4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Percakapan Tengah Malam

Agus Wiratama by Agus Wiratama
March 19, 2022
in Esai
Percakapan Tengah Malam

Tak usah belajar lagi! Barangkali kau membayangkan begini: “Aku berkata bahwa aku ingin belajar karena menghendaki perkembangan dan orang yang berkata, “Belajar aja kerjamu,” dengan nada sinis, sebaiknya dijauhi.” Di Teater Kalangan, kau akan mendengar istilah ini berkali-kali, tentu sambil tertawa-tawa! Tertawa-tawa!

Kau mungkin akan sebal jika mendengarnya atau berharap orang itu segera kehilangan mulutnya atau diam-diam, setiap malam kau mengirim doa paling buruk untuknya. Mungkin juga, pelahan-lahan kau akan paham, tapi kau sering berkata padaku tentang orang yang berkata begini: “Aku kan masih belajar,” yang sedikit tidak, kau terjemahkan sebagai permakluman; orang itu ingin meringankan tanggung jawabnya sendiri. Lalu, kau bingung ketika mendengar kalimat bertentangan dengan jargon di awal itu: “Kau tak belajar-belajar!”

Nah… “Mana yang benar?” kau berbisik dalam hati.

Lama-kelamaan kau tahu maksud kata itu, semacam ajakan untuk memikul tanggung jawab kerjamu. Kau lalu ingat dengan kiasan klise, “Belajarlah seumur hidup” tanpa perlu lagi mengatakannya. Anggaplah kita paham.

Antena Keaktoran Dalam Membaca Biografi Diri Sendiri

Ruang-ruang kesenian, di satu sisi, begitu luang memberi ruang kemungkinan, tapi di sisi lain ia menjelma jebakan Betman yang membuatmu terombang-ambing karena saking luasnya dan kau akan ingat kata-katamu kala mencoba cicip-cicip kegiatan Kalangan: “tak ada seni yang buruk” dan kau tiba-tiba ingat, pernah memberi ceramah itu pada orang yang menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan nada yang paling sumbang. Sekarang, kau berkata: kita telah menjadi latah!

Untuk mengatakan bahwa kau telah latah pun rupanya perlu melewati beberapa obrolan. Meskipun, kau sudah tahu kata itu sejak lama.

Seperti yang kau katakan padaku, kesenian adalah ruang yang luang, tapi kau juga mengingatkanku pada satu hal yang lebih penting untuk kuingat. “Kita bukan setan!” katamu lantas. Ah, aku tak tahan mendengar umpatan itu. Tanganku ingin segera menampar mulutmu tapi kau telah menamparku duluan dengan kalimat lanjutan: “Kakimu tidak terbang, jikapun demikian, kau perlu menginjak tanah terlebih dahulu. Kau perlu pijakan, perlu pegangan, sebagaimana bayi yang meraba-raba lantai terlebih dahulu untuk kemudian perlahan belajar berdiri.”

“Bagaimana jika kita mengisahkan percakapan di jalan itu terlebih dahulu?” kataku.

Wajahmu tiba-tiba memerah seolah tak ingin mengingat hal itu lagi, tapi dengan berat dagumu mengangguk, dan sebaiknya kukisahkan saja di sini:

Ketika itu, kau melihat seorang wanita di pinggir jalan, di bawah lampu remang, dan mengandaikan hal itu ada di atas pentas. Kau ingin mengangkat adegan itu karena “bagus”, yang tak pernah kita tahu alasannya, kenapa adegan itu kau sebut bagus dan bukan jelek? Aku juga ingin mengingatkanmu tentang jalanan macet, kekerasan pada warga oleh aturan tertentu, dan sebagainya: untuk ditulis atau dipentaskan. Ah, kadang masa lalu memang memalukan, meskipun kini kita tak pernah benar-benar kenal diri untuk mengucap bahwa kita telah beranjak pada hal baru atau masih sama saja; hanya berjarak atau telah melangkah. Entahlah.

Membaca “Sembahyang Bhuvana” Karya Saras Dewi Dari Perspektif Wittgenstein

Tapi, kini kita telah diguncang bukan? Kau pasti mengingat itu, kita sering membicarakannya dalam percakapan yang membuat kita bimbang. Kau belum tahu hal yang kau kerjakan, apakah sudah layak bernama atau tidak, tapi kau sendiri tak tahu siapa yang memberi layak tidaknya kerjamu itu, dan kini ketika kau melangkah beberapa tapak saja, kau telah mendengar kabar baru, sebuah cara kerja yang membuatmu bingung, kebingungan yang membuat kita ada pada persimpangan.

“Aha…” katamu dengan dada sedikit terangkat seperti Thomas Alva Edison menemukan pijar cahaya yang kini kita kenal sebagai bola lampu. “Kita tak lebih tinggi dari pekerjaan lain. Kita mesti berada pada pinggiran.” Entah benar kau berada pada pinggir, atau hanya ingin merumuskan diri yang tak bisa kau ucapkan itu.

Rupanya, kau baru mendapat bahasa. Kau mesti bertanya, apa perbedaan kita dengan bayi yang baru bisa mengucap “ayah” atau “papa” atau “mama” atau “ibu”. Maka, kau semakin goyah. Adakah kau sudah mencapai yang kau inginkan, atau kau hanya mengalir mengikuti arus, dan aku bertanya satu hal lagi, yang tak perlu kau lempar jawabannya pada siapa pun, “Apakah ada pada satu jalur itu lebih baik dari jalur lain?” Kini, kau hanya berharap Teater Kalangan menjadi tempat aman untuk bercakap-cakap, untuk bertanya-tanya, untuk merumuskan cara kerja yang selama ini ada pada keluasan yang tak bisa kau tentukan titik tengahnya.

Tiga Cerpen Gunawan Maryanto | Tiga Pertunjukan Imajiner

Akhirnya, kau mulai dari hal yang paling dekat, menuju alamat paling jauh yang tak perlu kita bicarakan. Kau ingin tahu tentang keluarga, tokoh, dan bahasa. Kau akan merasa paham, dan jika betul dugaanku, maka kau tak betul-betul paham. Tampaknya kau masuk pada belantara lapang lagi, tapi kau berharap ini berbeda. Kau tahu, aku akan mengajakmu masuk pada keseharianku. Dalam waktu bersamaan, aku mencium masakan teman, mendengar musik, melihat instastory. Semua itu bekerja dalam waktu yang sama. Dan, kerjamu pun mungkin seperti itu: berusaha membaca keluarga, tokoh, dan bahasa.[T]

Tags: TeaterTeater Kalangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hewan Pemakan Suara | Cerpen Fatah Anshori

Next Post

“Nerang” dan “Laser Pemecah Awan”

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Nerang” dan “Laser Pemecah Awan”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co