14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jro Mangku Puseh Desa Les | Remaja jadi Kleder Truk, Lalu Mengabdi Sampai Tua

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
August 16, 2021
in Khas
Jro Mangku Puseh Desa Les | Remaja jadi Kleder Truk, Lalu Mengabdi Sampai Tua

Jro Mangku Puseh Desa Les

Ada beberapa arti kata pemangku menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang masuk dalam kelas kata nomina (kata benda)

  1. Orang yang memangku
  2. Orang yang mewakili (Raja dan sebagainya)
  3. Pengelola
  4. Penyelengara (pemerintahan)

Saya tidak akan menulis tentang kamus, tapi cerita bagaimana seseorang menjadi pemangku adat di Desa Les. 

Senin, 16 Agustus 2021, tepat satu hari sebelum Hari Kemerdekaan RI, saya berkunjung ke satu-satunya Jro Mangku paling senior di Desa Les, yakni Jro Mangku Pura Puseh Desa Adat Les -Penuktukan. Dengan nama walaka (nama di sebelum menjadi pemangku adat) yaitu Ketut Sentana.

Jro Mangku 78 tahun ini dengan semangat bercerita bagaimana awal menjadi pemangku. Kalau menilik ke empat arti pemangku di atas, rasanya sangat cocok diartikan  Jro mangku adalah orang yang memangku tugas adat dalam proses upacara sesuai dengan kesepakatan bersama dalam sebuah tempat atau desa adat.

Masa Remaja jadi Kleder alias Kernet Truk

Sebelum menjadi Jro Mangku, ia bekerja menjadi kleder alias kernet, semacam asistan sopir truk, untuk pengiriman jeruk keprok tejakula yang tersohor itu sekitar tahun 60-an.

Ia sudah menjadi kleder sejak usia 15 tahun.  Ia setia mendampingi sang sopir truk mengirim jeruk keprok tejakula ke Surabaya sampai Jakarta. Saat itu, ia jarang berada di rumah. Waktunya seakan habis di jalanan Bali-Jawa dan betapa banyak pengalaman masa remajanya.

Suatu kali truknya kecelakaan di Gilimanuk. Bertabrakan dengan mobil lain saat mengirim jeruk ke Jawa. Saking kerasnya tabrakan itu, ia dikira sudah meninggal. Tapi ia selamat, tak ada satu pun luka maupun luka gores di tubuhnya.

Namun, ketika sedang jaya-jayanya jeruk keprok tejakula, ia sempat mengalami sakit yang teramat sakit, sampai tidak bisa mengenali wajah, dan ingatan yang sangat menurun selama lima bulan. Ia dibawa dibawa ke mantra, petugas kesehatan saat itu, dan tak kunjung bisa sembuh. Akhirnya ia diajak berobat ke “orang pintar”, dan sembuh.

“Ngiring” Menjadi Jro Mangku

Pada tahun 1966, ia ngiring menjadi Jro Mangku melalui beberapa prosesi upacara kepemangkuan. Di awali dengan proses mewinten, yakni rangkaian upacara pembersihan diri untuk menjadi pemangku, di sanggah kemulan di rumahnya, di sanggah rerod di areal pura keluarga kecil, di sanggah kawitan di  Pura Ibu atau pura asal, dan terakhir di pura di mana ia akan memangku tugas upacara yaitu di Pura Puseh.

Jro mangku menuturkan, proses awal dikenal dengan sebutan mepejati, yakni memberitahukan tujuan,  termasuk ke seluruh pura -pura di Desa Les. Selanjutnya ia makemit  dan berpuasa di sanggah kemulan selama 3 hari.

Saat upacara piodalan di Pura Puseh kembali ia makemit selama tiga hari. Sisi yang menarik dalam rangkaian  tiga hari makemit adalah terjadinya proses alami pengetahuan tentang banten, sesapaan (sesontengan). Tak disadari ia tidak pernah meninggalkan area pura. Dan pengetahuan itu seakan menyusup dengan sendirinya dalam dirinya.

