25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Bintang Lara Mem-vandal Tembok Puri

I Putu Supartika by I Putu Supartika
September 8, 2021
in Esai
I Bintang Lara Mem-vandal Tembok Puri

Foto ilustrasi: Ole

I Bintang Lara adalah sosok yang pemberani dan jantan. Ia berani mem-vandal alias mencorat-coret tembok puri miliki Ida Anak Agung sekaligus mengakui perbuatannya sendiri di depan Ida Anak Agung tanpa takut dihukum. Tapi sayang ini bukan kisah nyata, hanya sebuah satua Bali atau dongeng. Seandainya ini kisah nyata dan terjadi hari ini, tentu I Bintang Lara akan menjadi sosok yang viral di media sosial.

Sosok I Bintang Lara merupakan tokoh dalam satua Bali yang berjudul sama dengan nama tokohnya. Satua ini bisa dibaca dalam buku Kembang Rampe Kasusatraan Bali Purwa yang dihimpun I Gusti Ngurah Bagus bersama I Ketut Ginarsa dan diterbitkan Balai Bahasa Provinsi Bali tahun 2013.

Dikisahkan jika I Bintang Lara merupakan anak dari Men Bekung yang lahir dengan cara yang tidak masuk akal. Konon, Men Bekung bersama Pan Bekung pergi ke tengah hutan untuk mencari kayu bakar. Karena rasa hausnya yang tak tertahankan, Men Bekung mencari air dan menemukan batok kelapa yang berisi air hujan. Tanpa pikir panjang, air itu pun diminum.

Tiba-tiba saja, setelah meminum air itu, secara ajaib Men Bekung menjadi hamil. Entah bagaimana caranya air di batok kelapa bisa membuat seorang perempuan yang selama ini tak bisa hamil tiba-tiba hamil. Jikapun di air itu tercampur sperma manusia, burung, atau hewan hutan, tentu secara ilmu reproduksi kejadian sangat sulit untuk dijelaskan. Dan dari perut Men Bekung lahirlah seorang anak yang diberi nama I Bintang Lara.

Setelah remaja, dikisahkan I Bintang Lara berjalan-jalan di luar tembok puri, dan kebetulan sudah sejak lama permaisuri dari Ida Anak Agung sakit keras tanpa ada yang bisa mengobatinya. Entah karena iseng, atau karena mendapat pawisik dari Ida Sang Hyang Suwung, I Bintang Lara mencoret tembok puri itu. Isi coretan itu seperti ini: sajawining gagak petak ané anggona nambanin rabin Ida Anaké Agung tusing ja lakar kénak, yén gagak petak anggona nambanin janten kénak! Kurang lebih tulisan itu memiliki arti: selain gagak putih yang digunakan untuk mengobati permaisuri Ida Anak Agung tidak akan sembuh, jika gagak putih yang digunakan untuk mengobati pasti sembuh!

Tentu saja ulah I Bintang Lara membuat Ida Anak Agung berang dan meminta kepada parekan-nya untuk membawanya menghadap ke istana. Dengan jantan, I Bintang Lara datang ke istana meskipun dirinya merasa tak memiliki kesalahan kepada Ida Anak Agung. Dan bahkan saat diinterogasi, ia mengaku bahwa dirinyalah yang membuat tulisan di tembok puri tanpa sebuah alibi untuk mencari pembenaran.

Ida Anak Agung pun memberi hukuman pada I Bintang Lara, dimana ia diminta mencari burung gagak putih yang dimaksud. Jika ia tak berhasil mendapat gagak putih yang konon bisa menyembuhkan permaisuri itu maka ia akan dibunuh. Sebuah tugas yang sangat berat karena selama ini kita tahu bahwa yang namanya gagak umumnya berwarna hitam dan jikapun ada itu adalah gagak albino yang sulit ditemukan.

Tentu saja bukan satua Bali namanya jika I Bintang Lara gagal dalam menjalankan tugas dan nyawanya berakhir di ujung pedang Ida Anak Agung. Karena sesuai cerita, pada akhirnya ia berhasil mendapatkan gagak putih itu dan bahkan ia diangkat menjadi raja setelah Ida Anak Agung mangkat.

Hari ini, mungkin apa yang dilakukan oleh I Bintang Lara oleh beberapa orang dianggap sebagai mural, grafiti atau yang lainnya. Namun ada juga yang akan memberi cap sebagai aksi vandalisme. Apalagi sampai berani mencorat-coret tembok puri atau istana kerajaan. Dan seandainya I Bintang Lara hidup hari ini, bisa saja ia tidak mencoret tembok puri lagi, bisa saja ia mencoret tembok Kantor Desa/Lurah, Kantor Camat, Kantor Bupati atau bahkan Kantor Gubernur dan sangat mustahil bisa mencoret tembok Istana Presiden.

Dan dengan adanya CCTV di sana sini, aksinya pasti akan mudah dilacak, apalagi dalam cerita dikisahkan dengan polosnya ia mencoret tembok puri tanpa menggunakan cadar, atau melakukannya saat dini hari ketika penghuni puri terlelap, melainkan saat siang hari dan dilihat oleh parekan Ida Anak Agung. Mungkin saja I Bintang Lara akan viral di media sosial berkat rekaman CCTV itu yang kemudian disambut dengan berbagai macam komentar yang pro maupun kontra. Atau mungkin dari aksinya itu kemudian akan lahir sebuah perlombaan membuat grafiti atau mural di tembok kantor pemerintah.

Karena mudahnya menemukan wajah I Bintang Lara lewat rekaman CCTV itu, setidaknya ia akan didatangi oleh aparat lalu digelandang ke kantor dan diminta berdiri di depan logo kantor itu, dan dengan latar belakang logo kantor, di depan kamera ia diminta membuat sebuah klarifikasi disertai permintaan maaf dan juga rasa penyesalan dengan wajah tak bersemangat, sedikit menunduk, kedua tangan berada di perut sambil memainkan ibu jari atau kuku, serta meminta orang lain tak menirukan aksinya. Atau bisa juga I Bintang Lara diseret ke pengadilan dan dikenai sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dengan dasar Perda Ketertiban Umum dan setidaknya ia tidak diberikan hukuman berupa tugas berat yang disertai ancaman akan dihukum mati jika gagal menunaikan tugas itu.

Sayangnya I Bintang Lara tak hidup pada jaman dulu maupun jaman sekarang, karena ia hanya hidup di negeri dongeng tanpa sekat jaman. Sehingga ia tak merasakan bagaimana rasanya menjadi viral di media sosial, atau merasa degdegan di depan hakim menunggu putusan denda saat sidang Tipiring.

Atau mungkin saja tanpa kita sadari, I Bintang Lara sudah lahir ke dunia dan menjadi inisiator grafiti yang viral belakangan ini. Pastinya tak ada yang tahu jika dini hari, saat orang-orang tengah menggulung tubuhnya dengan selimut, I Bintang Lara mendatangi tembok kosong di pinggir jalan dan menulis: Tuhan Aku Lapar atau Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan. [T]

Catatan: Bagi yang ingin membaca cerita utuh I Bintang Lara, bisa dibaca di Majalah Suara Saking Bali edisi 59 yang akan terbit pertengahan September 2021 ini.

Tags: baliCerpenPendidikansastraSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kapankah Wabah Covid-19 Akan Berakhir?

Next Post

Tutur Bumi di Rumah Intaran | Seni, Wastra, dan Siklus Kehidupan

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Tutur Bumi di Rumah Intaran | Seni, Wastra, dan Siklus Kehidupan

Tutur Bumi di Rumah Intaran | Seni, Wastra, dan Siklus Kehidupan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co