24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warung Ena Ena di Jembrana | Buka Saat Pandemi, Agar Semua Bisa Kenyang…

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
August 14, 2021
in Khas
Warung Ena Ena di Jembrana | Buka Saat Pandemi, Agar Semua Bisa Kenyang…

Emboeng Arishinta Poetra, pengelola Warung Ena Ena, Jembrana, Bali

Pernah makan di Warung Makan Ena Ena, Jembrana? Kalau belum, harus sesekali atau berkali-kali dicoba. Bukan karena menu makananya yang memang ena ena, eh, enak. Tapi juga karena misi dari warung ini yang unik.

Lihatlah di media-media sosial. Promosi warung ini tak muluk-muluk, tidak sombong, tidak ajum-ajuman. Apa yang dipromosikan memang sesuai dengan hakikat makan untuk kebutuhan paling dasar. Yakni agar kenyang dan lapar hilang.

“Lapar? Makan di Warung Makan Ena Ena, Dijamin Pasti Kenyang!” Itu promosi paling jujur, paling tahu kebutuhan orang makan. Menghilangkan lapar paling utama, masalah enak, masalah sehat, masalah sukla, itu nomor sekian.

Warung Makan Ena Ena mulai hidup dan aktif berdagang pada tanggal 20 Maret 2021, pada saat pandemi masih tak jelas kapan berakhirnya. Alasan dibuka?

“Alasan paling mendasar Ena Ena diciptakan adalah menghindari kelaparan di musim pandemi, baik menghilangkan lapar pembeli dan lapar dari pemilik warung makan,” kata Emboeng Arishinta Poetra, sang empunya warung.

Ini alasan paling masuk akal. Karena jika pembeli sudah makan di Warung Ena Ena, maka bahan dagangan laku berarti pemilik warung bisa beli beras dan bahan pokok lain untuk dimasak dan dijual lagi sekaligus untuk makan sendiri.

Tapi, jika dagangan tak laku berarti segala bahan di warung bisa dimasak untuk dimakan sendiri. Tapi besok-besoknya, bisa-bisa pemilik warung kelaparan karena tak ada uang untuk beli bahan makanan. Makanya, warung itu dibuat agar pembeli kenyang, dan pemilik warung tak kelaparan.

Kenapa namanya Ena Ena? Emboeng pun menjelaskan seperti seorang ahli dalam hal branding, sembari, tentu saja senyum-senyum.

Istilah ‘ena ena’ sebenarnya memiliki makna yang tabu yaitu berhubungan badan (ngertilah ya). Makna tabu ini beredar luas di media sosial dan dipahami banyak netizen Indonesia dengan makna yang sama, ya, itu, berhubungan badan.

“Kami tertarik untuk mencomot istilah tersebut sebagai nama warung,” katanya.

Dengan makna konotasi yang tabu itu ia berharap warungnya jadi mudah diingat dan membekas di kepala pelanggan-pelanggan. Berangkat dari nama dengan makna yang tabu, kemudian dibenturkan dengan jargon yang lebih vulgar lagi agar terkesan lebih total.

Jargonnya seperti ini: “LAPER? Ena Ena dulu! Dijamin K E N Y A N G..!”

Dalam Bahasa Indonesia, lanjut Emboeng, mungkin kenyang bisa diartikan puas (puas makan). Namun kenyang yang ditulis dengan huruf kapital dan pisah di masing-masing huruf itu bermaksud untuk mengecoh pelanggan ternyata ada makna kenyang yang berbeda jika diartikan dalam bahasa daerah Bali. Ya, dalam Bahasa Bali, kenyang, semua tahu, artinya ereksi.

Emboeng yang lulus dari jurusan Sastra Indonesia di Undiksha Singaraja mengaku tidak ada strategi pemasaran khusus atau teori-teori berdagang masa kini untuk mnengelola warung makan.

