26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kapankah Wabah Covid-19 Akan Berakhir?

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
September 8, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Saya yakin, ini pertanyaan dalam pikiran setiap orang saat ini. Atau mungkin lebih tepatnya harapan, bukan pertanyaan. Memang acap kali kita menyamarkan maksud untuk menjaga sikap kita agar tetap terlihat tenang, netral atau tabah. Segala harapan telah menempatkan diri kita pada sudut yang lemah dan segenap kekecewaan siap menumpahi hati, pikiran bahkan jiwa kita. Maka, ketimbang harapan, pertanyaan membuat pikiran kita tampak lebih ilmiah dan hati kita lebih kokoh.

Disadari atau tidak, penyamaran-penyamaran seperti ini sering menyelamatkan. Hal yang lumrah dipraktekkan para agen rahasia. Yang muncul sebagai wujud sosok-sosok yang tenang, adaptatif dan selalu optimis. Bahkan di saat nyawanya terancam. Mereka terlatih untuk berkamuflase, tersembunyi dari jati diri dan perasaan aslinya, sebuah bentuk lain dari “mutasi”. Lalu mereka selamat dan bertahan. Dan hal ini menyadarkan kita, persis, virus corona strain SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, lestari karena rangkaian mutasi yang terus dilakukannya sampai hari ini.

Mutasi telah mengganggu teori mengenai wabah akan usai ketika minimal 70% populasi kebal. Sebetulnya teori herd immunity ini sangat logis dan realistis. Dengan terbentuknya kekebalan pada sebagian besar populasi maka sisa populasi yang rentan akan terlindungi. Hanya dengan penyebaran alamiah saja pun, peluang ini dapat terwujud. Namun tentu dengan risiko jumlah kematian yang cukup banyak dari perhitungan kurang lebih 5% dikalikan jumlah populasi yang terpapar.

Swedia adalah salah satu negara yang nekat sejak awal ingin mewujudkan herd immunity yang membiarkan penularan dengan sengaja tanpa menerapkan prokes Covid-19. Hasilnya, baru satu semester wabah merebak, negeri dengan jumlah penduduk sekitar 10 juta itu telah kehilangan setidaknya 7 ribu wargaanya yang meninggal akibat Covid-19. Itulah alasannya, sebagin besar negara kurang sepakat dengan skema demikian. Termasuk kita di Indonesia, pemerintah mengambil pilihan prokes (masker, cuci tangan dan PPKM) sambil menunggu pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang pada akhirnya terwujud sedemikian cepat.

Tak sampai setahun, vaksin berhasi diciptakan. Optimisme masyarakat dunia, berkat keberhasilan studi klinis berbagai paltform vaksinasi Covid-19, sempat menjadi kenyataan pada trimester pertama tahun ini saat vaksinasi masal dilakukan di mana-mana. Secara konsisten dalam enam pekan berturut-turu, kasus baru mengalami penurunan sampai pada titik terendah selama pandemi, begitu pula angka kematiannya.

Sampai hantaman gelombang kedua akibat mutan varian Delta memporak-porandakan hati dan tubuh warga dunia. India bahkan disapu tsunami dengan kematian melampaui 2.000 dalam sehari dan penambahan kasus positif harian mencapai 300 ribu lebih, dengan angka positif hingga 36%. Demikian pula negara-negara lain seperti Brasil di Amerika Selatan juga kita di Indonesia.

Indonesia termasuk negara terparah dihantam gelombang kedua. Hunian RS rujukan Covid-19 melampaui kapasitas sampai harus dirawat di ruang-ruang atau tenda-tenda darurat. Wisma atlet yang sempat sepi kembali diserbu kesibukan nakes siang malam tiada jeda. Horor makin mengerikan seakan mimpi buruk yang tak memberi kesempatan kita bangun dari tidur saat pasokan oksigen tak mampu memenuhi kebutuhan yang mencuat begitu tiba-tiba. Akibatnya, sebanyak 53 orang pasien meninggal dalam sehari di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Cuma negara-negara Eropa dan Amerika Utara yang tak merasakan ganasnya gelombang Delta ini. Bahkan perhelatan Euro 2020 yang diselenggarakan tahun ini mempertontonkan bagaimana stadion-stadion di berbagai kota di Eropa dipenuhi suporter bola nyaris tanpa menerapkan prokes. Meski kemudian terjadi beberapa kasus positif, namun hampir tak pernah dibahas karena masih dianggap sangat wajar. Tak berpengaruh signifikan terhadap kehidupan bangsa-bangsa Eropa dan Amerika Serikat yang mulai bergulir normal.

