau belum tahu hal yang kau kerjakan, apakah sudah layak bernama atau tidak, tapi kau sendiri tak tahu siapa yang memberi layak tidaknya kerjamu itu, dan kini ketika kau melangkah beberapa tapak saja, kau telah mendengar kabar baru, sebuah cara kerja yang membuatmu bingung, kebingungan yang membuat kita ada pada persimpangan.

“Aha…” katamu dengan dada sedikit terangkat seperti Thomas Alva Edison menemukan pijar cahaya yang kini kita kenal sebagai bola lampu. “Kita tak lebih tinggi dari pekerjaan lain. Kita mesti berada pada pinggiran.” Entah benar kau berada pada pinggir, atau hanya ingin merumuskan diri yang tak bisa kau ucapkan itu.

Rupanya, kau baru mendapat bahasa. Kau mesti bertanya, apa perbedaan kita dengan bayi yang baru bisa mengucap “ayah” atau “papa” atau “mama” atau “ibu”. Maka, kau semakin goyah. Adakah kau sudah mencapai yang kau inginkan, atau kau hanya mengalir mengikuti arus, dan aku bertanya satu hal lagi, yang tak perlu kau lempar jawabannya pada siapa pun, “Apakah ada pada satu jalur itu lebih baik dari jalur lain?” Kini, kau hanya berharap Teater Kalangan menjadi tempat aman untuk bercakap-cakap, untuk bertanya-tanya, untuk merumuskan cara kerja yang selama ini ada pada keluasan yang tak bisa kau tentukan titik tengahnya.

Tiga Cerpen Gunawan Maryanto | Tiga Pertunjukan Imajiner

Akhirnya, kau mulai dari hal yang paling dekat, menuju alamat paling jauh yang tak perlu kita bicarakan. Kau ingin tahu tentang keluarga, tokoh, dan bahasa. Kau akan merasa paham, dan jika betul dugaanku, maka kau tak betul-betul paham. Tampaknya kau masuk pada belantara lapang lagi, tapi kau berharap ini berbeda. Kau tahu, aku akan mengajakmu masuk pada keseharianku. Dalam waktu bersamaan, aku mencium masakan teman, mendengar musik, melihat instastory. Semua itu bekerja dalam waktu yang sama. Dan, kerjamu pun mungkin seperti itu: berusaha membaca keluarga, tokoh, dan bahasa.[T]

Tags: TeaterTeater Kalangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hewan Pemakan Suara | Cerpen Fatah Anshori

Next Post

“Nerang” dan “Laser Pemecah Awan”

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Nerang” dan “Laser Pemecah Awan”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co