23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasek Govinda | Masih Mahasiswa Sudah Jadi Direktur dan CEO Usaha Sampah Plastik

Gading Ganesha by Gading Ganesha
June 28, 2021
in Khas
Pasek Govinda | Masih Mahasiswa Sudah Jadi Direktur dan CEO Usaha Sampah Plastik

Pasek Govinda [Foto: Gading Ganesha]

Pekerjaan pengelolaan sampah memang identik dengan sesuatu yang kotor, kotor dalam artian sebenarnya. Kekotoran ini memang membuat orang tidak berani terlalu dekat dengan sampah. Apalagi bekerja di bidang persampahan. Mungkin itu kenapa di tempat-tempat pengelolaan sampah tidak banyak kita menemukan anak muda, lebih banyak orang-orang tua dengan ekonomi rendah.

Sehingga pekerjaan pengelolaan sampah ini jadinya seperti pekerjaan orang tua yang dianggap tidak begitu punya keahlian. “Tidak punya keahlian apa-apa, akhirnya bekerja di tempat sampah saja!” Begitu kadang orang mencibir.

Anak muda cenderung memberi pekerjaan bersih. Setidaknya pekerjaan yang membuat mereka terlihat bersih dan berseragam.  Dengan begitu mereka lebih terlihat punya pekerjaan,  meski memang kadang penghasilannya tidak banyak, yang penting terlihat bekerja.

Tapi sedikit berbeda dengan sosok anak muda ini. Ussianya baru 21 tahun. Ia seorang mahasiswa Jurusan Akutansi di Universitas Pendidikan Ganesha. Namanya, I Putu Pasek Govinda.

Pemuda kelahiran Banyuning, 3 April 2000, ini tampak begitu betah berlama-lama berada di tempat sampah. Pasek, begitu sapaan akrabnya, terlihat sangat menikmati kegiatannya mengurus sampah.

***

Pasek Govinda dengan setumpuk sampah plastik [Foto: Gading Ganesha]

Saya mengenalnya sejak 2019. Ketika itu Pasek dan rekan-rekannga datang ke Bank Sampah Galang Panji di Desa Panji, Buleleng. Tujuanya ingin belajar pengelolaan sampah dan mau mendirikan bank sampah.

Sebagai pengelola Bank Sampah Galoang Panji, saya menyambut biasa-biasa saja, sedikit ada keraguan,  karena cukup banyak orang yang datang ke tempat saya dengan rencana membuka bank sampah atau mengelola sampah,  tapi pada akhirnya tidak mampu berjalan maksimal dengan berbagai alasan.

Apalagi Pasek ini anak muda yang hanya didukung oleh sebuah niat. Tidak tampak ada dukungan apa-apa lagi, seperti dukungan pemerintahan desa, atau perusahaan yang memberikan sokongan dana. Benar-benar datang karena hanya berbekal niat baik.

Setelah pertemuan awal yang biasa-biasa saja itu, ternyata beberapa bulan kemudian Pasek mampu kosisten dengan niatnya membuka bank sampah. Pemuda yang punya hobi berbisnis ini perlahan membuktikan diri bahwa niatnya tidaklah main-main.

Pada 26 Juni 2021 saya bertemu khusus dengan Pasek Govinda untuk a bertanya kenapa tertarik mengelola sampah.

“Saya lihat ada peluang besar, Bli, dalam pengelolaan daur ulang sampah ini, konsep usaha daur ulang sampah sangat berbeda dengan usaha lainnya, usaha ini tidak menunggu pembeli, melainkan menunggu penjual sehingga kita bisa meraup keuntungan yang maksimal,” katanya.

Selain itu, pengelolaan sampah diambilnya karena usaha ini masih memiliki sedikit persaingan.

 “Usaha ini persaingannya masih sedikit, padahal jumlah sampah terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga menjadi potensi keuntungan yang sangat bisa saya manfaatkan semaksimal mungkin, jiwa bisnismen saya pun meronta-ronta,” katanya.

Pasek Govinda di Rumah Plastik Mart [Foto: Gading Ganesha]

Pasek kini telah memiliki Bank Sampah yang di beri nama GOBANKS berlokasi di Banyuning Timur.  Tahun 2021 ini usaha  GoBanks-nya telah Lolos Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia, dengan mendapat pendanaan dari Kementrian Pendidikan Tinggi.

