3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Raja Kuu Merindukan Rasa

Wayan Purne by Wayan Purne
August 31, 2021
in Dongeng
Perjanjian Pohon Kopi dengan Semut Hitam

Ilustrasi tatkala.co | Putik Padi

Dikisahkan, ada seorang raja yang bernama Kuu. Ia seorang yang sangat suka makan makanan yang lezat. Untuk memenuhi hasratnya terhadap makanan lezat, Raja Kuu mempekerjakan juru masak terbaik di kerajaannya. Juru masak itu bernama Uja. Uja sangat terkenal dan sangat dihormati di seluruh kerajaan itu karena masakannya yang terkenal sangat lezat. 

Setiap hari, Raja Kuu menikmati menu makanan yang berbeda-beda berkat kepintaran Uja memasak. Ia begitu bahagia bisa menikmati rasa makanan yang sangat menakjubkan. Ia menghadiahkan banyak emas kepada Uja. Uja semakin senang hidup di istana Raja Kuu.

Suatu pagi yang cerah, Raja Kuu berjalan-jalan di taman kerajaan. Raja Kuu terlihat murung bertolak belakang dengan semerbak harum bunga-bunga yang bermekaran beraneka warna di taman. Senyum mentari pagi tak mampu melenyapkan kemurungan Raja Kuu.

“Dayang, panggilkan juru masak istana! Minta menemuiku di taman,” printah Raja Kuu.

“Baik Paduka, hamba laksanakan,” jawab dayang itu bergegas pergi ke dapur menemui juru masak istana.

Beberapa saat kemudian, Uja menemui Raja Kuu di taman istana. Uja merasakan Raja Kuu tidak sebahagia seperti biasanya.

“Paduka, hamba sudah di sini. Ada apa Paduka memanggil hamba?” ucap Uja yang sudah mulai gelisah.

“Pagi ini, aku merasakan kesedihan dan rindu yang tak bisa kulukiskan, tetapi aku tidak tahu penyebabnya. Mungkin pagi ini, aku ingin makan makanan lezat buatanmu,” ucap Raja Kuu.

“Baik Paduka, hamba akan menyiapkan makanan yang lezat untuk menghibur kesedihan Paduka,” ucap Uja.

Uja kembali ke dapur istana menyiapkan makan-makanan lezat. Raja Kuu masih di taman di temani dayang-dayangnya. Raja Kuu masih terus memikirkan penyebab kesedihan yang terjadi dalam dirinya. Tetapi, Raja Kuu juga tidak menemukan apa yang terjadi dalam dirinya.

“Paduka, hamba sudah menyiapkan makanan di ruang makan istana. Semuanya sudah siap di meja,” Uja menghadap Raja Kuu di taman istana.

“Baiklah,” ucap Raja Kuu yang masih terlihat sedih.

Raja Kuu beranjak dari taman menuju ke ruang makan istana diikuti oleh para dayang dan Uja dari belakang. Sampailah di ruang makan istana, Raja Kuu memandangi semua hidangan yang sudah tersaji di atas meja. Hidangan itu terlihat sangat menggoda lidah dan lezat.

“Paduka, silahkan menikmati hidangan yang sudah hamba siapkan!” ucap Uja.

Raja Kuu duduk di hadapan meja makan. Raja Kuu mulai mencicipi makanan itu.

“Ah, makanan ini terasa tidak enak seperti biasanya,”keluh Raja Kuu.

“Maafkan hamba Paduka,” ucap Uja gemetar.

“Bukan makanan ini yang salah, tetapi lidahku seolah-olah menginginkan suatu  rasa yang berbeda. Entah rasa apa itu,” ucap Raja Kuu.

Raja Kuu tidak melanjutkan makan makanan yang tersaji di meja itu. Ia meninggalkan ruang makan istana. Ia masuk ke ruang peristirahatan istana.

