4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jro Mangku Puseh Desa Les | Remaja jadi Kleder Truk, Lalu Mengabdi Sampai Tua

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
August 16, 2021
in Khas
Jro Mangku Puseh Desa Les | Remaja jadi Kleder Truk, Lalu Mengabdi Sampai Tua

Jro Mangku Puseh Desa Les

Ada beberapa arti kata pemangku menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang masuk dalam kelas kata nomina (kata benda)

  1. Orang yang memangku
  2. Orang yang mewakili (Raja dan sebagainya)
  3. Pengelola
  4. Penyelengara (pemerintahan)

Saya tidak akan menulis tentang kamus, tapi cerita bagaimana seseorang menjadi pemangku adat di Desa Les. 

Senin, 16 Agustus 2021, tepat satu hari sebelum Hari Kemerdekaan RI, saya berkunjung ke satu-satunya Jro Mangku paling senior di Desa Les, yakni Jro Mangku Pura Puseh Desa Adat Les -Penuktukan. Dengan nama walaka (nama di sebelum menjadi pemangku adat) yaitu Ketut Sentana.

Jro Mangku 78 tahun ini dengan semangat bercerita bagaimana awal menjadi pemangku. Kalau menilik ke empat arti pemangku di atas, rasanya sangat cocok diartikan  Jro mangku adalah orang yang memangku tugas adat dalam proses upacara sesuai dengan kesepakatan bersama dalam sebuah tempat atau desa adat.

Masa Remaja jadi Kleder alias Kernet Truk

Sebelum menjadi Jro Mangku, ia bekerja menjadi kleder alias kernet, semacam asistan sopir truk, untuk pengiriman jeruk keprok tejakula yang tersohor itu sekitar tahun 60-an.

Ia sudah menjadi kleder sejak usia 15 tahun.  Ia setia mendampingi sang sopir truk mengirim jeruk keprok tejakula ke Surabaya sampai Jakarta. Saat itu, ia jarang berada di rumah. Waktunya seakan habis di jalanan Bali-Jawa dan betapa banyak pengalaman masa remajanya.

Suatu kali truknya kecelakaan di Gilimanuk. Bertabrakan dengan mobil lain saat mengirim jeruk ke Jawa. Saking kerasnya tabrakan itu, ia dikira sudah meninggal. Tapi ia selamat, tak ada satu pun luka maupun luka gores di tubuhnya.

Namun, ketika sedang jaya-jayanya jeruk keprok tejakula, ia sempat mengalami sakit yang teramat sakit, sampai tidak bisa mengenali wajah, dan ingatan yang sangat menurun selama lima bulan. Ia dibawa dibawa ke mantra, petugas kesehatan saat itu, dan tak kunjung bisa sembuh. Akhirnya ia diajak berobat ke “orang pintar”, dan sembuh.

“Ngiring” Menjadi Jro Mangku

Pada tahun 1966, ia ngiring menjadi Jro Mangku melalui beberapa prosesi upacara kepemangkuan. Di awali dengan proses mewinten, yakni rangkaian upacara pembersihan diri untuk menjadi pemangku, di sanggah kemulan di rumahnya, di sanggah rerod di areal pura keluarga kecil, di sanggah kawitan di  Pura Ibu atau pura asal, dan terakhir di pura di mana ia akan memangku tugas upacara yaitu di Pura Puseh.

Jro mangku menuturkan, proses awal dikenal dengan sebutan mepejati, yakni memberitahukan tujuan,  termasuk ke seluruh pura -pura di Desa Les. Selanjutnya ia makemit  dan berpuasa di sanggah kemulan selama 3 hari.

Saat upacara piodalan di Pura Puseh kembali ia makemit selama tiga hari. Sisi yang menarik dalam rangkaian  tiga hari makemit adalah terjadinya proses alami pengetahuan tentang banten, sesapaan (sesontengan). Tak disadari ia tidak pernah meninggalkan area pura. Dan pengetahuan itu seakan menyusup dengan sendirinya dalam dirinya.