Itulah tapa brata alami, tanpa ada keinginan untuk buang air kecil ataupun air besar sekali pun.  Di hari terakhir disebut  macan karma (ngelebarang pekemitan), yakni rangkaian terakhir dari proses pengesahan sebagai Jro Mangku. Upacara terakhir itu dilaksanakan di  Pura Segara.

Piranti Pemangku di Desa Les Beda dengan Desa Lain

Piranti pemangku itu adalah alat yang biasa dibgunakan saat memimpin ritual atau kelengkapan yang digunakan untuk menjalankan upacara.

Jika di desa-desa adat lain biasanya pemangku menggunakan genta sebagai salah satu sarana untuk memimpin dan mengantarkan upacara, di Desa Les tampaknya berbeda.

Pemangku di Desa Les menggunakan sarana yang disebut penyungsung dan pebuat. Penyungsung adalah sebuah wdah yang berisi banyak unsur (pedagingan). Untuk penyungsung yang ukuran besar berisi alas berupa daun pisang, benang banten, beras secukupnya, nyuh puh (kelapa ukuran kecil), pis bolong (uang kepeng cina) yang berjumlah  (sepee satus) atau 1800 keping atau satak pang sia yang berarti 200 dikalikan sembilan. Ada juga perak (satu ringgit), dan kalau tidak perak bisa diganti dengan uang kepeng (pis bolong) setara siu (satak pang lima) atau 1000 keping.

Dan bagian yang tak terpisahkan dari penyungsung, yaitu dikenal dengan nama pebuat, adalah sebuah wadah suci berisi  225 (satak selae) keping uang kepeng.

Saat memimpin upacara, Jro Mangku akan membawa penyungsung dan pebuat itu. Penyungsung diletakkan paling depan di antara banten dan sarana lainnya, dan pebuat dipegang saat mengujarkan mantera, seperti memegang genta sebagaimana dilakukan pemangku di daerah lain.

Menurut Jro Mangku, tata cara di Desa Les memang berbeda dengan di daerah lain. Tiap desa mempunyai dresta yang akan membuat alang (pakem). Mantera yang digunakan di Desa Les adalah sesontengan, yakni pengantar mantra dengan bahasa Bali lokal) atau biasa disebut mesehe.

Yang di atas disebut pebuat, yang di bawah penyungsung

Mengabdi Sampai Tua

Jro Mangku mengabdikan hidupnya sebagai pemangku sampai tua. Ia berpasangan hidup dengan istrinya, Ketut Sihana (75 tahun)  yang biasa dipanggil Wa Mangku, mempunyai  5 orang anak.

Baginya, menjalani kehidupan sebagai pemangku adalah keharusan tapi bukan keterpaksaan. Dengan keterbatasan ekonomi, dan usia yang telah senja, ia tetap menjalani takdirnya menjadi pelayan masayatakat adat.

Jikalau ada warga yang meminta untuk memimpin upacara, Jro Mangku Puseh dibonceng oleh putra lelakinya ke tempat upacara. Dan berkah yang diberikan berupa sesari (beruapa uang) dan  praekayuan, yakni materi yang digunakan dalam banten  seperti macam-macam  buah. Dan itu menjadi berkah yang dijadikan konsumsi pribadi oleh pasangan Jro dan Wa Mangku. [T[

Tags: agamaDesa Lespemangkuupacara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bahasa | 76TH atau HUT Ke-76 Kemerdekaan RI?

Next Post

Ini Penyebab Kita Lebih Hapal Nama Karakter Anime Daripada Nama Pahlawan Bangsa Sendiri

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails
Next Post
Ini Penyebab Kita Lebih Hapal Nama Karakter Anime Daripada Nama Pahlawan Bangsa Sendiri

Ini Penyebab Kita Lebih Hapal Nama Karakter Anime Daripada Nama Pahlawan Bangsa Sendiri

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co