25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jro Mangku Puseh Desa Les | Remaja jadi Kleder Truk, Lalu Mengabdi Sampai Tua

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
August 16, 2021
in Khas
Jro Mangku Puseh Desa Les | Remaja jadi Kleder Truk, Lalu Mengabdi Sampai Tua

Jro Mangku Puseh Desa Les

Ada beberapa arti kata pemangku menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang masuk dalam kelas kata nomina (kata benda)

  1. Orang yang memangku
  2. Orang yang mewakili (Raja dan sebagainya)
  3. Pengelola
  4. Penyelengara (pemerintahan)

Saya tidak akan menulis tentang kamus, tapi cerita bagaimana seseorang menjadi pemangku adat di Desa Les. 

Senin, 16 Agustus 2021, tepat satu hari sebelum Hari Kemerdekaan RI, saya berkunjung ke satu-satunya Jro Mangku paling senior di Desa Les, yakni Jro Mangku Pura Puseh Desa Adat Les -Penuktukan. Dengan nama walaka (nama di sebelum menjadi pemangku adat) yaitu Ketut Sentana.

Jro Mangku 78 tahun ini dengan semangat bercerita bagaimana awal menjadi pemangku. Kalau menilik ke empat arti pemangku di atas, rasanya sangat cocok diartikan  Jro mangku adalah orang yang memangku tugas adat dalam proses upacara sesuai dengan kesepakatan bersama dalam sebuah tempat atau desa adat.

Masa Remaja jadi Kleder alias Kernet Truk

Sebelum menjadi Jro Mangku, ia bekerja menjadi kleder alias kernet, semacam asistan sopir truk, untuk pengiriman jeruk keprok tejakula yang tersohor itu sekitar tahun 60-an.

Ia sudah menjadi kleder sejak usia 15 tahun.  Ia setia mendampingi sang sopir truk mengirim jeruk keprok tejakula ke Surabaya sampai Jakarta. Saat itu, ia jarang berada di rumah. Waktunya seakan habis di jalanan Bali-Jawa dan betapa banyak pengalaman masa remajanya.

Suatu kali truknya kecelakaan di Gilimanuk. Bertabrakan dengan mobil lain saat mengirim jeruk ke Jawa. Saking kerasnya tabrakan itu, ia dikira sudah meninggal. Tapi ia selamat, tak ada satu pun luka maupun luka gores di tubuhnya.

Namun, ketika sedang jaya-jayanya jeruk keprok tejakula, ia sempat mengalami sakit yang teramat sakit, sampai tidak bisa mengenali wajah, dan ingatan yang sangat menurun selama lima bulan. Ia dibawa dibawa ke mantra, petugas kesehatan saat itu, dan tak kunjung bisa sembuh. Akhirnya ia diajak berobat ke “orang pintar”, dan sembuh.

“Ngiring” Menjadi Jro Mangku

Pada tahun 1966, ia ngiring menjadi Jro Mangku melalui beberapa prosesi upacara kepemangkuan. Di awali dengan proses mewinten, yakni rangkaian upacara pembersihan diri untuk menjadi pemangku, di sanggah kemulan di rumahnya, di sanggah rerod di areal pura keluarga kecil, di sanggah kawitan di  Pura Ibu atau pura asal, dan terakhir di pura di mana ia akan memangku tugas upacara yaitu di Pura Puseh.

Jro mangku menuturkan, proses awal dikenal dengan sebutan mepejati, yakni memberitahukan tujuan,  termasuk ke seluruh pura -pura di Desa Les. Selanjutnya ia makemit  dan berpuasa di sanggah kemulan selama 3 hari.

Saat upacara piodalan di Pura Puseh kembali ia makemit selama tiga hari. Sisi yang menarik dalam rangkaian  tiga hari makemit adalah terjadinya proses alami pengetahuan tentang banten, sesapaan (sesontengan). Tak disadari ia tidak pernah meninggalkan area pura. Dan pengetahuan itu seakan menyusup dengan sendirinya dalam dirinya.