“Kami hanya menjual makanan, kalau ada yang beli berarti untung, kalau sepi ya kami makan sendiri, sesederhana itu,” katanya.

Warung Ena Ena berlokasi di Jl. Pulau Lombok No.18 LC Dauhwaru-Jembrana Bali, tepatnya di sebelah selatan Kantor Lurah Dauhwaru, barat jalan. Jika ingin kenyang, datanglah ke tempat itu.

Untuk menu di Warung Ena Ena adalah spesial hasil tambak dan tangkapan dari alam: udang, kepiting, kerang, dan ikan nila, tapi  tetap juga menyediakan menu ayam. “Karena tidak semua umat bisa makan olahan tambak, dan tidak lupa menu nasi goreng untuk antisipasi nasi tersisa,” ujar Emboeng, tetap jujur.

Oh ya, menu camilan semacam kentang goreng dan sempol juga tersedia, untuk menjaring pembeli yang sekedar ingin duduk dan bersantai

Nah ini. Kini ada pula menu terbaru yaitu Mie Julid Ena Ena. Menu ini berkonsep mie goreng pedas dengan jargon ”Sepedas omongan mulut tetangga”. Haha. Di masa PPKM ini, menu ini jadi andalan Warung Ena Ena, karena harganya yang sangat terjangkau dan efek kenikmatan pedasnya bisa terjaga di mulut dalam waktu yang lama.

“Sepuluh ribu sudah dapat seporsi mie julid dengan pilihan 4 level pedas yang siap menggoyang lidah,” kata Emboeng yang ternyata juga seorang penulis puisi ini. Biar tak rugi tamatan Sastra Indonesia, katanya.

Untuk target pemasaran mie ini adalah anak-anak remaja/ABG dengan bekal yang tidak banyak, agar tetap mampu makan dan sekedar bersenang-senang bersama teman dan kekasih. “Boleh juga datang dengan selingkuhan. Tapi, kalau ada keributan, di luar tanggung jawab pemilik warung,” ujarnya tertawa.

Bicara soal target pemasaran, sebenarnya dulu Warung Makan Ena Ena ingin menjaring pelangan dari kalanagan PNS, Pegawai Swasta, Pegawai BUNM, dan Bos Bos berduit hingga tercetus untuk menyediakan menu-menu premium semacam kepiting, udang, nila. Namun dalam perjalanan ternyata pandemi ini telah meluluhlantakkan kekayaan insan manusia di bumi ini. “Sehingga banyak menu yang pada awalnya dijagokan akhirnya dikalahkan kelarisannya oleh menu-menu murah meriah semacam nasi goreng, mie, atau paling banter ayam gorenglah,” katanya.

Bagaimana Dampak PPKM?

Sebelum PPKM darurat diberlakukan, Warung Ena Ena sangat ramai dikunjungi oleh pelanggan terutama di jam-jam makan siang dan makan malam. Banyak yang datang untuk menikmati kenikmatan Ena Ena. “Namun setelah aturan-aturan yang terkesan berlebihan diterbitkan pemerintah, misalnya untuk tidak makan di tempat, warung pun jadi tampak lebih sepi, orang orang jadi enggan datang,” katanya.

“Terlebih jam operasional dibatasi sampai jam 8 malam, padahal di waktu tersebut sebenarnya saat-saat puncak orang berbelanja di warung kami,” lanjut Emboeng.

Tapi Warung Ena Ena tidak menyerah dengan keadaan. “Kekuatan sosial media kami andalkan sebagai media promosi, jasa pesan antar kami berlakukan, diskon-diskon pada menu tertentu juga kami sediakan, semata-mata agar Warung Makan Ena Ena tetap bertahan dan tidak lekang dibunuh pandemi,” kata Emboeng. [T]

Tags: balijembranakulinerkuliner lokalWarung Ena Ena
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kita Ini Kaum Penambah “Gelar” di Belakang Nama Kontak WhatsApp

Next Post

Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”, Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”,  Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali

Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”, Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co