Tidak terasa sudah mau gelap, tetapi Uja semakin bingung dengan keadaan Raja Kuu yang tidak seperti biasanya. Kalau melihat makan-makanan lezat, Raja Kuu pasti menikmati penuh dengan kebahagiaan.

“Apa yang terjadi dengan Raja Kuu? Mungkin beliau tidak suka lagi makan-makanan lezat?” pikir Uja.

Uja semalaman tidak bisa tidur karena memikirkan Raja Kuu.

“Pelayaaaaaaaaaaan,” pagi-pagi terdengar teriakan Raja Kuu.

Dayang istana berlarian masuk ke dalam istana peristirahatan Raja Kuu.

“Hamba sudah di sini, Paduka. Ada apa Paduka memanggil hamba?” ucap Dayang.

“Panggil juru masak istana! Sudah tahu yang aku inginkan sekarang,” Perintah Raja Kuu.

Dayang itu segera pergi mencari Uja di dapur istana. Dayang melihat Uja sedang sibuk membersihkan dan merapikan bahan-bahan makanan yang akan siap di masak.

“Tuan Uja, Tuan diminta menghadap Paduka Raja Kuu,” Dayang menyampaikan pesan Raja.

“Baiklah, aku sekarang akan menghadap Paduka Raja,” jawab Uja dengan pikiran semakin takut.

Uja pergi menemui Raja Kuu penuh dengan rasa wawas apa yang akan terjadi. Ia sudah semalaman tidak bisa tidur karena kejadian kemarin. Ia merasa seolah-olah perannya sebagai juru masak istana yang dihormati akan berakhir.

“Hamba di sini menghadap Paduka. Ada apa gerangan Paduka?” ucap Uja gugup.

“Oh ya. Semalam aku bermimpi menikmati makanan yang rasanya sangat berbeda. Rasa makanan yang tidak pernah aku rasakan selama hidup ini. Tetapi, aku tidak bisa menjelaskan rasa apa yang ada dalam mimpiku. Mungkin menginginkan rasa itu sehingga aku merasa sedih,” ucap Raja Kuu.

Uja tertunduk diam mendengar ucapan Raja Kuu. Ia ketakutan dengan keinginan Raja Kuu. Ia merasa tidak mungkin bisa masak makanan dengan rasa yang ada dalam mimpi Raja Kuu. Ia benar-benar semakin ketakutan membayangkan tidak bisa masak masakan itu.

“Aku ketakutanmu,” ucap Raja Kuu mengagetkan Uja yang sedang larut dalam pikirannya.

“Maafkan hamba Paduka. Bukan maksud hamba begitu,” jawab Uja gugup.

“Kalau begitu, keluarkan semua kemampuan memasakmu. Temukan rasa makanan itu!” Perintah Raja Kuu.

“Baik, Paduka,” menyanggupi perintah Raja Kuu.

Uja Kembali ke dapur istana. Ia mulai memasak makanan yang belum pernah disajikan kepada Raja Kuu. Ia sudah selesai memasak makanan itu. Ia membawa mekanan itu ke Raja Kuu.

“Paduka, silahkan cicipi makanan ini!” ucap Uja menahan rasa takutnya.

Raja Kuu mencicipi masakan itu,”Bukan ini rasa yang ada dalam mimpiku.”

Uja Kembali ke dapur memasak menu masakan baru.

“Paduka, ini masakan menu baru. Silahkan Paduka mencobanya!” kata Uja mengganti menu sebelumnya.

“Ini bukan rasa makanan yang ada dalam mimpiku. Masak lagi yang lain, sampai ketemu rasa makanan yang ada dalam mimpiku!” Ucap Raja Kuu yang masih kecewa.

Uja kembali ke dapur memasak berulang-ulang, tetapi tidak menemukan rasa makanan yang diinginkan oleh Raja Kuu. Uja mulai merasa menyerah karena semua kemampuan yang ia keluarkan belum juga menemukan rasa makanan yang diinginkan oleh Raja Kuu.