Itulah tapa brata alami, tanpa ada keinginan untuk buang air kecil ataupun air besar sekali pun.  Di hari terakhir disebut  macan karma (ngelebarang pekemitan), yakni rangkaian terakhir dari proses pengesahan sebagai Jro Mangku. Upacara terakhir itu dilaksanakan di  Pura Segara.

Piranti Pemangku di Desa Les Beda dengan Desa Lain

Piranti pemangku itu adalah alat yang biasa dibgunakan saat memimpin ritual atau kelengkapan yang digunakan untuk menjalankan upacara.

Jika di desa-desa adat lain biasanya pemangku menggunakan genta sebagai salah satu sarana untuk memimpin dan mengantarkan upacara, di Desa Les tampaknya berbeda.

Pemangku di Desa Les menggunakan sarana yang disebut penyungsung dan pebuat. Penyungsung adalah sebuah wdah yang berisi banyak unsur (pedagingan). Untuk penyungsung yang ukuran besar berisi alas berupa daun pisang, benang banten, beras secukupnya, nyuh puh (kelapa ukuran kecil), pis bolong (uang kepeng cina) yang berjumlah  (sepee satus) atau 1800 keping atau satak pang sia yang berarti 200 dikalikan sembilan. Ada juga perak (satu ringgit), dan kalau tidak perak bisa diganti dengan uang kepeng (pis bolong) setara siu (satak pang lima) atau 1000 keping.

Dan bagian yang tak terpisahkan dari penyungsung, yaitu dikenal dengan nama pebuat, adalah sebuah wadah suci berisi  225 (satak selae) keping uang kepeng.

Saat memimpin upacara, Jro Mangku akan membawa penyungsung dan pebuat itu. Penyungsung diletakkan paling depan di antara banten dan sarana lainnya, dan pebuat dipegang saat mengujarkan mantera, seperti memegang genta sebagaimana dilakukan pemangku di daerah lain.

Menurut Jro Mangku, tata cara di Desa Les memang berbeda dengan di daerah lain. Tiap desa mempunyai dresta yang akan membuat alang (pakem). Mantera yang digunakan di Desa Les adalah sesontengan, yakni pengantar mantra dengan bahasa Bali lokal) atau biasa disebut mesehe.

Yang di atas disebut pebuat, yang di bawah penyungsung

Mengabdi Sampai Tua

Jro Mangku mengabdikan hidupnya sebagai pemangku sampai tua. Ia berpasangan hidup dengan istrinya, Ketut Sihana (75 tahun)  yang biasa dipanggil Wa Mangku, mempunyai  5 orang anak.

Baginya, menjalani kehidupan sebagai pemangku adalah keharusan tapi bukan keterpaksaan. Dengan keterbatasan ekonomi, dan usia yang telah senja, ia tetap menjalani takdirnya menjadi pelayan masayatakat adat.

Jikalau ada warga yang meminta untuk memimpin upacara, Jro Mangku Puseh dibonceng oleh putra lelakinya ke tempat upacara. Dan berkah yang diberikan berupa sesari (beruapa uang) dan  praekayuan, yakni materi yang digunakan dalam banten  seperti macam-macam  buah. Dan itu menjadi berkah yang dijadikan konsumsi pribadi oleh pasangan Jro dan Wa Mangku. [T[

Tags: agamaDesa Lespemangkuupacara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bahasa | 76TH atau HUT Ke-76 Kemerdekaan RI?

Next Post

Ini Penyebab Kita Lebih Hapal Nama Karakter Anime Daripada Nama Pahlawan Bangsa Sendiri

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Ini Penyebab Kita Lebih Hapal Nama Karakter Anime Daripada Nama Pahlawan Bangsa Sendiri

Ini Penyebab Kita Lebih Hapal Nama Karakter Anime Daripada Nama Pahlawan Bangsa Sendiri

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co