Selain GOBANKS,  Pasek juga mengembangkan usahanya dengan Membangun Rumah Plastik Mart berkolaborasi dengan Usaha Pengelolaan Sampah Plastik Rumah Plastik yang ada di Desa Petandakan,  Buleleng.

Rumah Plastik Mart (RPM) adalah upgrade bank sampah yang memiliki lini dan program usaha selain dari pembelian dan penjualan sampah anorganik.

“Sebagai contoh ada program pembelian sembako dengan sampah yang berkelanjutan dan memiliki keuntungan bagi si pengelola sehingga program ini dapat dilakukan setiap hari karena sampah yang digunakan untuk membeli sembako memiliki nilai ekonomis yang sama atau bahkan lebih dari harga sembako tersebut,” ujarnya.

Selain itu ada program kredit supermikro juga di RPM. Program ini dibuat karena dalam bank sampah ada tabungan. Nasabah menyetor sampah anorganik ke bank sampah, dan itu menjadi tabungan.

Karena ada tabungan, maka  ada peluang untuk mengelola uang nasabah dengan memberikan kredit dengan batas maksimalnya mencapai Rp. 1.000.000 rupiah dan bunga 2% per bulan.

“Bunga dari pinjaman tersebut dapat dibayarkan menggunakan sampah sehingga para nasabah tidak terbebani dengan bunga dari kredit,” kata Pasek yang menjabat langsung sebagai CEO Rumah Plastik Mart.

Menurut Pasek, hal yang menarik dalam pengelolaan sampah adalah ditemukannya banyak pembelajaran.

“Di sini saya belajar bahwa ada banyak orang yang tidak seberuntung kita, terutama mereka yang mencari nafkah dengan mengandalkan sampah anorganik yang mereka kumpulkan setiap hari yang belum tentu mereka dapatkan sehingga membuat karakter saya lebih rendah hati dan selalu berbagi kepada sesame,” katanya.

Jadi, kata Pasek, dunia “persilatan pengelolaan sampah” ini memiliki banyak hal yang tak terduga, salah satunya saya jadi memiliki banyak teman dan relasi yang sangat berpengalaman di bidangnya serta banyak bertemu perusahaan-perusahaan yang memang konsen dalam pengelolaan sampah.

“Semua itu bisa menjadi peluang kerja yang makin besar setelah saya lulus kuliah nanti,” katanya.

Pasek Govinda saat bernbincang dengan penulis

Eh, Pasek Govinda memang masih mahasiswa. Bagaimana ia mengatur waktu antara kuliah dan mengurus perusahaan, apalagi menjadi Direktur Utama Gobanks dan CEO Rumah Plastik Mart?

“Tidak begitu berat, Bli. Saya hanya berupaya  membuat skala prioritas yang mana lebih penting dari semua kegiatan yang akan dilakukan, kemudian mengatur pekerjaan yang akan dilakukan dengan cara pelimpahan kepada orang yang kita percaya,” katanya.

Pasek sendiri sudah tersertifikasi sebagai pengelola Bank Sampah dari Ditjen PSLB3 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pasek juga mengatakan bahwa perusahaan itu tentu saja tidak dikelola sendiri. Ia tahu, hal yang besar tidak akan bisa dilakukan sendri sehingga orang yang dipercaya sangat dibutuhkan untuk building suatu usaha ataupun program.

“Apalagi dengan status saya yang masih mahasiswa yang tentunya harus meluangkan waktu dalam proses perkuliahan,” ujarnya.

Tentu saja usahanya ini belum membuat dia puas. Ada harapan besar di kemudian hari.

“Rencana ke depan, saya membuat bank sampah digital sehingga dapat menjangkau semua nasabah dan memiliki pembukuan dan data yang jelas untuk efisiensi kinerja bank sampah, kemudian melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan bank sampah menjadi lebih baik lagi,” katanya. [T]

___

Baca artikel tentang usaha sampah plastik yang lain oleh penulis Gading Ganesha

Tags: Bank SampahBank Sampah Galang Panjidaur ulang sampah plastikmahasiswasampah plastikUndikshausaha sampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kelola Limbah dan Jaga Kesuburan Tanah | Ayo, Sangrai Kotoran Sapi

Next Post

Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam | Sebuah Sisi Gelap dari Tradisi Kawin Tangkap

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam | Sebuah Sisi Gelap dari Tradisi Kawin Tangkap

Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam | Sebuah Sisi Gelap dari Tradisi Kawin Tangkap

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co