24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Bintang Lara Mem-vandal Tembok Puri

I Putu Supartika by I Putu Supartika
September 8, 2021
in Esai
I Bintang Lara Mem-vandal Tembok Puri

Foto ilustrasi: Ole

I Bintang Lara adalah sosok yang pemberani dan jantan. Ia berani mem-vandal alias mencorat-coret tembok puri miliki Ida Anak Agung sekaligus mengakui perbuatannya sendiri di depan Ida Anak Agung tanpa takut dihukum. Tapi sayang ini bukan kisah nyata, hanya sebuah satua Bali atau dongeng. Seandainya ini kisah nyata dan terjadi hari ini, tentu I Bintang Lara akan menjadi sosok yang viral di media sosial.

Sosok I Bintang Lara merupakan tokoh dalam satua Bali yang berjudul sama dengan nama tokohnya. Satua ini bisa dibaca dalam buku Kembang Rampe Kasusatraan Bali Purwa yang dihimpun I Gusti Ngurah Bagus bersama I Ketut Ginarsa dan diterbitkan Balai Bahasa Provinsi Bali tahun 2013.

Dikisahkan jika I Bintang Lara merupakan anak dari Men Bekung yang lahir dengan cara yang tidak masuk akal. Konon, Men Bekung bersama Pan Bekung pergi ke tengah hutan untuk mencari kayu bakar. Karena rasa hausnya yang tak tertahankan, Men Bekung mencari air dan menemukan batok kelapa yang berisi air hujan. Tanpa pikir panjang, air itu pun diminum.

Tiba-tiba saja, setelah meminum air itu, secara ajaib Men Bekung menjadi hamil. Entah bagaimana caranya air di batok kelapa bisa membuat seorang perempuan yang selama ini tak bisa hamil tiba-tiba hamil. Jikapun di air itu tercampur sperma manusia, burung, atau hewan hutan, tentu secara ilmu reproduksi kejadian sangat sulit untuk dijelaskan. Dan dari perut Men Bekung lahirlah seorang anak yang diberi nama I Bintang Lara.

Setelah remaja, dikisahkan I Bintang Lara berjalan-jalan di luar tembok puri, dan kebetulan sudah sejak lama permaisuri dari Ida Anak Agung sakit keras tanpa ada yang bisa mengobatinya. Entah karena iseng, atau karena mendapat pawisik dari Ida Sang Hyang Suwung, I Bintang Lara mencoret tembok puri itu. Isi coretan itu seperti ini: sajawining gagak petak ané anggona nambanin rabin Ida Anaké Agung tusing ja lakar kénak, yén gagak petak anggona nambanin janten kénak! Kurang lebih tulisan itu memiliki arti: selain gagak putih yang digunakan untuk mengobati permaisuri Ida Anak Agung tidak akan sembuh, jika gagak putih yang digunakan untuk mengobati pasti sembuh!

Tentu saja ulah I Bintang Lara membuat Ida Anak Agung berang dan meminta kepada parekan-nya untuk membawanya menghadap ke istana. Dengan jantan, I Bintang Lara datang ke istana meskipun dirinya merasa tak memiliki kesalahan kepada Ida Anak Agung. Dan bahkan saat diinterogasi, ia mengaku bahwa dirinyalah yang membuat tulisan di tembok puri tanpa sebuah alibi untuk mencari pembenaran.

Ida Anak Agung pun memberi hukuman pada I Bintang Lara, dimana ia diminta mencari burung gagak putih yang dimaksud. Jika ia tak berhasil mendapat gagak putih yang konon bisa menyembuhkan permaisuri itu maka ia akan dibunuh. Sebuah tugas yang sangat berat karena selama ini kita tahu bahwa yang namanya gagak umumnya berwarna hitam dan jikapun ada itu adalah gagak albino yang sulit ditemukan.

Tentu saja bukan satua Bali namanya jika I Bintang Lara gagal dalam menjalankan tugas dan nyawanya berakhir di ujung pedang Ida Anak Agung. Karena sesuai cerita, pada akhirnya ia berhasil mendapatkan gagak putih itu dan bahkan ia diangkat menjadi raja setelah Ida Anak Agung mangkat.

Hari ini, mungkin apa yang dilakukan oleh I Bintang Lara oleh beberapa orang dianggap sebagai mural, grafiti atau yang lainnya. Namun ada juga yang akan memberi cap sebagai aksi vandalisme. Apalagi sampai berani mencorat-coret tembok puri atau istana kerajaan. Dan seandainya I Bintang Lara hidup hari ini, bisa saja ia tidak mencoret tembok puri lagi, bisa saja ia mencoret tembok Kantor Desa/Lurah, Kantor Camat, Kantor Bupati atau bahkan Kantor Gubernur dan sangat mustahil bisa mencoret tembok Istana Presiden.

Dan dengan adanya CCTV di sana sini, aksinya pasti akan mudah dilacak, apalagi dalam cerita dikisahkan dengan polosnya ia mencoret tembok puri tanpa menggunakan cadar, atau melakukannya saat dini hari ketika penghuni puri terlelap, melainkan saat siang hari dan dilihat oleh parekan Ida Anak Agung. Mungkin saja I Bintang Lara akan viral di media sosial berkat rekaman CCTV itu yang kemudian disambut dengan berbagai macam komentar yang pro maupun kontra. Atau mungkin dari aksinya itu kemudian akan lahir sebuah perlombaan membuat grafiti atau mural di tembok kantor pemerintah.

Karena mudahnya menemukan wajah I Bintang Lara lewat rekaman CCTV itu, setidaknya ia akan didatangi oleh aparat lalu digelandang ke kantor dan diminta berdiri di depan logo kantor itu, dan dengan latar belakang logo kantor, di depan kamera ia diminta membuat sebuah klarifikasi disertai permintaan maaf dan juga rasa penyesalan dengan wajah tak bersemangat, sedikit menunduk, kedua tangan berada di perut sambil memainkan ibu jari atau kuku, serta meminta orang lain tak menirukan aksinya. Atau bisa juga I Bintang Lara diseret ke pengadilan dan dikenai sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dengan dasar Perda Ketertiban Umum dan setidaknya ia tidak diberikan hukuman berupa tugas berat yang disertai ancaman akan dihukum mati jika gagal menunaikan tugas itu.

Sayangnya I Bintang Lara tak hidup pada jaman dulu maupun jaman sekarang, karena ia hanya hidup di negeri dongeng tanpa sekat jaman. Sehingga ia tak merasakan bagaimana rasanya menjadi viral di media sosial, atau merasa degdegan di depan hakim menunggu putusan denda saat sidang Tipiring.

Atau mungkin saja tanpa kita sadari, I Bintang Lara sudah lahir ke dunia dan menjadi inisiator grafiti yang viral belakangan ini. Pastinya tak ada yang tahu jika dini hari, saat orang-orang tengah menggulung tubuhnya dengan selimut, I Bintang Lara mendatangi tembok kosong di pinggir jalan dan menulis: Tuhan Aku Lapar atau Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan. [T]

Catatan: Bagi yang ingin membaca cerita utuh I Bintang Lara, bisa dibaca di Majalah Suara Saking Bali edisi 59 yang akan terbit pertengahan September 2021 ini.

Tags: baliCerpenPendidikansastraSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kapankah Wabah Covid-19 Akan Berakhir?

Next Post

Tutur Bumi di Rumah Intaran | Seni, Wastra, dan Siklus Kehidupan

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Tutur Bumi di Rumah Intaran | Seni, Wastra, dan Siklus Kehidupan

Tutur Bumi di Rumah Intaran | Seni, Wastra, dan Siklus Kehidupan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co