“Ampun beribu ampun, Paduka. Hamba menyerah. Hamba tidak mampu lagi menemukan rasa makanan seperti di mimpi Paduka,” Ucap Uja memohon.

“Aku tidak mau tahu. Kamu harus terus melanjutkan memasak sampai menemukan rasa makanan yang ada dalam mimpiku,” kata Raja Kuu marah.

“Ampun Paduka. Tapi, bahan-bahan makanan yang ada di istana sudah habis Paduka. Semua jenis daging, sayur, dan bahan yang lain sudah habis, Paduka,” terang Uja ketakutan.

“Aku tidak peduli. Kamu harus menemukan rasa makanan yang ada dalam mimpiku. Kamu boleh berhenti jika bahan makanan yang ada di negeriku benar-benar tidak ada,” ucap keras Raja Kuu.

Melihat Raja Kuu semakin marah, Uja buru-buru kembali lagi ke dapur istana.

“Apa lagi yang harus aku masak? Sedangkan di dapur ini hanya ada tepung, gula, buah coklat, sedikit keju, buah troberi, dan dua butir telur. Apa ini saja yang aku masak? Atau terima saja hukuman dari Paduka?” pikir  Uja bimbang.

Uja termenung memikirkan semua itu.

“Ah, aku masak saja bahan bahan ini walaupun aku belum pernah membuat makanan hanya dengan bahan-bahan ini saja,” gumam Uja menenangkan diri.

Uja mulai mengambil baha-bahan itu. Ia mulai mengolah bahan-bahan itu dengan penuh harap bahwa masakan terakhir ini memenuhi keinginan Raja Kuu.

Uja pun menyelesaikan menu makanan itu. Makanan itu berbentuk kecil-kecil bundar dan di atasnya ada irisan-irisan buah stroberi.

“Ampun Paduka, ini menu makanan yang mampu hamba buat. Jika makan ini tidak memenuhi keinginan Paduka, hamba menyerah dan menerima hukuman dari Paduka,” Ucap Uja yang menyerah akan hidupnya.

Raja Kuu mengong terpesona melihat makanan itu.

“Wow, ini terlihat unik dan cantik,” kata Raja Kuu sedikit terlihat senang.

Raja Kuu mencoba makanan itu, “Ahh, ini rasa yang ada di dalam mimpiku. Rasanya sungguh nyata di lidahku.”

Raja Kuu sampai memejamkan mata menikmati makanan itu.

“Sungguh rasa yang memberikan kebahagiaan yang aku cari-cari selama ini. Kamu berhasil memenuhi keinginanku,” ucap Raja Kuu tersenyum bahagia.

Melihat kebahagiaan Raja Kuu, Uja merasakan hidupnya sudah terselamatkan. Rasa takut yang mengikutu Uja kini talah hilang.

“Kira-kira diberi nama apa makanan ini? Agar aku mudah mengingat dan memesan makanan ini,” tanya Raja Kuu terus menikmati makanan itu.

“Paduka, makanan ini dinamakan Kue aja? Nama Kue juga mirip dengan nama Paduka Raja. Nama Kue akan selalu mengingat nama Paduka Raja” saran Uja.

“Ya ya, bagus itu,” Raja Kuu setuju.

Makanan itu pun resmi dinamakan Kue. Kue-kue itu pun menjadi makanan resmi yang harus ada di istana Raja Kuu. Uja tetap menjadi juru masak istana yang paling dihormati. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dunia Batas | Magisnya Payung Teduh

Next Post

Kapankah Wabah Covid-19 Akan Berakhir?

Wayan Purne

Wayan Purne

Lulusan Undiksha Singaraja. Suka membaca. Kini tinggal di sebuah desa di kawasan Buleleng timur menjadi pendidik di sebuah sekolah yang tak konvensional.

Related Posts

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Kapankah Wabah Covid-19 Akan Berakhir?

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co