Itulah tapa brata alami, tanpa ada keinginan untuk buang air kecil ataupun air besar sekali pun.  Di hari terakhir disebut  macan karma (ngelebarang pekemitan), yakni rangkaian terakhir dari proses pengesahan sebagai Jro Mangku. Upacara terakhir itu dilaksanakan di  Pura Segara.

Piranti Pemangku di Desa Les Beda dengan Desa Lain

Piranti pemangku itu adalah alat yang biasa dibgunakan saat memimpin ritual atau kelengkapan yang digunakan untuk menjalankan upacara.

Jika di desa-desa adat lain biasanya pemangku menggunakan genta sebagai salah satu sarana untuk memimpin dan mengantarkan upacara, di Desa Les tampaknya berbeda.

Pemangku di Desa Les menggunakan sarana yang disebut penyungsung dan pebuat. Penyungsung adalah sebuah wdah yang berisi banyak unsur (pedagingan). Untuk penyungsung yang ukuran besar berisi alas berupa daun pisang, benang banten, beras secukupnya, nyuh puh (kelapa ukuran kecil), pis bolong (uang kepeng cina) yang berjumlah  (sepee satus) atau 1800 keping atau satak pang sia yang berarti 200 dikalikan sembilan. Ada juga perak (satu ringgit), dan kalau tidak perak bisa diganti dengan uang kepeng (pis bolong) setara siu (satak pang lima) atau 1000 keping.

Dan bagian yang tak terpisahkan dari penyungsung, yaitu dikenal dengan nama pebuat, adalah sebuah wadah suci berisi  225 (satak selae) keping uang kepeng.

Saat memimpin upacara, Jro Mangku akan membawa penyungsung dan pebuat itu. Penyungsung diletakkan paling depan di antara banten dan sarana lainnya, dan pebuat dipegang saat mengujarkan mantera, seperti memegang genta sebagaimana dilakukan pemangku di daerah lain.

Menurut Jro Mangku, tata cara di Desa Les memang berbeda dengan di daerah lain. Tiap desa mempunyai dresta yang akan membuat alang (pakem). Mantera yang digunakan di Desa Les adalah sesontengan, yakni pengantar mantra dengan bahasa Bali lokal) atau biasa disebut mesehe.

Yang di atas disebut pebuat, yang di bawah penyungsung

Mengabdi Sampai Tua

Jro Mangku mengabdikan hidupnya sebagai pemangku sampai tua. Ia berpasangan hidup dengan istrinya, Ketut Sihana (75 tahun)  yang biasa dipanggil Wa Mangku, mempunyai  5 orang anak.

Baginya, menjalani kehidupan sebagai pemangku adalah keharusan tapi bukan keterpaksaan. Dengan keterbatasan ekonomi, dan usia yang telah senja, ia tetap menjalani takdirnya menjadi pelayan masayatakat adat.

Jikalau ada warga yang meminta untuk memimpin upacara, Jro Mangku Puseh dibonceng oleh putra lelakinya ke tempat upacara. Dan berkah yang diberikan berupa sesari (beruapa uang) dan  praekayuan, yakni materi yang digunakan dalam banten  seperti macam-macam  buah. Dan itu menjadi berkah yang dijadikan konsumsi pribadi oleh pasangan Jro dan Wa Mangku. [T[

Tags: agamaDesa Lespemangkuupacara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bahasa | 76TH atau HUT Ke-76 Kemerdekaan RI?

Next Post

Ini Penyebab Kita Lebih Hapal Nama Karakter Anime Daripada Nama Pahlawan Bangsa Sendiri

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Ini Penyebab Kita Lebih Hapal Nama Karakter Anime Daripada Nama Pahlawan Bangsa Sendiri

Ini Penyebab Kita Lebih Hapal Nama Karakter Anime Daripada Nama Pahlawan Bangsa Sendiri

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co