Bahkan saat ini ajang tenis US Open berlangsung sedang seru-serunya dan penuh kejutan karena capaian pemain-pemain muda belasan tahun yang merontokkan banyak pemain-pemain senior. Hampir dapat dipastikan, situasi kondusif ini terwujud berkat cakupan vaksin yang sudah sangat luas dan dengan efikasi yang lebih tinggi seperti vaksin produk Pfizer, Moderna atau Johnson. Satu bukti, kegemilangan sains dan ilmu pengetahuan adalah salah satu jalan menuju keselamatan. Tentu saja dapat pula untuk menciptakan sebuah kehancuran. Maka, jalan sains harus selalu dituntun cahaya etika dan moralitas yang kuat dan penuh kemuliaan.

Indonesia telah mengambil jalan yang cukup baik, penerapan prokes, PPKM fleksibel dan gesit melaksanakan vaksinasi. Hasilnya cukup mengesankan, kasus mulai melandai lagi. Namun belum apa-apa, telah terjadi lagi satu mutan baru yang dinamai varian Mu. Pertama kali diidentifikasikan di Kolombia dan kini sudah menyebar ke 40 negara.

Banyak yang cemas vaksinasi yang telah dilakukan secara masif ini akan sia-sia. Mutasi ini tentu saja dapat menurunkan efikasi dari vaksinasi yang dirancang sedikit berbeda dengan varian-varian baru yang akan terbentuk. Namun, varian-varian ini tidaklah seutuhnya virus baru yang bukan SARS-CoV-2. Artinya sebagian besar komponen proteinnya masih sama sehingga vaksin tetap akan memberi proteksi. Jangan diragukan pula, sains pun akan dengan sendirinya ikut “bermutasi” untuk menemukan rancangan zat antigenik yang dapat menyerupai segala mutan virus Corona baru yang terbentuk. Zat inilah yang kelak membangun imunitas spesifik tubuh manusia melawan virus tertentu.

Maka pilihan terbaik kita sebagai masyarakat awam adalah, mengikuti kebijakan pemerintah dan meyakini upaya all out para ilmuwan. Hingga saat ini integritas etika & moralitas mereka terbukti dalam sejarah lebih memihak peradaban ketimbang kejahatan. Dan harus selalu diyakini, segala organisme selalu akan melakukan mutasi dalam rangkaian evolusi yang terus bergerak ke depan demi menjaga kelestariannya.

Hal ini semudah memahami kenapa misalnya hewan-hewan di kutub akan cenderung berbulu lebat dan berlemak tebal akibat suhu yang lebih dingin. Atau saudara-saudara kita yang pipinya kemerahan karena tinggal di dataran tinggi akibat kadar oksigen yang lebih tipis membuat sel darah mereka diproduksi lebih banyak. Bahkan jika kita periksa kadar sel darah merah seorang perokok, akan cenderung lebih banyak, sebagai respon terhadap masuknya zat karbon monoksida ke dalam tubuhnya.

Tubuh perlu memproduksi sel darah merah lebih banyak untuk mengikat oksigen melawan karbon monoksida yang menjeratnya. Memahami sains dan ilmu pengetahuan, tidak hanya sebuah jalan menuju pada keselamatan, juga kerendahan hati dan keikhlasan. Keikhlasan membuat kita lebih mudah menerima Covid-19 untuk hidup berdampingan sebagai endemi, end of epidemy, akhir wabah. [T]

Tags: covid 19kesehatanpandemivirus corona
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Raja Kuu Merindukan Rasa

Next Post

I Bintang Lara Mem-vandal Tembok Puri

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
I Bintang Lara Mem-vandal Tembok Puri

I Bintang Lara Mem-vandal Tembok Puri

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co